Meminimalisir Rasa Sakit Melahirkan Bersama Komunitas Gentle Birth

senam_hamil

Proses persalinan kerap dibayangkan sebagai sebuah proses yang menakutkan, traumatis dan menyakitkan. Dengan metode gentle birth, rasa takut itu dapat diolah selama berbekal informasi dan latihan yang tepat tentang kehamilan dan mengasuh bayi. Sehingga menjadi proses penuh cinta dan mendamaikan jiwa.

Baca juga: Latih Emosi dan Karakter Anak dengan Yoga Bersama

Berangkat dari pengalaman pribadi serupa, Dyah Pratitasari bersama teman-temannya membentuk komunitas Gentle Birth Untuk Semua (GBUS). Komunitas nirlaba ini berusaha mengajarkan konsep Sayang Ibu Sayang Anak ala gentle birth. Gentle birth sendiri merupakan persalinan yang lembut, minim trauma dan mengandalkan unsur alamiah dalam tubuh manusia. Proses ini tidak hanya berakhir setelah bayi lahir ke dunia, namun lengkap hingga menyusui dan mengasuhnya.

Bermula secara daring di Facebook Group pada Juli 2011, Komunitas GBUS awalnya menjadi media bagi Dyah dan teman-teman dekat untuk berbagi pengalaman seputar persiapan hamil, kehamilan, persalinan, dan proses menyusui. Perlahan komunitas ini membuka diri menjadi grup yang lebih besar. GBUS mencoba mengajarkan bahwa kehamilan dan persalinan membutuhkan peran aktif calon ibu, pasangannya, dan lingkungan sekitar. Dyah mengatakan bahwa informasi persalinan belum optimal dipahami selama ini, maka ia pun ingin mengubahnya melalui kehadiran komunitas GBUS.

kopdar_gbus

Jumlah anggota GBUS kini mencapai 34.251 ribu orang yang datang dari berbagai kalangan. Tidak hanya perempuan hamil dan kelompok suami yang menjadi anggota grup. Tidak ada larangan bagi perempuan yang belum hamil untuk bergabung. Pasalnya, komunitas ini juga membuka diskusi tentang reproduksi wanita hingga pola hidup sehat yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan GBUS juga kerap memberikan informasi mengenai dukungan yang bisa diberikan oleh keluarga dan lingkungan terhadap proses kehamilan maupun mengasuh bayi.

Baca juga: Ketika Anak Jalanan Mewujudkan Mimpinya di The Learning Farm

Aktivitas sehari-hari GBUS adalah menyediakan forum bagi anggotanya untuk berdiskusi secara daring. Para anggota dapat melontarkan pertanyaan yang dapat ditanggapi oleh anggota lainnya. Pertanyaan seperti “Makanan apa yang baik untuk kesuburan reproduksi perempuan?”, Mengapa lambung saya jadi sering sakit saat hamil?”, “Olahraga apa saja yang bisa dilakukan paska melahirkan?”, “Bagaiaman jika posisi bayi sungsang?, “Apa peranan ayah dan keluarga di hari-hari pertama merawat bayi?”, dan pertanyaan lainnya.

Berbagai dokumen sebagai bahan bacaan para anggota pun disediakan di grup, seperti artikel “Apa itu Gentle Birth”, “Nutrisi yang dibutuhkan selama kehamilan”, “Apakah mata minus dapat melahirkan secara normal?” dan artikel lainnya. Dokumen tidak hanya berupa artikel melainkan juga video. Semua dokumen dapat diunggah secara gratis oleh para anggota untuk dipelajari.

Secara berkala GBUS mengadakan kopi darat dengan para anggotanya. Kopi darat digelar dengan kegiatan yang berbeda seperti simulasi mendampingi persalinan bagi para calon ayah, olahraga bersama untuk ibu hamil seperti yoga, diskusi dengan para bidan maupun dokter kandungan yang mendalami gentle birth, hingga kegiatan donasi yang biasanya disumbangkan ke klinik sosial yang menangani kehamilan dan persalinan.

Di pertengahan tahun 2015 pernah digelar yoga bersama di Taman Menteng Jakarta, kemudian juga senam hamil bersama di Depok, jawa Barat. Biasanya informasi kopi darat GBUS dapat diperoleh melalui akun twitternya @komunitasgbus yang memiliki follower sebanyak 1119 orang, atau klik gentlebirthuntuksemua.net. Untuk menambah ilmu sebagai bekal para anggotanya, GBUS kerap menjalin kerjasama dengan komunitas lain seperti Yoga Gembira.

Baca juga: Siasat Jitu Tinggalkan Anak Pergi Bekerja

Dyah dan komunitasnya sudah membantu banyak perempuan untuk menghadapi ketakutan menghadapi persalinan. Dengan berbekal informasi sedini mungkin, Anda bisa mewujudkan persalinan yang tenang untuk diri sendiri maupun keluarga atau teman yang sedang menyiapkan persalinan.

Agar rencana mempersiapkan persalinan dapat berjalan maksimal, saat ini  tersedia beragam perlindungan jiwa, salah satunya Siap JiwaKu dari Astra Life. Siap JiwaKu memberi manfaat berupa Uang Pertanggungan (UP) yang terkandung di dalam polis sebagai pengganti nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan, sebagai warisan, sebagai dana pendidikan anak, atau sebagai penutup biaya akhir seperti biaya pemakaman, jika Tertanggung wafat. Artinya, kehidupan keluarga tetap berjalan meskipun pencari nafkah tutup usia.




« | »
Read previous post:
Level-8-at-The-Ritz-Carlton-Jakarta-Pacific-Place-2
Santap Spesial Saat Pergantian Tahun di Resto Rooftop

Malam pergantian tahun selalu identik dengan pesta kembang api. Setiap menjelang pukul 00.00, ribuan percikan api berwarna-warni berpijar di langit...

Close