Ayo, Keluar dari Beban yang Ganggu Kesehatan Mental Kamu

Pagi ini, kamu bangkit dari tempat tidur dan tidak ada hal yang membuatmu bersemangat? Ayo keluar dari beban yang ganggu kesehatan mental kamu!

Keluar dari Beban yang Ganggu Kesehatan Mental Kamu

Ayo, Keluar dari Beban yang Ganggu Kesehatan Mental Kamu

Pagi ini, kamu bangkit dari tempat tidur dan tidak ada hal yang membuatmu bersemangat? Ayo keluar dari beban yang ganggu kesehatan mental kamu!

Pagi ini, kamu bangkit dari tempat tidur dengan enggan dan tidak ada hal yang membuatmu bersemangat ketika membayangkan rencana seharian. Lebih memilih rebahan dan suka menunda-nunda? Waspada, bisa jadi kamu terkena penyakit gangguan mental. Ayo keluar dari beban yang ganggu kesehatan mental kamu.

Kenali Pentingnya Kesehatan Mental

Tak banyak orang menyadari bahwa mereka sedang mengalami masalah kesehatan mental. Apa kamu sering menunda-nunda pekerjaan atau procrastinate? Lebih pilih rebahan, nonton Netflix, atau rebahan saja ketimbang mulai mengerjakan tugas-tugasmu. Tidak hanya sekali dua kali, tapi sudah menumpuk hingga akhirnya agendamu runyam dan bos marah-marah. Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, hati-hati, bisa jadi yang kamu rasakan itu bukan kemalasan biasa.

Mereka yang mengalami procrastinate merasa malas gerak alias mager, dan akhirnya memilih menunda-nunda pekerjaan. Hal ini terjadi secara akut sehingga akhirnya merusak ritme hidup dan pekerjaan. Penelitian psikologi menemukan bahwa procrastinate muncul akibat rasa inferior akut dalam alam bawah sadar kita. Kekhawatiran berlebih bahwa diri kita tidak memahami sebuah tugas dan tidak sanggup mengerjakannya, menyebabkan sikap menunda-nunda.

Dari penelitian, orang-orang yang mengalami ini, terdeteksi mengalami stres akut atau depresi yang merupakan gangguan kesehatan mental. Menurut Kompas, Oktober 2019, satu dari 10 orang di Indonesia mengalami gangguan kesehatan jiwa mulai dari gangguan secara ringan seperti anxiety disorder dan depresi, hingga gangguan kejiwaan berat. Sayangnya, banyak orang mengabaikan tanda-tanda gangguan kesehatan mental. Seringkali orang memberikan respons penolakan atau denial karena menilai gangguan kesehatan mental itu penuh stigma negatif yang memalukan. Apakah kamu salah satunya?

Lakukan Hal Ini ketika Kesehatan Mentalmu Terganggu

Kemungkinan terbesar, respons pertama yang kamu lakukan adalah, “Ah, semua masih dalam kendali kokNggak perlu membagi beban dengan orang lain.” Denial? Mungkin saja. Untuk tahu jawaban itu akurat atau tidak, tanyakan hal itu secara berkala. Jangan lelah dan berusahalah jujur pada diri sendiri.

Ketika pada akhirnya, kamu menemukan bahwa kesehatan mentalmu terganggu, jangan panik. Cari waktu untuk duduk santai dan berkontemplasi dengan diri sendiri menjadi hal utama yang perlu dilakukan. Salah satu hal terpenting untuk mengatasi gangguan terhadap kesehatan mental ialah hubunganmu dengan dirimu sendiri. Apa maksudnya sih?

1. Terapkan positive self-talk

Pertama, komunikasi yang jernih dengan diri sendiri bisa membantumu jujur terhadap kondisi yang sedang kamu hadapi saat ini. Dalam hal ini, kamu juga bisa menerapkan prinsip positive self-talk dimulai dari hal-hal kecil setiap hari secara rutin. Penelitian psikologis membuktikan positive self-talk punya efek siginifikan jangka panjang terhadap perilaku yang positif pula. Kuncinya dilakukan dengan memberikan sugesti positif terhadap diri sendiri.

Bangun tidur, semangati dirimu dengan kalimat positif yang membangun. Saat menemui kendala sepanjang hari, tarik napas panjang dan cari waktu untuk self talk. Tentu bukan komat-kamit sendirian di tengah keramaian, tapi bicara dalam hati dan merenungkan masalah dengan jernih.

Penelitian psikologis membuktikan positive self-talk punya efek siginifikan jangka panjang terhadap perilaku yang positif pula. Kuncinya dilakukan dengan memberikan sugesti positif terhadap diri sendiri.

2. Beri penghargaan pada diri sendiri

Kedua, self-reward. Coba beri penghargaan pada dirimu sendiri setiap kali kamu berhasil melakukan sesuatu. Coba hargai usaha kerasmu dalam mencapai sesuatu. Jangan terlalu menganggap remeh dirimu sendiri. Bentuknya bisa bermacam-macam dan tidak perlu selalu yang bersifat konsumtif. Alih-alih malah mengganggu cash flow, dan membuat kamu malah makin stres. Secangkir coklat panas sambil memutar lagu kesukaanmu saat me-time, atau merendam kaki di air hangat, bisa jadi hal simpel tapi efeknya besar terhadap kesehatan mental.

