12 Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum di Era New Normal

Aman Menggunakan Transportasi Umum di Era New Normal

Fase new normal sudah hadir. Say goodbye to work from home (WFH), kini saatnya banyak dari kita kembali ke kantor.

Bagi yang tidak memiliki kendaraan pribadi, siapkan diri untuk berangkat dan pulang kantor menggunakan transportasi umum. Agar tetap aman dari virus, kamu harus membentengi diri dengan beberapa tindakan preventif.

Aman Menggunakan Transportasi Umum di Masa New Normal

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh BMC Infectious Diseases selama wabah flu menunjukkan, mereka yang menggunakan transportasi publik terutama bus dan kereta memiliki risiko infeksi saluran pernapasan akut enam kali lebih tinggi daripada orang yang tidak menggunakan transportasi umum.

Agar tetap aman selama menggunakan transportasi umum di era new normal, kamu perlu menjalankan beberapa tindakan pencegahan. Berikut ini 12 tips  yang bisa kamu terapkan:

1. Pastikan kondisimu sehat

Sebelum bepergian dengan menggunakan transportasi umum, pastikan kamu tidak memiliki gejala COVID-19. Beberapa gejala umum virus tersebut di antaranya adalah panas, batuk kering, nyeri tenggorokan dan sesak nafas.

Sejumlah fasilitas transportasi publik juga melakukan pengecekan suhu badan para penumpangnya. Jika suhu badanmu di atas 38 derajat celcius, kamu tidak akan diizinkan untuk naik kereta listrik (KRL), light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT). Bahkan untuk perjalanan dengan kereta api jarak jauh dan pesawat, kamu harus menunjukkan hasil rapid test bebas COVID-19.

2. Selalu gunakan masker

Selama menggunakan transportasi publik seperti bus, kereta, pesawat hingga ojek online, kamu wajib menggunakan masker untuk menutup mulut dan hidung. Tidak ada keharusan menggunakan masker medis, gunakan saja masker kain yang memadai.

World Health Organization (WHO) merekomendasikan penggunaan masker non medis berbahan kain minimal tiga lapis. Masker kain tersebut dinyatakan aman untuk mencegah penyebaran virus tapi tetap nyaman digunakan dan tidak menghambat pernafasan.

Baca juga: Strategi Siapkan Dana Darurat sebagai Benteng Pertahanan di Masa Pandemi

3. Bawa hand sanitizer

Penyebaran virus corona bisa melalui cairan yang keluar dari mulut seseorang yang sudah terinfeksi saat berbicara, bersin atau batuk. Cairan tersebut dapat menempel pada benda-benda tertentu yang mungkin kamu pegang selama berada di angkutan kota, bus atau kereta.

Hand sanitizer yang menggunakan bahan alkohol berfungsi untuk membunuh kuman atau bakteri yang menempel di tangan kamu. Jadi pastikan untuk selalu membawanya setiap bepergian menggunakan transportasi publik. Gunakan hand sanitizer seperlunya. Penggunaan yang berlebihan dapat memberikan efek samping seperti tangan kering, terasa panas atau gatal-gatal.

4. Bekali diri dengan disinfektan travel size

Kamu tidak pernah tahu apakah benda yang disentuh selama menggunakan transportasi publik bersih dari virus atau tidak. Jadi tidak ada salahnya jika kamu menyemprotkan disinfektan dan mengelap permukaan yang akan kamu pegang terlebih dahulu seperti pada pegangan tangan atau kursi yang akan diduduki.

Bedanya dengan hand sanitizer, disinfektan berfungsi untuk membunuh kuman dan virus pada permukaan benda, bukan pada tubuh manusia. Tapi  sebaiknya gunakan disinfektan dengan bahan yang aman bersentuhan dengan kulit dan tangan seperti benzalkonium chloride. Agar memudahkan untuk dibawa bepergian, pilihlah disinfektan dalam kemasan travel size.

5. Jaga jarak aman

Social distancing harus tetap dijalankan selama kamu melakukan perjalanan dengan transportasi umum. Usahakan untuk selalu menjaga jarak aman dengan orang lain.

Dalam posisi duduk, jaga jarak dengan penumpang lain minimal satu kursi. Seandainya kamu terpaksa harus berdiri, usahakan untuk menjaga jarak minimal satu meter. Tapi jika tidak memungkinkan, setidaknya kamu bisa menjaga jarak satu lengan dengan penumpang lain.

Baca juga: Gaji Dipotong atau Terkena PHK, Bagaimana Cara Mengakali Anggaran Keluarga?

6. Jangan gonti-ganti pegangan

Semakin sering menyentuh permukaan, semakin besar pula kemungkinan virus menempel di tangan kamu. Jadi sebaiknya hindari memegang tiang atau pegangan yang berbeda-beda.

Berpegangan hanya pada satu tempat akan jauh lebih aman. Apalagi jika sebelum menyentuh tiang atau pegangan tersebut, kamu sudah menggunakan hand sanitizer dan menyemprotkan disinfektan ke permukaan benda tersebut.

