Ingin Beli Rumah untuk Pertama Kalinya? Ini yang Perlu Anda Ketahui!

tips membeli rumah

Membeli rumah merupakan salah satu pencapaian terbesar bagi setiap orang. Maklum, jumlah uang yang harus dikeluarkan untuk membeli rumah tidak sedikit. Tak heran kalau cita-cita ini sering masuk ke dalam daftar resolusi finansial di awal tahun. Dalam seminggu terakhir ini, sedang ramai diperdebatkan gagasan salah satu pasangan calon gubernur DKI Jakarta yang mencanangkan cicilan rumah 0 persen. Cicilan rumah 0 persen tersebut dipertegaskan kembali setelah adanya larangan dari Bank Indonesia, bahwa cicilan rumah 0 persen tersebut tidak lain adalah program rumah tanpa DP. Program rumah tanpa DP ini tentu saja menjadi pusat pembicaraan selama sepekan terakhir, apabila program rumah tanpa DP ini dapat berjalan, bukan tidak mungkin bahwa ketertarikan masyarakat untuk membeli rumah menjadi semakin besar.

Dibutuhkan pengorbanan dan banyak pertimbangan agar membeli rumah benar-benar terwujud dan tidak salah pilih. Tak heran, begitu serah terima kunci, ah bahagia rasanya. Nah, bagi Anda yang menuliskan tujuan ini sebagai resolusi awal tahun dan membeli rumah untuk pertama kalinya, ada beberapa tips membeli rumah yang harus diperhatikan agar impian terbesar Anda untuk memiliki rumah dapat terwujud.

Tips Membeli Rumah untuk Pertama Kalinya

1. Anda lajang? Ini waktu yang tepat membeli rumah

Umumnya orang membeli rumah ketika sudah menikah. Padahal, membeli rumah bisa menjadi investasi yang sangat prospektif bagi setiap orang, termasuk Anda yang masih lajang. Menurut artikel Forbes pada Desember 2016, para lajang yang membeli rumah akan menjadi tren di tahun 2017. Umumnya, seorang lajang mulai membeli rumah pertamanya di usia 33 tahun.

Baca juga: Siapkan 5 Resolusi Finansial untuk 2017 yang Lebih Optimis

Membeli rumah saat lajang menguntungkan karena harga properti sekarang akan lebih murah ketimbang harga di masa mendatang. Tidak ada kata rugi dalam membeli rumah. Kalau ketika lajang Anda “hanya” bisa membeli rumah di pinggiran kota, jangan khawatir. Di masa mendatang Anda dapat menjual rumah ini untuk membeli rumah kedua yang terletak lebih dekat ke kota. Jika Anda tidak berpikir untuk menempati rumah tersebut sekarang pun Anda juga dapat menyewakan rumah tersebut sehingga Anda bisa memperoleh tambahan penghasilan.

2. Pilih lokasi yang tepat

Setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai lokasi yang tepat. Perencana keuangan independen Giri Sulandar mengatakan, seseorang akan mempertimbangkan lokasi rumah yang tepat berdasarkan lokasi kerja dan sarana infrastruktur yang tersedia.

Tips membeli rumah yang satu ini mendorong Anda untuk dapat memilih lokasi rumah yang tepat. Dalam memilih lokasi yang tepat, seseorang juga harus mempertimbangkan arah pengembangan kota. Sebagai contoh, saat ini pemerintah daerah DKI Jakarta sedang membangun light rapid transit (LRT) yang akan melintasi Jakarta-Bogor. Praktis, daerah yang akan dilintasi LRT seperti Cibubur dan Sentul akan memiliki akses transportasi tambahan selain jalan tol Jagorawi.

