Gaji Dipotong atau Terkena PHK, Bagaimana Cara Mengakali Anggaran Keluarga?

cara mengakali anggaran keluarga

Kaget, sedih, stres. Mungkin ini yang dirasakan 150.000 orang yang terkena PHK selama pandemi (Kementerian Tenaga Kerja, Kontan, 2020). Kalau kamu adalah salah satunya, turut simpati dengan apa yang kamu alami. Tapi, ini bukan akhir. Dalam finansial, ada beberapa strategi yang kamu bisa coba sebagai cara mengakali anggaran keluarga setelah penghasilan berkurang, bisnis merosot, gaji dipotong, atau terkena PHK.

Cara Mengakali Anggaran Keluarga saat Pemasukan Berkurang

1. Restrukturisasi cicilan

Untuk berhemat, kamu dapat menempuh strategi restrukturisasi cicilan untuk bertahan dalam kondisi saat ini. Restrukturisasi kredit merupakan suatu upaya perbaikan yang dilakukan bank dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang sedang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajiban pembayaran angsuran kreditnya. Restrukturisasi cicilan ini bisa dilakukan, pertama, dengan memperpanjang tenor sehingga cicilan yang harus dibayar setiap bulan berkurang. Cara kedua, kamu bisa mengajukan penyusutan kredit, misalnya mengajukan penurunan bunga. Jika bank atau lembaga pembiayaan tempat kamu mengajukan kredit tidak mengabulkan keringanan bunga atau restrukturisasi, kamu bisa melakukan cara mengakali anggaran keluarga selanjutnya, yakni refinancing atau balance transfer.

Refinancing atau balance transfer ialah strategi mengganti utang berbunga besar dengan utang berbunga kecil. Kamu bisa mencari pinjaman baru dari bank atau lembaga pembiayaan lain yang bersedia memberikan bunga lebih rendah dari yang kamu miliki saat ini.

2. Buat daftar pengeluaran tetap dan pengeluaran variabel

Setelah restrukturisasi kredit, cara mengakali anggaran keluarga yang bisa kamu lakukan ialah dengan membuat daftar pengeluaran tetap dan pengeluaran tidak tetap atau variabel setiap bulan. Yang termasuk pengeluaran tetap bulanan di sini misalnya uang sekolah anak dan cicilan kredit, seperti kredit pemilikan rumah (KPR), kredit pemilikan mobil (KKB), atau kredit kartu kredit. Sementara pengeluaran tidak tetap, misalnya biaya makan, transportasi, tagihan listrik, air, internet, pembayaran pajak mulai dari pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, biaya masuk sekolah, dan sebagainya.

Baca juga: #LoveLifeTalks: Kisah Aakar Abyasa Membangun Jouska

3. Cek sumber pemasukan

Setelah menyusun pengeluaran, kini saatnya membuat daftar sumber pemasukan keluarga. Boleh jadi, selama ini kamu merupakan keluarga dengan dua sumber pemasukan, alias double income. Sehingga, jika salah satu pasangan mengalami pemotongan gaji atau PHK, maka masih ada sumber pemasukan dari pasangan yang lain.

Selain dari pasangan, yang juga menjadi sumber pemasukan ialah penghasilan dari bisnis atau pekerjaan sampingan. Atau, sumber pemasukan lain ini bisa juga berasal dari dividen saham, jasa sewa seperti kos-kosan, rumah kontrakan, atau rental mobil.

4. Kalkulasi antara pemasukan dengan pengeluaran

Sekarang, saatnya menghitung total pemasukan bulanan dan pengeluaran bulanan. Apakah pemasukan saat ini masih bisa menutup pengeluaran bulanan? Apakah masih ada surplus yang masih bisa ditabung? Atau bahkan defisit, alias pemasukan tidak cukup untuk menutupi pengeluaran? Agar pemasukan kamu dapat menutup pengeluaran dan bahkan bisa menciptakan surplus untuk ditabung, mari simak beberapa cara mengakali anggaran keluarga berikutnya.

5. Kendalikan pengeluaran

Cobalah kendalikan pengeluaran, khususnya pengeluaran variabel, di mana jumlah yang kamu keluarkan bisa berkurang jika melakukan penghematan, seperti biaya makan, belanja bulanan, air, dan listrik. Masak sendiri ketimbang beli makanan jadi akan menghemat banyak pengeluaran. Kamu juga bisa memotong beberapa pengeluaran berdasarkan skala prioritas. Berhubung gaji berkurang, maka sudah selayaknya kamu “puasa” dulu dari kegiatan tersier, misalnya biaya berlangganan streaming, biaya transportasi dan budget traveling. Lalu, karena ada kebijakan physical distancing, kamu juga bisa meniadakan beberapa biaya terkait dengan kebijakan tersebut, misalnya berlangganan gym atau kolam renang. Sebagai gantinya, kamu masih tetap bisa menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga di rumah dengan panduan Youtube.

