Mengembangkan Bisnis Melalui Instagram

Bisnis Melalui Instagram

Sejak kemunculan media sosial, peluang untuk menjalankan bisnis lebih terbuka lebar. Hal ini terutama dirasakan oleh para pelaku usaha skala mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Media sosial seolah menjadi solusi bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka secara efisien dan minim biaya.

Pelaku usaha zaman sekarang bahkan tidak perlu memiliki tempat atau toko khusus untuk menjual produknya. Cukup dengan memanfaatkan ruang yang ada di rumah dan menjual produk melalui aneka platform media sosial, Anda sudah bisa disebut pebisnis dan berpeluang meraih keuntungan yang menjanjikan. Kelebihan utama berbisnis melalui media sosial adalah Anda dapat menjaring pelanggan dari dalam hingga luar negeri. Dengan kata lain, pangsa pasar Anda tidak terbatas.

Salah satu platform media sosial yang seolah wajib dimiliki oleh pengusaha, mulai dari skala kecil, mikro, menengah, hingga besar, adalah Instagram. Hasil survei WeAreSocial.net dan Hootsuite memperlihatkan bahwa platform media sosial milik Facebook ini memiliki jumlah pengguna terbanyak ke tujuh di dunia—Indonesia berada di urutan ke tiga dengan 130 juta pengguna. Per Januari 2018, total pengguna Instagram di dunia mencapai angka 800 juta, dan 500 juta di antaranya mengunjungi Instagram setiap hari. Faktanya, sekarang orang mengunjungi Instagram untuk mendapatkan inspirasi dan menemukan hal yang penting bagi mereka, termasuk konten dari merek dan bisnis.

Dalam situsnya, Instagram menyebutkan sejumlah alasan mengapa platform tersebut menjadi pilihan bagi banyak pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis mereka:

  • Di Instagram terdapat lebih dari 25 juta profil bisnis di seluruh dunia.
  • Lebih dari 20 juta pengiklan di seluruh dunia menggunakan Instagram untuk membagikan cerita dan mendorong hasil bisnis mereka.
  • Sekitar 60 persen orang mengaku menemukan produk baru di Instagram.
  • Lebih dari 200 juta Instagrammer membuka setidaknya satu Akun/Profil Bisnis setiap hari.
  • Sebanyak 1/3 cerita yang paling banyak dilihat berasal dari bisnis.

Jika Anda ingin mengembangkan bisnis melalui Instagram, berikut sejumlah tips yang perlu dilakukan.

1. Buat Akun Bisnis

Jenis akun ini menawarkan berbagai fitur (tools) untuk beriklan. Dengan memiliki Akun Bisnis di Instagram, Anda dapat mencantumkan informasi tentang perusahaan Anda, seperti jam kerja, lokasi, dan nomor telepon. Hal ini membuat pelanggan maupun calon pelanggan dapat mudah menghubungi Anda untuk bertanya lebih lanjut tentang produk yang Anda tawarkan. Anda pun dapat langsung memberikan tanggapan atau jawaban, sehingga pelanggan tak perlu menunggu lama.

2. Nama dan Bio Anda

Adalah penting untuk memilih nama akun yang mudah ditemukan. Misalnya, gunakan username Instagram yang sama dengan nama brand/produk Anda. Jika Anda memiliki website, pastikan URL website Anda terpampang pada bio akun Instagram Anda. URL ini dapat Anda update atau sesuaikan sehingga dapat mengarah ke landing page produk yang sedang Anda promosikan.

3. Manfaatkan fitur Insight

Fitur ini hanya tersedia bila Anda memiliki Akun Bisnis Instagram. Fitur ini dapat membantu Anda mengetahui postingan mana yang paling banyak mendapat tanggapan dari followers atau target pasar akun Anda. Selanjutnya, Anda dapat merancang gaya, filtercaption, serta konten seperti apa yang akan diunggah untuk menarik lebih banyak tanggapan dari followers.

Selain itu, fitur Insight juga akan membantu Anda memetakan informasi tentang followers Anda, seperti kapan mereka aktif menggunakan Instagram, dan bagaimana mereka berinteraksi atau menanggapi postingan Anda. Informasi ini akan membantu Anda memilih konten yang lebih berpeluang menghasilkan engagement (keterlibatan) dengan target pasar Anda.

4. Bikin jadwal mengunggah konten

Agar langkah pemasaran yang Anda lakukan via Instagram menimbulkan dampak yang baik, Anda harus mengunggah konten secara berkala. Kapan dan berapa kali waktu ideal mengunggah konten di Instagram bisa dibilang bervariasi karena tergantung juga kepada target yang disasar. Merek-merek ternama yang termasuk dalam daftar Fortune 500 mengunggah lebih banyak konten pada hari kerja ketimbang akhir pekan. Di sisi lain, sebuah penelitian mengungkap bahwa konten yang diunggah pada akhir pekan umumnya menghasilkan engagement 3 persen lebih banyak daripada konten yang diunggah di hari kerja.

