Dengan Kondisi Finansial di Masa Pandemi, Perlukah Financial Planner?

perlukah financial planner kondisi finansial saat pandemi Astra Life

Urgensi memakai financial planner untuk membantu membenahi permasalahan keuangan pribadi akan berbeda-beda dan ditentukan dari banyak faktor. Apakah yang tengah menghadapi masalah utang otomatis membutuhkan jasa perencana keuangan? Perlukah financial planner ketika kita hendak merencanakan dana pendidikan anak? Apabila kamu saat ini tengah menimbang untuk memakai jasa financial planner, kamu bisa mengecek beberapa hal penting di bawah ini terutama dalam kondisi finansial di saat pandemi.

Kamu perlu financial planner bila…

Seorang financial planner atau perencana keuangan merujuk pada profesional yang membantu individu atau keluarga dalam menghadapi berbagai masalah keuangan melalui berbagai perencanaan keuangan yang bijaksana. Jasa perencana keuangan bukan sebatas membantu kamu mengatur atau manajemen arus kas, kebutuhan dana pendidikan anak, melainkan juga membuatkan strategi keuangan kebutuhan masa pensiun dan perencanaan investasi. Selain itu, perencana keuangan juga bisa membantu kamu menyusun strategi manajemen risiko dan perencanaan asuransi, perencanaan pajak hingga perencanaan distribusi kekayaan (estate planning).

Ibarat seorang dokter, perencana keuangan bisa melakukan diagnosa penyakit keuangan secara menyeluruh dan dari sana memberikan resep yang dibutuhkan. Nah, kapan seseorang membutuhkan jasa financial planner?  Mengacu pada analogi tersebut, kamu membutuhkan financial planner ketika kondisi keuangan cukup sulit kamu tangani sendiri. Keuangan yang hanya “sakit flu” mungkin bisa kamu carikan solusi sendiri. Tapi, ketika keuangan menderita sakit yang sudah butuh penanganan khusus, tentu membutuhkan obat dan resep khusus dari profesional financial planner. Berikut ini checklist yang bisa dicermati untuk menilai perlukah  financial planner untuk kondisi keuangan kamu.

1. Kamu menghadapi dilema keuangan yang sulit

Dilema keuangan seperti apa yang membutuhkan “intervensi” seorang perencana keuangan? Contoh mudah, kamu adalah seorang sandwich generation karena masih harus menanggung kehidupan orang tua dan adik. Di saat yang sama kamu ingin menjalankan rencana keuangan untuk keluarga kecil sendiri mulai dari menabung dana pembelian rumah, persiapan dana pendidikan anak hingga perencanaan asuransinya kelak.

Dalam konteks situasi seperti itu, kamu berisiko gagal meraih tujuan keuangan karena kesulitan mengatur arus kas yang tepat agar semua rencana keuangan bisa dijalankan. Di sini, kamu bisa memakai jasa financial planner untuk membantu menyusun strategi perencanaan keuangan yang paling masuk akal dan efisien.

Baca juga: Gaji Dipotong atau Terkena PHK, Bagaimana Cara Mengakali Anggaran Keluarga?

2. Pendapatan kamu meningkat tapi sering kehabisan uang

Tidak sedikit orang yang berhasil meraih peningkatan pendapatan dalam waktu cukup singkat tapi malah gagal meningkatkan kesejahteraan. Peningkatan pendapatannya justru banyak habis untuk hal-hal yang kurang jelas atau yang sifatnya konsumtif. Tidak punya dana darurat, asuransi apalagi investasi. Belum lagi mengurus permasalahan pajak yang cukup rumit.

Tentu sangat disayangkan bila penghasilan besar tidak terkelola dengan baik. Gunakan jasa financial planner untuk membantu mengarahkan pengelolaan keuangan, membuatkan kamu strategi perencanaan keuangan yang tepat sehingga pendapatan yang meningkat itu diikuti dengan peningkatan nilai aset.

3. Kamu kesulitan mencari asuransi sesuai kebutuhan

Asuransi adalah salah satu kebutuhan finansial utama untuk memperkuat safety net seseorang. Namun, sering terjadi orang salah membeli asuransi yang sebenarnya kurang sesuai dengan profil keuangan dan kebutuhannya. Banyak juga orang yang kurang tepat menghitung kebutuhan uang pertanggungan asuransinya sehingga asuransi yang dimiliki justru tidak efektif memberikan proteksi.

Kamu bisa menimbang memakai jasa financial planner agar bisa mendapatkan rekomendasi netral dan profesional tentang mana produk asuransi yang tepat sesuai kebutuhan. Mulai dari asuransi jiwa terbaik, asuransi kesehatan hingga asuransi kerugian seperti asuransi rumah, dan sebagainya.


Jika saat ini kamu sedang mencari asuransi jiwa, kamu bisa mempertimbangkan Flexi Life, asuransi jiwa murni dari Astra Life yang menyediakan perlindungan hingga Rp5 miliar tanpa cek medis. Selain asuransi jiwa, Astra Life juga memiliki pilihan lengkap untuk asuransi kesehatan hingga asuransi penyakit kritis.


Baca juga: Apa Fungsi Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Jiwa?

