Ingin Menjaga Wanita Hamil, Anda Waluyo Mendirikan Sehati dan TeleCTG

Anda Waluyo

Latar belakang Anda Waluyo Sapardan bukan seorang dokter. Dia merupakan jebolan lulusan Lehigh University di Bethlehem untuk jurusan ekonomi dan manajemen. Bahkan, dia awalnya berkecimpung di bidang solution designer dan product developer. Namun, pada akhirnya, Anda Waluyo menaruh perhatian khusus terhadap isu meninggalnya ibu dan anak.

Suami Anda Waluyo adalah Dr Ari Waluyo SpOG yang salah satu aktivitas utamanya adalah membantu proses lahir bayi dari rahim ibunya. Kegiatan sang suami tentu menjadi bagian dari perhatian Anda Waluyo sehari-hari. Sehingga, segala kekhawatiran sang suami, menjadi kekhawatirannya juga.

Baca juga: Tiga Perlindungan Asuransi Kesehatan yang Wajib Dimiliki Perempuan

Ia sempat menjadi Chief Operations RS Ibu dan Anak Asih di bilangan Melawai, Blok M, Jakarta Selatan sebelum akhirnya menjabat sebagai CEO di rumah sakit yang sama.

Tak heran jika pekerjaannya saat ini tak jauh dari urusan kesehatan ibu dan anak. Dia menjadi Chief Executive Officer Sehati, perusahaan aplikasi yang memonitor kesehatan ibu hamil. Selain itu, Anda Waluyo menjabat sebagai Chief Information Officer TeleCTG, perusahaan yang menyajikan CTG (cardiotocography) atau alat pemantau kesehatan janin portabel. Anda Waluyo juga tercatat sebagai pendiri kedua perusahaan itu bersama rekan-rekannya.

Kepedulian Anda Waluyo terhadap kesehatan ibu dan anak tak lepas dari kondisi yang ada di Indonesia. Pada 2017, angka meninggalnya ibu di Indonesia mencapai 259 hingga 305 per 100 ribu kelahiran. Bahkan data Unicef menyebut ada satu perempuan di Indonesia meninggal saat melahirkan dalam setiap jam. Penyebab tingginya angka meninggalnya ibu dan anak di Indonesia bermacam-macam. Satu di antaranya adalah minimnya akses pemeriksaan kesehatan terhadap ibu hamil di daerah-daerah terpencil.

Berangkat dari kondisi tersebut. Anda Waluyo bersama Abraham Auzan, Ari Waluyo, Harry Pradipta, dan Rizky Rakhmat Oentoe membuat TeleCTG. TeleCTG penting lantaran pemeriksaan CTG dianjurkan dilakukan ibu hamil minimal dua kali. Pemeriksaan itu dilakukan untuk menghindari risiko pada janin sehingga bisa menekan angka meninggalnya bayi. Tapi, fakta menyebutkan hanya lima persen ibu hamil di Indonesia yang melakukan pemeriksaan CTG. Belum lagi dokter kandungan di Indonesia yang jumlahnya hanya 3.500 dibanding dengan jumlah ibu hamil yang mencapai sekitar 5,2 juta.

Fleksibel dan mudah

Berbeda dengan alat CTG umumnya, TeleCTG dapat digunakan secara fleksibel lantaran memakai aplikasi mobile. Cara pengoperasiannya pun relatif mudah. Di dalamnya ada proobes atau sensor untuk mengukur detak jantung dan kontraksi janin. Sensor ini terhubung dengan aplikasi pembaca lewat micro USB. Setelah sensor membaca sekitar 15-30 menit, hasilnya pun dikirim ke pusat pembacaan di Jakarta. Setelah itu hasil tersebut dikirim ke aplikasi dokter atau bidan. Dari hasil tersebut, dokter atau bidan akan mendiagnosis dan memberikan saran untuk ibu hamil yang diperiksa.

