Perspektif Baru dalam Manajemen Keuangan di Tahun 2020

manajemen keuangan di tahun 2020

Biarkan 2019 menjadi pembelajaran dan jadikan 2020 sebagai pembaharuan. Di tahun yang baru ini, improvement dalam mengelola keuangan pastinya sudah menjadi impian banyak orang. Jadi, pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana cara melakukannya?

Satu hal yang kerap luput dari checklist kita dalam merencanakan keuangan di awal tahun adalah mencari perspektif baru dalam manajemen keuangan di tahun 2020, seperti yang akan dibahas sebagai berikut.

Optimisme dan kesehatan keuangan

Perencanaan keuangan yang optimal ternyata punya kaitan erat dengan pola pikir alias mindset. Salah satu riset yang dilansir oleh Frost (2018) mengekspos bahwa responden dengan mindset optimistis memiliki kondisi keuangan 7 kali lebih baik dibanding mereka yang pesimistis.

Kenaikan satu level sikap optimistis didapati berdampak pada perbaikan 0,1 poin kondisi kesehatan keuangan responden, dalam skala indikator optimisme antara 0-100. Rahasianya ada pada pola pikir (mindset) dan perilaku.

Pola pikir orang optimistis akan mendorong segala kemampuan diri untuk berupaya mengatasi apa pun situasi yang dihadapi, termasuk tantangan keuangan. Namun, sikap mental ini juga harus diuji silang dengan indikator kekayaan, pendapatan, pengetahuan keuangan, sikap, perilaku dan keterampilan, dan data demografi.

Lalu, orang optimistis cenderung nyaman berdikusi soal keuangan bersama anggota keluarga dan teman. Mereka juga mau belajar mengelola keuangan. Sebagian besar orang-orang optimistis pun tak segan mencari dan mengikuti nasihat keuangan dari para pakar.

Meski begitu, bahkan dari sekelompok orang-orang optimistis, hanya mereka yang dapat membuat perencanaan detail dan tertib menjalankannya yang benar-benar bisa mewujudkan tujuan keuangannya.

 

PELAJARI: Tips Manajemen Perencanaan Keuangan Keluarga Muda

Pembicaraan tentang uang bukan tabu

Meski tak pernah ada pernyataan eksplisit bahwa membicarakan uang merupakan hal tabu, praktik sehari-hari ternyata membuktikan sebaliknya. Konsultan keuangan Jouska, misalnya, mencontohkan betapa pembicaraan hal-hal dasar keuangan nyaris tak pernah menjadi topik pembicaraan yang diajarkan kepada anak-anak di rumah.

Padahal, pemahaman soal keuangan pun perlu dibangun sejak dini untuk dapat menjadi sikap mental layaknya anak memahami tentang hal benar dan salah dalam kehidupan sehari-hari. Soal utang untuk kebutuhan konsumtif, misalnya, bisa diantisipasi dengan didikan sejak masa kanak-kanak berupa keputusan orangtua untuk tak begitu saja menuruti setiap kemauan putra-putri di rumah meski diiringi raungan tangisan.

Pada masa dewasa, pembicaraan tentang uang tentu saja harus lebih konstruktif dan sesuai kondisi keuangan. Tentu saja, membicarakan uang di sini bukan sekadar mengobrol apalagi berkeluh kesah soal pendapatan tak seberapa sementara pengeluaran bejibun. Orang yang diajak bicara bisa anggota keluarga, teman, atau lebih baik lagi adalah penasihat keuangan.

Pembicaraan tentang uang setidaknya harus menjawab pertanyaan tentang tujuan akhir kondisi keuangan yang ingin diwujudkan, langkah awal yang harus diambil, apa yang harus diwaspadai dan diantisipasi, serta tools untuk memantau kondisi keuangan.

Progres lebih baik daripada kesempurnaan

Riset Frost mendapati, kebanyakan orang ber-mindset optimistis hanya membuat perencanaan kasar keuangan, bukan detail. Namun, mindset optimistis itu juga membuat mereka lebih memikirkan kemajuan langkah yang dibuat untuk mewujudkan tujuan keuangannya.

Merayakan setiap kemajuan ini terbukti makin mendekatkan keberhasilan mencapai tujuan keuangan. Yang terpenting, segera mulai manajemen keuangan di tahun 2020 meski dari hal kecil dan untuk tujuan relatif sederhana.

Daripada sibuk berencana tetapi tak kunjung membuat langkah, misalnya, lebih baik segera mulai menyisihkan uang Rp 50.000 per hari untuk target membeli sepeda motor seharga kisaran Rp15 juta tanpa kredit pada tahun depan.

Buku The Principles of Personal Finance pun menggarisbawahi soal pentingnya mindset ini. Meskipun soal mindset tak bisa dipisahkan dengan pengetahuan, pengalaman, dan lingkungan, setidaknya ada empat langkah manajemen keuangan di tahun 2020 yang harus dilakukan, yaitu identifikasi, pembuatan rencana keuangan, implementasi, dan evaluasi.

 

BACA JUGA: Cara Siapkan Dana Darurat untuk Kebutuhan Mendadak

Kestabilan bisa berubah kapan saja

Setidaknya ada segitiga dasar manajemen keuangan yang harus dipahami setiap orang, yaitu:

  1. Tujuan (goals),
  2. Profil Risiko,
  3. Kondisi keuangan saat ini.

Ketiga hal ini setidaknya akan membuat kita tidak parno ketika berhadapan dengan situasi tak terduga.