4. Kamu bingung memilih produk investasi yang tepat

Ada semakin banyak produk investasi yang ada di pasar saat ini dengan berbagai tingkat risiko dan peluang keuntungannya. Setiap tujuan keuangan boleh jadi membutuhkan instrumen investasi yang berbeda-beda. Salah memilih instrumen investasi bisa berakibat fatal yaitu gagalnya rencana keuangan bahkan tidak sedikit yang malah terjebak penipuan investasi. Seorang financial planner bisa membantu kamu memilih produk investasi yang paling efisien membantu pencapaian tujuan keuangan.

5. Kamu paham personal finance, tapi tidak disiplin menjalankannya.

Kamu memiliki pemahaman yang cukup baik tentang pentingnya manajemen arus kas yang sehat, bagaimana menghitung kecukupan proteksi asuransi hingga jenis-jenis investasi yang bisa membantu tujuan keuangan. Namun, kamu sering gagal mendisiplinkan diri menjalankan rencana keuangan yang sudah kamu buat. Selain itu, kamu juga sangsi perencanaan yang kamu buat sudah cukup tepat.

Perencana keuangan bisa membantu kamu lebih disiplin karena selain membantu membuatkan strategi keuangan, financial planner juga akan memantau implementasi rencana keuangan yang telah disusun secara periodik tergantung pada masa kontrak yang disepakati.

Baca juga: Tujuan Keuangan Untuk Kamu yang Bergaji Rp10 Juta, Rp20 Juta dan Rp30 Juta

Kamu sedang mencari financial planner yang tepat? Cek dulu kriteria ini

Memilih jasa financial planner perlu kecermatan supaya kebutuhan kamu memiliki rencana keuangan yang baik bisa tercapai. Apa saja kriterianya?

Pertama, pilih yang kompeten. Salah satu cara menilai kompetensi adalah dengan melihat sertifikasi yang dimiliki financial planner. Sertifikasi perencana keuangan ada banyak ragam, antara lain:

  • Certified Financial Planner (CFP) dan Registered Financial Planner (RFP). Dua sertifikasi tersebut dikeluarkan oleh Financial Planning Standards Board (FPSB) yang berpusat di Denver, Amerika Serikat. CFP merupakan sertifikasi lengkap untuk financial planner. Sedangkan RFP hanya fokus pada ilmu manajemen risiko asuransi dan ilmu dasar-dasar perencanaan keuangan.
  • Registered Financial Advisor (RFA) dan Registered Financial Consultant (RFC). Dua sertifikasi itu dikeluarkan oleh International Association of Registered Financial Consultants (IARFC).

Kedua, pilih yang independen. Arti independen di sini adalah, financial planner tersebut tidak terikat atau terafiliasi dengan perusahaan keuangan tertentu atau memperoleh pendapatan dari penjualan produk keuangan atau asuransi tertentu. Dengan begitu, rekomendasi yang diberikan 100% adalah untuk kebutuhan kamu, bukan karena sebuah “titipan” hendak menjual produk tertentu.

Ketiga, lihat jam terbang dan track record. Hindari memilih financial planner yang pernah berkasus, apalagi kasus pidana. Cek jam terbangnya apakah sudah cukup senior dan berpengalaman atau masih baru.

Keempat, pahami term and condition surat perjanjian kerja sama. Apa saja hak dan kewajiban masing-masing pihak, apa saja jenis jasa yang akan diberikan oleh si perencana keuangan. Perjelas hal itu di awal sebelum menyepakati kerjasama.

Kelima, pertegas batas wewenang perencana keuangan. Seorang financial planner sesuai namanya bertindak membantu kamu menyusun perencanaan keuangan, memberikan nasihat finansial, dan merekomendasikan produk keuangan yang tepat secara profesional. Tapi, seorang perencana keuangan tidak memiliki wewenang untuk mengelola dana kamu karena izinnya bukanlah sebagai manajer investasi.

Dengan memperhatikan hal-hal perlukah financial planner di atas, keinginan kamu mewujudkan keuangan yang sehat dan meraih tujuan keuangan dengan bantuan financial planner bisa tercapai. Mudah sih, namun tetap kamu juga perlu lebih cermat ya.

Related Posts

Ayo, Keluar dari Beban yang Ganggu Kesehatan Mental Kamu

Pagi ini, kamu bangkit dari tempat tidur dengan enggan dan tidak ada hal yang membuatmu bersemangat ketika membayangkan ...

5 Langkah Mudah Meningkatkan Ketahanan Finansial Tanpa Perlu Gaji Besar

Pernahkan kamu berpikir tentang kehidupan yang nyaman, tenang, dan memiliki banyak waktu dengan keluarga tanpa perlu kha...

Menikah saat Pandemi, Apa Saja Finansial dan Protokol Kesehatan yang Harus Disiapkan?

“Saya sudah membayangkan pernikahan yang saya impikan dari tahun sebelumnya. Tapi, begitu ada pandemi, impian itu haru...




« | »
Read previous post:
12 Rempah-rempah Penambah Daya Tahan Tubuh
Di Tengah Pandemi, Ini 12 Rempah-rempah Penambah Daya Tahan Tubuh

Virus corona menyerang jutaan umat manusia tanpa mengenal kasta, suku, agama, usia, jenis kelamin dan warna kulit. Bersamaan itu, para...

Close