5 Langkah Perencanaan Keuangan untuk Anda, Keluarga Single Income

Single Income

Di atas kertas, pasangan dual income atau keduanya mencari nafkah memang terlihat lebih leluasa mengelola keuangan keluarga. Namun ternyata, banyak pula rumah tangga yang berstatus single income, atau bersandar pada satu pencari nafkah, mampu mengelola keuangan dengan apik dan merdeka secara finansial. Karena sejatinya, bukan single income atau dual income yang menjadi penentu keberhasilan rumah tangga mencapai kehidupan finansial yang baik, melainkan perencanaan keuangan yang tepat.

Karena itu, perhatikan beberapa langkah berikut ini, untuk Anda, pasangan single income yang ingin mencapai kemerdekaan finansial?

Baca Juga: Tantangan untuk Generasi Sandwich

1. Pastikan penghasilan mencukupi kebutuhan keluarga

Agar kebutuhan rutin keluarga dapat terpenuhi, pastikan penghasilan pencari nafkah dapat mencukupi kebutuhan tersebut. Jika penghasilan tak lagi mencukupi kebutuhan keluarga, pencari nafkah bisa meningkatkan penghasilan dengan mencari pekerjaan baru dengan tawaran yang lebih besar. Atau, bisa juga menambah penghasilan keluarga dengan berbisnis sampingan.

2. Sesuaikan gaya hidup

Jika sebelumnya keluarga Anda merupakan dual income lalu beralih ke single income, ada beberapa penyesuaian yang perlu dilakukan agar Anda bisa merencanakan keuangan dengan cermat. Mulailah mengerem pengeluaran dengan berhemat. Jika sebelumnya sekeluarga hobi makan di luar setiap akhir pekan, kurangi kegiatan tersebut dan mulai memasak sendiri dan mengajak anak belanja di pasar sebelumnya. Usahakanlah makan di restoran hanya saat ada perayaan tertentu. Selain itu, ada juga kebutuhan tersier yang wajib Anda kendalikan seperti belanja pakaian, mainan anak, dan berlibur.

3. Siapkan dana darurat dan investasi

Rencanakan masa depan Anda dan keluarga dengan menyiapkan dana darurat dan berinvestasi. Yang dimaksud dana darurat ialah, dana yang bisa dipakai sewaktu-waktu jika ada kondisi mendesak seperti anggota keluarga jatuh sakit atau kerabat yang sedang mengalami kesusahan. Instrumen yang tepat untuk menyimpan dana darurat ialah produk yang mudah dicairkan seperti tabungan di rekening bank atau reksadana pasar uang. Besarnya dana darurat tergantung pada jumlah anggota keluarga. Kebanyakan perencana keuangan menyarankan dana darurat untuk keluarga dengan dua anak ialah 12x pengeluaran bulanan keluarga.

Di samping dana darurat, perlu pula melakukan investasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Memiliki investasi adalah keniscayaan jika ingin mencapai kemerdekaan finansial. Anda bisa memilih instrumen investasi yang tepat sesuai dengan rencana yang hendak dicapai. Misalnya, untuk rencana jangka pendek seperti uang sekolah anak, Anda bisa memilih produk Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang jangka waktunya 3 tahun. Sementara untuk dana hari tua yang sifatnya jangka panjang, Anda bisa menempatkannya di reksa dana saham atau saham. Kini, Anda juga bisa menyiapkan dana darurat dan investasi dengan AVA iBright Protector, asuransi jiwa yang tersambung dengan investasi yang memberikan manfaat perlindungan jiwa, manfaat terminal ilness, serta manfaat cacat total dan tetap.

Baca juga: Ingin Asuransi Kesehatan Anda Tetap Aktif sampai Hari Tua? Begini Caranya

4. Kelola utang

Pinjaman seperti kredit kepemilikan rumah atau mobil mungkin sulit untuk dihindari oleh kebanyakan rumah tangga masa kini. Namun sebelum mengambil pinjaman baru, pastikan utang yang diambil tidak melebihi 30% dari sumber penghasilan rumah tangga. Jika Anda merasa berat menyeimbangkan kebutuhan keluarga, kewajiban menabung, dan beban utang, Anda perlu menghitung ulang utang yang hendak diambil dengan mempertimbangkan jumlah kredit dan jangka waktunya.

5. Alokasikan dana untuk proteksi

Tak ada seorang pun yang mengetahui risiko di masa depan dan seberapa besar dampaknya bagi kehidupan finansial kita. Karena itu, kendati telah memiliki dana darurat serta investasi, Anda tetap perlu melindungi diri dengan produk proteksi. Yang terutama, keluarga perlu melindungi pencari nafkah dengan asuransi jiwa dan seluruh anggota keluarga dengan asuransi kesehatan.

Baca juga: Kenali Macam-macam Asuransi untuk Anda yang Sudah Berkeluarga

Dengan mengelola keuangan yang tepat, keluarga dengan pencari nafkah tunggal pun bisa merdeka secara finansial. #AyoLoveLife dan rencanakan keuangan keluarga Anda, sekarang.




« | »
Read previous post:
Atlet iSport
Pentingnya Perlindungan Asuransi Bagi Atlet Maupun Pegiat Olahraga

Terkendala dengan minimnya biaya dan ketiadaan asuransi, operasi atlet Muay Thai asal Indonesia di sebuah rumah sakit di Johor, Malaysia,...

Close