Sekali lagi, waktu ideal untuk mengunggah konten tergantung pada jenis produk yang Anda tawarkan, serta target pasarnya. Anda perlu melakukan eksperimen di awal, mengunggah bermacam jenis konten, sebelum akhirnya menemukan waktu terbaik mengunggah konten di Instagram yang menghasilkan engagement sesuai harapan. Anda dapat menggunakan aplikasi manajemen media sosial seperti Buffer atau Sprout Social untuk menjadwalkan postingan Instagram Anda.

5. Tampilkan Konten yang Menarik

Kekuatan utama Instagram adalah visualisasi yang menarik. Namun, yang dimaksud menarik di sini bukan sekadar foto bagus dari segi teknik fotografi. Anda harus mampu memberikan nilai lebih pada setiap foto yang Anda tampilkan di akun Instagram Anda, sehingga follower, terutama target pasar Anda, merasa tertarik untuk berinteraksi dengan memberikan komen, like, hingga akhirnya membeli produk yang Anda tawarkan.

Pastikan foto atau visualisasi yang Anda unggah di Instagram memiliki gaya khas yang sesuai dengan merek Anda. Hal ini dapat diciptakan melalui penggunaan tone warna (color palette), font, dan filter foto yang sama pada setiap foto yang Anda unggah. Selain menampilkan foto produk, Anda juga dapat memvariasikan feed akun Instagram Anda dengan mengunggah konten berisi tips terkait produk yang Anda pasarkan, mengunggah ulang (regram) konten orang yang menggunakan produk Anda, dan kuis atau giveaways.

Selain melalui tampilan foto, cara lain menarik perhatian follower Anda adalah dengan menuliskan captionyang memikat. Anda bisa menuliskan caption secara singkat atau juga agak panjang sesuai gaya micro-blogging. Yang penting, pastikan gaya bercerita Anda konsisten, sehingga menjadi identik dengan akun dan merek produk Anda.

6. Manfaatkan Tagar

Tagar atau hashtag berfungsi memudahkan pengguna Instagram dalam menemukan topik tertentu. Anda perlu menciptakan tagar khusus untuk mengelompokkan tema produk ataupun informasi yang Anda sampaikan di akun Instagram Anda. Dengan begitu, setiap postingan Anda dapat dengan mudah ditemukan di Instagram karena sudah diberi “label” khusus.

Manfaatkan juga branded hashtag, yaitu hashtag yang dapat Anda pakai untuk aktivitas promosi, pelunduran produk, kontes, kuis atau event. Branded hashtag memungkinkan pengguna Instagram lain untuk mencari dan mengikuti hashtag itu untuk mengetahui promosi atau aktivitas marketing produk Anda.

7. Promosikan Konten/Produk Anda

Anda dapat mempromosikan produk Anda melalui fitur Ads atau iklan pada aplikasi instagram. Melalui ads, konten Anda dapat mencapai audiens yang sesuai dengan target market Anda, dalam jangka waktu yang dapat Anda tentukan sendiri sesuai budget yang Anda miliki. Fitur ini juga memungkinkan Anda untuk menambahkan action button yang sesuai.

8. Manfaatkan Influencer

Influencer atau kerap disebut juga selebgram tengah menjadi salah satu bagian penting dalam pemasaran via Instagram. Pilih sosok influencer yang menurut Anda cocok dengan citra merek Anda, lalu tawarkan kerja sama dengannya untuk terlibat dalam mempromosikan produk Anda. Metode ini efektif untuk meningkatkan jangkauan pasar karena influencer biasanya memiliki jumlah follower yang sangat banyak, sehingga dapat membantu memperkenalkan merek Anda ke lingkup yang lebih luas atau tidak tercakup sebelumnya.

Dengan bantuan media sosial, termasuk Instagram, mimpi menjadi pengusaha sukses menjadi makin dekat! Temukan inspirasi dan semangat kuat berbisnis dari sejumlah pengusaha muda sukses yang tak gampang menyerah. Saatnya Jalani Mimpi dan raih kesuksesan dengan memanfaatkan Instagram untuk mengembangkan bisnis Anda.

Related Posts

Dengan Kondisi Finansial di Masa Pandemi, Perlukah Financial Planner?

Urgensi memakai financial planner untuk membantu membenahi permasalahan keuangan pribadi akan berbeda-beda dan ditentu...

Manajemen Keuangan bagi Lajang dan Keluarga Baru di Era New Normal

Apa yang harus kamu lakukan di tengah kondisi perekonomian yang belum pulih di era new normal? Kelola dan kendalikan ua...

Tips Keuangan Saat Masih Banyak Cicilan dalam Kondisi Krisis

Pandemi COVID-19 memang memengaruhi banyak area, termasuk mengatur keuangan pribadi. Betapa tidak, pandemi ini pada akh...




« | »
Read previous post:
Milenial Sukses Di Dunia Kerja
Hai Milenial! Hindari 6 Hal ini Agar sukses di Dunia Kerja!

Bekerja dan menjalani sebuah karir bisa menjadi pilihan yang menentukan jalan hidup seseorang. Karenanya, memilih dan menyusun strategi untuk memetakan...

Close