Tips membeli rumah yang satu ini didasarkan oleh kemacetan yang terjadi di Jabodetabek. Kemacetan yang terjadi di Jabodetabek membuat sarana alternatif transportasi menjadi hal yang wajib dipertimbangkan. Saat ini, para penduduk di sekitar Jakarta dapat menikmati commuter line menuju Serpong, Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Selain itu, para komuter juga bisa menikmati busway TransJakarta yang melayani daerah pinggir Jakarta seperti BSD, Bekasi, Depok, dan Bekasi. Kita dapat mengecek pengembangan kota Jakarta serta infrastruktur pendukungnya di situs resmi Jakarta Smart City. Sementara untuk daerah lainnya, kita bisa mengecek arah pengembangan kota dari situs pemda terkait.

3. Membeli rumah baru atau second?

Tips membeli rumah berikutnya adalah membantu Anda untuk memilih antara rumah baru atau rumah second. Kebanyakan orang lebih mempertimbangkan untuk membeli rumah baru. Meski demikian, rumah second pun patut dipertimbangkan. Dalam beberapa kasus, hal ini malah bisa sangat menguntungkan. Misalnya, jika Anda membeli rumah yang belum pernah dihuni namun dengan harga miring karena sang pemilik sedang butuh uang.

Sebelum membeli rumah second, pastikan dahulu sertifikat rumah tersebut adalah asli. Anda dapat mengecek keabsahan sertifikat rumah di Badan Pertanahan Nasional dengan syarat yang tercantum di sini. Selanjutnya, Anda juga harus meminta bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) untuk menghindari masalah di kemudian hari.

Membeli rumah second pun berarti Anda tidak perlu berhadapan dengan perusahaan pengembang sehingga Anda bisa menegosiasikan uang muka dengan lebih leluasa kepada pemilik. Proses jual beli dengan perorangan biasanya juga bersifat lebih kekeluargaan. Bisa jadi, jika pembeli sudah cocok dengan Anda, proses pembelian akan dimudahkan.

Tentu saja, Anda harus mempertimbangkan kondisi rumah yang dibeli. Jangan sampai biaya renovasi yang diperlukan justru membuat Anda tekor. Untuk hal ini, ada baiknya Anda memeriksakan kondisi rumah ke ahli konstruksi bangunan untuk menaksir biaya yang perlu dikeluarkan untuk merenovasi rumah tersebut.

4. Mau ditempati atau sebagai investasi?

Tujuan Anda membeli rumah pertama akan berpengaruh pada pemilihan lokasi yang tepat. Artikel Forbes menjelaskan, jika Anda bertujuan membeli rumah untuk tempat tinggal, maka Anda dapat memilih rumah di pinggir kota. Namun, jika Anda berpikir untuk menjadikan rumah tersebut sebagai investasi, maka area kota masih menjadi pilihan terbaik. Tips membeli rumah ini mendorong Anda untuk memastikan apakah rumah yang Anda beli akan langsung ditempati atau malah dijadikan sebagai investasi.

Baca juga: Inilah Peluang Investasi Prospektif Tahun 2017

5. Siapkan bujet

Hal yang penting selanjutnya ialah menyesuaikan rumah yang kita idamkan dengan bujet yang dapat kita siapkan. “Ada orang yang tidak masalah tinggal di pinggir kota, namun harga rumahnya masuk di bujet mereka. Sebaliknya, ada pula yang memilih membeli apartemen di tengah kota agar dekat dengan lokasi kerja, jadi tidak terlalu lelah dan biaya operasional tidak setinggi jika tinggal di luar kota,” papar Giri kepada tim ilovelife. Pertimbangan ini masuk akal. Sebab, kalau Anda tinggal di daerah komuter, maka Anda harus memperhitungkan ongkos dan ketersediaan moda transportasi ke kantor.

6. Cari tahu cara mengakses kredit

Jika sudah mempersiapkan bujet, maka hal selanjutnya yang harus dipikirkan ialah cara mengakses kredit pemilikan rumah (KPR). Membeli rumah dengan KPR akan membantu Anda mewujudkan impian memiliki rumah sesuai dengan kemampuan Anda. Menurut Giri prosentase cicilan yang sehat ialah 30% dari penghasilan. Jika Anda lajang, prosentase KPR ini bisa jadi lebih dari 30%. Untuk memastikan rasio utang Anda masih tergolong sehat, jangan lupa untuk membanding-bandingkan KPR sebelum memutuskan.

