5 Langkah Mudah Meningkatkan Ketahanan Finansial Tanpa Perlu Gaji Besar

Pernahkah kamu berpikir tentang kehidupan yang nyaman, tenang, dan memiliki banyak waktu dengan keluarga tanpa perlu khawatir tentang masalah uang? 

5 Langkah Mudah Meningkatkan Ketahanan Finansial Tanpa Perlu Gaji Besar

5 Langkah Mudah Meningkatkan Ketahanan Finansial Tanpa Perlu Gaji Besar

Pernahkah kamu berpikir tentang kehidupan yang nyaman, tenang, dan memiliki banyak waktu dengan keluarga tanpa perlu khawatir tentang masalah uang? 

Setiap orang pasti menginginkannya. Sebetulnya, hal ini bisa dilakukan tanpa memiliki penghasilan yang besar. Kuncinya terletak pada strategi meningkatkan ketahanan finansial. Berikut adalah lima langkah yang dapat membantumu meningkatkan ketahanan finansial.

Saatnya Mulai Meningkatkan Ketahanan Finansial

1. Perbaiki cash flow kamu

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah mengelola utang dan biaya bunga yang timbul akibat utang tersebut. Triknya, kamu harus membayarkan utang dengan beban bunga paling besar terlebih dahulu. Sebab, ketika suatu saat kamu tidak mampu membayar cicilan utang itu, maka beban bunga yang ditimbulkan akan sangat besar, dan semakin sulit kamu keluar dari jeratan utang tersebut.

Cara lainnya yang bisa kamu gunakan untuk mengelola utang dan menekan biaya bunga agar tidak membengkak adalah dengan melakukan pembiayaan kembali (refinancing) utang yang dimiliki, lewat lembaga keuangan lain, yang memiliki bunga lebih rendah.

Metode ini dapat membantu kamu melunasi utang yang ada, dan membayar kembali cicilan dengan bunga yang lebih rendah. Bahkan, jika ada sisa uang tunai (cash), kamu bisa menggunakannya untuk melunasi utang yang lain. Umumya metode ini bisa kamu pakai jika kamu memiliki kredit pemilikan rumah (KPR), yang tidak memiliki syarat penguncian pelunasan dipercepat (lock-in period).

Jika tidak mendesak, jangan pernah megambil utang, apalagi untuk keperluan konsumtif yang melebihi kemampuan pembayaran yang bisa kamu lakukan setiap bulannya. Idealnya, cicilan plus bunga utang maksimal yang bisa kamu toleransi tidak lebih dari 30% penghasilan setiap bulannya. Langkah ini penting, agar arus kas (cash flow) kamu tetap terjaga, sehingga tidak menggangu alokasi kebutuhan lainnya.

2. Evaluasi portofolio investasi

Langkah berikutnya yang harus kamu lakukan untuk menjaga ketahanan finansial adalah rutin melakukan evaluasi portofolio investasi. Tips ini berguna untuk menyesuaikan alokasi investasi yang kamu miliki, dengan kebutuhan dan kondisi yang akan terjadi di masa mendatang.

Misalkan di masa krisis ekonomi akibat pandemi corona seperti sekarang ini. Kamu harus mengurangi instrumen investasi yang memiliki potensi risiko tinggi, seperti saham atau derivatif. Pertebal alokasi investasi pada instrumen keuangan yang relatif lebih stabil dan minim risiko, seperti deposito, surat utang (obligasi) negara, reksa dana pasar uang, hingga instrumen safe haven, seperti emas.

Strategi ini dapat membantu kamu menjaga likuiditas, di tengah kondisi sulit sekalipun. Namun, alangkah baiknya jika kamu bisa menerapkan prinsip alokasi portofolio investasi secara berimbang, sesuai dengan profil risiko yang dimiliki.

Jika kamu merupakan tipe investor yang konservatif, alokasikan 80% investasi kamu di instrumen pasar uang dan pendapatan tetap, seperti deposito dan reksa dana pasar uang atau pendapatan tetap. Sementara sisanya, bisa kamu masukan ke obligasi negara atau obligasi emas.

Tapi jika kamu tipikal investor yang moderat, tempatkan 80% dana kamu pada instrumen investasi yang memiliki imbal hasil lebih besar, namun relatif terjaga secara risiko. Contohnya adalah obligasi negara, dan reksa dana campuran. Sedangkan sisanya, bisa kamu taruh di reksa dana saham.

