Tugu Kunstkring Paleis, Paduan Elegan Kuliner dan Seni

Ruang-Diponegoro-Masukin

Kawasan Menteng tahun 1914 adalah pemukiman kelas menengah atas yang baru dibuka. Salah satu “permata” yang dirancang arsitek PA Moojen adalah Gedung Nederlandsch Indische Kunstkring alias Lingkar Seni Hindia Belanda. Berdiri di pojok Jalan Teuku Umar, bangunan dua lantai dengan dua menara itu dijamin mencuri perhatian siapapun yang lewat.

Gedung Kunstkring sempat menjadi Kantor Imigrasi, ditelantarkan, lantas dibeli oleh pemerintah DKI Jakarta dan direnovasi. Roh seni kembali ditiupkan pada 2013, saat bangunan itu dibuka lagi dengan nama Tugu Kunstkring Paleis. Galeri Seni Kunstkring menempati lantai atas, sedangkan restoran ada di lantai dasar dan lantai atas pula.
kk3
Kunstkring dikelola oleh Tugu Hotel, yang rekam jejaknya di dunia kuliner dan perhotelan tak diragukan lagi, mulai dari Tugu Hotel di Malang sampai Lara Djonggrang di Jakarta. Seperti juga hotel dan restoran lain di bawah manajemen Tugu Hotel, setting ruangan dan menu Kunstkring dirancang apik dengan tema khusus.

Misalnya, ruang Diponegoro yang merupakan area utama restoran, dihiasi lukisan besar berjudul The Fall of Java yang dilukis sendiri oleh Anhar Setjadibrata, pemilik jaringan Tugu Hotel. Ruang Multatuli, nama alias Edward Douwes Dekker sang penulis novel Max Havelaar, dipadati dekorasi yang mengambil nafas cerita, seperti lukisan petinggi kolonial Belanda dan foto bangsawan Jawa nan tambun. Ada juga Suzie Wong Lounge yang pekat dengan nuansa pecinan ala film The World of Suzie Wong yang menceritakan romansa Hong Kong tahun 1950-an. Yang menarik, pramusaji restoran dengan ramah dapat menemani pengunjung berkeliling gedung sembari menceritakan kisah ruangan yang ada.

timthumb

Soal makanan, kuliner andalan Kunstkring adalah Betawi Rijstaffel, sajian hibrida hidangan Belanda dan Betawi ala masa kolonial. Hidangan mewah yang cocok untuk makan beramai-ramai itu terdiri dari setidaknya 20 masakan, antara lain sop ikan, karedok Betawi, nasi uduk, bebek goreng bumbu rempah Jawa, semur lidah sapi, sayur gambas udang, sambal goreng labu siam, acar campur aduk Belanda, dan es selendang mayang.

Adapun menu ala carte Kunstkring bernuansa campuran masakan Belanda, Cina, dan Indonesia, dengan nama khas tempo dulu. Misalnya, Sambal Goreng Tempe Lombok Idjo en Taotjo, Pindak Kelowek van Visch (ikan tenggiri bumbu kluwek), dan Duivelse Kip alias “Ayam Setan” (ayam bumbu pedas).

kk1

Bagi pecinta kopi, ada juga Bread & Coffee Corner yang menyajikan kopi dan roti bluder khas Blitar. Roti ini adalah warisan kolonial yang lahir dan populer di era Hindia Belanda. Adonannya adalah campuran antara roti keras dan kue yang lembut, sehingga hasil akhirnya ialah roti yang teksturnya lembut namun berukuran besar dan cukup mengenyangkan. Roti yang dijual ini adalah Bluder Bertha, bluder paling kondang di Blitar dan didatangkan langsung dari kota di Jawa Timur itu.

Jika di masa penjajahan Belanda dulu Kunstkring pernah memamerkan karya Van Gogh, kini galeri seninya menjadi ruang pamer temporer sejumlah seniman dalam dan luar negeri. Potret karya fotografer Polandia, Witkacy, adalah yang terbaru menghuni ruang pamer tersebut. Kunstkring juga kerap jadi tuan rumah pentas musik. Jakarta String Ensemble adalah satu dari sejumlah penampil yang pernah memainkan musik di bangunan bersejarah tersebut. Di pertengahan tahun 2014 lalu, Victoria Beckham juga menyempatkan diri untuk mencicipi makanan khas Indonesia di sana.

Bila Anda ingin merasakan paduan elegan kuliner dan seni, Kunstkring Paleis yang berlokasi di Jl. Teuku Umar No.1, Menteng, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10350 wajib disambangi. Klik di sini untuk keterangan lebih lanjut.

 




« | »
Read previous post:
bukalapak
Mengintip Kiat Sukses 4 Pendiri Bisnis Startup Indonesia

Mungkin banyak orang yang belum tahu, apa itu bisnis startup. Nah, kata startup dalam Bahasa Inggris artinya tindakan atau proses...

Close