7. Batasi berbicara dengan orang lain

Virus corona dapat menyebar lewat cairan yang keluar dari mulut saat kita berbicara. Meskipun sudah menggunakan masker, peluang cairan dari mulut jatuh ke tempat lain masih ada. Jadi sebisa mungkin hindari untuk berbicara atau mengobrol dengan orang lain selama berada di ruang transportasi publik.

Baca juga: Hal Terpenting Yang Harus Kita Miliki Saat Pandemi

8. Bayar secara non tunai

Virus juga bisa menempel pada uang tunai yang telah berpindah-pindah dari satu tangan ke tangan yang lain. Jadi sebisa mungkin hindari pengunaan uang tunai untuk membayar jasa transportasi publik yang kamu tumpangi. Melakukan pembayaran non tunai akan menjadi pilihan sangat bijak di era new normal.

Sebelum naik transportasi umum, pastikan kartu atau aplikasi uang elektronik kamu memiliki saldo yang cukup. Jika tidak, segera lakukan top up agar kamu tidak perlu membayar dengan uang tunai.

9. Hindari jam sibuk

Setelah kebijakan new normal berlaku, kantor-kantor dan fasilitas publik kembali beroperasi secara normal. Kepadatan penumpang transportasi publik pun kembali terlihat terutama pada jam sibuk seperti jam berangkat dan pulang kerja.

Jika memungkinkan, gunakan transportasi publik tidak pada jam sibuk. Jumlah penumpang transportasi publik seperti bus dan kereta di luar jam sibuk akan lebih sedikit. Jadi kamu bisa naik transportasi umum dengan ruang yang lebih longgar dan lebih aman.

10. Bawa helm sendiri

Di era new normal, ojek online sudah diperbolehkan untuk mengangkut penumpang lagi. Jika kamu menggunakan ojek online, pengemudi pasti sudah menyediakan helm. Satu helm tersebut akan dipergunakan oleh semua penumpang yang dia bawa.

Kita tidak tahu apakah penumpang-penumpang sebelumnya bebas dari virus atau tidak. Maka untuk lebih amannya, sebaiknya kamu membawa dan menggunakan helm sendiri yang bersih. Memang agak merepotkan, tapi akan jauh lebih aman.

11. Cuci tangan dengan sabun

Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik sangat efektif untuk membunuh kuman dan virus. Lakukan hal tersebut sebelum dan setelah menggunakan transportasi publik. Sebelum mencuci tangan, usahakan untuk tidak menyentuh area wajah.

Sejumlah ruang publik seperti stasiun dan terminal bus kini telah menyediakan fasilitas untuk cuci tangan dengan sabun. Jadi kamu tidak perlu repot mencari-cari toilet atau kamar mandi.

12. Bekali diri dengan proteksi

Sejumlah langkah pencegahan sudah dilakukan, tapi bukan berarti kamu bebas dari risiko. Di tengah padatnya penumpang transportasi publik, bahaya penyakit selalu mengintai. Semua orang pasti tidak menginginkan sakit, apalagi harus tutup usia. Tapi kalau itu harus terjadi, akan terjadi guncangan hebat pada finansial keluarga kamu. Terutama jika kamu pencari nafkah satu-satunya, kalau kamu harus tutup usia, siapa yang akan mengganti pemasukkan mu?

Solusi untuk menutup risiko ini adalah dengan memiliki asuransi jiwa. Di tengah pandemi seperti ini, proteksi keuangan adalah esensi. Semua hal tidak pasti, maka dari itu kita harus selalu berjaga-jaga.

Flexi Life adalah produk asuransi jiwa yang menawarkan perlindungan terhadap penyakit COVID-19. Artinya, kalau kamu memiliki produk ini dan harus tutup usia karena COVID-19, keluargamu bisa mendapatkan dana hingga Rp5 Miliar. Sehingga, meskipun kamu tidak bisa menopang keuangan keluargamu lagi, mereka masih tetap bisa melanjutkan hidupnya.

Setelah membaca tips aman menggunakan transportasi umum di era new normal, kamu diharapkan bisa membentengi diri dari virus corona secara optimal. Jadi kamu tak perlu lagi khawatir berlebihan. Tetap produktif dan selalu jaga kesehatan. #iGotYourBack

Related Posts

Rekomendasi Film dan Serial Netflix Pelepas Stres di Masa Pandemi Corona

Bioskop segera buka kembali? Ya, pemerintah memang tengah mempertimbangkan untuk membuka kembali bioskop. Dilansir Komp...

Agar Tetap Aman Olahraga di Tengah Pandemi, Perhatikan 9 Tips Ini

Selain meningkatkan daya tahan tubuh, olahraga juga bisa membuat tubuh menghasilkan hormon endorfin yang berfungsi membu...

Rentan Terinfeksi COVID-19, Ini Panduan Periksa Kehamilan saat Pandemi

Di tengah pandemi, COVID-19 menjadi ancaman serius bagi ibu hamil. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) ...




« | »
Read previous post:
Jalani WFO dengan Aman
The New Normal: Cara Jalani WFO dengan Aman

Selamat datang di era new normal, di mana kita harus hidup berdampingan dengan virus corona. Masa transisi ini dapat kita lihat...

Close