Lalu jika kamu merupakan investor yang agresif, kamu bisa sertakan 80% uang yang dimiliki pada instrumen investasi berisiko tinggi, namun menawarkan imbal hasil yang besar, seperti saham dan derivatif. Kemudian sisanya bisa kamu tempatkan pada reksa dana saham, atau reksa dana campuran.

Oleh karena itu, dalam menyimpan dan menggunakan uang, baik itu di bank, dompet digital atau platform e-commerce, kamu harus sangat berhati-hati demi meningkatkan ketahanan finansial. Lalu, gunakan fasilitas keuangan digital seperlunya dan jangan percayakan akun atau data pribadi kamu kepada siapapun.

3. Jaga uang kamu

Di zaman digital seperti sekarang ini, banyak kemudahan yang ditawarkan untuk bertransaksi, baik itu membeli barang, mentransfer uang, hingga membayar tagihan dengan hanya menggunakan gawai.

Selain membuat kamu menjadi lebih konsumtif, kemudahan tersebut juga memiliki risiko yang dapat membuat uang kamu berkurang bahkan hilang. Terlebih sekarang ini banyak penawaran diskon menggiurkan, sampai modus penipuan yang dapat menguras uang kamu.

Oleh karena itu, dalam menyimpan dan menggunakan uang, baik itu di bank, dompet digital atau platform e-commerce, kamu harus sangat berhati-hati demi meningkatkan ketahanan finansial. Lalu, gunakan fasilitas keuangan digital seperlunya dan jangan percayakan akun atau data pribadi kamu kepada siapapun.

4. Tingkatkan kemampuan untuk masa depan

Langkah selanjutnya adalah selalu tingkat kemampuan diri kamu untuk masa depan dengan mempelajari kemampuan atau keterampilan baru setiap harinya. Upaya ini akan berguna untuk meningkatkan nilai diri dan posisi tawar kamu ketika harus dihadapkan dengan seleksi pekerjaan.

Jika pun tidak memiliki kesempatan untuk bekerja di kantoran, kamu bisa membuka usaha dan tetap mendapatkan penghasilan di tengah kondisi sesulit apapun. Maka dari itu, jangan pernah ‘mager’, alias malas gerak untuk mempelajari keterampilan baru.

5. Perlu memiliki asuransi

Namun, semua langkah itu akan menjadi percuma kalau kamu tidak memiliki proteksi diri yang memadai. Kamu harus melindungi diri kamu sendiri serta orang-orang tersayang dengan asuransi kesehatan dan jiwa yang mumpuni. Asuransi akan melindungi tabungan dan dana yang telah kamu persiapkan menuju ketahanan finansial. Sebab, jika sewaktu-waktu kamu menghadapi risiko seperti jatuh sakit atau tutup usia, maka perusahaan asuransi akan menggantikan biaya perawatan rumah sakit dan menyediakan uang pertanggungan (UP) bagi keluarga untuk melanjutkan hidup.

Untuk asuransi jiwa contohnya adalah Flexi Life, asuransi jiwa murni ultra fleksibel pertama di Indonesia Astra Life. Dengan komitmen #iGotYourBack, Flexi Life memungkinkan kamu mengatur UP dan premi sesuai dengan tahapan hidup dan kemampuan finansial.

Flexi Life menyediakan UP hingga Rp5 miliar tanpa medical check up. Kamu juga bisa mengatur masa pertanggungan, frekuensi pembayaran premi, dan mengajukan perubahan lainnya sesuai kebutuhan. Kamu juga bisa menikmati fasilitas auto renewal, sehingga polismu otomatis diperpanjang setiap tahun tanpa perlu repot untuk mendaftar ulang.

Dengan memiliki proteksi, rencanamu untuk memiliki ketahanan finansial yang kuat dapat terwujud. Jadi, tunggu apalagi? Ayo, saatnya mengatur strategi meningkatkan ketahanan finansial tanpa harus punya gaji besar.

Jika pun tidak memiliki kesempatan untuk bekerja di kantoran, kamu bisa membuka usaha dan tetap mendapatkan penghasilan di tengah kondisi sesulit apapun. Maka dari itu, jangan pernah ‘mager’, alias malas gerak untuk mempelajari keterampilan baru.

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

5 Langkah Mudah Meningkatkan Ketahanan Finansial Tanpa Perlu Gaji Besar

Ini adalah rangkuman artikel versi Mobile. Buatlah sekitar 1-2 kalimat untuk rangkuman artikel untuk membimbing pembaca mengerti isi artikel.

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!