
Bulan Ramadan Jadi momen Reset Hidup Yang Lebih Sehat
Ramadan bukan sekadar menahan lapar, tetapi momentum untuk melatih disiplin
Di masa pandemi, berbagai himbauan yang ada sungguh membuat kita bingung jika tiba-tiba kita sakit gigi dan perlu ke dokter gigi.
Dengan adanya berbagai himbauan menjaga jarak dan protokol kesehatan yang ketat, sungguh membingungkan jika kita tiba-tiba kita sakit gigi dan perlu ke dokter gigi? Apa saja yang harus dipersiapkan ketika kita mau berobat ke dokter gigi di musim pandemi ini?
Memakai masker dan menjaga jarak menjadi dua dari tiga protokol kesehatan yang perlu dilakukan secara tertib di masa pandemi. Dua hal tersebut penting dilakukan untuk meminimalisir terkenanya droplet orang lain. Selain itu, rongga mulut dan hidung harus dilindungi karena menjadi organ yang paling rentan terserang virus Covid-19. Namun, bagaimana jika tiba-tiba sakit gigi datang menghampiri? Apakah cukup aman untuk pergi ke dokter gigi di masa pandemi? Apa saja yang perlu kita perhatikan saat berkunjung ke dokter gigi?
Tak bisa dipungkiri, sakit gigi merupakan kondisi yang membuat seseorang tidak nyaman melakukan apapun. Makan sulit, berkonsentrasi untuk melakukan kegiatan sehari-hari bisa ikut terganggu, hingga mempengaruhi naik turunnya mood seseorang. Namun, di masa pandemi seperti ini, tentu ada rasa khawatir untuk periksa gigi.
Sebelum masa pandemi, masyarakat memang diimbau untuk rutin memeriksa kesehatan gigi setiap 6 bulan sekali untuk orang dewasa dan 3 bulan sekali bagi anak-anak. Pemeriksaan rutin biasanya dilakukan untuk mencegah timbulnya sakit gigi, pembersihan karang gigi, atau perawatan yang sifatnya estetik.
Seperti diketahui dalam melakukan pemeriksaan gigi, jarak antara dokter dan pasien tentu tidak bisa dilakukan kurang dari satu meter. Selain itu, pasien perlu membuka mulut untuk melihat sumber masalahnya. Padahal membuka mulut dengan jarak yang dekat dengan orang lainnya sangat rentan terhadap risiko penularan Covid-19. Risiko tak hanya bagi pasien tetapi juga bagi dokter yang memeriksa.
Melihat tingginya risiko tersebut, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) pada 2020 lalu pun mengeluarkan himbauan kepada masyarakat untuk menunda ke dokter gigi jika tidak dalam kondisi yang darurat. Artinya, pemeriksaan rutin setiap 6 bulan sekali bagi orang dewasa dan 3 bulan sekali bagi anak-anak masih bisa ditunda. Selain itu, PDGI pun mengeluarkan aturan praktik khusus selama pandemi berlangsung, berupa protokol kesehatan yang perlu dipatuhi saat pemeriksaan gigi berlangsung.
Lalu, kapan kita perlu datang ke dokter gigi? Kondisi darurat seperti apa yang dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan gigi? Berikut ulasan yang diperoleh dari berbagai sumber.
Untuk kondisi-kondisi darurat seperti di atas, tenang saja, kamu tetap bisa memeriksakan gigi kamu tapi pastikan semuanya aman. Bagaimana memastikannya? Tentu perlu dilihat bagaimana klinik, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan yang menyediakan perawatan gigi menerapkan protokol kesehatan dengan benar dan ketat.
Dikutip dari Kompas, Ketua PDGI Dr. drg. R. M. Sri Hananto Seno, Sp.BM (K)., MM menegaskan bahwa dokter dan perawat gigi harus menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap saat melakukan praktik. APD lengkap itu terdiri dari:
Selain itu, pada Maret 2020 lalu, Persatuan Dokter Gigi Indonesia juga telah mengeluarkan surat edaran berupa Pedoman Pelayanan Kedokteran Gigi Selama Pandemi. Dilihat dari website PDGI, setidaknya ada 9 hal yang perlu diperhatikan, yakni:
