<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pilihan Editor Archives - Love Life</title>
	<atom:link href="https://ilovelife.co.id/category/editors-pick/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ilovelife.co.id/blog/category/editors-pick/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Aug 2018 10:00:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.1</generator>

<image>
	<url>https://ilovelife.co.id/blog/wp-content/uploads/2020/08/cropped-tentang-32x32.png</url>
	<title>Pilihan Editor Archives - Love Life</title>
	<link>https://ilovelife.co.id/blog/category/editors-pick/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kenali Macam-macam Asuransi untuk Anda yang Sudah Berkeluarga</title>
		<link>https://ilovelife.co.id/blog/jenis-asuransi-untuk-yang-sudah-berkeluarga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Aug 2018 10:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan Editor]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Finansial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ilovelife.co.id/blog/?p=5033</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perlindungan diri dan keluarga menjadi hal yang utama ketika seseorang memutuskan untuk berkeluarga. Membahagiakan anggota keluarga juga menjadi tujuan penting di jenjang ini. Di saat yang sama, biaya dan risiko finansial seseorang yang telah berkeluarga lebih besar ketimbang ketika masih lajang. Nah, agar dapat mengelola risiko finansial dengan baik, maka ada beberapa asuransi yang perlu dimiliki [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://ilovelife.co.id/blog/jenis-asuransi-untuk-yang-sudah-berkeluarga/">Kenali Macam-macam Asuransi untuk Anda yang Sudah Berkeluarga</a> appeared first on <a href="https://ilovelife.co.id/blog">Love Life</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Perlindungan diri dan keluarga menjadi hal yang utama ketika seseorang memutuskan untuk berkeluarga. Membahagiakan anggota keluarga juga menjadi tujuan penting di jenjang ini. Di saat yang sama, biaya dan risiko finansial seseorang yang telah berkeluarga lebih besar ketimbang ketika masih lajang. Nah, agar dapat mengelola risiko finansial dengan baik, maka ada beberapa asuransi yang perlu dimiliki oleh seseorang yang telah berkeluarga, yakni:</p>
<h3><strong data-redactor-tag="strong">Asuransi Jiwa</strong></h3>
<p>Asuransi jiwa diperlukan baik untuk pencari nafkah, baik suami, istri, atau keduanya. Pencari nafkah perlu melindungi diri dengan asuransi jiwa karena Uang Pertanggungan (UP) yang terkandung di dalam polis memiliki manfaat sebagai pengganti nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan, sebagai warisan, sebagai dana pendidikan anak, atau sebagai penutup biaya akhir seperti biaya pemakaman, jika Tertanggung wafat. Artinya, kehidupan keluarga tetap berjalan meskipun pencari nafkah tutup usia.</p>
<p>Ada tiga macam asuransi jiwa yang bisa dipertimbangkan oleh seseorang yang telah berkeluarga:</p>
<ul>
<li><em data-redactor-tag="em">Term life</em>, yakni asuransi jiwa yang melindungi dalam jangka waktu tertentu hingga maksimal usia 60-70 tahun</li>
<li><em data-redactor-tag="em">Whole life</em>, yakni asuransi jiwa yang melindungi hingga seumur hidup</li>
<li><em data-redactor-tag="em">Endowment</em>, yakni asuransi jiwa yang memberikan nilai tunai saat polis mencapai periode tertentu</li>
</ul>
<p>Yang perlu diperhatikan dalam membeli asuransi jiwa untuk seseorang yang telah berkeluarga menurut Pandji Harsanto, perencana keuangan Finansial Consulting, jangan menjadikan anak yang belum dewasa di mata hukum atau belum mencapai 18 tahun, sebagai ahli waris. “Sebab, jika ahli waris merupakan anak yang belum dewasa, maka <a href="https://ilovelife.co.id/blog/manfaat-asuransi-jiwa-tak-cuma-bisa-dinikmati-nanti-tapi-juga-saat-ini/">manfaat asuransi jiwa</a> akan dititipkan terlebih dahulu kepada wali hingga anak dewasa secara hukum,” ujar Pandji kepada tim <a href="https://ilovelife.co.id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">ilovelife</a>, Juni 2018.</p>
<p>Salah satu produk asuransi jiwa yang dapat menjawab kebutuhan Anda dan keluarga ialah <a href="https://ilovelife.co.id/ProductDetails.do?productId=362" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Siap JiwaKu</a> persembahan dari Astra Life yang menawarkan asuransi jiwa ASLI Pelita Proteksi Pratama. Tertanggung mendapatkan Uang Pertanggungan 100% jika Meninggal Dunia akibat Penyakit atau sebab Alami atau 200% jika Meninggal Dunia akibat Kecelakaan. Dengan membeli paket Keluarga, Anda akan mendapatkan diskon premi hingga 20% dari total transaksi sepanjang masa aktif polis.</p>
<p>Baca juga: <a href="https://ilovelife.co.id/blog/serba-serbi-dana-darurat-yang-harus-anda-alokasikan/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Serba-Serbi Dana Darurat</a></p>
<h3><strong data-redactor-tag="strong">Asuransi Kesehatan</strong></h3>
