Belajar dari Squid Game, Bebas Utang Tanpa Berdarah-darah

Serial Squid Games sedang menjadi tontonan nomor satu di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Apa yang menarik dari serial permainan bertema survival ini?

Durasi baca: 3 menit

Belajar dari Squid Game, Bebas Utang Tanpa Berdarah-darah

Serial Squid Games sedang menjadi tontonan nomor satu di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Apa yang menarik dari serial permainan bertema survival ini?

Durasi baca: 3 menit

Belajar-dari-Squid-Game-Bebas-Utang-Tanpa-Berdarah-darah

Squid Game adalah drama Korea yang bisa dibilang tidak seperti biasanya. Drama Korea pada umumnya identik dengan cerita selalu bernuansa romantis dan manis, tapi Squid Game mengusung tema yang lebih tegang dan gelap. Walau dinilai ‘sadis’ bagi sebagian orang, tapi sebenarnya ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari serial ini, terutama dari sisi finansial.

Jalan Cerita Squid Game

Squid Game bercerita tentang 456 pemain yang harus berhadapan dengan maut untuk menuntaskan 6 jenis permainan masa kecil khas Korea Selatan. Antara lain Lampu Merah, Lampu Hijau, Memotong Bentuk Dalgona, Tarik Tambang, Lompat Tali Berbahaya, Main Kelereng dan permainan khasnya yang menjadi judul series ini, Permainan Cumi-Cumi.

Squid Game melibatkan para peserta yang berlomba menjadi orang terakhir yang bertahan, dalam babak-babak permainan yang menyeramkan demi total uang sebesar 45,6 miliar won (kurang lebih 550 miliar rupiah). 

Total uang ini didapatkan dan diakumulasi apabila satu per satu peserta gugur. Peserta yang gugur dihargai senilai 100 juta won. Apabila permainan dihentikan oleh mayoritas peserta, maka uang yang sudah terkumpul di tengah permainan akan diberikan kepada keluarga atau penerus peserta yang gugur. 

Namun, apabila ada salah satu peserta yang berhasil menantang maut dan keluar menjadi pemenang, maka dialah yang berhak atas uang total sebesar 45,6 miliar won tersebut.

Lantas, kenapa sih orang-orang nekat berpartisipasi dalam game maut ini? Tidak lain dan tidak bukan adalah karena utang! Semua peserta di Squid Game adalah mereka yang ingin mencari jalan keluar dari utang atau kebangkrutan yang membelit.

Ya, meskipun cerita Squid Game adalah fiksi, namun utang piutang adalah sesuatu yang sangat lumrah di masyarakat luas. Squid Game juga menunjukkan adanya kesenjangan sosial dan masalah ekonomi yang juga terjadi di negara maju, seperti Korea Selatan. 

Nah, selagi kita menikmati Squid Game yang menegangkan, ada baiknya kalau kita menarik pesan moral dari film tersebut, terutama tentang manajemen keuangan yang baik supaya kita bisa tidak terbelit dengan masalah utang.

Belajar Mengelola Keuangan dari Karakter Squid Game

Beruntungnya, kita hidup di dunia nyata dan tidak harus mengikuti permainan maut seperti Squid Game untuk memastikan kesejahteraan hidup yang layak. Yuk, kita lihat satu per satu cara yang bisa kamu lakukan untuk mengelola keuangan dengan cara mudah dan menyenangkan.

1. Capai Kebebasan Finansial secara Mindful

Meskipun bukan parennials, dua karakter utama di Squid Game,Gi Hun dan Sang Woo memiliki beban finansial yang cukup besar. Beban finansial ini disebabkan oleh keadaan dan kurangnya pengetahuan pengelolaan uang dengan baik.

Sang Woo yang cerdas dan dibanggakan oleh orang-orang di sekitarnya ternyata tega menggelapkan uang dari kliennya, sehingga ia terancam kehilangan asetnya.Termasuk di dalamnya adalah toko ibunya di pasar ikan. Ambisi Sang Woo untuk menjadi sukses dan kaya raya mengorbankan kesehatan mental dan kesejahteraan dirinya. Sifat ini juga terlihat dari caranya yang kotor untuk sampai ke babak final permainan. 

Kita pasti mendengar banyak cerita tentang orang yang berutang demi gaya hidup dan berkompetisi untuk menunjukkan kemakmuran. Tekanan ini menciptakan tuntutan kepada diri sendiri agar kita bisa menggandakan uang dengan lebih banyak lagi. Walaupun mencapai tingkat kesetaraan yang lebih tinggi itu sah-sah saja, tapi jangan sampai merepotkan diri sendiri sampai harus meminjam uang atau malah mengambil sesuatu yang bukan menjadi hak milik kita. 

Jangan juga menutup utang dengan utang baru. Karena ini akan menimbulkan masalah baru yang tidak kunjung selesai.

