Bagaimana Cara Menangani Stres di Tempat Kerja?

cara menangani stres di tempat kerja

Lakukanlah apa yang Anda cintai dan bekerjalah di bidang yang Anda senangi. Namun, meskipun seseorang sudah bekerja sesuai passion, ada kalanya stres atau rasa tertekan datang menghampiri. Nah, bagaimana cara menangani stres di tempat kerja? Baca artikel berikut ini.

Kenapa stres datang?

Stres bisa datang ketika Anda menghadapi tekanan pekerjaan dalam jangka pendek, seperti keharusan memenuhi deadline atau tenggat waktu. Atau Anda juga bisa stres di tempat kerja ketika harus menghadapi tugas yang baru. Menurut American Psychological Association (APA ), berikut beberapa faktor stres yang paling sering disebut oleh para pekerja:

  • Gaji yang rendah.
  • Beban kerja yang berlebihan.
  • Peluang untuk berkembang yang terbatas.
  • Pekerjaan semakin tidak menarik.
  • Dukungan sosial yang tipis.
  • Tidak memiliki kendali atas keputusan yang mempengaruhi lingkungan kerja.
  • Ekspektasi atau standar kerja yang tidak jelas atau saling bertentangan.

Kalau Anda sedang mencari cara menangani stres di tempat kerja, tidak perlu risau. Itu bukan pertanda Anda tidak punya passion atau tidak bekerja sesuai dengan bakat Anda. Itu bukan berarti pula akhir dari segalanya. Karena menurut APA, stres bisa menghampiri siapa pun, termasuk di tempat kerja dalam waktu yang lama. Jika Anda sedang mengalami stres, jangan berlarut-larut dalam kondisi ini. Karena, stres yang berkaitan dengan pekerjaan tidak akan hilang begitu Anda melangkahkan kaki keluar dari kantor.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Kerja dengan Konsep Slow Living

Bagaimana Cara Menangani Stres di Tempat Kerja?

Nah, agar tidak terjebak dalam situasi yang merugikan, Anda perlu mengetahui cara menangani stres di tempat kerja. Yang perlu diingat, tujuan mengelola tekanan ini bukan untuk mensterilkan lingkungan kerja Anda dari stres. Tetapi, dengan mengelola stres, Anda akan terbebas dari kemungkinan terjebak ke dalam tekanan berkepanjangan yang pada akhirnya bisa menurunkan kualitas hidup. APA merekomendasikan beberapa cara menangani stres dengan langkah berikut:

1. Ketahui penyebab stres dan rekam perkembangannya

Buatlah catatan sekitar 1-2 pekan untuk mengidentifikasi situasi kerja yang memicu stres. Catat juga respon Anda terhadap rasa tekanan tersebut, mencakup perasaan, pemikiran, dan tanggapan Anda mengenai pemicu stres tersebut. Dengan memiliki catatan semacam ini, Anda akan lebih paham tentang penyebab stres serta bagaimana Anda bereaksi.

Baca Juga: Sering Sakit Kepala? Kenali dan Atasi Jenis Nyeri di Kepala Berikut Ini

2. Rancang dan kembangkan respon yang positif terhadap stres

Di saat tekanan kerja meningkat, persiapkan respons yang lebih sehat. Olahraga merupakan pilihan sehat paling ideal dalam menangani stres. Anda bisa memilih bentuk latihan fisik yang sesuai dengan kemampuan dan selera, seperti yoga, jogging, atau berenang. Cara menangani stres lainnya yang tidak merugikan kesehatan adalah menekuni hobi, seperti membaca, atau rekreasi bersama keluarga. Memiliki waktu tidur yang cukup juga termasuk respon yang positif terhadap stres.

3. Tentukan batas

Di masa sekarang, orang kerap merasa harus kerja di mana saja, kapan saja. Padahal, manusia masa sekarang, sama saja seperti manusia di jaman lalu, memiliki keterbatasan. Sebagai cara menangani stres di tempat kerja, Anda harus menarik garis tegas yang membatasi pekerjaan Anda dengan kehidupan pribadi. Bentuk sederhananya seperti tidak mengecek email yang berhubungan dengan kerja setelah berada di rumah.