Baca juga: 5 Ide Games Anak Tanpa Perlu di-Print Supaya Tetap Seru Walaupun #DiRumahAja

6. Ubah anggaran bulanan

Kamu juga bisa melakukan beberapa perubahan pengeluaran di beberapa pos. Contoh, untuk biaya internet, kamu bisa memperkecil biaya kuota di mobile phone dan memfokuskan anggaran untuk berlangganan WiFi selama masa karantina. Kamu juga bisa mengganti beberapa biaya tersier untuk kebutuhan lain, misal biaya nonton bioskop, dipakai untuk menambah porsi dana darurat. Dengan begitu, kamu dan keluarga bisa “bernapas” lebih lama.

7. Cek dana darurat

Di tengah situasi sulit seperti ini, kamu sebaiknya tidak berutang atau menambah utang baru. Ketimbang mengambil utang baru, lebih baik gunakan dana darurat untuk menyambung hidup sampai kondisi normal kembali. Karena itu, pastikan dana darurat cukup untuk memenuhi pengeluaran selama 6-9 kali jika kamu sudah berkeluarga, atau 3-6 kali jika kamu masih lajang. Di mana dana darurat ini ditempatkan? Pastikan menempatkannya di produk keuangan yang mudah dicairkan, seperti rekening tabungan, deposito, tabungan berjangka, atau emas.

8. Coba menambah penghasilan

Untuk menambah arus kas masuk, tak ada salahnya mencoba menambah penghasilan dengan mencari pekerjaan baru atau melakukan bisnis atau pekerjaan sampingan. Saat orang berkegiatan di rumah saja seperti sekarang ini, ada beberapa peluang usaha yang bisa kamu jajaki. Misalnya bisnis katering, kurir, pembuatan atau jualan masker, jasa edit foto dan video, dan masih banyak lagi.

9. Kalkulasi benefit yang dimiliki

Sesudah mengatur arus kas, cara mengakali anggaran keluarga berikutnya ialah memeriksa asuransi yang kamu miliki, apakah manfaat yang ditawarkan mencukupi kebutuhanmu saat ini atau tidak. Di masa pandemi seperti ini, penting untuk kamu dan keluarga tercinta terlindungi dari risiko finansial akibat sakit, termasuk COVID-19. Jangan sampai, nih, sudah gaji dipotong dan kena PHK, malah harus keluar banyak biaya jika jatuh sakit. Jika polis asuransimu belum memberikan perlindungan tersebut, segera hubungi agen asuransi untuk mencari produk yang tepat.

Baca juga: Cara Work From Home Yang Efisien untuk Keluarga, Begini Tipsnya

10. Menyesuaikan periode pembayaran asuransi

Jika kamu kesulitan membayar premi asuransi, jangan buru-buru mematikan polis asuransi. Pertama, pelajari. Apakah produk asuransi yang kamu punya memiliki fitur untuk mengubah periode pembayaran? Saat ini, ada asuransi fleksibel yang memungkinkan kamu mengatur sendiri premi sesuai kebutuhan. Jadi, kamu bisa meningkatkan atau menurunkan premi sesuai dengan kemampuan finansialmu. Contoh, asuransi jiwa Flexi Life dan asuransi penyakit kritis Flexi Critical Illness.

Strategi kedua yang bisa kamu lakukan ketika kesulitan membayar premi ialah dengan melakukan cuti premi. Jika kamu nasabah unit link dengan keikutsertaan lebih dari tujuh tahun, biasanya polis asuransimu sudah membentuk nilai tunai. Saat ekonomi sedang tidak memungkinkan untuk membayar premi secara tunai, kamu bisa membayarnya dengan nilai tunai yang terbentuk dari investasi unit link. Ini yang dinamakan cuti premi.

Ketiga, kamu juga bisa mengajukan perubahan sistem pembayaran, misalnya dari bulanan menjadi kuartalan atau tahunan. Lalu keempat, kamu bisa mengajukan perubahan cara pembayaran dari otodebit menjadi transfer manual.

Dengan cara mengakali anggaran keluarga di atas, semoga kamu tetap semangat dan tidak putus asa setelah gaji dipotong atau terkena PHK. Ini memang masa-masa sulit. Tapi kamu tidak sendiri. Ayo bangkit. #iGotYourBack

Related Posts

Menghargai Nilai Diri Bersama Andhika Diskartes

How much do you value yourself? Kalau harus memberi nilai diri sendiri, berapa angka yang menurut kamu layak? Dala...

Cara Menemukan Asuransi Jiwa yang Cocok menurut Indah Hapsari

"Dalam proses financial planning, asuransi jiwa adalah sebuah pondasi." - Indah Hapsari. Co-Founder & Head of Adv...

Apa Fungsi Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Jiwa?

Tahun 2020 bisa dibilang tahun yang selalu dimulai dengan kata "pertama". Pertama tinggal di rumah untuk sekian lama. Pe...




« | »
Read previous post:
Strategi siapkan dana darurat pandemi astra life
Strategi Siapkan Dana Darurat sebagai Benteng Pertahanan di Masa Pandemi

Pandemi memberi pelajaran berharga tentang pentingnya memiliki dana darurat. Saat kondisi ekonomi tertekan dan pendapatan keluarga menurun, ada ketidaksesuaian (mismatch)...

Close