<p>Anda bisa mempertimbangkan polis asuransi kesehatan untuk masing-masing anggota keluarga atau satu polis asuransi kesehatan yang mencakup seluruh anggota keluarga. “Untuk mendapatkan asuransi kesehatan yang tepat, setiap orang yang telah berkeluarga harus membandingkan masing-masing jenis asuransi kesehatan di atas berdasarkan manfaat, premi, dan kemampuan membayar premi,” kata Pandji.</p>
<p>Bagi Anda yang masih mencari asuransi kesehatan untuk keluarga, Anda dapat mempertimbangkan <a href="https://ilovelife.co.id/ProductDetails.do?productId=361" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Siap SehatKu</a> yang menawarkan asuransi kesehatan ASLI Pelita Proteksi Prima persembahan dari Astra Life. <a href="https://ilovelife.co.id/produk/siap-sehatku" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Siap SehatKu</a> memberikan manfaat biaya pengobatan yang dilengkapi dengan manfaat berupa Uang Pertanggungan 100% jika Meninggal Dunia akibat Penyakit atau sebab Alami dan 200% jika Meninggal Dunia akibat Kecelakaan.</p>
<h3><strong data-redactor-tag="strong">Asuransi Penyakit Kritis</strong></h3>
<p><em data-redactor-tag="em">Pertama</em>, jika suatu keluarga memiliki riwayat penyakit kritis secara genetik, maka keluarga tersebut butuh asuransi penyakit kritis. <em data-redactor-tag="em">Kedua</em>, jika ada anggota keluarga yang memiliki risiko penyakit kritis karena gaya hidup. <em data-redactor-tag="em">Ketiga</em>, jika ada anggota keluarga yang memiliki risiko penyakit kritis karena pekerjaan. Asuransi penyakit kritis biasanya dapat dimiliki sebagai asuransi yang berdiri sendiri atau asuransi tambahan pada asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.</p>
<p>Bagi Anda yang mencari asuransi penyakit kritis untuk Anda dan keluarga, maka <span style="color: #3366ff;">AVA Proteksi Optima 117</span> adalah pilihan yang tepat. Asuransi yang dirancang khusus untuk memberikan perlindungan maksimal akan risiko penyakit kritis sehingga Anda sekeluarga dapat beraktivitas dengan tenang dan menikmati hidup.</p>
<p>Baca juga: <a href="https://ilovelife.co.id/blog/tips-belanjakan-tunjangan-hari-raya/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Simak 5 Tips Ini Agar THR Tidak Berlalu Begitu Saja</a></p>
<h3><strong data-redactor-tag="strong">Asuransi Pendidikan Anak</strong></h3>
<p>Jika Anda sudah memiliki anak, maka penting pula untuk memiliki asuransi pendidikan anak. Biasanya, asuransi pendidikan anak digabungkan dengan asuransi jiwa. Itu sebabnya, selain menawarkan dana pendidikan anak yang bisa dicairkan pada periode tertentu, asuransi pendidikan anak juga menawarkan bebas premi jika Tertanggung tutup usia sebelum masa periode asuransi berakhir. Ini merupakan kelebihan jika suatu keluarga menabung dana pendidikan anak dalam bentuk asuransi ketimbang dalam bentuk reksa dana atau investasi lainnya.</p>
<h3><strong data-redactor-tag="strong">Asuransi Dana Pensiun</strong></h3>
<p>Penting pula untuk pencari nafkah mempersiapkan <span style="color: #0000ff;">dana pensiun</span> agar keluarga dapat hidup sejahtera meski ketika pasangan memasuki hari tua. Saat ini, Anda dapat menabung dana pensiun dalam berbagai instrumen keuangan, salah satunya asuransi dana pensiun. “Jika di tengah karir seseorang menerima pesangon atau uang dalam jumlah besar, lebih baik menaruhnya di asuransi dana pensiun yang bisa dicairkan dalam bentuk anuitas per bulan atau per tahun. Sehingga, pesangon tadi tidak langsung habis,” ujar Pandji.</p>
<p>Salah satu asuransi penyakit kritis yang layak dipertimbangkan ialah <span style="color: #3366ff;">AVA iBright Protector</span> persembahan Astra Life. <span style="color: #3366ff;">AVA iBright Protector</span> merupakan sebuah produk asuransi jiwa <em data-redactor-tag="em">unit link</em> yang menawarkan perlindungan asuransi jiwa, manfaat <em data-redactor-tag="em">terminal illness</em>, serta manfaat cacat total dan tetap hingga usia 99 tahun. Pengembangan investasi yang ditawarkan dalam produk ini pun dapat bermanfaat sebagai dana hari tua.</p>
<p>Baca juga: <a href="https://ilovelife.co.id/blog/daftar-biaya-yang-harus-dipersiapkan-untuk-pernikahan/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Akan Segera Menikah? Biaya Apa Saja yang Perlu Anda Persiapkan?</a></p>
<p>Melindungi anggota keluarga dari risiko finansial dengan asuransi adalah salah satu wujud cinta yang tak ternilai. #AyoLoveLife dan lindungi keluarga Anda dengan <a href="https://ilovelife.co.id/?gclid=EAIaIQobChMIpqDHjd7A2wIVFxSPCh37rAWMEAAYASAAEgKOWvD_BwE" target="_blank" rel="noopener noreferrer">asuransi yang tepat</a> yang bisa dipilih dari beragam produk <a href="https://ilovelife.co.id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Astra Life</a>.</p>
<p>The post <a href="https://ilovelife.co.id/blog/jenis-asuransi-untuk-yang-sudah-berkeluarga/">Kenali Macam-macam Asuransi untuk Anda yang Sudah Berkeluarga</a> appeared first on <a href="https://ilovelife.co.id/blog">Love Life</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Siasat Menghadapi Risiko Terorisme, Salah Satunya dengan Miliki Asuransi Jiwa</title>
