Mengalami Gejala Long Covid? Jangan Panik, Ini 7 Cara Menyikapinya

Sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 tapi badan masih terasa tidak fit? Mungkin kamu mengalami gejala long covid. 

Long-Covid-Header

Mengalami Gejala Long Covid? Jangan Panik, Ini 7 Cara Menyikapinya

Sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 tapi badan masih terasa tidak fit? Mungkin kamu mengalami gejala long covid. 

Sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 tapi kok badan masih terasa tidak fit ya? Batuk tetap ada, bahkan nafas masih pendek-pendek. Ada yang pernah merasakan hal yang sama? Mungkin saja kamu mengalami gejala long covid. Jangan panik dulu, simak yuk cara menyikapinya.

Penyebaran coronavirus disease (Covid-19) yang masih terjadi hingga kini memang terus menjadi sorotan. Apalagi setelah masuknya varian baru yang memiliki daya sebar lebih cepat. Selain penyebarannya, ternyata efek yang dirasakan oleh orang yang terpapar Covid-19 juga ikut menjadi perhatian. Ada orang yang benar-benar bebas dari gejala Covid-19 dalam 14 hari. Namun ternyata ada pula yang masih merasakan gejalanya lebih lama, bahkan meskipun telah dinyatakan sembuh atau negatif.

Sejumlah ahli termasuk Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro, seperti dikutip dari Kontan, menyebutkan bahwa virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 bersifat self-limiting disease. Jadi dapat sembuh sendiri setelah periode infeksi selesai. Adapun periode infeksi atau penularan biasanya berlangsung selama 10-14 hari.

Apa itu Long Covid?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat menjelaskan dalam laman resminya bahwa memang ada kemungkinan orang-orang yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 tetapi masih merasakan sejumlah gejala di tubuhnya. Kondisi ini disebut sebagai Post-Covid Condition atau Long Covid, Long-haul Covid, Post-acute Covid-19, Long-term effects of Covid, atau Chronic Covid.

CDC menyebutkan kondisi Long Covid ini bisa dialami seseorang hingga 4 minggu atau lebih setelah pertama kali mereka terinfeksi Covid-19. Risiko Long Covid ini tak hanya untuk seseorang yang sempat terserang gejala berat saja tetapi juga gejala sedang dan ringan. Bahkan CDC menuliskan bahwa orang yang tak bergejala dalam beberapa hari atau minggu setelah terinfeksi virus juga tetap bisa mengalami kondisi pasca-Covid atau Long Covid ini.

Namun, perlu diingat bahwa gejala yang timbul dalam masa Long covid terjadi akibat efek dari infeksi yang sempat dialami. Gejala Long Covid ini bisa timbul bahkan hingga 3-6 bulan, tetapi masa penularannya tidak selama itu.

Hasil penelitian dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia sebagaimana dikutip dalam laman resmi Satgas Penanganan Covid-19 menyebutkan bahwa 53,7% pasien mengalami gejala Long Covid selama 1 bulan, 43,6% selama 1-6 bulan, dan 2,7% lebih dari 6 bulan. Meskipun bisa diatasi secara medis, gejala sisa yang timbul ini masih perlu diwaspadai.

Adapun beberapa orang yang lebih rentan mengalami long covid antara lain pasien yang terbiasa dengan gaya hidup buruk seperti merokok, pasien yang memiliki gejala berat saat terinfeksi covid-19. Selain itu kondisi psikologis pasien bisa ikut mempengaruhi misalnya untuk orang yang mudah cemas dan depresi.

Cara Menyikapi Long Covid

Lalu bagaimana jika kamu ternyata mengalami gejala Long Covid? Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah jangan panik. Ingat, bahwa kepanikan hanya membuat tingkat stress kamu meningkat yang pada akhirnya bisa berpengaruh pada daya tahan tubuhmu. 

Seperti diketahui stress yang muncul bisa membuat kamu sulit tidur hingga kehilangan nafsu makan atau justru malah berlebih. Jika terus berlanjut hal ini bisa membuat kesehatan fisikmu turut terganggu.

Selanjutnya, kamu bisa melakukan hal-hal berikut ini untuk mengatasi atau menyikapi gejala long covid yang masih muncul:

1. Istirahat Yang Cukup

Mudah lelah merupakan salah satu gejala Long Covid yang sering dialami. Hal ini sebenarnya cukup wajar karena tubuh baru saja berjuang melawan infeksi virus, sehingga membutuhkan waktu pula untuk kembali pulih. Meskipun sudah dinyatakan negatif, tetapi tubuh masih perlu penyesuaian untuk bisa kembali beraktivitas normal. Apalagi jika saat positif kamu lebih banyak berbaring dan mengalami gejala sedang dan berat. Jika kamu mengalami gejala Long Covid ini, maka adaptasi untuk kembali ke aktivitas normal bisa saja membutuhkan waktu lebih lama lagi. Untuk itu, kamu perlu meluangkan waktu untuk mengembalikan kondisi tubuh. Mulai perlahan dan bertahap dari kegiatan ringan dulu.

