Apa Fungsi Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Jiwa?

Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Jiwa

Tahun 2020 bisa dibilang tahun yang selalu dimulai dengan kata “pertama”. Pertama tinggal di rumah untuk sekian lama. Pertama kali hidup saling jaga jarak. Mungkin banyak dari kita juga ini menjadi pertama kalinya kita jadi semakin peduli dengan kesehatan, jiwa, dan keamanan finansial.

Pandemi menjadi wake up call kita akan pentingnya memiliki asuransi jiwa. Karena dengan memiliki asuransi jiwa, finansial keluarga kita akan menjadi aman kalau terjadi hal yang tak diinginkan kepada kita.

Uang Pertanggungan. Buat yang sudah aware tentang asuransi jiwa, pastinya tahu kalau Uang Pertanggungan adalah salah satu variabel yang krusial. Karena Uang Pertanggungan inilah yang nantinya akan didapatkan oleh keluarga kita kalau kita tutup usia. Dengan kata lain, Uang Pertanggungan asuransi inilah sang penyelamat keuangan keluarga kita.

Under-insured. Kejadian yang gak jarang terjadi. Under-insured adalah kondisi dimana besar Uang Pertanggungan asuransi jiwa yang tidak mencukupi kebutuhan yang ingin kita lindungi.

Contoh, Andi, usia 30, seorang kepala rumah tangga. Istrinya tidak bekerja, kedua anaknya sedang sekolah di SD bergengsi. Ternyata, ia harus tutup usia dikala muda dan meninggalkan total hutang sebesar Rp3 Miliar. Tapi, karena saat hidup dirinya merasa keluarganya masih muda, ia membeli asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan sebesar Rp500 juta. Alhasil, perlindungan asuransi jiwa nya hanya bisa menutupi 1/6 dari hutangnya. Yang Andi alami adalah under-insured.

Dengan gambaran di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa besaran Uang Pertanggungan (UP) asuransi jiwa idealnya bisa menutup empat kebutuhan dasar yang disebut LIFE, yakni loan atau utang, income atau penghasilan, final expense atau biaya akhir, dan education atau pendidikan anak. Kita juga bisa melihat bahwa sangat penting untuk tahu manfaat dari Uang Pertanggungan yang kita ambil.

Apa fungsi Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Jiwa?

1. Bisa membayar hutang

Harta dan utang merupakan dua hal yang bersifat diwariskan. Artinya, jika kamu tutup usia, maka ahli warismu akan menerima warisan berupa harta dan utang. Apakah kamu pernah membayangkan, jika kamu tutup usia dan masih punya utang yang belum lunas, bagaimana keluargamu akan menghadapinya? Selain berduka, keluargamu tentu akan terbebani dengan utang yang kamu tinggalkan.

Itu sebabnya, tujuan UP asuransi jiwa yang pertama ialah untuk membayar loan atau utang. Umumnya, utang pada lembaga perbankan atau lembaga pembiayaan sudah pasti terlindungi oleh asuransi jiwa kredit. Tapi, ada pula utang yang tidak dilindungi oleh asuransi jiwa kredit, seperti misalnya utang ke teman atau ke saudara.

Maka, jika saat ini kamu punya utang yang tidak terlindungi oleh asuransi jiwa kredit, maka sebaiknya kamu mengambil asuransi jiwa dengan UP yang jumlahnya minimal bisa menutup utang tersebut. Dengan utang di depan mata, jangan sampai kamu memilih jalan aman “yang penting punya asuransi jiwa”, namun mengabaikan jumlah UP yang sesungguhnya kamu butuhkan.

Jadi, ketimbang memilih UP seadanya demi mengincar premi kecil yang berujung tidak bisa memenuhi kebutuhan, lebih baik kamu menghitung dengan benar berapa UP asuransi jiwa yang bisa menjawab kebutuhan kredit kamu. Ini bertujuan agar keluarga yang ditinggalkan tidak terbebani untuk membayar utang warisan.

Baca juga: Gaji Dipotong? Di PHK? Gimana Cara Mengakali Anggaran Keluarga?

2. Bisa menggantikan pendapatan

Pernahkah kamu membayangkan, jika kamu adalah seorang pencari nafkah, lalu kemudian tutup usia, bagaimana keluargamu akan melanjutkan hidup tanpa pendapatan yang selama ini kamu hasilkan? Agar keluargamu dapat melanjutkan hidup normal seperti sedia kala, maka kamu bisa memanfaatkan fungsi uang pertanggungan asuransi jiwa yang kedua, yakni menggantikan pendapatan dari tertanggung.

Itu sebabnya, asuransi jiwa merupakan proteksi yang wajib dimiliki oleh para pencari nafkah. Besarnya UP yang ideal sebagai pengganti penghasilan ialah jumlah penghasilan tertanggung sejak ia wafat hingga ia pensiun atau hingga anak terkecil bisa hidup mandiri. Dengan demikian, UP ini diharapkan dapat menutup kebutuhan keluarga sehari-hari.