		<link>https://ilovelife.co.id/blog/siasati-risiko-terorisme-lindungi-diri-dengan-asuransi-jiwa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 May 2018 09:10:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan Editor]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Finansial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ilovelife.co.id/blog/?p=4627</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanggal 13 Mei 2018, Minggu pagi yang meriah bagi Lusi sekeluarga yang menyaksikan Parade &#8220;Menuju 100 Hari Asian Games&#8221; di sepanjang jalur Car Free Day (CFD) Thamrin-Sudirman, Jakarta. Anaknya yang berusia 5 tahun bersorak sorai menyaksikan parade. Begitu juga dengan suaminya yang tak henti-henti mengambil foto peserta parade beserta foto keluarga mereka. Menjelang pukul 08.00 WIB, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://ilovelife.co.id/blog/siasati-risiko-terorisme-lindungi-diri-dengan-asuransi-jiwa/">Siasat Menghadapi Risiko Terorisme, Salah Satunya dengan Miliki Asuransi Jiwa</a> appeared first on <a href="https://ilovelife.co.id/blog">Love Life</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="s1">Tanggal 13 Mei 2018, Minggu pagi yang meriah bagi Lusi sekeluarga yang menyaksikan Parade &#8220;Menuju 100 Hari Asian Games&#8221; di sepanjang jalur Car Free Day (CFD) Thamrin-Sudirman, Jakarta. Anaknya yang berusia 5 tahun bersorak sorai menyaksikan parade. Begitu juga dengan suaminya yang tak henti-henti mengambil foto peserta parade beserta foto keluarga mereka. </span></p>
<p class="p3"><span class="s1">Menjelang pukul 08.00 WIB, notifikasi dari beberapa grup percakapan (<i>Whatsapp) </i>di ponselnya mulai ramai berdenting. Lusi terperanjat membaca info bahwa Bom diledakkan di tiga gereja di Surabaya oleh teroris.</span></p>
<p class="p3"><span class="s1">Rasa duka langsung menyergap Lusi dan suaminya, begitupun dengan kita semua yang turut merasakan duka mendalam atas tragedi bom Surabaya oleh teroris. Hari-hari berlalu dan duka mendalam tersebut mengusik rasa aman dalam hidup kita.</span></p>
<p class="p3"><span class="s1">“Bagaimana kalau aku yang mengalami kejadian seperti ini ya? Bagaimana kalau malah suamiku yang menjadi korban terorisme? Bagaimana masa depan anakku nanti?” batin Lusi membayangkannya.</span></p>
<p class="p3"><span class="s1">Pertanyaan tersebut memang terasa tabu dibicarakan namun mengusik batin kita. Lalu bagaimana kita menyikapi hal ini? </span></p>
<h3 class="p3"><span class="s1"><b>Siapkan Perlindungan </b></span></h3>
<p class="p3"><span class="s1">“Rezeki, jodoh, dan maut tidak ada yang tahu,” begitu pepatah berkata. Kita tidak pernah tahu kapan maut menjemput dan dalam bentuk seperti apa. Maka alangkah bijaknya Anda menyiapkan perlindungan sejak dini, termasuk perlindungan berupa asuransi. Seperti yang diutarakan oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu akan pentingnya perlindungan seperti asuransi jiwa dan kesehatan dengan perluasan produk seperti terorisme dan sabotase. </span></p>
<p class="p3"><span class="s1">Dia menjelaskan, asuransi jiwa adalah program perlindungan dalam bentuk pengalihan risiko ekonomis atas meninggal atau hidupnya seseorang. Masuk akal kiranya menyiapkan perlindungan berupa asuransi jiwa seperti yang disebutkan di atas. Jauh sebelum desakan ini muncul, sebuah perlindungan jiwa yang juga mencakup manfaat untuk korban tragedi terorisme sudah lebih dulu disiapkan oleh <a href="https://ilovelife.co.id/ProductList.do"><span class="s2">Astra Life</span></a> dalam paket <a href="https://ilovelife.co.id/ProductDetails.do?productId=362"><span class="s3">Siap Jiwaku</span></a>, ASLI Pelita Proteksi Pratama.</span></p>
<p class="p3"><span class="s1">Dengan premi (</span><span class="s4">sejumlah uang yang harus dibayarkan setiap bulannya sebagai kewajiban dari tertanggung atas keikutsertaannya di asuransi)</span> <span class="s1">dimulai dari Rp27 ribu per bulan atau Rp300.000 per tahunnya, perlindungan jiwa ini memberikan manfaat Uang Pertanggungan untuk kondisi meninggal dunia (termasuk korban tragedi terorisme) sebesar 100% yaitu hingga Rp94 juta rupiah. </span></p>
<p class="p3"><span class="s1">Tersedia juga pilihan fitur pengembalian 100% dari premi, yaitu yang dibayarkan di akhir periode perlindungan. </span></p>
<p class="p3"><span class="s1">Uang Pertanggungan yang dikembalikan diberikan kepada pihak tertanggung yang dibagi dalam kategori yaitu anak (usia 6 bulan &#8211; 17 tahun) dan dewasa (18-70 tahun). Maka Anda bisa memasukkan ahli waris sebagai pihak tertanggung, yaitu suami/istri atau anak.</span></p>
<p class="p3"><span class="s1">Selain itu produk ini menawarkan harga yang lebih ekonomis untuk pembelian paket keluarga, dengan diskon premi hingga 20% berlaku seterusnya untuk semua tertanggung.</span></p>