4. Alokasi waktu untuk recharge

Untuk menghindari jebakan stres yang berkepanjangan, Anda membutuhkan waktu untuk mengisi “baterai” dengan menepi sejenak dan tidak memikirkan urusan pekerjaan. Jadi, jangan lupa untuk rehat dan rekreasi agar Anda bisa menyegarkan fisik, pikiran, sekaligus memulihkan kembali mental untuk bekerja.

Baca Juga: Dari Karyawan, Ingin Jadi Pengusaha? Lakukan Persiapan Finansial Ini

5. Mempelajari cara relaksasi

Anda juga dapat menggunakan teknik relaksasi seperti meditasi, latihan pernafasan secara teratur, serta mengolah pikiran. Cara paling mudah mengawalinya adalah memfokuskan pikiran ke aktivitas sederhana seperti bernafas atau berjalan selama beberapa menit setiap harinya. Kemampuan Anda untuk fokus ke satu kegiatan saja tanpa terganggu oleh urusan lain akan semakin meningkat jika Anda melatihnya secara rutin.

6. Berbicara dengan atasan

Bos Anda di tempat kerja seharusnya peduli akan lingkungan kerja yang sehat dan bebas stres. Karena, karyawan yang tidak stres akan lebih produktif dalam bekerja. Jadi, jika Anda merasakan tempat kerja Anda memicu stres, jangan sungkan untuk membahasnya dengan pimpinan Anda. Namun yang harus Anda ingat, jangan keluhan yang melulu Anda sampaikan. Tetapi, Anda sebaiknya menyampaikan saran tentang cara menangani stres di kantor.

7. Cari dukungan dari keluarga dan kerabat

Dukungan dari keluarga dan kerabat akan meningkatkan kemampuan Anda mengatasi stres yang berasal dari tempat kerja. Caranya ialah dengan bercerita dan bertukar pikiran dengan orang terdekat yang Anda percaya.

Baca juga: Usia Muda, Mungkinkah Terkena Penyakit Kritis?

Siapkan pengaman keuangan untuk mencegah stres

Mengingat stres berlanjut bisa memicu penyakit kritis seperti tekanan darah tinggi dan jantung, maka alangkah baiknya pula jika Anda melindungi keuangan Anda dengan asuransi penyakit kritis. Anda bisa menimbang Flexi Critical Illness untuk memenuhi kebutuhan Anda akan proteksi penyakit kritis. Flexi Critical Illness adalah asuransi penyakit kritis dari Astra Life yang memberikan perlindungan untuk 3 penyakit kritis yang umum terjadi di Indonesia yaitu stroke, jantung, serta kanker sejak tahap awal, tanpa perlu cek medis. Dengan fiturnya yang fleksibel, Anda bisa #AturSendiri harga premi dan besar perlindungannya sampai Rp2 Miliar, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan Anda.

Jadi, tunggu apa lagi. Mari, saatnya mencegah stres di tempat kerja serta lindungi keuangan Anda dengan asuransi penyakit kritis.

Related Posts

6 Hal yang Bisa Merusak dan Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Tahukah kamu, bahwa gaya hidup akan berdampak pada sistem kekebalan tubuh yang melindungimu dari bakteri, virus, dan pen...

Harus Cepat dan Tepat, Ini Tindakan Pertama Mengatasi Gigitan Ular

Kompas pada Desember 2019 lalu menulis, jumlah korban gigitan ular di Indonesia diperkirakan mencapai 135.000 orang per...

Waspada 8 Penyakit Akibat Banjir yang Bisa Menyerang

Pasca bencana banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada awal tahun 2020, pemerintah menghimbau masyarakat meningka...




« | »
Read previous post:
nyeri di kepala
Sering Sakit Kepala? Kenali dan Atasi Jenis Nyeri di Kepala Berikut Ini

Apakah Anda pernah mengalami nyeri di kepala? Nyeri di kepala umumnya muncul di bagian depan kepala atau di sekitar ubun-ubun....

Close