4 Pilihan Tempat Akhir Pekan Buat Anda yang Mencintai Seni

Pecinta Seni

Sedang mencari tempat seru untuk habiskan akhir pekan ini? Kalau Anda bosan dengan tempat yang itu-itu saja, coba pergi ke salah satu dari 4 tempat seru yang tim ilovelife pilihkan berikut ini. Selain menawarkan lokasi indah sebagai background foto Anda, tempat-tempat berikut juga dapat memanjakan mata dengan berbagai instalasi atau pun koleksi seni yang ada di dalamnya.

Museum Macan

Source: Jakarta Globe
Source: Jakarta Globe

Dikelola oleh Yayasan Museum MACAN, diperlukan waktu lebih dari 25 tahun untuk mengumpulkan karya seni yang ada di dalam museum ini. Adalah Haryanto Adikoesoemo, kolektor seni sekaligus pengusaha asal Indonesia, yang secara tekun mengumpulkan sekitar 800 karya seni di dalamnya. Dibukanya museum itu sendiri adalah salah satunya atas keinginan sang pemilik untuk turut andil dalam mengedukasi masyarakat.

Dalam museum dengan luas bangunan 4.000 meter persegi ini terdapat berbagai koleksi seni modern dan kontemporer dari berbagai seniman di seluruh dunia. Di antaranya karya beberapa maestro Indonesia seperti Raden Saleh, S Sudjojono dan seniman dunia seperti Andy Warhol, Cai Guo Qiang, Wang Guangyi, dan masih banyak lagi. Tanggal 12 Mei hingga 9 September nanti, rencananya museum ini akan menampilkan karya-karya seniman asal Jepang, Yayoi Kusama.

Untuk masuk ke museum ini, Anda perlu membayar tiket seharga 50 ribu rupiah. Jangan lupa berfoto di beberapa lokasi favorit di museum ini, yaitu di Infinity Mirrored Room yang merupakan karya Yayoi Kusama.

Museum di Tengah Kebun

museum_di_tengah_kebun_2

Namanya cukup mendeskripsikan apa yang akan Anda temui di sana. Bangunan museum, berupa bangunan jawa kuno, memang berada tepat di tengah kebun. Namun mata Anda harus cukup awas untuk mengetahui keberadaan museum ini. Dari luar, memang tidak ada plang nama besar yang mencolok untuk menandakan keberadaan museum yang terletak di Jalan Kemang Timur Raya, Jakarta Selatan ini. Pintu masuknya hanya ditandai sebuah gerbang kayu tinggi. Nama museum tertempel di tembok kanan dan kirinya.

Awalnya, Museum di Tengah Kebun merupakah rumah tinggal pribadi Sjahrial Djalil. Baru pada tahun 2009, sang pemilik mengesahkan fungsi rumah tersebut sebagai museum lewat tangan notaris. Total ada 2.841 koleksi seni di dalam bangunan museum yang memiliki 17 ruangan dan berdiri di atas tanah seluas 700 meter persegi ini. Selain itu, Sjahrial juga menyebar beberapa koleksinya di halaman dan kebun seluas 3.500 meter persegi. Menurut pengelola museum, masing banyak barang koleksi yang belum dipajang sang pemilik dan kini tersimpan di rumahnya. Barang seni tersebut dikoleksi Sjahrial selama 42 tahun terakhir. Untuk mengumpulkan karya seni itu ia melakukan perjalanan keliling dunia sebanyak 26 kali.

Lokasi favorit untuk berfoto di museum ini adalah di lorong jalan menuju bangunan utama. Lorong yang cukup panjang ini rimbun oleh tanaman hijau nan asri.

Ingin datang ke sana? Lakukan reservasi terlebih dahulu lewat nomor telepon 021-7196907. Meski dibuka untuk umum dan gratis, museum hanya buka di hari Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu dan hanya menerima kunjungan rombongan (minimal 7 orang dan maksimal 10 orang).

Wot Batu

wot_batu_1

Bicara soal seni, bisa jadi Kota Bandung adalah salah satu pusatnya. Salah satu atraksi terbaru yang ditawarkan kota ini adalah Wot Batu, yang menyimpan instalasi-instalasi seniman Soenaryo yang terkenal unik. Mantan dosen seni di Institut Teknologi Bandung ini mendirikan Wot Batu pada tahun 2015 setelah sebelumnya membangun Selasar Soenaryo yang dibuka pada 1998. Letak kedua galeri itu cukup berdekatan, yakni berada di satu ruas jalan di area Dago Pakar, Bandung Utara.

Berbeda dengan Selasar Soenaryo, galeri keduanya ini berisikan karya-karya Soenaryo yang mengeksplorasi batu sebagai media. Kata Wot Batu itu sendiri artinya jembatan batu, yang dimaksudkan sebagai jembatan spiritual manusia. Bagi Soenaryo, batu tidak hanya dianggap sebagai material bumi tapi juga menjadi alat mediasi dan spiritual manusia. Batu merekam sejarah pergerakan dan perkembangan kehidupan di bumi. Dengan alasan itu pula, Soenaryo menyusun bebatuan secara berdampingan. Menurutnya segala hal di muka bumi ini telah diatur untuk memiliki pasangan; baik-buruk, perempuan-lelaki, kaya-miskin, dan seterusnya.

Galeri ini memungut biaya Rp50.000 per orang untuk biaya masuk. Sayangnya, galeri ini tidak memperbolehkan pengunjung untuk foto-foto menggunakan kamera. Mereka hanya memperkenankan pengambilan foto lewat kamera handphone.

Lawang Wangi Art Space

lawang_wangi_-_arif_setiawan

Masih di Kota Bandung, galeri yang berada di area ketinggian ini menawarkan pemandangan yang spektakuler, instalasi seni, sekaligus sajian makanan berkelas di restorannya. Awalnya, tempat ini hanya dibuka sebagai galeri. Baru sejak 2012, galeri ini membuka restoran untuk melayani para pengunjung.

Bangunan gedung yang futurustik menjadi background foto yang unik. Belum lagi dengan background pemandangan yang indah dan udara yang sejuk yang akan membuat pengunjung betah. Salah satu spot terbaik di sini adalah balkon panjang yang menghadap ke arah bukit dan hamparan luas kota Bandung dari ketinggian.

Jangan lupa juga untuk menyantap sajian lezat yang ditawarkan. Beberapa menu yang wajib Anda coba adalah Lawang Wangi Platter yang berisi beberapa kudapan ringan, Spaghetti Aglio Olio, dan Colenak, sajian tradisional khas Jawa Barat yang terbuat dari peuyeum singkong dan saus kinca manis.

Bagaimana, siap manjakan mata dengan koleksi seni yang ditawarkan keempat tempat di atas? Yuk, love life dengan mengapresiasi seni sambil rekreasi seru.

Source featured image : www.thejakartapost.com




« | »
Read previous post:
Anak Bersyukur
Tanamkan Kebiasaan Bersyukur Pada Anak Untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Banyak orang tua mengajari anaknya untuk mengucap rasa terima kasih sejak buah hatinya berusia balita. Oleh karena itu, umumnya anak...

Close