4 Cara Resign dengan Elegan

58545540 - hand of a businessman hands over a resignation letter on a wooden table

 

 

Sama seperti hubungan percintaan, hubungan kerja pun tidak selalu mulus. Ada banyak kerikil yang harus kita hadapi di sepanjang perjalanan karier kita. Kadang kerikil tersebut bisa diatasi. Terkadang lagi, kerikil tersebut seperti bersembunyi di dalam sepatu, mengganjal jalan karier tetapi sulit untuk dikeluarkan. Saat menemui jalan buntu itulah, kadang kata “putus” atau resign kerja menjadi pilihan jalan keluar.

Baca Juga: Enam Alasan Populer Kenapa Ingin Terbebas dari Tempat Kerja Lama

Apa pun alasannya–karena ketidakcocokan dengan bos, karier stagnan, atau sekadar cari tantangan lebih–ketika akhirnya kata putus itu diikrarkan, ingatlah bahwa sesuatu yang dimulai dengan baik, harus diakhiri dengan baik pula. Artinya, tidak perlu menjelek-jelekkan perusahaan, bos atau siapa pun kepada siapa pun, baik secara langsung maupun melalui akun media sosial.

Bagaimanapun juga, dunia kerja tidak sebesar yang kita bayangkan. Selalu ada kemungkinan sesuatu yang kita katakan saat ini, akan sampai ke kuping orang-orang yang bersangkutan suatu saat nanti. Apalagi di masa serba digital seperti sekarang, apa pun yang kita katakan, tulis atau komentari di dunia maya (baca: media sosial), bisa dengan mudah dibaca dan direkam orang lain. Bukan tidak mungkin seseorang gagal mendapatkan pekerjaan impian atau bahkan dipecat, atas sesuatu yang pernah ia tulis di media sosial.

Pernah dengar kasus seorang copywriter yang keluar dari tempat kerjanya sambil menjelek-jelekkan perusahaan bahkan kliennya di media sosial kan? Hmm… jangan sampai deh, nama kita jadi terkenal gara-gara kasus seperti itu. Percaya atau tidak, dunia kerja itu kecil! Bukan tak mungkin, calon bos Anda kenal dengan eks bos Anda. Kasus yang Anda pikir sepele, bisa berdampak besar untuk masa depan karier Anda. Jangan sampai kesempatan Anda tertutup karena seperti itu, ya!

Berikut ini adalah langkah-langkah pengunduran diri yang mesti Anda tempuh ketika akan berhenti bekerja. Percaya atau tidak, ternyata banyak hal dalam langkah ini yang mirip dengan apa yang harus kita lakukan kalau mau mutusin pacar. Coba cek, deh.

cara resign kerja

1. Buat Surat Resign Kerja dan Nyatakan ‘putus’

Menyerahkan surat resign kerja dan mutusin pacar, sama-sama bikin deg-degan! Pastinya, Anda sudah harus memikirkan skenario yang akan terjadi ketika kata putus itu dilancarkan dan apa yang bisa Anda lakukan untuk mengantisipasi hal ini.

Satu hal yang harus Anda pastikan ketika menyerahkan surat sakti (surat resign kerja) itu; tawaran kerja baru sudah berada di tangan! (Eh tapi, bukan berarti kalau mutusin pacar Anda harus sudah punya cadangan ya!) Tidak perlu menggembar-gemborkan rencana Anda untuk resign, saat proses penawaran masih berlangsung. Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada “ancaman” resign kerja yang gagal. Malu, kali!

Ketika posisi di tempat baru sudah aman, serahkan surat resign kerja setidaknya sebulan sebelum tanggal masuk kerja Anda nanti. Sebenarnya tenggat waktu ini tergantung pada kebijakan perusahaan Anda. Apakah itu sebulan, dua minggu atau bahkan dua sampai tiga bulan, lakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Pada kasus khusus, yakni saat Anda dan bos sudah demikian akrab, Anda bisa berdiskusi terlebih dahulu mengenai kemungkinan resain tersebut. Bos yang sudah menjadi teman bisa memberikan pandangan mengenai baik-buruknya pilihan Anda.

Apa yang Anda katakan saat menyerahkan surat resign juga perlu diperhitungkan dengan baik. Tidak perlu menggunakan kesempatan resign untuk curhat dengan mengungkap semua uneg-uneg dan kekecewaan Anda. Mengapa Anda resign mungkin akan menjadi pertanyaan pertama yang diajukan bos Anda. Jawablah pertanyaan ini dengan jawaban profesional.

