Jenis Investasi yang Menguntungkan di Era MEA

30803986_L

Mulai akhir 2015 lalu, Indonesia sudah memasuki era pasar bebas dalam bingkai ASEAN Economic Community atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Siap atau tidak siap, masyarakat Indonesia harus menghadapi era pasar bebas di negara kawasan Asia Tenggara ini.

Pasar bebas di era MEA ini berarti adanya kebebasan arus barang dan jasa yang masuk atau keluar dari Indonesia. Nah, bagaimana Anda memanfaatkan momentum MEA ini agar imbasnya menjadi positif? Kira-kira, investasi apa yang menguntungkan di era MEA ini?

Baca juga: Limakilo, Tech Startup Indonesia yang membantu mengubah perekonomian petani

Pertama-tama, mari kita lihat peluang Indonesia sebagai negara dengan penduduk paling besar se-Asia Tenggara. Faktor jumlah penduduk ini akan menciptakan peluang pasar yang besar bagi negara tetangga lain untuk masuk ke Indonesia. Mereka akan mencoba memasarkan produk barang dan jasanya agar sesuai dengan pasar Indonesia yang besar.

Di sisi lain, jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia terus bertambah, juga jumlah penduduk usia muda. Mereka tentunya adalah kelas yang empuk jadi pangsa pasar produk tertentu sebab mereka memiliki kekuatan daya beli. Selain itu, GDP Indonesia juga tinggi dibanding negara Asia Tenggara lain.

Kementerian Perdagangan beberapa waktu lalu mengunggulkan tiga sektor besar untuk bersaing di era MEA.

  1. Berbasis sumber daya alam. Kuncinya adalah harus meningkatkan nilai tambah, jadi tidak menjual barang mentah entah itu dari kehutanan, perikanan atau pertanian.
  2. konsumer products. Sebab, pasar Indonesia yang sangat besar. Untuk itu, Indonesia harus mampu menjadi basis produksi untuk produk-produk konsumer.
  3. Ekonomi kreatif yang kini jumlahnya semakin banyak. Di seluruh dunia yang namanya creative player jumlahnya tidak lebih dari 5%. Maka 5% dari 250 juta penduduk Indonesia, yakni sekitar 10-15 juta orang, harus diberdayakan dan ditopang melalui institusi dan infrastruktur yang memadai.

Oleh sebab itu, Anda harus sadar bahwa penguatan UKM dan koperasi merupakan hal yang penting dikembangkan. Sebab UKM dan koperasi terkait dengan dengan industri kreatif dan inovatif, handicraft, home industry, dan teknologi informasi. Yakni berupaya meningkatkan akses dan transfer teknologi untuk mengembangkan pelaku UKM inovatif sehingga nantinya mampu bersaing dengan pelaku UKM asing.

Peningkatan daya saing dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), diperlukan para pelaku UKM di Indonesia untuk menghadapi persaingan usaha yang makin ketat, khususnya dalam menghadapi MEA.

Untuk itu, Anda bisa berinvestasi dengan mendorong UKM untuk bertumbuh. Anda bisa jadi pelaku usaha, atau sekedar menanamkan modal usaha ke sektor UKM tersebut. Misalnya:

1. Franchise

Anda bisa membeli atau mengembangkan franchise makanan/minuman yang sudah terbukti populer dan ada demand dari masyarakat. Ingat, pangsa pasar masih terbuka lebar untuk hal ini, atau bahkan Anda bisa membuka franchise di luar negeri. Namun, Anda juga harus berhitung dulu prospeknya serta mempersiapkan mental jika terjadi kegagalan.

Baca juga: Kesuksesan William Tanuwijaya membangun Tokopedia

Beberapa franchise lokal yang sukses misal Kebab Turki Baba Rafi untuk makanan. Biasanya, franchise untuk makanan dan minuman memerlukan modal yang tidak banyak. Namun, bagi Anda yang memiliki modal kuat, bisa menjajal franchise lain seperti franchise untuk sektor pendidikan, misal LP3I. Bisa juga franchise pendidikan komputer seperti LP3T-NF / LP3T Nurul Fikri.

Di beberapa mall, bahkan jajanan khas ala beberapa negara sudah masuk ke Indonesia dan masuk dengan bendera franchise ini. Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) mencatat pada 2014 lalu ada 30 franchise asing masuk ke Indonesia. Oleh sebab itu, peluang investasi di sektor ini masih besar.

2. Pertanian, Perkebunan, Peternakan

Pertanian, perkebunan dan peternakan merupakan salah satu fokus utama Pemerintah menghadapi MEA. Sebeb pemerintah mencanangkan program swasembada pangan untuk Indonesia.

Pemerintah sangat serius mencari investor untuk hal ini. Pemerintah menyiapkan 2 juta hektar lahan yang siap dimanfaatkan investor, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal asing (PMDN).

