Minimalisir Konflik Saat Pembagian Warisan, Jangan Lupakan 7 Hal Ini

Membahas hak waris sebelum meninggal dianggap tak sopan bagi sebagian orang, padahal pembahasan ini penting mengingat warisan rentan menimbulkan konflik.

Minimalisir Konflik saat Pembagian Warisan

Minimalisir Konflik Saat Pembagian Warisan, Jangan Lupakan 7 Hal Ini

Membahas hak waris sebelum meninggal dianggap tak sopan bagi sebagian orang, padahal pembahasan ini penting mengingat warisan rentan menimbulkan konflik.

Pernahkah kamu mendengar berita terkait konflik keluarga akibat ada pihak-pihak yang merasa tak adil dalam mendapatkan pembagian warisan? Mengapa itu bisa terjadi dan bagaimana untuk meminimalisirnya? Adakah tips kapankah waktu yang tepat untuk bicara soal pembagian warisan? Mari simak ulasan berikut.

Warisan. Hal yang cukup penting tetapi masih cukup tabu untuk dibicarakan. Bagi sebagian orang, membahas soal pembagian hak waris sebelum meninggal dianggap tak sopan karena seperti mendoakan agar cepat meninggal. Padahal, pembahasan ini cukup penting mengingat masalah warisan sangat rentan menimbulkan polemik atau konflik bagi keluarga yang ditinggalkan. Jika bagi generasi orang tua kita hal ini masih sangat tabu dilakukan, mungkin kamu sudah perlu memikirkannya. Lalu, apa saja hal yang penting kita ketahui dan kapan waktu tepat membicarakannya?

Mengapa Warisan Penting Dibicarakan

Setiap orang yang hidup, suatu saat pasti akan meninggal dunia, termasuk kita. Dan saat meninggal apakah harta itu akan ikut dibawa serta oleh kita? Tentu tidak. Itulah mengapa pentingnya membahas soal warisan, bahkan sebelum kita meninggal dunia.

Menurut Risen Yan Piter, salah satu pendiri Wasiat Kita dan RnD Partnership, seperti dikutip dari Kompas, mengatakan kebanyakan orang fokus dan bersemangat dalam mencari uang dan mengembangkannya. Namun, mereka lupa untuk memikirkan kepada siapa uang atau aset yang diperolehnya akan dialihkan saat mereka meninggal dunia.

Rawan Konflik, Kapan Waktu Tepat Bicara Warisan

Jika tak dibicarakan secara jelas saat orang tersebut masih ada, maka sangat rentan hal ini menimbulkan konflik. Bukan ingin berburuk sangka, tetapi kita tidak pernah tahu apa yang orang lain pikirkan dan rasakan di kemudian hari. Seringkali konflik karena warisan dipicu oleh salah seorang atau beberapa ahli waris yang merasa pembagian harta warisan itu tidak adil. Belum lagi jika ada harta yang tak diketahui. Konflik mengenai hal ini bisa semakin rumit jika sudah terjadi di beberapa generasi atau keturunan setelahnya. Jadi, meskipun sensitif sebaiknya pembahasan soal warisan segera dibicarakan secara jelas.

Lalu kapankah waktu yang tepat untuk membahas soal warisan? Tak ada patokan yang pasti soal kapan waktu yang tepat untuk membahas soal warisan. Apalagi jika melihat berdasarkan patokan usia karena perjalanan setiap orang berbeda dan tak ada yang bisa memastikan sampai usia berapa seseorang itu akan hidup. Namun, jika dilihat dari sisi ilmu perencanaan keuangan maka seseorang bisa mulai merencanakan atau memikirkan pembagian warisan saat sudah memiliki kekayaan atau wealth accumulation. Seberapa besar nilai kekayaan itu juga tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang.

Hal Yang Perlu Diperhatikan

Sementara itu mengutip Wikipedia, warisan berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain. Artinya tak hanya harta tetapi suatu utang pun bisa menjadi “warisan” yang ditinggalkan kepada keluarga saat dia meninggal dunia.