3. Bisa membayar final expense

Fungsi Uang Pertanggungan (UP) asuransi jiwa selanjutnya yang perlu kamu perhatikan ialah, untuk membayar final expense atau biaya akhir. Dalam hidup, kita tidak bisa memilih jalan kita sendiri. Namun, kita masih diberikan banyak pilihan dan kesempatan untuk menata tak hanya hidup kita tapi juga orang terdekat. Apakah kamu sudah memikirkan bagaimana keluargamu akan menanggung biaya akhir saat kamu tutup usia? Jangan sampai keluargamu yang masih bersedih akan kepergianmu, juga pusing memikirkan pengeluaran akhir.

Pengeluaran akhir ini misalnya biaya pengobatan terakhir di rumah sakit, biaya persemayaman, biaya pemakaman atau kremasi, biaya upacara adat terkait kematian seperti Ngaben atau Rambu Solo, biaya acara keagamaan terkait kematian seperti misalnya tahlilan atau kebaktian saat 7 hari, 40 hari, 100 hari, dan sebagainya. Kamu bisa memperkirakan besarnya biaya akhir ini dengan melakukan survei, baru kemudian cari asuransi jiwa dengan UP sesuai.

4. Bisa membayar pendidikan anak

Bagaimana dengan kamu yang telah memiliki anak? Apakah kamu sudah mempersiapkan dana pendidikan agar ia bisa menempuh pendidikan terbaik? Mumpung kamu masih sehat dan punya waktu panjang di masa depan, ini saatnya bagi kamu untuk memperhitungkan biaya anak hingga mandiri. Tujuan terakhir dari UP asuransi jiwa ialah, bisa digunakan sebagai biaya pendidikan hingga anak setidaknya lulus S1.

Untuk menemukan besaran biaya ini, kamu bisa melakukan survei biaya pendidikan di sekolah-sekolah dan universitas yang kamu tuju. Sesuaikan pula dengan jumlah anak serta jenjang sekolah yang harus ditempuh oleh masing-masing anak. Setelah ketemu biaya yang dibutuhkan, baru kamu bisa mencari UP asuransi yang sesuai.

Baca juga: Kenapa asuransi jiwa penting di era pandemi?

Ayo, jadi #Generasi5Miliar

Dengan melihat empat kebutuhan utama dari asuransi jiwa di atas, semoga kini kamu tidak ragu lagi untuk menjadi #generasi5miliar, generasi yang tidak pelit ambil UP besar sesuai dengan kebutuhan dan perhitungan, dan tidak lagi memilih asuransi jiwa berdasarkan premi yang paling murah. Sudah saatnya bagimu untuk punya perlindungan yang tidak nanggung. Lebih baik memiliki asuransi jiwa dengan UP berlebih daripada kurang. Karena, kondisi under-insurance membuat keluarga yang kamu cintai tidak terlindungi secara optimal.

Memiliki asuransi jiwa saat pandemi COVID-19 memang penting. Namun, memiliki asuransi jiwa tanpa memperhatikan jumlah UP yang sesuai adalah langkah yang kurang bijak. Karena, memilih UP yang sesuai kebutuhan itu menggambarkan seberapa besar kamu menghargai jiwamu dan keluarga yang kamu cintai.

Jadi, jika saat ini kamu sudah memiliki asuransi jiwa, cobalah cek lebih jauh apakah UP yang kamu miliki dalam polis sudah sesuai kebutuhan atau belum. Jika belum, maka tak ada salahnya menyesuaikan UP dengan kebutuhan.

Untungnya, saat ini ada Flexi Life, asuransi jiwa yang fleksibel. Jadi, kamu bisa menyesuaikan premi dan UP sesuai tahapan hidup serta kemampuan finansial. Flexi Life juga tepat dimiliki saat pandemi seperti ini karena memberikan perlindungan COVID-19.

Jika saat ini kamu punya asuransi jiwa dengan UP Rp100 juta, padahal sebetulnya UP yang kamu butuhkan adalah Rp1 miliar, maka sudah saatnya kamu upgrade polis. Di Flexi Life, kamu bisa upgrade polis hingga UP Rp5 miliar dan premi mulai dari Rp180.000 per bulan tanpa cek medis. Cukup terjangkau, bukan? Jadi, mengapa harus pilih UP yang kecil jika dengan premi terjangkau pun, kamu bisa memperoleh UP yang optimal? Mari, saatnya menjadi #generasi5miliar yang melindungi diri dan keluarga dengan UP sesuai kebutuhan. #iGotYourBack

Related Posts

Rekomendasi Film dan Serial Netflix Pelepas Stres di Masa Pandemi Corona

Bioskop segera buka kembali? Ya, pemerintah memang tengah mempertimbangkan untuk membuka kembali bioskop. Dilansir Komp...

Agar Tetap Aman Olahraga di Tengah Pandemi, Perhatikan 9 Tips Ini

Selain meningkatkan daya tahan tubuh, olahraga juga bisa membuat tubuh menghasilkan hormon endorfin yang berfungsi membu...

Rentan Terinfeksi COVID-19, Ini Panduan Periksa Kehamilan saat Pandemi

Di tengah pandemi, COVID-19 menjadi ancaman serius bagi ibu hamil. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) ...




« | »
Read previous post:
Aman Menggunakan Transportasi Umum di Era New Normal
12 Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum di Era New Normal

Fase new normal sudah hadir. Say goodbye to work from home (WFH), kini saatnya banyak dari kita kembali ke kantor. Bagi yang tidak memiliki kendaraan...

Close