Baca juga: Terapkan Jurus 5C untuk Memperbaiki Rapor Kredit Anda

KPR umumnya menawarkan cicilan dengan bunga tetap (fixed rate) dalam beberapa tahun di awal masa kredit sebelum memberlakukan bunga mengambang (floating rate) sesuai dengan bunga pasar. Pastikan kita memilih durasi fixed rate yang sesuai dengan kemampuan dan kenyamanan kita dalam menyicil. Kemudian, kita juga dapat memilih jangka waktu kredit antara 15 tahun, 20 tahun, atau bahkan sampai 30 tahun, sesuai dengan kemampuan kita membayar cicilan setiap bulan.

Anda juga bisa manfaatkan promo properti yang berlaku di waktu tertentu. Beberapa pengembang misalnya, memberlakukan promo cicilan down payment (DP) 1,5 tahun selama pembelian di penghujung tahun. Ada pula pengembang yang memberlakukan cicilan DP selama tiga kali.

Selain dengan KPR atau dengan memanfaatkan promo properti, Anda juga dapat mengikuti dengan seksama program yang diadakan oleh pemerintah, hal ini dapat dijadikan sebagai tips membeli rumah. Seperti yang dicanangkan oleh salah satu pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang mencanangkan program rumah tanpa DP. Meskipun belum ada kepastian mengenai program rumah tanpa DP tersebut, mulai sekarang Anda harus memperhatikan program-program yang mungkin akan dilakukan oleh pemerintah khususnya untuk program yang memudahkan masyarakat untuk membeli rumah. Program rumah tanpa DP yang sedang ramai dibicarakan ini mungkin saja dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membeli rumah.

7. Siapkan biaya lain-lain

Tips membeli rumah berikutnya adalah menyiapkan biaya lain-lain. Ketika pertama kali membeli rumah, persiapkanlah setidaknya uang tunai sebesar 30% hingga 40% dari harga rumah tersebut. Uang tunai ini akan akan digunakan untuk membayar down payment, cicilan pertama, pajak, dan biaya lain-lain termasuk biaya notaris.

8. Cek reputasi pengembang

Mengecek rekam jejak pengembang dapat dijadikan sebagai tips membeli rumah, rekam jejak pengembang jangan sampai luput dari pertimbangan kita. Dalam beberapa kasus, ada pengembang yang memiliki masalah sengketa tanah dengan warga setempat di masa lampau. Alhasil, warga setempat melampiaskan kekecewaannya pada warga perumahan dengan cara memblokir jalan, melakukan pungutan liar, dan sebagainya.

“Ada pula pengembang yang tak kunjung mengeluarkan surat-surat. Sehingga, pembeli mengeluarkan biaya tambahan untuk mengurus hal ini,” papar Giri. Mengecek reputasi pengembang juga berguna agar kita dapat memastikan rumah dapat ditempati sesuai dengan jadwal serah terima kunci, apakah inden atau bisa langsung ditempati. Pengembang yang baik pun biasanya memberikan garansi kerusakan selama periode tertentu. Dengan begitu, kita bisa tenang tidak mengeluarkan biaya tambahan jika terjadi kerusakan ketika membeli rumah tersebut.

Baca juga: Ini 7 Alasan Mengapa Warisan Tak Perlu Tabu Dibicarakan

Dengan mempertimbangkan tips membeli rumah di atas, semoga rumah pertama dapat segera Anda miliki! Saatnya Jalani Mimpi dangan cermat membeli rumah.




« | »
Read previous post:
lyon-private
Lima Restoran Spesial untuk Valentine Berkesan Bersama Pasangan

Kado istimewa untuk pasangan sudah disiapkan untuk merayakan Valentine? Agar momen Valentine terasa lebih berkesan, sepatutnya Anda memberikan kado tadi...

Close