Oleh karena itu, penting buat kamu untuk memperhatikan sejumlah hal saat ingin merencanakan dan membicarakan soal warisan. Kamu juga bisa menyampaikan informasi penting ini ke pasangan atau pihak yang kamu percaya, agar jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan mereka tidak kebingungan saat mengurusnya. Berikut hal-hal yang perlu kamu perhatikan:

1. Merinci daftar warisan yang kamu miliki

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), warisan adalah sesuatu yang diwariskan, seperti harta, nama baik; harta pusaka. Secara luas, warisan dapat mencakup harta benda termasuk benda tetap, benda bergerak ataupun segala hal yang memiliki nilai kebendaan ataupun hak-hak kebendaan. Jika dirincikan, harta benda termasuk pada tanah, bangunan, kendaraan, logam mulia, sertifikat, deposito dan sebagainya. Di sisi lain hak dapat meliputi hak guna bangunan, hak cipta, hak paten dan sebagainya.

Penting untuk kamu menghitung dan mencatat secara rinci berapa besar harta baik berupa uang dan aset yang kamu miliki untuk di wariskan. Berapa besar nilainya dan dimana saja harta itu berada. Berikan informasi rinci ini kepada orang yang kamu percaya, misalnya saja pasangan. Agar jika suatu saat terjadi hal-hal yang tak diinginkan orang terdekat bisa mengetahui dan mengurus segala sesuatu yang diperlukan. Selain harta, kamu juga bisa mewariskan usaha yang sedang kamu jalani.

2. Daftar utang atau kewajiban

Tak hanya harta dan aset usaha, kamu juga perlu menghitung berapa utang atau kewajiban yang kamu miliki. Kemana saja utang tersebut dan kapan harus dilunasi. Tentu kamu tak ingin meninggalkan keluarga dengan beban utang yang tak diketahui bukan? Jangan sampai keluarga terkejut karena mendapatkan “warisan” utang yang kamu miliki.

3. Asuransi

Selain harta, memberitahukan soal asuransi yang kamu miliki serta prosedur mengajukan klaim juga penting. Sebagai contoh adalah peran asuransi jiwa untuk kamu yang berstatus sebagai pencari nafkah keluarga.

Jika merujuk kembali kepada perannya, asuransi jiwa memberikan jaminan kebebasan finansial apabila ada hal-hal terkait kesehatan apabila jatuh sakit atau bahkan meninggal dunia. Apabila hal itu terjadi, maka Asuransi jiwa ini akan memberikan uang pertanggungan. Pengguna tidak perlu lagi khawatir karena penerima manfaat asuransi akan diberikan jumlah uang sesuai dengan polis atau secara tidak langsung asuransi dapat bekerja sebagai warisan. Yang menarik, manfaat dari asuransi ini dapat langsung diterima oleh ahli waris tanpa harus menunggu fatwa waris dari pengadilan. Tak hanya itu asuransi juga tidak dikenakan biaya pengambilan hak. Prosesnya terbilang lebih cepat, mudah dan tidak rawan konflik jika dibandingkan dengan harta lainnya.

Ada satu produk asuransi jiwa murni yang layak kamu pertimbangkan yakni Flexi Life dari Astra Life. Asuransi jiwa ini cocok untuk kamu yang menyukai fleksibilitas karena preminya bisa kamu #AturSendiri sesuai perubahan tahap hidupmu. Selain itu, Flexi Life juga mencakup perlindungan atas risiko Covid-19, memiliki perlindungan hingga Rp5 miliar tanpa cek medis, serta komitmen perlindungan tahunan hingga 85 tahun.

Sementara itu, bagi kamu yang tertarik untuk memiliki asuransi jiwa dan investasi atau produk unit link, kamu bisa mempertimbangkan Ava iBright Protector. Asuransi ini memiliki sejumlah manfaat seperti 100% Uang Pertanggungan dan Nilai Dana investasi yang terbentuk akan dibayar saat kamu meninggal dunia atau menderita terminal illness (penyakit yang sudah memasuki stadium lanjut dan kemungkinan sembuh sangat tipis) atau mengalami cacat total dalam masa berlaku polis. Selain itu  Nilai Dana yang kamu kumpulkan juga bisa diberikan 100% saat masa polis berakhir.