Misalnya saja, Anda bisa memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam tebu. Sebab, industri gula di tanah air belum memenuhi kapasitas terpasangnya untuk produksi gula lokal. Tentunya, peluang ini sangat besar bagi yang dapat memanfaatkannya.

Anda juga dapat bertanam kayu sengon, yang saat ini kebutuhannya sangat tinggi untuk produk mebel. Atau, Anda bisa menjadi investor di bidang persawahan, misal dengan sistem bagi hasil dengan petani di sistem mina padi.

Hal yang sama berlaku misal untuk tambak ikan dan peternakan sapi atau kambing. Beberapa daerah melalui ikatan pengusaha daerahnya bahkan membuka tangan lebar bagi investor untuk turut menanamkan modal dalam pengembangan potensi daerah ini.

Contohnya, Anda bisa menanam modal ke sebuah peternakan di Banten bernama Waringin Farm yang digagas pemuda usia 25 tahun, bernama Nur Agis Aulia. Atas prestasinya, tayangan Kick Andy mengundangnya sebagai bintang tamu dan Agis bahkan sudah mendapatkan apresiasi dari pihak Kementerian Pertanian.

3. Startup

Saat ini mulai berkembang perusahaan rintisan yang bergerak di bidang teknologi informasi di Indonesia. Pemerintah sendiri mencanangkan sektor teknologi informasi sebagai sektor unggulan, terutama dengan berkembangnya e-commerce. Beberapa pengusaha di bidang ini membangun semacam swalayan online bagi para pedagang untuk menjual produknya, misal Bukalapak.

Sayangnya, tidak banyak bank yang mau membiayai perusahaan startup seperti ini. Oleh sebab itu, mereka butuh pendanaan dari pihak lain, yang sering disebut angel investor untuk pendanaan dari perorangan atau beberapa orang. Sementara startup yang membutuhkan modal lebih besar bisa mencari permodalan ke venture capital.

Anda bisa mencontoh kisah sukses Sebastian Togelang, yang sukses memodali hingga 20 startup di bawah bendera Mountain Kejora Ventures.

4. Reksadana Offshore

Dengan dibukanya peraturan OJK mengenai reksadana offshore, saat ini banyak perusahaan manajemen investasi yang menawarkan produk reksadana offshore ini ke pasar. Reksadana ini merupakan produk reksadana dengan basis investasi dari luar negeri. Produk reksadana sendiri yang diminati adalah reksadana saham. Beberapa Manajer Investasi memperkirakan return reksa dana saham tahun ini sekitar 9%, lalu return sebesar 8,6% untuk pendapatan tetap, terproteksi 8,85%, dan reksa dana pasar uang 7%.

5. Obligasi

Pada semester 1 2016 pasar obligasi akan lebih menarik dibandingkan dengan saham. Hal ini karena selama semester 1 2016, obligasi masih berpotensi mengalami penurunan harga.

6. Pasar Saham

Pada semester kedua 2016 pasar saham akan memberikan return yang lebih baik dibandingkan dengan low risk product seperti reksa dana pasar uang dan reksa dana pendapatan tetap.

Baca juga: Halo Para Ayah, Jangan Lupa Siapkan 6 Investasi Berikut

Logikanya, di semester kedua, jika proyek-proyek pemerintah sudah dimulai serta pengeluran anggaran sudah jelas, saat itulah pasar saham akan positif. Percepatan pengeluran pemerintah akan mendorong kenaikan pada sektor konsumer dan sektor lainnya. Sehingga saham yang layak dikoleksi misal saham perusahaan telekomunikasi, saham infrastruktur, serta saham consumer ritel.

Persiapkan diri Anda untuk bersaing di era MEA. Pastikan Anda memiliki perlindungan asuransi jiwa sebelum mulai berinvestasi. Karena hal itu bisa membuat Anda dan keluarga terproteksi secara utuh saat terjadi risiko finansial di dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Misalnya dengan Siap JiwaKu dari Astra Life. Siap JiwaKu memberikan manfaat penggantian biaya Rawat Jalan Darurat akibat kecelakaan serta manfaat tambahan untuk perlindungan terhadap 6 penyakit kritis, termasuk serangan jantung. #AyoLoveLife dan terus optimistis untuk menikmati hari ini, dan meraih mimpi.




« | »
Read previous post:
Relawan_Sahabat_Kapas_dan_anak-anak_yang_dipenjara_di_Lapas_Klaten.
Sahabat Kapas, Karena Setiap Orang Berhak Mendapatkan Kesempatan Kedua

Siang hari yang terik, enam perempuan muda bergegas memasuki gerbang penjara Lapas Klaten, Jawa Tengah. Mereka dihentikan oleh petugas sipir...

Close