2. Jangan Terbawa Emosi dan Buru-Buru Memutuskan untuk Resign Kerja

Saat menyampaikan keinginan Anda untuk resign dari pekerjaan, Anda tentu berharap bos Anda akan bersikap mendukung. Yah, seperti juga hubungan cinta yang sudah kehilangan bara. Anda berharap si dia akan mengiyakan keputusan Anda dengan cepat.

Sayangnya, hal ini tidak selalu terjadi. Selalu ada kemungkinan bos (atau calon mantan pacar) Anda merespon keputusan Anda untuk resign kerja dengan sikap dingin, atau bahkan lebih buruk lagi, dengan emosi. Mereka mungkin akan berusaha membuat Anda merasa bersalah atau menawarkan berbagai janji untuk menahan Anda.

Jika keputusan Anda sudah bulat, pastikan Anda tidak terpengaruh dengan ini semua. Caranya adalah dengan bicara sesedikit mungkin. Semakin banyak alasan yang Anda keluarkan, semakin banyak juga argumen yang bisa mereka keluarkan. Sebaliknya, dengarkan mereka, tersenyumlah dan ucapkan terima kasih atas semua yang sudah mereka lakukan tapi ini saatnya Anda mengembangkan sayap dan mempelajari wawasan baru di luar sana.

3. Pastikan Proses Serah-Terima Berjalan Mulus setelah Anda Resign

Pastikan Anda menyerahterimakan pekerjaan dengan benar. Ibarat pacaran, Anda tidak ingin menyimpan benda-benda yang akan mengingatkan Anda pada calon mantan pacar ‘kan?

Berikan semua data-data yang kiranya akan diperlukan oleh penerus Anda. Buat daftar semua proyek yang sedang Anda kerjakan dengan mencantumkan hal-hal apa saja yang sudah selesai dan perlu di-follow up. Tidak perlu menyembunyikan apa pun dari bos maupun calon pengganti Anda. Sebaliknya, tunjukkan bahwa Anda adalah orang yang kooperatif dan ingin melihat penerus serta bekas perusahaan Anda sukses dan maju.

Jika perusahaan telah menunjuk seseorang untuk menjadi penerus Anda, sempatkan waktu khusus selama satu atau dua hari untuk memberikan brief yang menyeluruh mengenai semua aktivitas harian dan proyek yang sedang Anda kerjakan. Pastikan Anda melakukan yang terbaik yang Anda bisa untuk memastikan transisi ini berjalan dengan mulus.

4. Akhiri Masa Kerja Anda dengan Indah

Biasanya, di hari terakhir, karyawan yang hendak resign akan mengirimkan salam perpisahan kepada semua koleganya. Hal ini tentu saja perlu dilakukan. Ibarat sebuah relasi kasih, Anda memerlukan sebuah closure. Penutup yang menjadi simbol berakhirnya sebuah hubungan.

Menjaga network adalah hal yang sangat penting di dunia kerja. Siapa tahu, suatu hari nanti Anda mungkin akan bekerja kembali dengan mereka atau menjadi anak buah mereka. (Dan siapa tahu, jodoh menentukan sang mantan kekasih adalah garisan takdir Anda. Ya, mana tahu?) Anda juga mungkin akan membutuhkan bantuan mereka di luar dunia pekerjaan suatu saat nanti. Bagaimanapun, tidak ada salahnya menjalin hubungan baik dengan setiap orang.

Akan lebih baik jika Anda bisa membuat pesan yang personal untuk orang-orang yang Anda anggap penting atau telah banyak membantu Anda selama Anda bekerja. Ini saatnya memberi tahu mereka betapa Anda sangat menghargai semua bantuan dan kerjasama yang telah mereka berikan.

Jadi, jika saat ini Anda sudah berhasil mendapat tawaran pekerjaan impian, selamat untuk Anda. Namun pastikan tawaran baru ini memberikan perlindungan kesehatan yang lebih baik. Namun jika masih belum sesuai kebutuhan, alangkah bijak Anda melengkapinya dengan asuransi kesehatan seperti Siap SehatKu yang memberikan perlindungan jiwa, penggantian biaya Rawat Jalan Darurat akibat kecelakaan, dan juga Santunan Rawat Inap Harian. Setelahnya, lanjutkan sikap profesional yang selama ini sudah Anda bangun untuk meningkatkan karier Anda.




« | »
Read previous post:
20742144 - woman calculating receipts in the laundrette
Siap Jadi Pengusaha Sukses? Siapkan SKU dan Administrasi ini Dulu!

Bicara tentang potensi ekonomi, Indonesia bisa berbangga hati. Ada banyak potensi yang dapat digali. Baik dari kekayaan sumber daya alam...

Close