4 Cara Ajarkan Anak tentang Konsep Berbagi

amal

Hampir setiap orang tua atau guru pernah mendapat keluhan dari anak-anak, tentang temannya yang tidak mau berbagi makanan atau mainan. Hingga muncul anggapan dari orang dewasa kalau anak yang enggan berbagi berarti memiliki sifat pelit atau egois. Tetapi menurut Sue Grossman, asisten profesor pedidikan guru anak usia dini di Eastern Michigan University, sebaiknya tidak ada pendapat seperti itu.

Menurut Grossman, ketika peristiwa ‘perebutan’ barang seperti mainan terjadi pada anak-anak, orang dewasa seharusnya hadir menjadi penengah. Bukan berarti mereka memaksa anak untuk memberikan barang miliknya kepada anak lain. Tapi mengajarkan mereka tentang konsep berbagi. Sehingga sang anak mau berbagi mainan dengan temannya, tanpa merasa terpaksa.

Mengajari anak akan konsep berbagi mungkin bukan pekerjaan mudah. Nah, berikut beberapa cara dan strategi yang bisa Anda terapkan untuk membantu anak belajar berbagi.

1. Kenalkan kata bergantian

Ketika anak bermain dengan teman atau saudaranya, pergunakanlah kata ‘bergantian’. Dengan begitu, anak akan mengerti bila mainan itu akan dimainkan sementara, bukan diambil. Sehingga ia rela untuk membaginya. Kalau perlu, Anda bisa juga menggunakan timer dan menjadi wasit ketika anak bermain bersama temannya. Sehingga mereka akan bermain bergiliran berdasarkan waktu yang sudah ditentukan.

2. Menjadi contoh

Orang tua harus dapat memberikan contoh nyata tentang berbagi kepada si anak. Ketika ada seseorang yang memberikan rotinya kepada orang lain, panggillah anak dan katakan, ‘Lihat, dia memberikan roti miliknya kepada orang lain, baik ya.”

Anda bisa juga melakukan kegiatan berbagi itu kepada anak. Misalnya, dengan sengaja memberikan makanan yang tengah Anda santap kepadanya, sambil berkata, “Aku akan dengan senang hati berbagi makanan ini denganmu.” Dengan begitu, anak akan mengerti bila berbagi itu hal baik dan bisa membuat hati bahagia.

Baca juga: Pentingnya Meminta Maaf Pada Anak

3. Berbagi lewat sedekah

Ketika mengajak anak ke tempat ibadah, Anda bisa pula mengajarkannya konsep berbagi. Seperti memberikannya uang dan meminta ia untuk memasukkannya ke kotak pengumpulan amal. Lalu, jelaskan padanya apa yang ia lakukan dan dampaknya bagi orang yang menerima uang amal itu.

4. Beri apresiasi

Setelah si anak berhasil berbagi dengan teman atau orang lain, jangan abaikan kejadian tersebut. Berikanlah pujian kepadanya atau mintalah orang lain untuk memujinya. Karena pujian dari orang ketiga akan membuat anak lebih merasa senang dan dihargai.

Ketika anak sudah paham konsep berbagi, ia pun akan belajar berbagi kebahagiaan dengan orang lain.

Baca juga: 4 Tempat Wisata Anak di Sekitar Jakarta




« | »
Read previous post:
10649801_10204789606240782_2104907610818330244_n
Bersama LOVEPINK, Madelina Mendampingi Penderita Kanker Payudara dengan Kasih

Sebagai survivor kanker payudara, Madelina Mutia merasakan pentingnya berbagi cerita dengan sesama wanita yang didiagnosa kanker payudara. Tujuannya agar mereka yang...

Close