Hadiah Terbaik untuk Orangtua di Tengah Kesibukan Anda: Komunikasi

21412048_L

Ingatkah bagaimana orang tua menemani Anda sewaktu kecil? Begitu banyak pertanyaan yang Anda lontarkan kepada mereka, dan dengan sabar pula menjawab semua satu per satu pertanyaan yang mungkin terdengar konyol bagi mereka. Belum lagi jika Anda meminta mereka untuk menghabiskan waktu bersama-sama, sehingga tidak jarang mereka harus mengorbankan keinginan mereka demi sang buah hati tercinta.

Sebagai ‘pembimbing’ sejak Anda dilahirkan ke dunia, wajar rasanya jika orang tua ingin selalu mengiringi Anda di setiap perjalanan. Naluri membuat mereka ingin terus melindungi walau kini Anda sudah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri.

Sayang, seiring berjalannya waktu, hubungan Anda dan orangtua tak lagi sedekat dulu. Faktor pekerjaan, keluarga, dan banyak hal membuat komunikasi Anda dan orangtua menjadi kurang lancar. Lalu, bagaimana cara menjaga pola komunikasi dengan orangtua agar hubungan baik tetap terjaga? Ini tipsnya!

1. Coba bersikap netral dengan memposisikan orangtua setara rekan Anda

Salah satu hal yang sering menjadi alasan mengapa sulit untuk berdiskusi dengan orangtua adalah kesulitan mereka untuk ‘melepaskan’ status Anda sebagai anak. Ini hal yang sangat wajar, sehingga baiknya Anda yang mencoba melakukan sesuatu untuk membuat pembicaraan terasa lebih nyaman. Anda bisa mencoba melepaskan status mereka sebagai orangtua dalam pembicaraan tersebut, dan memposisikan mereka sebagai teman atau rekan. Caranya, sebelum memulai interaksi dengan orangtua, coba awali dengan bertanya kepada diri Anda sendiri,”Bagaimana saya biasanya bersikap dalam situasi seperti ini jika Ayah atau Ibu adalah rekan saya?”

2. Perluas topik pembicaraan

Cara lain yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan kenyamanan dalam berkomunikasi adalah dengan memperluas topik pembicaraan. Jangan hanya membatasi topik pembicaraan seputar kabar sanak saudara atau kehidupan pribadi Anda. Perluas topik dengan mulai mendiskusikan hal-hal yang dirasa tidak begitu sensitif untuk, seperti peristiwa terkini, event lokal di lingkungan rumah, topik olahraga, pekerjaan, dan lain-lain. Dengan memilih topik yang cukup netral, Anda akan lebih mudah menjaga perasaan jika terjerat dalam perbedaan pendapat yang berpotensi memicu konflik.

3. Bersikap jujur dan terbuka kepada orangtua

Seringkali ada hal-hal yang dilakukan oleh orangtua yang tidak Anda sukai. Misalnya, ketika Anda memiliki masalah dengan pasangan, orangtua berinisiatif untuk membantu Anda dengan bicara kepada pasangan Anda. Atau mungkin mereka suka menghubungi Anda pada jam kerja yang akhirnya membuat pekerjaan menjadi tertunda.

Menghadapi situasi seperti ini, Anda sebaiknya mengkomunikasikannya kepada orangtua. Ungkapkan apa yang tidak Anda sukai dari hal tersebut, dengan tetap berusaha untuk tidak menyinggung perasaan mereka. Dengan mengkomunikasikan apa yang dirasakan, Anda bisa perlahan menghindari kekesalan sehingga tidak menumpuk di dalam hati. Kekesalan tersebut jika tak diatasi segera, malah bisa memperburuk hubungan Anda dan orangtua.

4. Ajak orangtua untuk melihat keberhasilan mereka dalam mendidik Anda

Salah satu keberhasilan terbesar yang didambakan orangtua adalah melihat anak kesayangan mereka bisa tumbuh menjadi seseorang yang berhasil. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah menunjukkan kemandirian dalam pengambilan keputusan. Anda bisa memulainya dengan mencoba sendiri menyelesaikan masalah tanpa meminta pendapat maupun bantuan mereka. Contohnya, jika Anda terlibat dalam masalah finansial, jangan datang ke orangtua untuk meminta membantu sekalipun Anda tahu mereka masih mampu untuk membantu.

Namun, bukan tidak mungkin orangtua menawarkan untuk membantu. Jika hal itu terjadi, Anda bisa menawarkan mereka untuk memberikan pendapat. Ini merupakan cara untuk menunjukkan bahwa Anda masih menghormati mereka. Hal ini juga dapat menumbuhkan kepercayaan orangtua terhadap Anda.

5. Selalu luangkan waktu untuk berkomunikasi secara langsung

Sekalipun kini banyak moda komunikasi yang bisa Anda gunakan untuk membantu berkomunikasi dengan orangtua, tapi meluangkan waktu untuk bertemu langsung juga harus dilakukan. Menghabiskan waktu bersama orangtua adalah bentuk komunikasi yang paling berharga untuk mereka. Komunikasi via teks memang memudahkan, tapi bukan tidak mungkin teks menjadi pemicu masalah karena mungkin apa yang Anda sampaikan disalahartikan oleh orangtua Anda.

Percakapan via telepon bisa menjadi alternatif yang lebih baik jika Anda memang sedang benar-benar berhalangan untuk menghabiskan waktu bersama mereka. Karena dengan berbicara melalui telepon, emosi yang Anda sampaikan melalui percakapan akan lebih mudah tersampaikan dibandingkan melalui teks.

6. Tunjukkan perhatian Anda dengan menunjukkan apresiasi atau memberikan hal yang disukai orangtua

Tidak ada salahnya ketika Anda sesekali memberikan perhatian lebih kepada orangtua dengan cara yang sederhana. Memberikan pujian terhadap keberhasilan mereka dalam sesuatu, seperti ketika ibu memasakkan makanan favorit ketika berkunjung (atau bahkan ketika sedang berbincang via telepon, sehingga beliau tahu bahwa Anda merindukan santapan kesukaan buatannya!). Atau ketika ayah memberikan nasihat yang berhasil Anda terapkan di pekerjaan mereka.

Selain itu, sesekali Anda juga bisa memberikan hadiah kecil seperti membawakan makan kesukaan mereka ketika berkunjung. Atau berikan sesuatu yang berkaitan dengan hobi orangtua Anda, seperti buku dengan genre yang mereka sukai, tanaman kecil untuk pajangan bagi orangtua yang suka berkebun, dan lainnya.

Bagaimanapun, orangtua adalah orang pertama yang mencurahkan seluruh kasih sayangnya tanpa pamrih kepada Anda. Berkomunikasi adalah salah satu hal kecil yang dapat membuat mereka bahagia. Ayo, tunjukkan kasih sayang Anda kepada orangtua sebagai salah satu cara Anda untuk mencintai hidup.




« | »
Read previous post:
southbox
Menguak Surga Kuliner Jakarta di Malam Hari

Sebagai Ibu Kota, Jakarta bagai tak pernah tidur. Kesemarakan kota metropolitan ini terus terjadi hingga malam bergulir. Beragam tempat kuliner...

Close