Waktunya Meraup Rezeki Melimpah di Tahun Babi Tanah

Tahun Babi Tanah

Kalender China akan memasuki tahun baru (Imlek) 2570, bertepatan dengan 5 Februari 2019 di penanggalan Masehi. Simbol untuk tahun yang segera datang ini adalah babi tanah. Nah, tahun babi tanah juga disebut bakal penuh keberlimpahan rezeki, keberuntungan, prospektif bisnis, termasuk investasi. Bahkan, buat yang jomblo, peruntungan asmara pun dibilang akan cerah.

Tapi, yang namanya anak muda dan baru menikmati hasil keringat sendiri, nongkrong bersama kawan-kawan di kafe dan nonton film favorit harus tetap bisa juga. Tapi ingat, rencana besar seperti mencari jodoh, merencanakan pernikahan, dan mempersiapkan kehidupan rumah tangga yang mapan tetap harus jadi pemikiran serius, terutama dari perencanaan keuangan. Seperti apa, yuk simak pembahasan di bawah ini:

Peluang ekonomi tahun babi tanah

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution pernah bilang kalau ekonomi Indonesia pada 2019 diperkirakan tumbuh 5,3 persen sampai 5,4 persen. Proyeksi itu lebih tinggi daripada pencapaian pertumbuhan ekonomi 2018 yang diperkirakan di kisaran 5,15 persen sampai 5,2 persen, melebihi pula capaian 5,07 persen pada 2017.

Baca juga: 7 Masalah Finansial yang Sering Dilawan Fresh Graduate

Lalu, pada 2019 juga ada hajatan pemilu yang dijadwalkan berlangsung pada 17 April 2019. Untuk pertama kalinya di Indonesia, pemilu ini menyatukan pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden.

Menariknya, analis pasar memperkirakan Pemilu 2019 akan menjadi sentimen positif bagi pasar dan perekonomian Indonesia, sepanjang pelaksanaannya berlangsung damai, tertib, dan aman. Lagi pula, pemilu serentak berarti proses konsolidasi politik yang lebih ringkas dan cepat, yang artinya pasar bisa segera pula mendapatkan kepastian tentang arah kebijakan pemerintahan ke depan.

Kabar lain yang perlu disimak adalah pergerakan nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS. Pada November 2018, rupiah bahkan sempat mencatat prestasi paling tinggi di Asia dengan nilai tukar Rp 14.504 atas dolar AS, mengungguli mata uang Korea, India, Filipina, Jepang, Thailand, Hongkong, Malaysia, hingga Singapura.

Dari tren penguatan nilai tukar rupiah yang masih berlangsung tersebut, sebenarnya bisa menjadi sinyal positif jika kita sedang memulai rencana untuk berinvestasi. Tapi, untuk memulainya tentu perlu lebih dulu merancang perencanaan keuangan yang tepat.

Dasar perencanaan keuangan

Begini, perencanaan keuangan yang tepat itu, pertama, harus jujur dan tabah melihat angka yang tertera di slip gaji. Prinsip yang harus dipegang teguh, pengeluaran tidak boleh melebihi pendapatan. Kalau kepepet harus utang, sebisa mungkin untuk keperluan produktif atau benar-benar darurat, bukannya sekadar buat keperluan konsumtif dan gaya.

Aturan yang sama berlaku untuk penggunaan kartu kredit. Gagah memang ada lembaran kartu kredit menyelip di dompet, enggak cuma kartu debet. Tapi, kalau pemakaiannya tak terkontrol, malapetaka jangka panjang yang bakal terjadi karena tagihan tak berujung.

Kartu kredit boleh dipakai untuk pemakaian yang memang urgent atau mengurangi penggunaan uang tunai ketika duitnya memang benar-benar ada di rekening kita. Sayang kan udah capek nabung, tapi kantong masih bocor terus gara-gara harus bayar tagihan kartu kredit.

Pakai kartu kredit untuk pembayaran rutin bulanan yang sudah terjadwal. Cicilan mobil, motor, telepon pasca-bayar, tagihan listrik rumah orangtua, tagihan langganan internet dan televisi kabel, dan sejenisnya.

Boleh juga pakai kartu kredit untuk mendapatkan promo diskon, asalkan kita memang aslinya juga benar-benar punya uang seharga barang itu. Dengan prinsip ini, kita mengoptimalkan benefit. Kalau duitnya tidak ada tapi mengatasnamakan diskon buat pakai kartu kredit, itu sebenarnya cuma menumpuk utang tanpa tahu bisa terbayar atau tidak.

Baca juga: Biaya Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Menikah?

Kedua, atur pengeluaran sesuai kebutuhan, bukan mengikuti keinginan. Bukan berarti ini harus pelit kepada kawan apalagi pacar. Hanya saja Anda harus mempunyai manajemen finansial yang baik, agar rencana yang sudah direncanakan bisa berjalan.

Tips yang bisa dipakai, terutama saat ajakan untuk nongkrong begitu menggoda, adalah dengan membuat pagu—alokasi anggaran—maksimal untuk bersenang-senang selama sebulan. Dengan cara ini, kita bisa ngopi-ngopi lucu tanpa perlu khawatir kalau dompet tiba-tiba udah jebol.

