Pentingnya Meminta Maaf Pada Anak

heart-462873_1280

Menjadi orang tua memang bukan lah hal yang mudah, ada banyak tantangan yang mungkin Anda hadapi terutama soal mendidik anak. Tanpa sadar kerap kali Anda memaksa agar anak meminta maaf saat membuat kesalahan, kemudian menghukum mereka bila mereka tak mau melakukannya. Tapi pernahkah Anda sadar sebagai orangtua Anda pasti pernah melakukan kesalahan? Pernah kah Anda meminta maaf pada buah hati Anda atau malah merasa gengsi mengucap satu kata sakral tersebut?

Seperti yang dikutip dari Psyhcologytoday, memang sudah menjadi sebuah budaya di mana orang dewasa merasa tak perlu untuk meminta maaf dan mengaku salah. Pada kenyataannya saat Anda meminta maaf kepada si kecil, akan terbangun rasa aman dan sejahtera padanya. Ada banyak manfaat yang bisa Anda petik dari hal kecil ini.

Poin penting yang akan diserap anak saat Anda meminta maaf padanya adalah, tak masalah menjadi orang yang tidak sempurna dan mengakui kesalahan adalah bentuk tanggung jawab. Hal tersebut akan membuat anak paham bahwa yang terpenting adalah bukannya tentang kesalahan apa yang diperbuat, tapi bagaimana cara mengatasinya.

Dengan mengucap maaf pada anak, mereka akan paham apa artinya kata ‘maaf’ tersebut, seperti yang dilansir Gonannies. Perilaku ini sangat baik untuk diterapkan sebagai perilaku yang sehat. Saat Anda mengucap maaf pada si kecil atas kesalahan-kesalahan yang Anda buat, mereka akan sadar yang Anda lakukan adalah hal yang salah. Simpel saja, misalnya saat Anda lupa janji akan mengajak si bungsu mencari buku baru akhir pekan kemarin, jangan ragu mendekapnya dan ucapkan maaf karena melupakan janji tersebut.

Kemampuan Anda untuk mengakui kesalahan dan menerima tanggung jawab atas tindakan penting dalam membantu anak agar mampu melakukan hal yang sama. Orang tua yang mengakui kekurangan mereka berarti mengajari anak-anak mereka ini adalah pelajaran yang sangat penting.

Membuat kesalahan tidak sama dengan menjadi kehilangan wibawa, si kecil perlu diajarkan bahwa meminta maaf dan menerima kegagalan sangat penting dibandingkan menutupi kesalahan, menerima kesalahan adalah bukti dirinya kuat dan berani.

Jika Anda menangkap basah anak berbohong karena membuat kesalahan besar. Jangan langsung naik pitam, pahami anak berbohong karena mereka berpikir bahwa berbuat salah adalah hal yang lebih buruk dari kesalahan itu sendiri. Maka dengan mengajarkan mereka meminta maaf, anak yang cenderung sering berbohong akan mulai belajar dari Anda.

Si kecil mungkin tak memiliki kata-kata untuk kesalahan orang tuanya, tapi mereka sadar betul kapan saja Anda melakukan kesalahan. Misalnya saat Anda marah dan melarang anak untuk tidak berkata kasar, tapi saat Anda tak sengaja melakukannya Anda sama sekali tak meminta maaf dan merasa bersalah. Hal ini akan berdampak anak menganggap apa yang Anda lakukan bukan sebuah kesalahan dan akan mencontohnya.

Jadi, sekarang buah gengsi Anda jauh-jauh! Meminta maaf pada si kecil bukan sebuah kegagalan atau kekalahan besar dalam mendidik anak. Justru hal ini adalah sebuah pembelajaran terbaik bagi anak. Bantu mereka memahami mana yang benar dan salah dimulai dari diri Anda sendiri dahulu. Saat Anda memberikan contoh yang baik, tanpa diperintah anak, akan mengikuti perilaku Anda.




« | »
Read previous post:
huta
Balige, Lebih Dari Sekadar Tepi Danau Toba

Jika ingin menikmati indahnya Danau Toba di Sumatera Utara, berkunjung ke Balige adalah pilihan yang tepat. Berbeda dengan Pulau Samosir...

Close