<p class="p3"><span class="s1">Tak ada salahnya menyiapkan perlindungan berupa asuransi jiwa untuk diri sendiri dan keluarga dari sekarang. #AyoLoveLife miliki asuransi jiwa bersama <a href="https://ilovelife.co.id/ProductList.do">Astra Life</a> sambil kita bersatu untuk melawan segala bentuk terorisme.</span></p>
<p class="p3"><em>Source of featured image:</em> <a href="http://www.jitunews.com/read/80081/aksi-solidaritas-untuk-korban-bom-surabaya#lg=1&amp;slide=2">www.jitunews.com</a></p>
<p>The post <a href="https://ilovelife.co.id/blog/siasati-risiko-terorisme-lindungi-diri-dengan-asuransi-jiwa/">Siasat Menghadapi Risiko Terorisme, Salah Satunya dengan Miliki Asuransi Jiwa</a> appeared first on <a href="https://ilovelife.co.id/blog">Love Life</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Termasuk Karakter Apakah Anda dalam Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak?</title>
		<link>https://ilovelife.co.id/blog/termasuk-karakter-apakah-anda-dalam-menyiapkan-biaya-pendidikan-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 May 2016 07:30:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Finance]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan Editor]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Finansial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ilovelife.co.id/blog/?p=2307</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dunia pendidikan anak berkembang demikian pesatnya. Generasi millennial yang sudah menjadi orangtua barangkali merasakan hal ini ketika hendak memilih sekolah untuk anak-anak mereka. Ya, mau tak mau, kita akan membandingkannya dengan pendidikan yang kita enyam dahulu. Sebagian dari kita tidak mengalami pendidikan prasekolah. Bahkan, melewati pendidikan TK pun bukanlah hal yang tabu. Sekolah negeri favorit [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://ilovelife.co.id/blog/termasuk-karakter-apakah-anda-dalam-menyiapkan-biaya-pendidikan-anak/">Termasuk Karakter Apakah Anda dalam Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak?</a> appeared first on <a href="https://ilovelife.co.id/blog">Love Life</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia pendidikan anak berkembang demikian pesatnya. Generasi <em>millennial</em> yang sudah menjadi orangtua barangkali merasakan hal ini ketika hendak memilih sekolah untuk anak-anak mereka.</p>
<p>Ya, mau tak mau, kita akan membandingkannya dengan pendidikan yang kita enyam dahulu. Sebagian dari kita tidak mengalami pendidikan prasekolah. Bahkan, melewati pendidikan TK pun bukanlah hal yang tabu. Sekolah negeri favorit pun masih memiliki gengsi, seperti halnya sekolah swasta. Pun dunia perkuliahan, masih didominasi universitas negeri, walaupun universitas luar negeri maupun swasta jelas tak kalah pamor.</p>
<h4>Baca Juga: <a href="https://ilovelife.co.id/blog/memilih-asuransi-pendidikan-anak/">Memilih Kurikulum Sekolah Terbaik untuk Buah Hati</a></h4>
<p>Ragam macam alur dan latar belakang pendidikan yang pernah ditempuh ini, membentuk <em>mindset</em> orangtua dalam menentukan jalur pendidikan anak-anak mereka. Banyak yang menganggap sistem pendidikan dahulu; Duduk-Dengar-Catat-Hapal sudah tidak berlaku. Apalagi kebanyakan orangtua saat ini juga meniti karier di luar rumah. Alasan inilah yang membuat sebagian besar orangtua menganggap proses memilih sekolah atau sistem pendidikan untuk si kecil merupakan saat yang krusial. Tak hanya dari segi ilmu, sekolah dianggap sebagai lembaga yang dapat membantu membentuk kepribadian anak.</p>
<p>Dengan latar belakang tersebut, kebanyakan orangtua sudah menentukan target pendidikan untuk anaknya. Kami membaginya dalam tiga tipe, yakni:</p>
<ul>
<li><strong>Tipe Agresif:</strong> Anda ingin anak kuliah ke luar negeri dan melanjutkan sekolah berkurikulum internasional.</li>
<li><strong>Tipe Moderat:</strong> Anda ingin anak kuliah ke universitas negeri tapi mempersiapkan dana untuk kuliah di universitas swasta bertaraf internasional dan sekolah di nasional plus.</li>
<li><strong>Tipe Konservatif:</strong> Anda ingin anak mengenyam pendidikan di sekolah negeri ternama dan universitas negeri ternama.</li>
</ul>
<p>Dengan kebutuhan yang berbeda, target pembiayaan pendidikan yang harus dicapai pun berbeda-beda.</p>
<h3>Memenuhi biaya pendidikan sesuai kebutuhan</h3>
<p>Sebagai ilustrasi biaya sekolah untuk Tipe Agresif, bisa dimulai dari memperhitungkan biaya TK. Jika saat ini biaya TK sebesar Rp 1 juta per bulan, dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan 15% per tahun maka dalam 5 tahun ke depan biayanya akan menjadi Rp 6,7 juta per bulan di tahun pertama dan Rp 7,7 juta per bulan di tahun kedua (TK ditempuh dua tahun).Lalu sebagai gambaran untuk SD bertaraf internasional, misalnya High Scope di TB Simatupang, Cilandak. Sekolah ini uang pangkalnya Rp 65 juta dengan biaya per bulan Rp 4,75 juta atau Rp 57 juta per tahun. Jika ditotal, maka biaya per tahun di tahun pertama saja adalah Rp 122 juta.</p>