Baca juga: Robin Lim, Bidan Amerika yang Berdedikasi untuk Warga Tak Mampu di Bali

Dari visi Anda Waluyo, TeleCTG ini nantinya akan lebih banyak digunakan oleh bidan yang notabene memiliki akses yang lebih dekat ke ibu-ibu hamil dari kalangan yang kurang mampu, bahkan hingga ke pelosok negeri. “Justru ibu-ibu yang tinggal di pelosok, yang sulit mengakses rumah sakit, mereka yang paling memerlukan alat ini,” ujarnya kepada tim ilovelife.

TeleCTG.
TeleCTG.

Sebulan setelah mendirikan TeleCTG, Anda Waluyo meluncurkan Sehati. Aplikasi ini memberi berbagai informasi mendasar terkait ibu hamil. Informasi-informasi tersebut biasanya tidak diterima ibu hamil saat konsultasi dengan dokter. Meski baru didirikan 2016, Anda Waluyo mengatakan sudah memikirkan konsepnya sejak 2014.

Sebelum membuat Sehati, Anda Waluyo dan timnya terlebih dulu riset. Hasilnya, dari lima juta ibu hamil di Indonesia, 50 persen di antaranya menggunakan ponsel. Karena itu, Sehati menyasar 2,5 juta ibu hamil pengguna smartphone. Untuk mencapai target, Sehati giat melakukan promosi online dan offline. Mereka juga menggandeng rumah sakit, puskesmas, dan pemerintah daerah.

“Kami ingin menimbulkan dampak sosial bagi pengguna Sehati di mana pun mereka berada. Sebab pengetahuan tentang pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan adalah kunci utama peningkatan kualitas hidup manusia ke depannya,” kata Anda Waluyo.

Namun Anda Waluyo tidak hanya ingin memberdayakan ibu lewat Sehati. Ia pun menilai, para bidan bisa diberdayakan lewat aplikasi yang sama. Sehingga dalam waktu dekat ini ia pun berencana mendirikan platform informasi untuk para bidan. “Nantinya pembahasan informasi di platform ini akan lebih medis dan berasal dari sumber-sumber terpercaya, yakni para dokter yang menjadi partner kami,” ia menambahkan.

Baca juga: 11 Tes Kesehatan yang Penting Dilakukan untuk Perempuan

Sebelum mendirikan Sehati dan TeleCTG, Anda Waluyo sempat menjadi Chief Operating Officer Rumah Sakit Ibu dan Anak Asih dari 2011-2015. Rumah sakit swasta tipe B tersebut dianggap sebagai salah satu rumah sakit ibu dan anak terkenal. Setelah itu kariernya menanjak. Dia menjadi Chief Executive Officer PT Anak Sehat Idaman Hati, perusahaan yang menaungi RSIA Asih, hingga Februari 2015.

Kepeduliannya kepada ibu hamil dan anak pun mendapat apresiasi dari rekan kerjanya. “Dia bukan hanya seorang penyusun strategi yang detail dan piawai, melainkan juga ahli yang menginspirasi,” kata Abraham yang juga pendiri TeleCTG dan Sehati.

Dari cerita perjalanan karier Anda Waluyo pun kita dapat mengambil kesimpulan pentingnya untuk terus menjaga ibu hamil agar bayi yang dilahirkannya selamat dan sehat. Lalu bagaimana dengan Anda? Apakah sudah memberikan dukungan dan cinta untuk istri, saudara, atau teman yang tengah hamil? Dukungan lain yang bisa diberikan adalah perlindungan kesehatan, seperti Siap SehatKu dari Astra Life.

Selain memberikan Uang Pertanggungan saat pemilik asuransi meninggal dunia, Siap SehatKu juga dilengkapi pilihan untuk perlindungan asuransi tambahan penyakit kritis ASLI Proteksi Dini yang bisa melindungi Anda dan keluarga dari 6 kondisi penyakit kritis, termasuk kanker. #AyoLoveLife dan terus berikan dukungan Anda kepada ibu hamil di Indonesia.




« | »
Read previous post:
Prioritas Keluarga Muda
Ini 5 Prioritas yang Wajib Dipersiapkan Keluarga Muda

Menjadi keluarga muda tentu banyak hal yang harus dipersiapkan. Satu di antaranya yang terpenting adalah menentukan skala prioritas perencanaan keuangan...

Close