2. Latihan Pernapasan

Keluhan lain yang masih suka dirasakan adalah napas yang belum teratur. Seperti pendek-pendek bahkan sulit bernapas. Hal ini juga berpengaruh pada saturasi yang terkadang masih naik turun. Untuk itu, kamu perlu melakukan latihan pernapasan. Misalnya saja berlatih deep breathing dengan mengambil napas secara dalam melalui hidung dan mengeluarkannya perlahan melalui hidung atapun mulut. Hal ini sangat baik untuk memulihkan fungsi paru-paru. Lakukan sesuai kemampuan. 

Teknik pernapasan lain yang bisa dicoba adalah pernapasan diafragma atau perut. Di sini kamu perlu fokus pada bagian perut. Ketika menghirup napas maka perut mengembang secara maksimal dan mengempis kembali saat menghembuskan napas. Kamu bisa lakukan ini dengan berbaring telentang ataupun duduk tegak. Letakkan tangan pada perut untuk mengetahui apakah teknik pernapasannya sudah benar dengan merasakan gerakan perut yang mengembang dan mengempis. Kamu bisa lakukan ini dalam 3 atau 5 kali siklus napas atau lakukan sesuai kemampuan.

3. Proning

Prone atau proning merupakan sebuah metode yang dilakukan untuk meningkatkan saturasi oksigen. Metode ini bisa kamu lakukan jika masih mengalami gejala batuk, sesak napas, ataupun saturasi yang belum stabil setelah sembuh dari covid. Caranya kamu bisa letakkan tubuh dengan posisi tengkurap serta miring ke kanan dan ke kiri. Untuk melakukannya, kamu perlu menyiapkan 3 buah bantal untuk ditaruh di bagian kepala, panggul, dan kaki. Selain itu kamu bisa menumpuk 3 buah bantal tersebut lalu kamu duduk bersandar. Kamu bisa lakukan setiap posisi ini sekitar 30 menit atau semampunya.

4. Berjemur

Batuk kering biasanya juga masih suka bertahan pada seorang penyintas covid meskipun telah dinyatakan negatif. Selain mengkonsumsi obat yang diberikan dokter, kamu juga perlu rajin berjemur. Paparan sinar matahari pagi sangat baik untuk tubuhmu. Sinar ultraviolet dari cahaya matahari akan merangsang tubuh menghasilkan vitamin D dan membuat daya tahan tubuh ikut meningkat. Banyak ahli yang menyarankan untuk berjemur sekitar pukul 09.00-10.00 WIB. Berjemur juga tak perlu berlama-lama, yakni sekitar 15 menit sudah cukup. Bisa dilakukan setiap hari atau minimal 3 kali dalam seminggu. Lakukan hal ini secara rutin untuk menghindari kamu dari risiko Long Covid.

5. Lakukan Pemeriksaan Secara Berkala

Meski sudah dinyatakan sembuh, apabila masih merasakan gejala yang sama saat masih terpapar Covid-19 atau bahkan memburuk, maka kamu dianjurkan untuk secara rutin berkonsultasi kepada dokter atau tenaga medis untuk memantau kondisi kesehatan kamu. Pemeriksaan ini juga diperlukan untuk mengetahui apakah ada obat-obatan yang masih perlu kamu minum. Karena meski virus sudah tidak ada di dalam tubuh, bagi sebagian orang organ-organ yang terinfeksi tidak secara otomatis sembuh, sehingga membutuhkan bantuan obat-obatan untuk memperbaikinya. Pemeriksaan rutin akan membantu kamu mengetahui apabila nantinya ada indikasi Long Covid.

6. Jaga Kesehatan Mental

Tingkat stress penderita Covid maupun Long Covid sangat tinggi, oleh karena itu menjaga kesehatan mental sangat diperlukan dalam kondisi tersebut agar pemulihan bisa lebih cepat. Salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah dengan memilah informasi. Hindari informasi yang bisa mengganggu mood atau emosi kamu. Kamu juga bisa melakukan latihan pernapasan, meditasi, olahraga untuk ikut menyegarkan pikiran. Jika kamu merasa stress tidak dapat tertangani atau mengganggu kegiatan, kamu bisa juga mengkonsultasikannya kepada psikolog.

7. Konsumsi Asupan Sehat dan Bergizi

Hal lainnya yang tetap harus kamu lakukan untuk mengatasi long Covid adalah tetap memperhatikan asupan makanan dan minuman yang sehat dan gizi seimbang. Karena dengan asupan yang sehat bisa membantu daya tahan tubuh kamu terus meningkat sehingga diharapkan bisa membantu proses pemulihan. Jangan lupa juga untuk minum air putih dengan cukup. 

Apa Bahaya Long Covid?

