Menjaga Stamina Kerja Saat Puasa dengan Mengikuti Hal-Hal Berikut Ini

puasa

Salah satu tantangan saat berpuasa adalah mempertahankan fokus atau kosentrasi saat bekerja. Penyebab utama biasanya ada dua; mengantuk dan berkurangnya cadangan glukosa dalam tubuh karena tidak makan dan minum di siang hari.

Glukosa, salah satu bentuk gula, memang merupakan sumber energi utama yang digunakan oleh seluruh sel tubuh termasuk sel-sel yang ada di dalam otak kita untuk berfungsi. Sel-sel saraf ini dikenal sangat “energy demanding”. Bahkan neuron menggunakan lebih dari setengah bagian energi dari gula di dalam tubuh.

“Otak sangat bergantung pada gula sebagai bahan bakar utamanya,” ujar Vera Novak, MD, PhD, associate professor di Beth Israel Deaconess Medical Center.

Meski begitu, saat berpuasa bukan berarti otak akan berhenti bekerja. Neuron akan menggunakan cadangan glukosa dalam tubuh untuk bisa terus berfungsi. Tentu saja, dengan kondisi berpuasa, kerjanya menjadi kurang optimal.

Baca juga: Fakta Gula Tidak Semanis Rasanya

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga konsentrasi dan daya kerja otak saat bekerja selama puasa? Beberapa hal berikut ini bisa Anda lakukan.

Perhatikan asupan nutrisi saat makan sahur

Saat berpuasa, fungsi sahur menyerupai sarapan, yaitu menyediakan nutrisi dan energi supaya tubuh dapat tetap beraktivitas. Mengingat pentingnya sarapan atau sahur, sebaiknya jangan sampai terlewat ya. Perhatikan pula asupan nutrisi saat sahur. Ada baiknya kita menyantap makanan bernutrisi lengkap; mengandung karbohidrat, vitamin dan mineral, serat dan juga air.

Karbohidrat inilah yang berperan menyuplai asupan gula untuk tubuh. Sebaiknya, pilih karbohidrat yang bisa dicerna oleh tubuh secara bertahap, agar asupan gula pun tidak lekas habis. Karbohidrat kompleks seperti beras merah, roti gandum, pasta gandum, granola, atau oats bisa jadi pilihan.

Baca juga: Cara Seru Jalani Pola Makan Ketogenik Sambil Berpuasa

Untuk asupan gula pun harus diperhatikan. Kebutuhan gula per hari sekitar 5-9 sendok teh. Saat berpuasa, kebutuhan gula ini bisa dipenuhi di dua waktu makan; sahur dan berbuka. Sehingga ada baiknya membagi asupan gula di kedua waktu itu.

Selain itu, pastikan juga Anda mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung vitamin B, C, E, dan magnesium seperti jeruk, wortel, bayam dan sayuran hijau lain yang merupakan pendukung konsentrasi yang baik.

Cukupi kebutuhan waktu tidur Anda

Waktu tidur yang kurang akan berdampak pada kemampuan konsentrasi Anda selama bekerja di siang hari. Selama kita tidur, otak kita justru bekerja, terutama untuk proses kognitif atau proses belajar dan berpikir. Otak juga akan bekerja menyatukan berbagai ingatan.

Agar waktu tidur ideal, 7-8 jam sehari, tetap terpenuhi, pastikan Anda tidak tidur larut malam. Jika Anda berencana langsung beraktivitas setelah sahur, maka cobalah untuk tidur malam lebih awal.

Sangat disarankan juga untuk tidak tidur setelah sahur. Tidur setelah makan bisa mengganggu fungsi tubuh seperti lambung yang bekerja mencerna makanan menjadi sari-sari makanan. Coba selipkan tidur singkat berkualitas saat istirahat bekerja di siang hari.

Olahraga ringan

Siapa bilang kita tidak boleh berolahraga saat berpuasa? Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Illinois memperlihatkan bahwa olahraga dapat membantu fungsi jangka pendek dan jangka panjang otak yang berkaitan dengan perhatian atau atensi.

Selama berpuasa, coba lakukan olahraga yang ringan, seperti senam, yoga, atau jalan santai. Lakukan di saat yang tepat. Misalnya di pagi hari, dua jam setelah sahur, dan sore hari sebelum waktu berbuka.

Beristirahat di sela pekerjaan

Untuk dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, bukan berarti Anda harus terus-menerus terpaku di depan laptop. Di waktu sholat, Dzuhur atau Ashar, Anda bisa memejamkan mata untuk mengembalikan energi dan daya konsentrasi Anda. Meski hanya beberapa menit, tidur berkualitas ini bisa membuat Anda lebih segar dan rileks.

Mendengarkan musik

Anda bisa mendengarkan musik sambil bekerja untuk meningkatkan produktivitas kerja. Teresa Lesiuk, asisten profesor program terapi musik di Universitas Miami, AS, melakukan riset mengenai dampak mendengarkan musik terhadap performa kerja. Menurut hasil risetnya, mereka yang mendengarkan musik berhasil menyelesaikan pekerjaan mereka lebih cepat dan menghasilkan ide-ide yang lebih baik dibanding mereka yang tidak mendengar musik.

Baca juga: 5 Langkah Detoks Pikiran Saat Puasa Agar Bersih Lahir dan Batin

Meski begitu, pilihan tipe musik juga menentukan. Bahkan beberapa penelitian yang dimuat di Psychology Today memperlihatkan bahwa musik-musik populer bisa mengganggu kemampuan membaca dan memproses informasi.

Jadi pilih musik seperti apa? Selain tergantung pada jenis musik, rekomendasi ini juga akan bergantung pada kebiasaan si pendengar. Inc.com menyebutkan beberapa faktor untuk memilih musik yang bisa membantu meningkatkan konsentrasi saat bekerja.

Pertama, lagu dengan struktur musik yang simple seperti lagu John Denver “Leaving on a Jet Plane” bisa menjadi pilihan tepat untuk membantu meningkatkan konsentrasi. Kedua, kebiasaan mendengar musik yang telah menjadi rutinitas Anda maka ini bisa membantu meningkatkan konsentrasi saat bekerja. Ketiga, faktor kontrol. Musik akan lebih membantu Anda berkonsentrasi jika hal itu merupakan pilihan Anda sendiri.

Pekerjaan, dengan segala kesulitannya, memang tetap harus dihadapi tanpa memandang apakah Anda berpuasa atau tidak. Tapi bukan lantas Anda menyerah terhadap keadaan. #AyoLovelife dan hadapi tantangan kerja dengan konsentrasi penuh!




« | »
Read previous post:
keke kania
Menghadapi Depresi, Keke Kania Berhasil Membangun Chic&Darling

Kania Annisa Anggiani sudah membayangkan masa-masa menyenangkan ketika hamil anak pertamanya, Lulla, pada 2012. Anak pertama menurutnya adalah memulai lembaran baru...

Close