Kartini Hari Ini: Ketika Perempuan Menjalani Banyak Peran Sekaligus

Perempuan Indonesia kini punya lebih banyak pilihan dari sebelumnya, tapi pilihan itu datang bersama beban yang tidak ringan. Artikel ini mengulas bagaimana tekanan peran ganda berdampak nyata pada kesehatan perempuan, dan mengapa melindungi diri sendiri adalah bagian dari merayakan semangat Kartini yang sesungguhnya.

Hari Kartini ibu Kuat

Setiap tanggal 21 April, kita memperingati Hari Kartini. Tapi ini bukan sekadar ritual tahunan untuk mengenang sejarah. Ini adalah momen untuk bertanya: apa yang sesungguhnya kita rayakan, dan apakah perjuangan Kartini sudah benar-benar selesai?

Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879. Di zamannya, ruang gerak perempuan sangat terbatas, baik dalam pendidikan maupun dalam menentukan jalan hidupnya sendiri. Lewat surat-surat dan pemikirannya, Kartini memperjuangkan satu hal yang sederhana namun berdampak besar: perempuan berhak punya pilihan.

Hari ini, hasil perjuangan itu nyata. Perempuan Indonesia punya lebih banyak kesempatan, berkarier, membangun keluarga, atau menjalani keduanya sekaligus. Namun di balik semua pilihan itu, ada satu hal yang sering luput dari perhatian: apapun pilihannya, beban yang dipikul tetap tidak ringan.

Dua Pilihan, Satu Beban yang Sama Beratnya

Sebagian perempuan menjalani peran sebagai ibu pekerja. Hari dimulai sejak pagi, menghadapi tuntutan pekerjaan, target, dan tekanan profesional. Namun ketika jam kerja usai, tanggung jawab tidak ikut berakhir. Mereka tetap harus mengurus rumah, anak, dan berbagai kebutuhan keluarga.

Sementara itu, perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga menghadapi tantangan yang tidak kalah besar. Pekerjaan rumah berlangsung tanpa batas waktu yang jelas. Tidak ada jam kerja, tidak ada cuti, dan sering kali tidak ada apresiasi yang sebanding dengan energi yang dicurahkan.

Kelihatannya berbeda, tapi pada dasarnya sama: dua peran ini sama-sama menguras tenaga, fisik maupun mental.

Second Shift: Fenomena yang Sudah Diteliti, Tapi Masih Diabaikan

Dalam kajian sosial, kondisi ini dikenal sebagai second shift, ketika perempuan menjalani dua peran sekaligus: di ranah publik dan domestik. Penelitian dari ResearchGate menunjukkan bahwa beban ganda ini secara fisik dan psikologis berpotensi menyebabkan kelelahan kronis (burnout), stres, kecemasan, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan. Konflik peran yang konstan antara tuntutan profesional dan domestik menciptakan ketegangan emosional yang signifikan.

Masalahnya, kelelahan ini sering tidak terlihat dari luar. Banyak perempuan tetap menjalani hari seperti biasa, padahal tubuh dan pikirannya sudah memberi sinyal untuk berhenti sejenak.

Ketika Stres Menjadi Ancaman Kesehatan Nyata

Jika kondisi ini terus berlangsung, dampaknya jauh lebih serius dari sekadar kelelahan. Stres yang tidak terkelola meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, dari hipertensi, gangguan jantung, hingga penurunan daya tahan tubuh.

Data dari Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa penyakit tidak menular (PTM) bertanggung jawab atas 75% kematian di Indonesia, dengan stroke (19,42%) dan penyakit jantung iskemik (14,38%) sebagai dua penyebab tertinggi. Pada tahun 2023, pembiayaan penyakit katastropik mencapai Rp34,8 triliun, yang artinya biaya akibat sakit bukan lagi angka kecil.

Khusus untuk perempuan, ancaman kanker menjadi sorotan tersendiri.

Berdasarkan data Globocan WHO 2020, kanker payudara adalah jenis kanker dengan kasus baru tertinggi di Indonesia, yakni 65.858 kasus, setara 16,6% dari total kasus kanker nasional. Data BPJS Kesehatan bahkan mencatat lonjakan dramatis: kasus kanker payudara meningkat sekitar 860 ribu kasus dalam empat tahun, dari 1.080.031 kasus pada 2021 menjadi 1.941.410 kasus pada 2025, dengan biaya perawatan yang turut melonjak dari Rp1,03 triliun menjadi Rp1,99 triliun. Kanker serviks juga masih tinggi, dengan lebih dari 36.000 kasus baru per tahun.

Artinya, risiko ini nyata dan tidak memandang pilihan hidup, apakah seorang perempuan bekerja di kantor atau mengurus rumah tangga sepenuhnya.

Perempuan Sering Menempatkan Dirinya di Urutan Terakhir

Yang sering terjadi justru ironis. Banyak perempuan menempatkan dirinya di urutan paling akhir. Keluarga, anak, pekerjaan, semua jadi prioritas utama, sementara kondisi kesehatan diri sendiri terabaikan.

Padahal, ketika perempuan jatuh sakit, dampaknya tidak berhenti pada dirinya seorang. Keluarga ikut terdampak, baik secara emosional maupun finansial. Biaya pengobatan yang terus naik, kebutuhan perawatan jangka panjang, hingga potensi kehilangan penghasilan adalah risiko nyata yang sering tidak diantisipasi. Data BPJS menunjukkan bahwa hanya 3 dari 10 penderita PTM yang terdeteksi, selebihnya tidak tahu bahwa mereka sakit, karena banyak penyakit tidak menular tidak menunjukkan gejala sampai terjadi komplikasi.

Baca Juga: Hari Kartini, Ini 7 Rekomendasi Buku Self Improvement Karya Perempuan

Merayakan Kartini dengan Cara yang Sesungguhnya

Merayakan semangat Kartini hari ini rasanya tidak cukup kalau hanya berhenti di “punya pilihan”. Lebih dari itu, ini juga tentang bagaimana perempuan bisa tetap menjaga dirinya agar tetap mampu menjalani semua peran yang ia pilih.

Di sinilah pentingnya perlindungan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga memberikan ketenangan dalam menghadapi ketidakpastian. Astra Life menghadirkan ASLI Critical Care Protector, produk asuransi penyakit kritis yang dirancang untuk memberikan perlindungan finansial terhadap 91 penyakit kritis, disertai jaminan pengembalian premi hingga 150% apabila tidak terjadi risiko penyakit kritis sampai akhir masa pertanggungan.

Produk ini juga dilengkapi dengan perlindungan tutup usia, sehingga keluarga tidak perlu menanggung beban finansial di saat yang paling tidak diinginkan.

Merayakan semangat Kartini hari ini bukan hanya tentang memiliki pilihan, tetapi tentang memiliki perlindungan untuk tetap melangkah, dalam kondisi apapun.

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!