Efek jangka panjang Covid yang masih terjadi memberikan sinyal bahwa tubuh masih belum fit 100%. Meskipun telah dinyatakan sembuh atau negatif, tetapi tubuh masih belum mampu sepenuhnya kembali seperti semula. Jika kamu mengabaikan dan justru memaksakan aktivitas, hati-hati dengan potensi dampak yang lebih buruk lagi bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Beberapa dampak jangka panjang harus diwaspadai antara lain:

- Gangguan Sistem Pernapasan

Sebuah penelitian yang dilakukan di China menyebut, penyintas Covid-19 dengan gejala yang parah mengalami gangguan pada paru-parunya. Gejala gangguan pernapasan bisa dirasakan oleh pasien hingga empat bulan setelah sembuh. Jika dibiarkan, dalam jangka panjang gangguan ini akan semakin membahayakan.

- Gangguan Organ Tubuh

Dikutip dari Hopkindsmedicine.org salah satu organ tubuh yang terganggu karena Covid-19 adalah hati. Selain karena virus, gangguan pada hati juga dapat dipicu oleh pemberian obat selama perawatan penyembuhan, yang mengakibatkan aliran sitokin di dalam tubuh sehingga membuat enzim di dalam hati lebih tinggi. Selain gangguan hati, bagi sebagian orang juga beresiko mengalami gangguan organ lainnya seperti jantung dan ginjal untuk jangka panjang jika tak ditangani.

- Gangguan Sistem Pencernaan

Gangguan pencernaan merupakan salah satu gejala umum yang dialami penderita Covid-19. Beberapa gejala yang tampak diantaranya sakit perut, kram, mual, kehilangan nafsu makan, sakit perut, diare dan lainnya. Gangguan ini bisa tetap dirasakan penderita Covid-19 yang telah sembuh, karena kemampuan sistem pencernaan dalam menyerap nutrisi dan elektrolit akan menurun.

- Kesehatan Mental

Lebih dari 60.00 orang penderita Covid-19 mengalami masalah mental seperti sulit berpikir dalam jangka panjang. Menurut seorang psikolog rehabilitasi Megan Hosey, Ph.D., mengatakan bahwa waktu yang lama di ICU dapat menyebabkan delirium. Delirium adalah sebuah kebingungan akut atau berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Bahkan, beberapa pasien Covid-19 yang sembuh mengalami peradangan ringan hingga parah, stroke otak, dan kejang.

Langkah Pencegahan Long Covid

Lantas, apakah Long Covid ini bisa dicegah? Pada dasarnya penerapan protokol kesehatan yang ketat serta gaya hidup sehat masih menjadi upaya yang perlu dilakukan untuk terkena virus, termasuk dampak berkelanjutan dari Covid-19 ini.

Setelah terpapar Covid-19, memang antibodi seseorang terhadap virus tersebut akan terbentuk, tetapi tidak berarti juga setelah dinyatakan negatif seseorang itu bisa melonggarkan protokol kesehatannya. Risiko mengalami gejala long covid hingga kembali terpapar itu tetap ada.

Jangan lupa melakukan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah, diantaranya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain. Vaksinasi juga bisa kamu lakukan selama kesehatanmu mendukung dan mendapat persetujuan setelah screening sebelum vaksin. 

Berdasarkan studi North Bristol NHS dan University of Bristol, di Inggris dan penelitian di Amerika Serikat, sejumlah pasien yang terkena long covid merasa gejalanya semakin berkurang beberapa minggu setelah vaksin. Namun demikian penelitian itu masih perlu dikaji lebih lanjut, karena efek yang dirasakan setiap orang berbeda-beda.

Perlu diingat pula bahwa vaksinasi bukanlah obat atau jaminan tidak terkena virus melainkan sebagai salah satu upaya kita melindungi diri dari serangan virus yang ada. Kalaupun sampai terinfeksi diharapkan gejalanya tidak terlalu berat.

Perlindungan kesehatan diri sendiri dan keluarga memang patut terus diperhatikan, apalagi di tengah masa pandemi yang masih belum diketahui akhirnya ini. Selain langkah-langkah di atas kamu bisa juga menambah perlindungan kesehatan dengan produk asuransi kesehatan. Kamu juga bisa mempertimbangkan asuransi yang bisa memberikan perlindungan Covid-19.

Medicare Premier dari Astra Life bisa menjadi salah satu pilihan. Asuransi ini memiliki kenyamanan dan prioritas sebagai sebuah asuransi kesehatan seperti layanan privat ‘one bed & one bathroom’.

Asuransi ini juga memberikan kemudahan melalui 1 Polis 1 Keluarga, jadi tidak perlu pusing lagi membayarkan beberapa polis asuransi dan seluruh keluarga memiliki perlindungan, kenyamanan dan prioritas yang sama.

Selain itu, Astra Life juga memiliki Program Santunan Keluarga Covid-19. Sebuah program yang diberikan kepada setiap pelanggan Astra Life yang memenuhi syarat dan ketentuan program.

Untuk info selengkapnya, kamu bisa kunjungi astralife.co.id dan temukan solusi untuk perlindungan kesehatanmu. Follow juga instagram @AstraLife untuk mendapatkan tips-tips bermanfaat lainnya. Urusan Sehat Jadi Tenang, #iGotYourBack.

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!