<figure id="attachment_2309" aria-describedby="caption-attachment-2309" style="width: 847px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://ilovelife.co.id/blog/wp-content/uploads/2016/05/36193043_M-1.jpg"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-2309" src="https://ilovelife.co.id/blog/wp-content/uploads/2016/05/36193043_M-1.jpg" alt="penuhi biaya pendidikan anak dengan strategi yang tepat" width="847" height="565" srcset="https://ilovelife.co.id/blog/wp-content/uploads/2016/05/36193043_M-1.jpg 847w, https://ilovelife.co.id/blog/wp-content/uploads/2016/05/36193043_M-1-300x200.jpg 300w, https://ilovelife.co.id/blog/wp-content/uploads/2016/05/36193043_M-1-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 847px) 100vw, 847px" /></a><figcaption id="caption-attachment-2309" class="wp-caption-text">Atur strategi penuhi biaya pendidikan sesuai target.</figcaption></figure>
<p>Katakanlah anak Anda akan masuk SD enam tahun lagi, maka Anda akan butuh berapa di 2022? Jika dikalikan biaya inflasi, lama anak akan masuk SD serta biaya SD, maka Anda membutuhkan kurang lebih 1 miliar di 2022.</p>
<p>Jika Anda memilih tabungan pendidikan untuk menginvestasikan uang Anda, salah besar. Rata-rata tabungan pendidikan memberikan bunga antara 4%-5,5% per tahun. Sebab jika dibandingkan dengan inflasi rata-rata tahunan sekitar 5%, bunga tabungan tipis bedanya. Jika di bawah 5%, sudah pasti nilai tabungan tergerus inflasi.</p>
<p>Sementara itu, jika memilih instrumen reksa dana pendapatan tetap dengan return historis bulanan selama sepuluh tahun terakhir berdasarkan Infovesta Fixed Income Index adalah 7.95% pertahun, maka hasilnya akan lebih baik.</p>
<p>Jika Anda menginginkan anak kuliah di luar negeri, biaya yang dibutuhkan jauh lebih besar. Untuk biaya kuliah perguruan tinggi swasta di Italia, misalnya, mencapai Rp 250 juta per tahun (Hotcourses Indonesia). Jika dalam 18 tahun anak Anda akan berkuliah, maka Anda akan membutuhkan dana Rp 5,1 miliar.</p>
<p>Bagaimana dengan Tipe Moderat dan Konservatif? Tentunya biaya yang ditaksir untuk pendidikan anak lebih rendah dibanding biaya pendidikan Tipe Agresif. Sehingga, dana yang dialokasikan untuk investasi di reksa dana dan di asuransi pendidikan tidak setinggi biaya orang tua Tipe Konservatif.</p>
<p>Di Tipe Moderat, misal untuk biaya kuliah di Universitas Indonesia, biayanya mencapai Rp 150 juta per tahun. Anda dalam 18 tahun akan memasukkan anak ke UI, maka akan butuh biaya FV = (I + 15 %) <sup>18</sup> x PV, atau (1.15 %) <sup>18</sup> x Rp 150 juta = Rp 1,8 miliar.</p>
<h4>Baca juga: <a href="https://ilovelife.co.id/blog/memilih-asuransi-pendidikan-anak/">Kiat Memilih Asuransi Pendidikan Terbaik untuk Anak</a></h4>
<p>Angka tersebut dapat dicapai dengan investasi dengan return moderat. Untuk tujuan ini, orangtua dapat mengalokasikan 60% dana investasi pada instrumen obligasi (ORI dan Sukuk), reksadana pendapatan tetap atau reksadana pendapatan terproteksi dan 40% sisanya di saham atau reksa dana saham. Sementara alokasi aset dapat dilakukan dengan memperhitungkan rasio 7:1:2 antara deposito, obligasi, dan saham.</p>
<p>Sementara untuk Tipe Konservatif, investasi dengan profil risiko rendah seperti ORI, Sukuk, Reksadana pendapatan tetap, merupakan pilihan yang sesuai kebutuhan pendidikan anak Anda. Investasi tersebut memberikan keuntungan yang lebih pasti dan cenderung aman.</p>
<p>Anda disarankan untuk mengalokasikan 80% dana investasi para instrumen pendapatan tetap dan pasar uang, serta reksadana dengan profil risiko rendah seperti reksadana pendapatan tetap dan reksadana pendapatan terproteksi. Nah, sisa 20% dana dapat dialokasikan pada investasi dengan profil risiko tinggi seperti saham atau reksadana saham.</p>
<h3>Melindungi segala kemungkinan</h3>
<p>Untuk semua tipe orangtua, satu hal yang harus disadari adalah semakin dini Anda mempersiapkannya, maka bebannya pun akan semakin ringan. Asuransi jiwa terkait investasi bisa menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan sang buah hati. Mengapa?</p>
<p>Menurut hasil riset Nielsen Indonesia terhadap 886 responden di tahun 2015, 89% responden berpendapat asuransi jiwa memberi manfaat perlindungan bagi orang tua. Lalu 69% responden ingin memiliki perlindungan anak, 66% responden ingin menabung secara teratur, dan 61% menginginkan tingkat pengembalian investasi yang lebih tinggi.</p>
<p>Dengan asuransi <em>unit link</em>, keinginan-keinginan orang tua tersebut dapat terpenuhi.</p>
<h3>Asuransi apa yang bisa dipilih?</h3>
<p>Jika Anda sedang mencari produk asuransi pendidikan yang baik, coba tengok ASLI Rencana Optima serta AVA iBright Protector dari Astra Life. Produk ini memiliki manfaat &#8220;<em>Terminal Illness</em> dan Meninggal Dunia&#8221;, serta manfaat <em>Loyalty Bonus</em> pada akhir tahun ke-10 dengan investasi mulai dari Rp300.000/bulan.</p>
<p>Dengan manfaat tambahan (<em>riders</em>) berupa adanya pembebasan premi dasar dan berkala karena pihak penanggung meninggal dunia, cacat total dan cacat tetap, asuransi ini memberikan kepastian masa depan cerah bagi anak-anak Anda.</p>
