Dari Karyawan, Ingin Jadi Pengusaha? Lakukan Persiapan Finansial Ini

karyawan jadi pengusaha

Setelah sukses meniti karier sebagai karyawan selama sekian tahun, ada kalanya seseorang ingin berubah haluan menjadi pengusaha. Boleh jadi, tujuannya adalah untuk mencoba tantangan baru, meningkatkan penghasilan, agar bisa punya waktu kerja yang fleksibel, atau supaya bisa sambil mengawasi anak.

Baca juga: Anda Karyawan atau Freelance? Yuk, Simak Persiapan Agar Pensiun Mapan Berikut

Apapun alasannya, menjadi pengusaha adalah salah satu keputusan besar yang perlu dipersiapkan matang. Salah satu hal yang mesti disiapkan ketika seseorang beralih dari karyawan menjadi bos atau pengusaha ialah soal finansial. Jika Anda termasuk karyawan yang berencana menjadi usahawan dalam waktu dekat, ada beberapa persiapan finansial yang perlu dilakukan.

1. Susun Kerangka Bisnis

Jika ingin berhasil dalam bisnis, Anda perlu merencanakannya dengan matang, mulai dari riset pasar, menentukan ide usaha, target pasar, sampai membuat kerangka bisnis. Dalam menyusun kerangka bisnis, Anda bisa menentukan standard operational procedure, budgeting, target penjualan, perkiraan break even point atau balik modal, strategi pemasaran, cara mengumpulkan modal, lokasi usaha, jumlah karyawan yang hendak direkrut, cara mendapatkan pasokan, serta menyiapkan pembukuan.

2. Rintis usaha sebelum mengundurkan diri dari perusahaan

Dari segi penghasilan juga sangat berbeda. Karyawan akan menerima penghasilan setiap bulan. Sebaliknya, bila Anda membuka usaha sendiri, penghasilan akan fluktuatif bahkan tidak pasti tergantung pada kemampuan Anda mengembangkan bisnis.

Supaya bisnis lebih matang, Anda dapat merintisnya sejak masih berstatus karyawan. Anda bisa melakoni usaha di sela kesibukan di kantor, misalnya saat pulang kantor, istirahat makan siang, atau di waktu libur. Jagalah supaya pekerjaan di kantor tidak terbengkalai karena kesibukan Anda merintis bisnis sendiri. Caranya, Anda bisa mempekerjakan karyawan atau bekerja sama dengan pasangan merintis bisnis tersebut. Pastikan juga berkomitmen tidak memakai fasilitas kantor ataupun “mencuri” jam kantor di tahap ini.

Anda juga perlu memantau bisnis dan karyawan Anda, disiplin melakukan evaluasi, membuat laporan keuangan sederhana, serta mengecek stok barang secara berkala. Jangan lupa untuk memutar pendapatan bisnis Anda untuk menambah stok dan menggunakan sebagian keuntungan untuk mengembangkan usaha. Agar keuangan pribadi tidak tercampur dengan keuangan bisnis, sebaiknya Anda memisahkan rekening keduanya.

Baca juga: Baru Promosi Jabatan? Saatnya Membidik Rumah Idaman

3. Atur strategi untuk mengumpulkan modal

Modal usaha menjadi hal penting untuk dipersiapkan bila Anda ingin putar haluan menjadi usahawan. Ada beberapa cara yang bisa Anda timbang untuk menyiapkan modal. Pertama, Anda bisa menggunakan tabungan yang dikumpulkan dari gaji dan penghasilan tambahan. Kedua, Anda bisa mencari soft loan atau pinjaman lunak dari teman atau kerabat. Ketiga, Anda bisa membentuk usaha dengan modal patungan atau joint venture dengan mitra terpercaya supaya modal lebih ringan. Keempat, Anda juga bisa mengakses kredit dari lembaga keuangan. Beberapa pilihan pinjaman dari lembaga keuangan yang layak Anda pertimbangkan misalnya:

  • Kredit usaha rakyat (KUR) dari perbankan. KUR menawarkan bunga murah, rata-rata 7% per tahun. Plafon pinjaman dengan agunan ini mencapai Rp500 juta dengan tenor di bawah lima tahun.
  • Kredit koperasi simpan pinjam. Jika kantor tempat Anda bekerja memiliki koperasi simpan pinjam karyawan, pendanaan dari koperasi tersebut bisa Anda pertimbangkan. Kredit koperasi simpan pinjam bunganya bisa cukup terjangka mulai 7% per tahun dengan syarat agunan. Namun, pastikan tenor pinjaman yang akan Anda ambil cukup pendek, sehingga tidak melewati hari terakhir Anda bekerja di kantor tersebut.
  • Kredit tanpa agunan (KTA). Jenis pinjaman ini tidak mensyaratkan agunan dan bisa Anda dapatkan lebih cepat. Anda bisa mengajukan KTA ke bank atau lembaga financial technology (fintech). Kekurangannya, bunga KTA cukup mahal mulai 12%-14% per tahun.