3. Olahraga secara teratur

Bagi kamu yang memang punya hobi berolahraga, ini akan menjadi suatu keuntungan. Olahraga menjadi salah satu cara mengurangi stres yang ampuh karena dapat mengalirkan energi secara positif yang bisa membantumu keluar dari masalah kesehatan mental. Sesuaikan dengan kondisi fisikmu, jangan memaksakan diri.

4. Cari bantuan orang terdekat untuk mengatasi masalah

Perlu pikiran yang jernih dan kejujuran untuk mengakui kamu perlu bantuan orang lain. Jangan pernah berpikir bahwa kamu sendirian menghadapi segala permasalahan itu.

Langkah selanjutnya yang perlu kamu sadari, menyadari sampai di batas mana masalah bisa kamu atasi sendiri. Perlu pikiran yang jernih dan kejujuran untuk mengakui kamu perlu bantuan orang lain. Jangan pernah berpikir bahwa kamu sendirian menghadapi segala permasalahan itu.

Setiap orang memang memiliki karakter dan nilai tersendiri dalam bersosialisasi. Pengaruh karakter introvert atau ekstrovert dapat memengaruhi seberapa mudah kamu berbagi dengan lingkungan di luar dirimu. Ada pula pengaruh individu yang memegang nilai-nilai seperti ‘what personal stays personal’ sehingga kurang suka curhat.

Bagi kamu yang mudah curhat, beban psikologis akan lebih mudah teratasi. Namun, bagi kamu yang introvert dan kesulitan berbagi melalui kegiatan itu, kamu bisa pilih solusi lainnya seperti menulis jurnal pribadi. Kamu bisa menumpahkan segala curahan hati sampai uneg-uneg melalui tulisan tanpa khawatir dengan komentar orang lain.

5. Konsultasikan pada profesional

Bicara dengan ahli atau profesional bisa menjadi salah satu pertimbangan. Apalagi, jika masalah yang kamu hadapi ternyata “tidak mempan” diatasi dengan solusi-solusi di atas.

Kamu perlu menimbang apakah beban mentalmu sudah masuk tahap yang lebih serius. Jangan ragu untuk konsultasi dengan psikolog atau psikiater jika masalah mentalmu sudah memengaruhi fisik. Contohnya seperti masalah makan (eating disorder) yang berlangsung lama, gangguan pada tidur, dan berbagai kondisi yang memengaruhi fisik lainnya.

Kabar baiknya, konseling untuk masalah gangguan mental ini masuk ke dalam cakupan manfaat BPJS Kesehatan. Pemeriksaan gangguan mental bisa dilakukan menggunakan BPJS Kesehatan dengan catatan diagnosisnya seperti yang tercantum dalam Permenkes 59 Tahun 2015 yang menyebutkan, indikasi medis dan diagnosis terkait penyakit kesehatan jiwa seperti depresi, gangguan kepribadian, kontrol impuls, gangguan bipolar, skizofrenia, dan penyakit mental lainnya.

6. Terlibat dalam komunitas

Yang juga tak kalah penting ialah mengisi waktumu dengan terlibat dalam komunitas. Saat ini, ada banyak komunitas kesehatan mental yang bisa kamu ikuti untuk mencari teman berbagi. Atau, kamu juga bisa terlibat dalam komunitas hobi yang kamu sukai. Melakukan hobi atau aktivitas yang kamu sukai akan membuat pikiran tetap positif.

Ambil Jeda Dari Rutinitas

Untuk bisa menimbang dengan jernih dan mengambil keputusan cara mana yang perlu kamu tempuh, kamu butuh waktu jeda. Jeda dari kesibukan, jeda dari kemacetan, jeda dari rutinitas. Coba pertimbangkan mengambil cuti dari kepadatan kerjamu. Atau rancang satu hari bersantai jika kamu bekerja di rumah.

Jeda akan membantumu memilah, hal-hal apa yang perlu jadi bahan pikiranmu. Buang persoalan yang sebenarnya adalah sampah dari pikiran yang sehat. Tidak semua hal perlu kamu pikirkan, dan tidak semua pula perlu membuatmu khawatir. Salah satunya, kekhawatiran akan masa depan yang terjamin. Kamu cukup mempergunakan waktumu untuk masalah yang benar-benar penting untuk diatasi saat ini.

Selanjutnya, coba bantu pikiranmu tetap sehat dengan memberi jaminan terhadap masa depan. Terlalu membebani pikiran dapat membahayakan kesehatan. Bagaimana jika mulai mencari rasa aman? Asuransi bisa jadi salah satu saluran yang memberikan rasa aman, tidak hanya untuk kamu tapi juga untuk orang-orang terdekat kamu. Saat ini, sudah banyak jenis asuransi yang dapat kamu sesuaikan dengan keperluanmu dan keluargamu. Salah satunya produk Flexi Life dari Astra Life yang menawarkan premi yang fleksibel dan bisa kamu atur sendiri sesuai dengan fase kehidupanmu.

Dapatkan pula informasi menarik seputar asuransi dengan follow @astralifeid. Semoga ini satu beban tentang masa depan bisa teratasi. Jadi, sekarang kamu bisa bebas mencintai hidup because #IGotYourBack.

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!