Gunakan konsep mindfulness untuk mencapai kebebasan finansial yang sejati. Berpikirlah bahwa kita tidak harus memiliki banyak uang. Semakin kita punya ambisi kuat untuk mendapat uang lebih banyak, maka akan semakin melahirkan kemelekatan yang tidak sehat antara diri kita dan uang. Nikmati apa yang kamu miliki sekarang, daripada harus ngoyo hanya untuk pamer gaya hidup kepada orang-orang.

2. Edukasi Tentang Tanggung Jawab Finansial Itu Penting

Salah satu kekurangan generasi pendahulu adalah terlalu memanjakan generasi penerus. Kebiasaan ini akan membuat generasi penerus merasa berhak untuk memiliki apa yang mereka inginkan tanpa berusaha dengan keras.

Di awal episode, Gi Hun memiliki karakter seperti ini. Di awal cerita, ia digambarkan sebagai sosok yang periang, berhati besar tapi sering lari dari tanggung jawab terhadap hidupnya sendiri. 

Gi Hun masih hidup sebagai beban orang tuanya. Ia memiliki utang tak teramat banyak, sampai-sampai ia harus berhadapan dengan kelompok penagih utang yang bengis.  Hal ini juga menghalangi dirinya untuk memiliki hubungan yang sehat dengan anak semata wayangnya yang kini sudah tinggal bersama ibu kandung dan ayah tirinya.

Dalam hal ini, edukasi berperan penting dalam menanamkan kesadaran kepada orang-orang terdekat. Kamu bisa memulai ini dengan cara menanamkan kedisiplinan pada anak-anakmu. Hindari memanjakan dengan memberi uang berlebihan, hanya agar anak menuruti kemauan kita.

Ajaklah anak untuk membantu pekerjaan sehari-hari yang dengan mudah bisa ia lakukan sebelum kamu memberi mereka hadiah atau uang. Apabila anak cenderung emosi dan susah diatur ketika merajuk, ketahuilah, bahwa emosi anak adalah cerminan hati kita. Apabila kita kemudian terpancing dan membuat kita bereaksi secara berlebihan atau justru mengikuti kemauan anak kita, maka kita tidak bisa menanamkan nilai disiplin kepada anak.

Tidak hanya kepada anak, tapi kita juga bisa mengajak orang-orang terdekat lainnya untuk memahami nilai uang.

3. Bijak mencari Investasi atau Pinjaman

Para peserta Squid Game mencari pinjaman atau berinvestasi secara kurang bijak, sehingga mereka pun harus menanggung risiko dikejar oleh rentenir dan masuk ke dalam permainan berbahaya.

Belajar dari mereka, adalah penting bagi kita untuk dapat belajar mengelola risiko dengan baik, bahwa setiap pinjaman dan utang akan ada konsekuensi yang menyertai. Dengan demikian, kamu sudah menunjukkan bahwa pengertian tentang tanggung jawab finansial untuk diri sendiri. Kualitas ini akan menjadikan kamu contoh yang baik di dalam lingkungan keluarga dan pertemanan.

Pastikan kamu tidak tergiur untuk mengambil pinjaman online ilegal. Apabila kamu harus meminjam sejumlah uang, pastikan kamu memiliki skema pembayaran kembali yang lengkap, sehingga bisa menuntaskan utang tersebut sampai selesai, agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Selain menabung, kamu juga bisa memilih asuransi sebagai sarana yang baik untuk menjamin kesejahteraan untuk kamu dan keluarga, untuk kini dan nanti. Apalagi jika kamu merupakan tulang punggung keluarga, maka kamu harus melindungi dirimu sendiri dari timbulnya risiko keuangan yang bisa berakibat fatal bagi orang-orang yang hidupnya bergantung padamu. Ya, asuransi jiwa.

Astra Life memiliki ragam asuransi jiwa yang menarik. Jangan takut untuk memilih asuransi jiwa, karena Astra Life punya Flexi Life, asuransi jiwa fleksibel  yang bisa kamu sesuaikan dengan i tahapan hidupmu. Flexi Life yang menawarkan uang pertanggungan sebesar Rp 5 miliar tanpa kamu harus cek medis, dan bisa dibeli secara online di ilovelife.co.id, mudah sekali, bukan? 

Apabila kamu mencari asuransi yang mencakupi asuransi jiwa yang mencakup terminal illness, termasuk pengembangan dana dari investasi, kamu bisa memilih AVA iBright Protector. Kamu juga bisa membeli asuransi tambahan (rider) untuk dimasukkan ke dalam asuransi dasarmu. 

Ada banyak sekali ragam asuransi yang bisa kamu nikmati manfaatnya sebagai bentuk dari manajemen keuangan dan investasi finansial. Yuk, cari tahu lagi tips-tips keuangan menarik lainnya dengan follow @astralifeid #IGotYourBack.

Sumber foto: IMDB

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!