Pertama, kita harus membedakan dengan tepat antara keinginan dan kebutuhan. Dari situ, kita akan bisa pula menyisihkan pendapatan, mana yang untuk ditabung dan mana untuk investasi. Untuk pengeluaran, terbagi menjadi 4 poin; yaitu primer, kewajiban, sekunder, serta tabungan dan investasi. Setelah itu, barulah kita bisa menyusun tujuan finansial kita.

Nantinya tujuan keuangan tersebut bisa terbagi menjadi dua, yaitu yang wajib dan tambahan. Tujuan keuangan wajib merupakan tujuan yang tak bisa ditunda dan atau harus disiapkan dari sekarang. Biaya sekolah anak, misalnya. Adapun tujuan keuangan tambahan adalah segala tujuan lain setelah tujuan wajib tersebut terpenuhi.

Profil risiko yang harus diidentifikasi itu mencakup status pernikahan, penghasilan, pola pikir keuangan, pengalaman berinvestasi, jumlah tanggungan, jenis pekerjaan dan usia. Adapun kondisi keuangan saat ini harus memetakan pendapatan dan kekayaan, termasuk di dalamnya arus kas dan inventarisasi kekayaan bersih.

Melek untuk lindungi keuangan

Selain segitiga prinsip manajemen keuangan, hal penting yang perlu diperhatikan juga adalah perlindungan aset, yang spesifiknya lagi adalah pentingnya memiliki asuransi. Jadi, setiap orang yang memiliki penghasilan dan punya tanggungan (termasuk dirinya sendiri) sudah memenuhi persyaratan wajib memiliki asuransi.

Lajang maupun berkeluarga, kedua hal itu jelas tak terhindarkan. Dengan kesadaran ini, memiliki asuransi jiwa adalah langkah yang tepat untuk menunjukkan rasa cinta terhadap diri sendiri dan keluarga. Karena ketika kelak kamu dihadapkan dengan risiko tutup usia, keluarga yang kamu cintai akan tetap terlindungi secara finansial dengan Uang Pertanggungan yang akan diberikan oleh perusahaan asuransi. Kamu juga tidak perlu lagi membebani keluarga dengan final expense, seperti beban cicilan utang sampai biaya pemakaman. Jadi, keluarga kamu akan tetap merasa dicintai walaupun kamu sudah tidak bersama mereka lagi.

 

BACA JUGA: Ini Alasan Kenapa Pencari Nafkah Harus Memiliki Asuransi Jiwa

 

Dalam menimbang asuransi jiwa, Astra Life mengenalkan produk asuransi jiwa ultra fleksibel yang bernama Flexi Life. Sesuai namanya, Flexi Life memungkinkan kamu untuk #AturSendiri biaya asuransi yang kamu bayar dan besar manfaat yang akan diterima kapanpun kamu mau. Jadi, kamu dapat memiliki asuransi jiwa tanpa komitmen panjang.

Sering berpikir bahwa asuransi jiwa merupakan suatu produk yang harus kamu lunasi dan bayar hingga usia tua nanti? Sebenarnya, mindset tersebut dapat diubah menjadi yang lebih simple. Dengan Flexi Life, kamu bisa mengatur masa pembayaran premi dimana kamu hanya membayar asuransi jiwa selama satu tahun saja.

Dalam satu tahun itu, kamu akan terlindungi dengan Uang Pertanggungan hingga sebesar Rp5 Miliar. Jika di akhir tahun itu kamu ingin memperpanjang perlindungan hingga tahun berikutnya, kamu tinggal mengatur lagi premi dengan fitur fleksibel-nya. Dan ketika di usia tua nanti kamu sudah tidak menginginkan manfaat Uang Pertanggungan yang besar karena anak-anak sudah mandiri secara finansial, kamu dapat melakukan downgrade atau bahkan memberhentikan pembayaran premi kamu. Simple, bukan?

Jadi, di tahun 2020 ini, ayo bersama-sama lakukan refreshment dalam mengatur manajemen keuangan di tahun 2020 dengan memiliki perspektif baru dan perlindungan keuangan yang fleksibel.

Related Posts

Tujuan Keuangan Untuk Kamu yang Bergaji Rp10 Juta, Rp20 Juta dan Rp30 Juta

Kamu naik gaji tahun ini? Selamat! Kenaikan gaji artinya kamu memiliki keleluasaan finansial lebih besar untuk memenuhi ...

Cek Investasi yang Cocok di Tahun Tikus Logam Berdasarkan Shio Kamu

Perayaan Imlek atau Chinese New Year tahun ini jatuh pada tanggal 25 Januari 2020. Itu menandai pergantian dari tahun B...

Bonus Akhir Tahun Tiba, Ini 5 Hal yang Bisa Dilakukan

Di akhir tahun, sebagian besar perusahaan akan membagikan bonus yang bisa berupa tambahan gaji akhir tahun atau dalam be...




« | »
Read previous post:
pengaruh minuman boba
Doyan Boba? Kenali Pengaruh Minuman Boba Terhadap Kesehatan

Siapa tak kenal minuman boba? Bola-bola kenyal berwarna hitam yang sering terdapat dalam milk tea ini memang sedang nge-trend di kalangan anak muda. Apakah kamu...

Close