Martunis, dari Tsunami Aceh Sampai di Sporting Lisbon

martunis-lisbon1

Banyak cerita yang muncul usai tsunami. Sebelas tahun lalu, Martunis menjadi salah satu cerita itu. Usai tsunami melanda, Martunis terkatung-katung di perairan Aceh dan bertahan hidup hanya dengan makanan/minuman yang ikut tersapu tsunami. Hebatnya, Martunis yang diberi label anak ajaib ini ditemukan warga tiga minggu kemudian dalam keadaan selamat.

Saat itu, Minggu pagi, 26 Desember 2004, bersama teman-temannya, Martunis yang saat ini duduk di kelas III Sekolah Dasar, berencana bermain sepakbola. Agar lebih semangat, ia mengenakan kostum sepakbola bernomor punggung 10, milik pemain andalan Portugal, Manuel Rui Costa.

Tiba-tiba gelombang tsunami datang, Martunis, ibu, kakak, dan adiknya bergegas menumpang mobil tetangga untuk menyelamatkan diri. Malang tak dapat ditolak, mobil yang ditumpangi tenggelam digulung tsunami. Martunis terpisah, dan terseret tsunami sampai ke rawa-rawa dekat makam Teungku Syiah Kuala, Aceh.

Jurnalis Televisi Sky News adalah media yang pertama kali memberitakan soal Martunis setelah ditemukan pada 15 Januari 2005. Selain ceritanya saat bertahan hidup, pakaian yang dikenakan Martunis saat itu juga menarik perhatian media. Dalam sekejap gambar Martunis yang masih mengenakan kaus tim nasional Portugal, beredar di stasiun televisi Eropa.

Cerita Martunis tidak berhenti di situ. Kisahnya menarik simpati bintang-bintang top sepakbola Portugal seperti Luis Figo, Nuno Gomes, Cristiano Ronaldo, pelatih Luiz Felipe Scolari, serta Gilberto Madail, ketua Federasi Sepakbola Portugal. 11 Juni 2005, Cristiano Ronaldo datang langsung ke Indonesia menemui Martunis. Belakangan, Federasi Sepakbola Portugal mengundang Martunis datang secara resmi ke negaranya.

Martunis, ayahnya-Sarbini, dan Teuku Taharuddin, dokter yang merawat Martunis saat itu, menyanggupi undangan ke Portugal itu pada bulan yang sama. Saat berkunjung ke Portugal Martunis mendapatkan hibah uang 40 ribu Euro. Selain Federasi Sepakbola Portugal, Martunis juga diundang oleh selebritas dunia, Madonna, ke London.

martunis_ditemukan

Mencintai bola sejak kecil, Martunis terus berlatih dan belajar sepakbola di Social Sport School, Real Madrid Foundation Aceh. Selama ini memang Martunis belum pernah tergabung di klub sepakbola profesional manapun namun ia tetap memendam keinginan menjadi pesepakbola handal.

Impiannya tak dinyana, jadi nyata. Tak main-main, pada 1 Juli 2015 kemarin, akademi klub sepakbola ternama di Eropa, Sporting Lisbon, memperkenalkan Martunis secara resmi ke publik Portugal. Hal ini juga jadi istimewa karena di klub tersebut Ronaldo pertama kali meniti karirnya. Tidak hanya itu, di Sporting Lisbon Martunis menggunakan nomor punggung yang sama dengan Ronaldo saat di akademi, yaitu 28.

Baca juga kisah Pejuang Lovelife lainnya di sini.




« | »
Read previous post:
Ruang-Diponegoro-Masukin
Tugu Kunstkring Paleis, Paduan Elegan Kuliner dan Seni

Kawasan Menteng tahun 1914 adalah pemukiman kelas menengah atas yang baru dibuka. Salah satu "permata" yang dirancang arsitek PA Moojen...

Close