Begini cara sederhana menghitungnya. Katakanlah sekarang gaji Rp 7 juta. Dari situ, pagu bersenang-senang Rp 500.000 rasanya sudah mewah untuk sebulan. Hitungannya, kopi bermerek internasional harganya Rp 25.000 – Rp 40.000 per cup, sementara karcis nonton antara Rp 25.000-Rp 50.000. Dengan hitungan ada 4 sampai 5 hari nongkrong sebulan, cukuplah pagu itu buat hang out.

Investasi

Oke, kalau dasar perencanaan keuangan sudah digenggam, sekarang waktunya bicara soal kebutuhan yang berjangka lebih panjang. Pilihan pertama adalah antara menabung dan investasi. Biarpun terlihat tak seberapa, mulai disiplin menabung dan syukur akhirnya memutuskan berinvestasi. Mau pilihan yang mana pun, jangan dulu berpikir ini barang susah dilakukan.

Saran para pakar, pilihan langkah keuangan ini pada 2019 sebaiknya tetap dicermati hati-hati dengan pilihan-pilihan yang condong ke konservatif, misalnya deposito, reksadana, hingga obligasi. Buat apa? Meminimalkan risiko dari sejumlah kondisi, mulai kontestasi politik nasional dan kebijakan The Fed untuk situasi global.

Biar semangat, investasi reksadana sudah bisa dilakukan dengan modal awal dan “setoran” rutin Rp 100.000 per bulan. Ya tentu saja, sesuai prinsip investasi, hasil akan setara dengan risiko, termasuk nominal dan medium investasinya.

Kalau membaca portofolio pasar masih susah, semua yang berbau “saham” sebaiknya jangan langsung diambil karena sifat risiko yang lebih tinggi meski juga menjanjikan hasil lebih besar, termasuk untuk penempatan reksadana.

Cara biar semangat investasi tetap tinggi

Biar semangat memulai investasi tetap tinggi untuk tahun ini, Infovesta meracik data bahwa tiga tahun pemilu sebelumnya mencatatkan kinerja reksadana yang positif, bahkan pada 2014 berada di kisaran 7 persen sampai 27 persen per tahun. Karena itu, reksadana tetap layak jadi pilihan buat investor apalagi “kelas” pemula semacam kita.

Ada juga pilihan obligasi ritel terbitan pemerintah—nama formalnya obligasi ritel Indonesia (ORI)—yang sudah bisa dibeli dengan harga Rp 1 juta per lot. Dalam beragam pernyataan, ORI disebut memang dirancang untuk pasar milenial dan orang-orang sepantaran first jobber.

ORI seri 015 yang diterbitkan pada Oktober 2018, misalnya, memberikan kupon 8,25 persen per tahun. Janji keuntungan ORI ini jelas lebih besar daripada bunga deposito yang rata-rata tak sampai 7 persen apalagi tabungan yang tak sampai 3 persen, belum dipotong biaya rutin rekeningnya.

Tapi, bukan berarti deposito dan tabungan tak lagi layak jadi pertimbangan karena tentu itu tergantung ketersediaan dan kelonggaran dana serta skala prioritas yang ingin dituju dari langkah-langkah keuangan ini. Menabung pun tidak salah jadi pilihan perencanaan keuangan sembari berinvestasi. Tabungan dan deposito juga bisa menjadi “langkah antara” untuk investasi berikutnya yang lebih besar. Apalagi, frasa “jangan taruh telor di satu keranjang” sudah jadi semacam mantra ekonomi, kok.

Antisipasi

Setelah tertib mengatur keuangan, memilah penggunaan, kemudian menabung atau berinvestasi, jangan lupa pula untuk berjaga-jaga. Nah, ini bisa jadi pengingat ampuh soal perencanaan keuangan untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga, entah masalah kesehatan atau hal tak terhindarkan seperti musibah.

Baca juga: Keuntungan Memiliki Asuransi buat First Jobber

Asuransi bisa jadi pilihan. Astra Life memiliki banyak pilihan perlindungan dengan premi yang sesuai dengan kebutuhan dan profil pendapatan serta risiko yang mau diantisipasi oleh anak-anak muda seperti kita.Untuk hal ini, Anda bisa memilih Siap RencanaKu, asuransi yang memberikan perlindungan jiwa dan manfaat tahapan tunai setiap 3 tahun, sehingga cocok bagi Anda para first jobber atau yang berencana menyiapkan rencana keuangan jangka panjang dan bisa digunakan untuk dana tambahan di masa depan.

#AyoLoveLife karena pada akhirnya kita harus bahagia, termasuk dengan finansial tak berisiko dengan perencanaan keuangan yang sehat dan semoga peruntungan tahun babi tanah ini benar-benar menyertai kita.




« |
Read previous post:
Investasi Tahun Babi Tanah
Merencanakan Investasi di Tahun Babi Tanah? Siapa Takut!

Menyiapkan masa pensiun tanpa kesulitan finansial harus dimulai dari ketika kita sedang berada di puncak-puncaknya usia produktif. Yaitu, saat karier...

Close