Kiat Investasi di Tengah Krisis Ekonomi

Bicara dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi, tentunya tidak terlepas dari dunia investasi. Kira-kira, bagaimana keadaan ekosistem investasi saat ini?

Kiat-Investasi-Pandemi

Kiat Investasi di Tengah Krisis Ekonomi

Bicara dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi, tentunya tidak terlepas dari dunia investasi. Kira-kira, bagaimana keadaan ekosistem investasi saat ini?

Pandemi Covid-19 mempengaruhi dan berdampak terhadap mobilitas masyarakat. Ada berbagai bidang yang terdampak, mulai dari pendidikan, pekerjaan, dan ekonomi. Bicara dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi, tentunya tidak terlepas dari dunia investasi. Kira-kira, bagaimana keadaan ekosistem investasi saat ini?

Sebelum terjadi pandemi, perkembangan perekonomian global bisa dinilai positif. Perekonomian nasional pun terlihat masih cukup baik. Di awal tahun 2021, nilai IHSG sempat menyentuh angka 6300. Kondisi kurs Rupiah cukup stabil. Cadangan devisa Indonesia yang bagus pun menarik banyak investor asing untuk berinvestasi. Tak hanya investor asing, investor ritel perorangan pun tentunya juga semakin giat melakukan investaasi saat itu.

Yang disayangkan, saat ini kita berada di tengah masa yang cukup sulit secara ekonomi dan finansial. Keadaan ini mengharuskan kita, para investor perorangan, memenuhi kebutuhan personalnya terlebih dahulu dan terus berupaya menghindari risiko gagal investasi. Melihat adanya fakta ini, apakah masih ada peluang untuk berinvestasi di kala pandemi?

Warren Buffet & Ray Dalio, Duo Profesional Investasi

Menilik dunia pasar modal, siapa yang tak tahu Warren Buffet dan Ray Dalio? Ya, keduanya adalah miliarder dan guru investasi yang dihormati di dunia. Mereka berdua adalah profesional di dunia pasar modal dan sudah pernah melewati sulitnya berinvestasi. Kedua tokoh ini memulai investasi pertama mereka di usia yang bisa dibilang muda, yakni di bawah 15 tahun. Hebatnya, saat ini keduanya sudah menjadi kelompok investor terkaya di dunia. 

Rasa keingintahuan yang tinggi membuat mereka menjadi beberapa langkah lebih maju dalam bidang ekonomi dibandingkan teman seusia mereka kala itu. Dalio kecil melakukan investasi pertamanya dengan membeli saham Northeastern Airlines seharga USD300 (Sekitar Rp4.4 juta). Di sisi lain, Warren memasuki pasar modal dengan langsung membeli tiga lembar saham Cities Service Preffered seharga 38 dollar (kini Rp532.760).

Buah dari kedisiplinan dan konsistensi investasi kedua tokoh hebat ini tak tanggung-tanggung. Bahkan kini, baik Buffet maupun Dalio mampu menikmati profit dari investasi mereka yang besarannya mencapai USD600 trilliun!

Kesempatan Berinvestasi di Tengah Krisis

Pandemi Covid-19 menunjukan kondisi ekonomi yang paling rentan sejak krisis keuangan di tahun 2008 lalu. Namun, peluang investasi masih tersedia meskipun terjadi pergerakan yang sangat fluktuatif di pasar. Perkembangan vaksin Covid-19 menjadi berita gembira bagi pasar dan berpotensi menjadi ‘game changer’ untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Prospek ekonomi makro Indonesia masih positif. Keadaan pun cukup baik jika melihat kondisi current account deficit yang menyempit. Tingkat inflasi menunjukan  penurunan. Belum lagi tren melemahnya kurs Dolar AS. Tak hanya itu, dengan mempertimbangkan APBN 2021 yang lebih berfokus pada pertumbuhan ekonomi serta pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, hai ini seharusnya bisa membuka jalan bagi pemulihan ekonomi di Indonesia.

Produk Investasi di Masa Pandemi

Investasi saat pandemi bukanlah hal yang tak mungkin dilakukan. Untuk kamu yang tidak terdampak dan tetap memiliki keuangan yang stabil, maka kamu pun memiliki kesempatan besar untuk berinvestasi. Mengapa demikian? karena saat pandemi ini harga instrumen investasi cenderung lebih murah dan bisa memberikan keuntungan tinggi saat keadaan kembali normal.

Jadi, apa saja produk yang bisa dipertimbangkan?