Jangan lupa juga untuk melakukan pembatasan fisik atau physical distancing saat ada di ruang tunggu dan ruang praktik. Jika ingin lebih aman, kamu juga bisa menelpon klinik atau rumah sakit atau fasilitas penyedia perawatan gigi untuk membuat jadwal kunjungan terlebih dahulu. Hal itu untuk meminimalisir terjadinya penumpukkan pasien di satu waktu dan membuat kamu lebih efektif juga dalam memanfaatkan waktu yang ada.
Jika hal-hal tersebut telah diterapkan, maka tidak perlu ragu lagi untuk memeriksakan gigi ke dokter gigi di masa pandemi.
Berdasarkan sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa gusi yang terluka atau gigi yang berlubang bisa membuat bakteri yang ada di dalam mulut masuk ke aliran darah melalui luka atau lubang tersebut. Jika hal tersebut terjadi maka bisa menimbulkan infeksi di organ-organ vital tubuh lainnya salah satunya jantung. Penelitian lainnya menunjukkan bahwa masalah infeksi oral pada penderita cerebrovascular ischemia atau kondisi tidak cukupnya aliran darah yang dibawa ke otak bisa memicu terjadinya stroke isemik.
Oleh karena itu, tak hanya protokol kesehatan keluar rumah saja yang perlu diperketat selama pandemi, menjaga kesehatan gigi dan mulut juga perlu diperketat di dalam rumah. Adapun, sejumlah cara untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut antara lain;
Pertama, menyikat gigi dengan pasta gigi yang mengandung fluoride secara rutin.
Kedua, ganti sikat gigi setidaknya 3 bulan sekali atau saat bulu sikat gigi sudah rusak
Ketiga, batasi konsumsi makanan dan minuman manis seperti permen, coklat, dan minuman ringan.
Keempat, tingkatkan untuk mengkonsumsi gizi yang seimbang, tak lupa untuk mengkonsumsi sayur dan buah juga
Kelima, Minum air putih setidaknya 8 gelas per hari.
Mengingat masalah kesehatan gigi dan mulut bisa berdampak pada masalah kesehatan gigi lainnya, lindungi diri anda dan keluarga juga dengan perlindungan asuransi kesehatan dari Astra Life.
Ada beberapa asuransi kesehatan dari Astra Life yang bisa kamu manfaatkan:
Asuransi kesehatan ini memberikan santunan rawat inap hingga Rp1 juta per hari. Flexi Health cocok untuk melengkapi asuransi kesehatan dari kantor atau BPJS Kesehatan agar finansialmu tidak terganggu akibat biaya tak terduga selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Kamu juga bisa dapatkan perlindungan maksimal dari Medicare Premier asuransi kesehatan tambahan (rider) dengan asuransi dasar AVA iBright Protector, yang memberikan kenyamanan bagi nasabah dan keluarga saat dirawat di rumah sakit.
Dengan Medicare Premier, kamu dan keluarga akan selalu mendapatkan layanan rawat inap dalam satu kamar dengan kamar mandi sampai kapan pun karena tidak terpengaruh inflasi. Medicare Premier juga akan membayarkan manfaat sesuai tagihan secara cashless hingga ke mancanegara.
Jadi, jangan lengah untuk menjaga kesehatanmu dimanapun dan kapanpun. Jika membutuhkan perlindungan asuransi kesehatan bisa lihat lebih rinci keterangannya di Astralife.co.id/sehatnoworries. Follow juga Instagram @AstraLife untuk mendapatkan tips-tips kesehatan lainnya. Urusan Sehat No Worries, #iGotYourBack.

Ramadan bukan sekadar menahan lapar, tetapi momentum untuk melatih disiplin

Sistem ekskresi berperan penting dalam membuang zat sisa metabolisme dan

Kenali prinsip DRABC, lima langkah dalam melakukan penyelamatan bagi korban

Stress yang dialami Wanita dapat menyebabkan beberapa gangguan. Salah satunya

Tidak hanya kulit, cuaca panas ekstrem bisa menyebabkan penurunan fungsi

Penyakit ISPA tengah menjadi perhatian masyarakat di tengah polusi udara
Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.
Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!
Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.
Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!