<p>Sehingga, tak ada yang dapat mencegah mereka untuk menggapai mimpi dengan mengenyam pendidikan yang dicita-citakan, bukan?<br />
Siapkan diri Anda untuk bantu anak-anak Anda menggapai mimpi dengan <a href="https://ilovelife.co.id/produk/siap-rencanaku">Siap RencanaKu</a> dari Astra Life.</p>
<p>The post <a href="https://ilovelife.co.id/blog/termasuk-karakter-apakah-anda-dalam-menyiapkan-biaya-pendidikan-anak/">Termasuk Karakter Apakah Anda dalam Menyiapkan Biaya Pendidikan Anak?</a> appeared first on <a href="https://ilovelife.co.id/blog">Love Life</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangun Mimpi Masa Kecil, Chris Lesmana Berhasil Jadi Desainer VW Terbaik</title>
		<link>https://ilovelife.co.id/blog/membangun-mimpi-masa-kecil-chris-lesmana-berhasil-jadi-desainer-vw-terbaik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2016 02:06:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Pejuang LoveLife]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan Editor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ilovelife.co.id/blog/?p=1586</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada April 2012, Volkswagen Up dinobatkan sebagai World Car of the Year 2012 pada New York International Auto Show. City car keluaran produsen mobil Jerman tersebut dipilih panel juri internasional yang terdiri dari 64 jurnalis dunia. Media massa Indonesia pun ikut memberitakannya. Namun, sorotan ditujukan khusus kepada Christian Lesmana. Siapa dia? Chris—sapaan akrab Christian—adalah satu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://ilovelife.co.id/blog/membangun-mimpi-masa-kecil-chris-lesmana-berhasil-jadi-desainer-vw-terbaik/">Membangun Mimpi Masa Kecil, Chris Lesmana Berhasil Jadi Desainer VW Terbaik</a> appeared first on <a href="https://ilovelife.co.id/blog">Love Life</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada April 2012, Volkswagen Up dinobatkan sebagai World Car of the Year 2012 pada New York International Auto Show. <em data-redactor-tag="em">City car</em> keluaran produsen mobil Jerman tersebut dipilih panel juri internasional yang terdiri dari 64 jurnalis dunia. Media massa Indonesia pun ikut memberitakannya. Namun, sorotan ditujukan khusus kepada Christian Lesmana. Siapa dia?</p>
<p>Chris—sapaan akrab Christian—adalah satu dari tiga perancang VW Up. Chris menjadi buah bibir lantaran berasal dari Indonesia. Hasil rancangan pria kelahiran Bandung tersebut menyisihkan 34 mobil lainnya untuk menyabet gelar World Car of the Year 2012. Desain paten VW Up pun telah terdaftar di Amerika Serikat pada 2008.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca juga: <a href="https://ilovelife.co.id/blog/arsitek-yu-sing/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Yu Sing, Arsitek yang Peduli Kemanusiaan, Penerus Romo Mangun</a></strong></p>
<p>VW Up bukan satu-satunya buah tangan Chris dalam <a href="https://ilovelife.co.id/blog/rio-haryanto-mewujudkan-mimpinya-menembus-arena-formula-1/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">upaya menggapai mimpi.</a> Pria berusia 46 tahun ini juga merancang VW New Beetle 2011 yang dijuluki &#8220;The Beetle&#8221;.</p>
<p>Chris kepincut dengan VW sejak remaja. Ayahnya, Tony Lesmana, kebetulan merupakan penggemar VW. Dia memiliki bengkel las mobil di Bandung. Ketika Chris ulang tahun ke-17, ayahnya memberi kado mobil VW hitam seri 1303. Sejak itu, Chris getol mengoleksi VW.</p>
<p>Kegemaran Chris muda pada desain juga berdampak pada mobil VW kado dari ayahnya. Dia merombak tampilan VW &#8220;kodok&#8221; tersebut. Interiornya diubah dan eksteriornya dicat ulang. Kemampuannya mempercantik mobil bekas juga dipelajari dari sang ayah.</p>
<p>Menjadi desainer mobil adalah impian Chris sejak kecil. Dia rela melepas kuliahnya di jurusan desain produk Institut Teknologi Bandung (1988-1991) untuk mengejar cita-citanya. Dia membidik Sekolah TInggi Desain Fakultas Desain Industri jurusan desain transportasi di Pforzheim, Jerman. Chris meninggalkan kuliah di ITB untuk belajar bahasa Jerman agar bisa sekolah di Pforzheim.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca juga: <a href="https://ilovelife.co.id/blog/joshua-simandjuntak-ajak-pengrajin-kriya-ubah-nasih-lewat-karsa/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Joshua Simandjuntak: Ajak Pengrajin Kriya Ubah Nasib Lewat Karsa</a></strong></p>
<p>Memasuki semester 6 di Pforzheim, Chris praktik selama 6 bulan (1 semester) di pabrik Volkswagen (VW), di Wolfsburg. Ternyata VW puas dengan hasil kerja Chris. Walhasil, pria yang sempat praktik dua bulan di pabrik Audi di Muenchen ini ditawari memperpanjang masa praktiknya satu semester lagi dan menyelesaikan jenjang<em data-redactor-tag="em">diplom-ingenieur</em>&#8211;setingkat master. Tidak sampai di situ, manajemen VW menawari Chris bergabung. Sejak 1997, ia pun resmi menjadi karyawan VW.</p>