Investasi Emas

Untuk kamu yang memiliki profile risiko rendah, emas merupakan salat satu instrumen paling aman yang bisa kamu miliki. Masih ingat bulan Maret 2020 lalu? harga emas masih berada di USD1.584 per troy ounce. Seiring dengan peningkatan kasus Covid-19, angka ini pun terus meningkat ke level USD1.700 per troy ounce hingga Juli 2020. Menariknya, harga ini melonjak drastis ke level USD2.000 per troy ounce di bulan Agustus 2020. Ketika itu European Central bank memutuskan untuk memberikan stimulus untuk merespons dampak pandemi. Akibatnya? harga emas menyentuh IDR1.054.000 per gram. 

Harga emas 28 Juli 2021 adalah IDR840.311, sudah terkoreksi dari dasyatnya kenaikan yang terjadi tahun lalu. Walaupun begitu, emas akan kembali kepada nilai interinsiknya sebagai investasi jangka panjang. Hal ini terbukti dari penurunan yang terjadi, tetap tidak menekan harga emas ke bawah IDR800.000.

Investasi Saham

Pada kondisi seperti ini kamu haruslah jeli dalam melihat peluang. Carilah sektor-sektor yang tidak terpengaruh, atau bahkan justru menuai sukses dari pandemi. Adanya rencana IPO dari beberapa unicorn dan Decacorn ternama di dalam negeri tentunya jadi signal positif untuk kamu perhatikan. Tak hanya teknologi, sektor healthcare tentunya adalah yang tidak perlu dipertanyakan lagi. Baik itu dalam perspektif jangka pendek dari penerimaan pasien dan obat-obatan, maupun jangka panjang dengan adanya dukungan siklus investasi riil untuk belanja modal. Di sisi lain, saham komoditas, seperti tembaga dan nikel tentunya masih menjadi katalis positif untuk ekonomi kedepannya. Sedangkan saham-saham batubara sedang berada pada valuasi yang atraktif di tengan dividen yield yang relatif tinggi.

Investasi Properti

Investasi ini bukanlah hal yang baru. Kamu pun pasti sudah tau betul bahwa harga properti selalu naik dari tahun ke tahun. Potensi kenaikannya pun bisa mencapai 10-15% per tahunnya. Apabila kamu memiliki uang berlebih, opsi investasi ini tentunya bisa jadi pilihan. Kenapa? karena walaupun saat ini bisnis properti sedang melambat, namun dalam jangka panjang harga jual properti pun akan beranjak naik.

Alasan lainnya yang bisa kamu pertimbangkan adalah penurunan harga yang menggiurkan. Banyak developer menawarkan harga menarik bahkan turun sampai 30% dan juga DP yang ringan. 

Aset investasi non-likuid ini memang bukan pilihan semua orang, tetapi kalau kamu memang memiliki tabungan lebih, investasi properti mungkin bisa jadi kesempatan emas untuk dicoba.

Pentingnya Mereview Portofolio Investasi Secara Berkala

Sebagai investor pintar tentunya kamu ingin tetap cuan meski krisis. Nah, mereview portofolio investasi adalah salah satu strategi yang tak boleh terlewat. Pasalnya, dengan terus memperhatikan pergerakan aset, kamu jadi bisa beradaptasi dan menentukan strategi investasi ke depan.

Untuk kamu yang masih bingung tata cara mereview portofolio investasi, simak 3 tips sederhana berikut:

1. Minimal Satu Minggu Sekali

Jika kamu adalah seorang investor yang juga pekerja aktif, mungkin sedikit sulit  untuk mengalokasikan waktu. Terlebih lagi jika harus setiap hari mereview portofolio di tengah padatnya agenda WFH. Sebagai solusi, kamu bisa pilih satu hari di akhir pekan yang didedikasikan khusus untuk hal-hal terkait investasi.

Misalnya, kamu bisa memilih hari Minggu pagi untuk review portofolio asetmu. Luangkan waktu 2-3 jam untuk benar-benar mencermati pergerakan naik turunnya harga aset yang saat ini kamu miliki. Selain itu, di waktu ini kamu juga bisa menyempatkan diri untuk memperkaya ilmu investasimu melalui kelas-kelas online lho.

2. Buat Rangkuman dan Kesimpulan

Setiap selesai mereview portofolio yang kamu punya, jangan lupa untuk mencatatnya di buku khusus. Hal ini bertujuan untuk menilik kembali riwayat portofolio asetmu. Setelah itu, kamu juga perlu memikirkan kembali apa strategi yang akan kamu lakukan dengan aset-asetmu ini selama beberapa pekan ke depan.