4. Biaya-biaya yang mungkin timbul dalam pembagian warisan

Hal lainnya yang perlu kamu hitung dan bicarakan adalah apa saja biaya-biaya yang muncul dalam pembagian warisan. Misalnya saja terkait pajak atau biaya-biaya administrasi terkait pencatatan dan pembagian warisan. Sehingga kamu dan keluarga mengetahui adanya potensi-potensi biaya yang berkurang dari harta yang diwariskan.

5. Menentukan ahli waris dan berapa persen jumlah warisan yang diberikan

Ahli waris adalah pihak atau orang yang akan menerima harta warisan dari pewaris atau orang yang meninggal dunia. Berdasarkan KUH Perdata, orang-orang yang berhak menjadi ahli waris adalah pasangan (suami/istri) yang hidup terlama serta anak atau keturunannya, orang tua dan saudara kandung pewaris, keluarga dalam garis lurus ke atas sesudah bapak dan ibu pewaris, serta paman atau bibi baik dari pihak bapak atau ibu pewaris. Menentukan ahli waris juga menjadi penting agar tidak terjadi perselisihan di kemudian hari, termasuk besaran pembagiannya. Hal ini juga penting dilakukan untuk menghindari warisan yang jatuh ke tangan yang tak berhak dan akhirnya kembali rawan memunculkan konflik.

6. Menentukan wali jika ahli waris masih di bawah umur

Jika kamu memiliki ahli waris yang masih di bawah umur maka kamu juga perlu menentukan wali dari ana-anak atau orang yang akan menerima warisan kamu.

7. Menentukan orang yang akan menjadi pelaksana wasiat

Hal penting lainnya adalah menentukan orang yang akan menjadi pelaksana wasiat saat kamu meninggal dunia. Bisa pasangan, orang yang kamu percaya, atau notaris. Mereka lah yang akan mengurus segala sesuatu terkait wasiat yang kamu tinggalkan. Pastikan bahwa orang itu memang dapat dipercaya dan amanah atau akan menjalankan segala sesuatu sesuai dengan arahan dan kesepakatanmu.

Aturan Pembagian Warisan

Lalu bagaimana cara membuat warisan yang humanis bagi pewaris? Setidaknya di Indonesia ada tiga aturan hukum yang bisa kamu jadikan acuan dalam menyusun pembagian warisan. Aturan ini tentu sudah melalui berbagai proses kajian dan dibuat agar bisa terbagi sesuai dengan porsinya masing-masing. Tiga hukum tersebut adalah hukum waris adat, hukum waris Islam, dan hukum waris perdata. Biasanya pembagian warisan dalam hukum waris adat akan disesuaikan dengan adat yang berlaku di suatu daerah. Sementara itu, hukum waris Islam mengatur pembagian warisan berdasarkan ajaran agama Islam. Adapun hukum waris perdata diatur dalam KUH Perdata.

Merencanakan masa depan tentunya merupakan hal yang penting, apalagi di tengah keadaan yang serba tak pasti seperti sekarang ini. Perhatikan kondisimu dan lakukan segala pertimbangan yang diperlukan. Pembagian warisan bukanlah hal yang sederhana, bahkan pelik, apalagi jika dilakukan tanpa persiapan sebelumnya. Harta dengan bentuk dan ketentuan yang beragam, sampai ahli waris dengan alokasinya masing-masing, semuanya butuh perhatian khusus karena memerlukan proses yang panjang. Di sisi lain asuransi hadir dengan memberikan kemudahan dari sisi proteksi dan investasi untuk masa kini dan masa depan.

Tak ada salahnya untuk menambah perlindungan untuk kamu dan keluarga melalui asuransi. Kamu bisa melihat banyaknya pilihan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisimu saat ini dengan mengunjungi astralife.co.id dan temukan solusi untuk perlindungan kesehatanmu. Follow juga instagram @AstraLife untuk mendapatkan tips-tips bermanfaat lainnya. Urusan Sehat No Worries, #iGotYourBack.

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!