<p>Pada 2007, Chris bersama tim, Boris Grell, perancang interior berusia 34 tahun asal Slowakia, dan Susanne Gerken asal Jerman, perancang warna mobil, terpilih untuk mendesain The Beetle. Mereka mengalahkan tujuh proposal lainnya. &#8220;Pokoknya mobil ini mesti kelihatan <em data-redactor-tag="em">cool</em>,&#8221; kata Chris dalam wawancaranya dengan majalah intern VW, <em data-redactor-tag="em">Magazin 02.8</em>.</p>
<p>Hasilnya juga patut diacungi jempol. Mobil bergaya retro tersebut menjadi &#8220;bintang&#8221; di lantai pameran Auto Show Frankfurt dan di The Beetle Premiere Berlin pada 2011.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca juga: <a href="https://ilovelife.co.id/blog/tontowi-dan-liliyana-satukan-keberagaman-demi-berikan-emas-untuk-indonesia/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Tontowi dan Liliyana: Satukan Keberagaman Demi Berikan Emas untuk Indonesia</a></strong></p>
<p>Kini Chris tinggal bersama keluarganya di Hannover. Dia bekerja 40 jam seminggu dengan waktu istirahat 45 menit setiap harinya. Ia masih menyimpan VW seri lama, yakni 1962, 1967, dan 1971, selain The Beetle ciptaannya. Dia berhasil mewujudkan impian masa kecilnya menjadi desainer mobil.</p>
<p>Seperti kata-kata mutiara dari Bung Karno, kisah Chris mengajarkan agar: &#8220;Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit.&#8221; Tapi tentunya lewat perjuangan keras. Lalu bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda <a href="https://ilovelife.co.id/blog/nila-tanzil-berikan-keberanian-bermimpi-untuk-anak-anak-indonesia-timur/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">berjuang meraih mimpi</a> Anda?</p>
<p>Agar perjuangan mengejar mimpi tersebut lebih maksimal, Anda juga harus tetap memperhatikan kesehatan dengan memiliki asuransi kesehatan. Saat ini tersedia beragam asuransi kesehatan, salah satunya <a href="https://ilovelife.co.id/produk/siap-sehatku" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Siap SehatKu</a> dari Astra Life. Siap SehatKu memberikan manfaat santunan rawat inap hingga Rp 300.000/hari dan perlindungan tambahan terhadap 6 penyakit kritis, termasuk serangan jantung. #AyoLoveLife dengan berkarya dan berbagi untuk kemanusiaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://ilovelife.co.id/blog/membangun-mimpi-masa-kecil-chris-lesmana-berhasil-jadi-desainer-vw-terbaik/">Membangun Mimpi Masa Kecil, Chris Lesmana Berhasil Jadi Desainer VW Terbaik</a> appeared first on <a href="https://ilovelife.co.id/blog">Love Life</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suksma Ratri, Menularkan Semangat untuk &#034;Kalahkan&#034; HIV Sampai ke Mancanegara</title>
		<link>https://ilovelife.co.id/blog/suksma-ratri-menularkan-semangat-untuk-kalahkan-hiv-sampai-ke-mancanegara-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[admin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2016 04:48:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cerita LoveLife]]></category>
		<category><![CDATA[Life]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan Editor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ilovelife.co.id/blog/?p=1524</guid>

					<description><![CDATA[<p>Perempuan berambut hitam panjang itu berdiri di atas podium berlogo United Nation—atau Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dengan suara tegas, ia bercerita tentang kelompok termarginalisasi yang memiliki resiko tinggi tertular HIV di Indonesia, seperti pecandu narkoba, pekerja seks komersial, transgender, narapidana hingga pengungsi. Mereka, ujarnya, kerap kali ditolak dan tak mendapatkan akses terhadap pencegahan, perawatan, dan support atas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://ilovelife.co.id/blog/suksma-ratri-menularkan-semangat-untuk-kalahkan-hiv-sampai-ke-mancanegara-2/">Suksma Ratri, Menularkan Semangat untuk &quot;Kalahkan&quot; HIV Sampai ke Mancanegara</a> appeared first on <a href="https://ilovelife.co.id/blog">Love Life</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Perempuan berambut hitam panjang itu berdiri di atas podium berlogo United Nation—atau Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dengan suara tegas, ia bercerita tentang kelompok termarginalisasi yang memiliki resiko tinggi tertular HIV di Indonesia, seperti pecandu narkoba, pekerja seks komersial, transgender, narapidana hingga pengungsi. Mereka, ujarnya, kerap kali ditolak dan tak mendapatkan akses terhadap pencegahan, perawatan, dan support atas HIV/AIDS.<br />
“Di sini saya bertanya, bukankan kita semua adalah manusia yang memiliki hak yang sama,” ujarnya.<br />
Ia, adalah seorang perempuan Indonesia bernama Suksma Ratri. Di tahun 2008, perempuan ini berbicara di depan forum PBB, sebagai perwakilan dari <em data-redactor-tag="em">Coordination of Action Research on AIDS and Mobility (CARAM)</em> wilayah Asia<em data-redactor-tag="em">.</em><br />
HIV, bukan satu hal yang asing dari kehidupan Ima, begitu ia biasa dipanggil. Bahkan sebenarnya, virus ini telah bersarang di tubuhnya, setelah ia didiagnosis positif pada tahun 2006. Namun diagnosis ini, tak lantas membuat Ima kehilangan arah dan semangat hidup. Yang terjadi, justru sebaliknya.<br />
