Siasat Menghadapi Risiko Terorisme, Salah Satunya dengan Miliki Asuransi Jiwa

Bom Surabaya

Tanggal 13 Mei 2018, Minggu pagi yang meriah bagi Lusi sekeluarga yang menyaksikan Parade “Menuju 100 Hari Asian Games” di sepanjang jalur Car Free Day (CFD) Thamrin-Sudirman, Jakarta. Anaknya yang berusia 5 tahun bersorak sorai menyaksikan parade. Begitu juga dengan suaminya yang tak henti-henti mengambil foto peserta parade beserta foto keluarga mereka.

Menjelang pukul 08.00 WIB, notifikasi dari beberapa grup percakapan (Whatsapp) di ponselnya mulai ramai berdenting. Lusi terperanjat membaca info bahwa Bom diledakkan di tiga gereja di Surabaya oleh teroris.

Rasa duka langsung menyergap Lusi dan suaminya, begitupun dengan kita semua yang turut merasakan duka mendalam atas tragedi bom Surabaya oleh teroris. Hari-hari berlalu dan duka mendalam tersebut mengusik rasa aman dalam hidup kita.

“Bagaimana kalau aku yang mengalami kejadian seperti ini ya? Bagaimana kalau malah suamiku yang menjadi korban terorisme? Bagaimana masa depan anakku nanti?” batin Lusi membayangkannya.

Pertanyaan tersebut memang terasa tabu dibicarakan namun mengusik batin kita. Lalu bagaimana kita menyikapi hal ini?

Siapkan Perlindungan

“Rezeki, jodoh, dan maut tidak ada yang tahu,” begitu pepatah berkata. Kita tidak pernah tahu kapan maut menjemput dan dalam bentuk seperti apa. Maka alangkah bijaknya Anda menyiapkan perlindungan sejak dini, termasuk perlindungan berupa asuransi. Seperti yang diutarakan oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu akan pentingnya perlindungan seperti asuransi jiwa dan kesehatan dengan perluasan produk seperti terorisme dan sabotase. 

Dia menjelaskan, asuransi jiwa adalah program perlindungan dalam bentuk pengalihan risiko ekonomis atas meninggal atau hidupnya seseorang. Masuk akal kiranya menyiapkan perlindungan berupa asuransi jiwa seperti yang disebutkan di atas. Jauh sebelum desakan ini muncul, sebuah perlindungan jiwa yang juga mencakup manfaat untuk korban tragedi terorisme sudah lebih dulu disiapkan oleh Astra Life dalam paket Siap Jiwaku, ASLI Pelita Proteksi Pratama.

Dengan premi (sejumlah uang yang harus dibayarkan setiap bulannya sebagai kewajiban dari tertanggung atas keikutsertaannya di asuransi) dimulai dari Rp27 ribu per bulan atau Rp300.000 per tahunnya, perlindungan jiwa ini memberikan manfaat Uang Pertanggungan untuk kondisi meninggal dunia (termasuk korban tragedi terorisme) sebesar 100% yaitu hingga Rp94 juta rupiah.

Tersedia juga pilihan fitur pengembalian 100% dari premi, yaitu yang dibayarkan di akhir periode perlindungan.

Uang Pertanggungan yang dikembalikan diberikan kepada pihak tertanggung yang dibagi dalam kategori yaitu anak (usia 6 bulan – 17 tahun) dan dewasa (18-70 tahun). Maka Anda bisa memasukkan ahli waris sebagai pihak tertanggung, yaitu suami/istri atau anak.

Selain itu produk ini menawarkan harga yang lebih ekonomis untuk pembelian paket keluarga, dengan diskon premi hingga 20% berlaku seterusnya untuk semua tertanggung.

Tak ada salahnya menyiapkan perlindungan berupa asuransi jiwa untuk diri sendiri dan keluarga dari sekarang. #AyoLoveLife miliki asuransi jiwa bersama Astra Life sambil kita bersatu untuk melawan segala bentuk terorisme.

Source of featured image: www.jitunews.com




« | »
Read previous post:
Persiapan Biaya Nikah
Akan Segera Menikah? Biaya Apa Saja yang Perlu Anda Persiapkan?

Pernikahan merupakan momen istimewa yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap pasangan. Maka tak heran, banyak pasangan yang mengabadikan momen istimewa tersebut...

Close