Sebagai contoh, saat kamu berinvestasi di saham dan kamu melihat ada tren kenaikan di industri obat dan farmasi akibat pandemi. Ini berpengaruh pada kinerja positif dari  lot saham yang kamu miliki. Pada akhirnya, kamu bisa mempertimbangkan untuk menambah jumlah lot saham mu atau mungkin membeli saham baru di perusahaan lain yang terkait dengan industri tersebut.

3. Rajin Ikuti Tren Bisnis

Terakhir, agar kamu bisa terus cuan melalui inevstasi adalah dengan rajin membaca. Apa yang perlu dibaca? Tentunya berita yang terkait dengan investasi mu. Misalnya, berita dan mengikuti tren di dunia bisnis dan keadaan ekonomi nasional maupun internasional. 

Caranya gampang. Cukup alokasikan 10-15 menit per hari untuk menyempatkan diri membuka portal berita online untuk menilik keadaan sekitar. Paling tidak, kamu tau keadaan IHSG serta nilai tukar kurs Rupiah sehari-hari. Dua hal ini bisa jadi faktor besar dalam keberhasilan investasi kamu lho!

Money Management, Langkah Krusial dalam Investasi

Jika kamu baru saja terjun ke pasar modal, maka kemungkinan timbulnya keinginan anda untuk cepat profit atau untung sangatlah tinggi. Terkait hal ini, maka dibutuhkan ilmu atau pembimbing dan money management yang tepat agar tidak terjatuh ke dalam kerugian yang besar.

Sebenarnya, apa itu money management? Money management adalah kemampuan investor mengatur modal saat membeli saham. Money management ini akan menjadi bagian dari manajemen risiko investasi saham.

Beberapa contoh penerapan money management :

- Perhatikan Tingkat Risiko Investasi

Sebagai seorang investor, penting bagi kamu untuk mengetahui dan menentukan tingkat risiko investasi yang dapat kamu toleransi. Nilai maksimal untuk sebuah transaksi biasanya bervariasi, umumnya 0,1% hingga 2% dari keseluruhan modal.

- Banyaknya Transaksi Dalam Satu Waktu

Biasanya untuk investor profesional memiliki 8 transaksi dalam 1 waktu yang bersamaan. Jumlah ini adalah jumlah absolut maksimal yang tidak diperbolehkan. Untuk investor pemula, batas transaksi di waktu yang bersamaan adalah 5 atau 6 transaksi saja.

- Perbandingan Resiko dan Keuntungan Dalam Setiap Transaksi

Perbandingan antar risiko dan keuntungan adalah merupakan hal penting yang dapat membantu investor untuk menciptakan sebuah probabilitas yang baik. Potensi yang terdapat dalam setiap transaksi idealnya minimal 3 kali lebih besar daripada potensi kerugian.

Usia produktif memang menjadi titik tumpu acuan dalam berkarier, begitupun dengan investasi. Kini, banyak milenial yang sudah profit puluhan juta hanya dengan berinvestasi di pasar modal. Memang risiko yang dipertaruhkan besar, jika kita profit maka keuntungan yang kita dapatkan sangat banyak sesuai dengan modal yang kita keluarkan, tapi jika kita mengalami kerugian maka modal yang kita tanamkan akan lenyap dan bahkan bisa sampai menghanguskan seluruh modal yang kita miliki.

Namun dengan profit yang besar sekalipun, apakah kita mampu menjamin masa depan kita di hari tua? Belum tentu, karena apa guna jika keuntungan yang kita miliki tidak digunakan untuk mempersiapkan masa depan di hari tua kita. Untuk intulah AVA iBright Protection hadir untuk menawarkan solusi di hari tua kita.

AVA iBright Protection adalah produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi (unit link) dengan pembayaran premi berkala (regular premium) yang dikeluarkan Astra Life dengan masa pertanggungan tertanggung sampai usia 99 tahun.

Tak hanya itu, AVA iBright Protection juga memberikan manfaat kesehatan bagi kamu. Jadi, tak perlu lagi ragu soal masa depan dan kesehatan. Kamu bisa fokus investasi sampai cuan!

Untuk mengetahui manfaat lengkap layanan AVA iBright Protection, kunjungi laman astralife.co.id dan follow Instagram @AstraLife untuk terus tahu informasi dan tips-tips menarik lainnya. Urusan Sehat No Worries #IGotYourBack

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!