”Pencapaian utama saya setelah dinyatakan positif HIV adalah saya menjadi manusia baru yang lebih optimis dibandingkan saya dulu,” ujarnya, seperti dikutip dalam sebuah media massa.<br />
Selain membesarkan putri semata wayangnya dan bekerja sebagai <em data-redactor-tag="em">Communication Officer</em> pada sebuah organisasi non profit , ia juga aktif sebagai <em data-redactor-tag="em">General Operating Director</em> dalam Inspirasi Indonesia (NSPR12), yakni kelompok kerja yang memfokuskan diri pada kampanye Hak Asasi Manusia dan anti kekerasan seksual.<br />
Virus HIV datang ke kehidupan Ima bersama seorang lelaki yang dinikahinya. Sebelum menikah, ia sebelumnya sudah mengetahui bahwa calon pendampingnya ini adalah mantan pemakai narkoba suntik, karena itu ia mengajaknya untuk melakukan tes HIV/AIDS. Namun calon suaminya ini berkelit pada permintaannya. “Dia bilang sudah pernah tes dan hasilnya negatif, padahal dia belum pernah tes sama sekali sebelumnya,” ujarnya.<br />
Setelah menikah, ada kenyataan pahit lain yang harus diterimanya. Suaminya yang kala itu tak memiliki pekerjaan, ternyata adalah seorang yang kerap melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Tak hanya melakukan kekerasan verbal pada Ima, ia juga mengontrol keuangan dengan sewenang-wenang, mengekang pergaulannya, bahkan melakukan kekerasan fisik saat Ima tengah mengandung. Akhirnya dengan membawa Srikandhi, anak perempuannya, Ima memutuskan bercerai dengan sang suami.<br />
Setahun kemudian datang SMS dari mantan suaminya, yang meminta ia dan anaknya untuk melakukan tes HIV. Hasilnya, ia divonis positif, sementara buah hatinya bebas dari virus tersebut. Yang patut dicatat, Ima menerima vonis ini dengan tenang dan rasional, termasuk saat memberi tahu teman terdekat dan keluarganya. “Rasa sedih dari beberapa anggota keluarga sudah pasti ada, tapi saat mereka melihat kalau saya baik-baik saja, akhirnya<em data-redactor-tag="em">nggak</em> ada kekhawatiran lagi,” ujarnya.<br />
<a href="https://ilovelife2-uat.astralife.co.id/blog/wp-content/uploads/2016/02/81972751_cc5cbc2af9_o-1.jpg"><img decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-1525" src="https://ilovelife2-uat.astralife.co.id/blog/wp-content/uploads/2016/02/81972751_cc5cbc2af9_o-1.jpg" alt="81972751_cc5cbc2af9_o" width="1203" height="800" srcset="https://ilovelife.co.id/blog/wp-content/uploads/2016/02/81972751_cc5cbc2af9_o-1.jpg 1203w, https://ilovelife.co.id/blog/wp-content/uploads/2016/02/81972751_cc5cbc2af9_o-1-300x200.jpg 300w, https://ilovelife.co.id/blog/wp-content/uploads/2016/02/81972751_cc5cbc2af9_o-1-1024x681.jpg 1024w, https://ilovelife.co.id/blog/wp-content/uploads/2016/02/81972751_cc5cbc2af9_o-1-768x511.jpg 768w" sizes="(max-width: 1203px) 100vw, 1203px" /></a><br />
Meski HIV dan AIDS memiliki stigma buruk di mata masyarakat, Ima tak pernah menutupi statusnya. Ia bahkan terbuka menjawab pertanyaan tentang kondisinya ini dan menjadi seorang aktivis mengenai AIDS. Ia bergabung dengan Rumah Cemara, LSM yang memperhatikan masalah kaum marginal, hingga menjadi <em data-redactor-tag="em">Communications and Consultations Facility Programme Assistant</em> pada UNAIDS.<br />
Menurutnya, salah satu stigma ini muncul karena masyarakat yang masih banyak yang belum mengerti tentang penyakit ini. Masih ada pandangan bahwa hanya kelompok tertentu yang akan terinfeksi, padahal masyarakat umum, termasuk ibu rumah tangga yang setia pada suaminya pun, beresiko terkena virus ini.<br />
“Saya rasa untuk memerangi stigma dan diskriminasi itu harus dengan keterbukaan dan kejujuran, selain itu juga dengan penerimaan diri,” ujarnya.<br />
Ima, tidak pernah marah dan menyesali kondisinya kini. Ia memilih untuk tetap berkarya dan berpikir positif tentang keadaannya. “Buat saya, HIV ini mungkin menutup satu pintu dalam hidup saya, tapi dia juga membuka seribu jendela. <em data-redactor-tag="em">I see it as a blessing in disguise,”</em> ujar Ima.<br />
Baca Juga :<br />
<a href="https://ilovelife.co.id/blog/pahlawan-kehidupan-dari-lereng-gunung-gendol/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Kisah Kakek Sadiman, Pahlawan Kehidupan dari Lereng Gunung Gendol</a><br />
<a href="https://ilovelife.co.id/blog/pejuang-love-pink-kanker-payudara-tak-mampu-membunuh-semangat-kami/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Kanker Payudara Tak Surutkan Semangat Wanita Ini</a><br />
<a href="https://ilovelife.co.id/blog/relawan-asap-pertaruhkan-hidup-untuk-padamkan-api/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Cerita Tentang Mereka yang Bertaruh Nyawa untuk Memadamkan Api</a></p>
<p>The post <a href="https://ilovelife.co.id/blog/suksma-ratri-menularkan-semangat-untuk-kalahkan-hiv-sampai-ke-mancanegara-2/">Suksma Ratri, Menularkan Semangat untuk &quot;Kalahkan&quot; HIV Sampai ke Mancanegara</a> appeared first on <a href="https://ilovelife.co.id/blog">Love Life</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
