Strategi Siapkan Dana Darurat sebagai Benteng Pertahanan di Masa Pandemi

Strategi siapkan dana darurat pandemi astra life

Pandemi memberi pelajaran berharga tentang pentingnya memiliki dana darurat. Saat kondisi ekonomi tertekan dan pendapatan keluarga menurun, ada ketidaksesuaian (mismatch) antara pendapatan dan pengeluaran. Strategi siapkan dana darurat berfungsi untuk mengatasi ketidaksesuaian tersebut agar keuangan keluarga tetap stabil.

Strategi Siapkan Dana Darurat di Masa Pandemi

1. Tetapkan target

Dimulai dari menghitung pendapatan dan pengeluaran rutin setiap bulan. Kamu bisa memetakan pengeluaran menjadi beberapa kategori seperti pengeluaran pokok atau primer, biaya rutin dan cicilan utang, pengeluaran gaya hidup atau tersier serta tabungan dan investasi.

Setelah diperoleh angka pengeluaran bulanannya, tetapkan dana darurat yang ideal. Semakin banyak jumlah anak dalam sebuah keluarga, semakin besar pula nilai dana darurat yang harus dipersiapkan. Besaran dana darurat seseorang yang sudah berkeluarga idealnya sebesar 6 kali, 9 kali hingga 12 kali pengeluaran bulanan.

Baca juga: 3 Alasan Asuransi Jiwa Makin Penting saat Pandemi COVID-19

2. Alokasikan anggaran dana darurat dari gaji

Dana darurat adalah dana yang dialokasikan secara terpisah untuk kebutuhan mendadak termasuk ketika seseorang kehilangan atau berkurang pendapatannya.

Dana darurat keluarga dapat disisihkan dari gaji yang diterima setiap bulan biasanya sekitar 10% dari gaji. Tapi untuk mengantisipasi ketidakpastian akibat pandemi, target dana darurat sebaiknya dikumpulkan dengan lebih cepat. Jadi persentase gaji yang disisihkan untuk dana darurat bisa ditingkatkan menjadi 20% atau 30% dari gaji.

3. Alihkan anggaran tak terpakai untuk dana darurat

Anggaran tak terpakai juga bisa menjadi sumber dana untuk mengisi dana darurat. Selama pandemi, kamu tidak lagi memerlukan anggaran tersier untuk nonton konser musik, nonton bioskop dan liburan. Dana dari pos pengeluaran tersebut bisa dialihkan sebagai dana darurat.

Sebelum pandemi, kamu mungkin sudah mempersiapkan anggaran untuk mudik ke kampung halaman. Nah berhubung ada larangan mudik dari pemerintah, kamu juga bisa alihkan anggaran mudik ke pos dana darurat. Alokasikan juga mayoritas dana Tunjangan Hari Raya (THR) yang kamu peroleh untuk menambah dana darurat.

4. Kurangi pengeluaran tidak signifikan

Dalam kondisi resesi, cash is the king. Jadi jangan membuang-buang uang untuk hal yang tidak signifikan. Saat berbelanja barang-barang, pikirkan prioritas dan manfaatnya. Jika memang tidak terlalu dibutuhkan atau hanya sebagai pelengkap gaya hidup sebaiknya urungkan saja niat untuk berbelanja.

Agar kamu bisa mengontrol belanja, tulis daftar barang-barang kebutuhan yang akan dibeli. Lalu beli sesuai dengan apa yang tertulis di daftar belanja tersebut. Jangan tergiur untuk membeli barang lain yang tidak direncanakan. Dengan begitu, kamu bisa berhemat dan memiliki uang lebih untuk disisihkan sebagai dana darurat.

5. Miliki asuransi jiwa

Kondisi pandemi ini justru bisa jadi eye-opener kita untuk sadar akan pentingnya punya pengaman untuk keuangan keluarga. Tidak ada yang bisa jamin kita tak terdampak pandemi. Tapi asuransi jiwa bisa jamin keuangan keluarga gak akan goyah kalaupun kita terdampak.

Betul memang, di keadaan seperti ini kita harus perketat pengeluaran. Tapi stigma tentang mahalnya asuransi sering membuat kita tak tahu bahwa asuransi jiwa itu affordable.

Ada asuransi jiwa yang cukup kita bayar Rp1,29 juta untuk mendapatkan Uang Pertanggungan sebesar Rp 1 Miliar.

*Produk Flexi Life, wanita, usia 25 tahun, periode asuransi 1 tahun.

Baca Juga: Cara Mengatasi Sakit Pinggang Supaya Kerja dengan Nyaman #diRumahAja

Hampir setengah tahun berlalu belum ada tanda-tanda pandemi COVID-19 akan segera berakhir. Meskipun sejumlah negara mulai menggaungkan “The new normal”, sejatinya jumlah orang yang terinfeksi masih terus bertambah. Selama vaksin virus ini belum ditemukan, dunia masih akan diliputi ketidakpastian. Di saat ini lah the true protection is revealed; asuransi jiwa. Karena itu, gak perlu khawatir sekarang, karena #iGotYourBack.

Related Posts

Menghargai Nilai Diri Bersama Andhika Diskartes

How much do you value yourself? Kalau harus memberi nilai diri sendiri, berapa angka yang menurut kamu layak? Dala...

Cara Menemukan Asuransi Jiwa yang Cocok menurut Indah Hapsari

"Dalam proses financial planning, asuransi jiwa adalah sebuah pondasi." - Indah Hapsari. Co-Founder & Head of Adv...

Apa Fungsi Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Jiwa?

Tahun 2020 bisa dibilang tahun yang selalu dimulai dengan kata "pertama". Pertama tinggal di rumah untuk sekian lama. Pe...




« | »
Read previous post:
asuransi jiwa makin penting saat pandemi
3 Alasan Asuransi Jiwa Makin Penting saat Pandemi COVID-19

Selamat datang di masa "the new normal". Saat di mana semua orang mau tidak mau, suka tidak suka, harus berdamai dengan...

Close