3. Miliki dana darurat

Di samping modal, Anda juga perlu menyiapkan dana darurat yang bisa digunakan untuk berjaga-jaga jika penghasilan dari bisnis Anda belum stabil. Besarnya dana darurat ini beragam. Siapkan dana darurat minimal tiga kali besar pengeluaran bulanan. Bila Anda sudah berkeluarga, siapkan saldo dana darurat hingga 12 kali nilai pengeluaran bulanan. Dengan adanya dana darurat. Anda dan keluarga bisa tetap tenang untuk menjalani hidup normal dengan perencanaan keuangan yang baik sekalipun ketika bisnis sedang tidak lancar.

 

4. Lindungi diri Anda dengan asuransi jiwa

Menjadi bos berarti tanggung jawab juga bertambah. Ketika menjadi karyawan, Anda hanya bertanggung jawab sebagai pencari nafkah bagi keluarga. Namun sebagai pengusaha, Anda juga bertanggung jawab atas karyawan dan keberlangsungan usaha Anda. Agar keluarga dan usaha terlindungi, Anda perlu memproteksi diri dan karyawan dengan dua macam asuransi jiwa.

Pertama, Untuk perlindungan diri sebagai pemilik usaha, pilihlah asuransi jiwa yang fleksibel sehingga memudahkan Anda #AturSendiri besar premi dan Uang Pertanggungan. Fitur ultra fleksibel ini dimiliki oleh Flexi Life, asuransi jiwa dari Astra Life. Cukup dengan satu polis, Flexi Life bisa membantu Anda memastikan proteksi jiwa terpenuhi.

Contohnya, ketika Anda menjadi karyawan dan lajang, Anda dapat memiliki polis Flexi Life dengan Uang Pertanggungan (UP) Rp500 juta. Ketika sudah berkeluarga, UP bisa Anda naikkan jadi Rp2,5 miliar. Kelak saat Anda beralih menjadi pengusaha dengan tanggung jawab lebih besar, Anda dapat meningkatkan UP menjadi Rp5 miliar. Besar UP ini dapat Anda upgrade atau downgrade sesuai dengan perkembangan usaha.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Flexi Life: Asuransi Ultra Fleksibel Pertama di Indonesia

Kedua, untuk perlindungan bagi karyawan, Anda bisa mempertimbangkan Kado Love Life 100, asuransi jiwa yang menyediakan perlindungan atas risiko kematian dan penggantian biaya rawat jalan darurat akibat kecelakaan dengan premi terjangkau. Jika memiliki Kado Love Life 100, ketika karyawan mengalami risiko kecelakaan, tertanggung akan menerima penggantian (reimbursement) biaya rawat jalan darurat hingga Rp3 juta per tahun. Adapun jika karyawan meninggal, maka keluarga yang ditinggalkan akan mendapatkan UP hingga Rp30 juta. Kedua manfaat ini dapat diperoleh dengan premi Rp100.000 untuk perlindungan selama setahun.

5. Selalu siapkan plan B

Siapa sih yang mau usahanya gagal? Tak ada seorang pun yang ingin bisnisnya gagal. Tapi, agar stabilitas manajemen keuangan terkelola, selalu siapkan alternatif atau plan B jika ternyata bisnis Anda belum berhasil. Ada bermacam plan B yang bisa disiapkan, misalnya kembali ke dunia kantoran, mulai usaha dengan modal yang lebih terjangkau, atau bisa juga menjadi self-employed atau pekerja mandiri. Pastikan Anda memiliki kemampuan yang mumpuni dalam menjalani plan B ini.

Dengan melakukan lima persiapan itu, impian Anda beralih dari karyawan menjadi pengusaha akan lebih bisa terwujud. Semangat dan semoga berhasil, ya!

Info Lanjut Flexi Life




« | »
Read previous post:
aplikasi ayah
Intip 5 Aplikasi yang Membantu Ayah Baru Mengurus Buah Hati

Setiap ayah pasti merasa bahagia saat di kecil datang ke dalam hidupnya. Namun, ada kalanya sang ayah terkadang merasa bingung...

Close