YOLO tanpa Loyo, Simak 5 Tips Persiapan Pensiun Dini yang Bahagia

Apakah kamu berencana pensiun dini untuk menikmati hidup atau mengambil tawaran dari kantor? Jika ya, simak tips mempersiapkan pensiun dini yang bahagia.

Tips Persiapan Pensiun Dini yang Bahagia

YOLO tanpa Loyo, Simak 5 Tips Persiapan Pensiun Dini yang Bahagia

Apakah kamu berencana pensiun dini untuk menikmati hidup atau mengambil tawaran dari kantor? Jika ya, simak tips mempersiapkan pensiun dini yang bahagia.

Pensiun dini tidak selamanya berarti tidak punya penghasilan sama sekali. Beberapa orang ingin berhenti bekerja sebelum usia 55 agar bisa menikmati hidup. Misalnya, mengubah haluan fokus hidup dari yang tadinya menghabiskan sebagian besar waktu untuk bekerja, menjadi fleksibel dalam bekerja, melakukan hobi, jalan-jalan, dan mengisi waktu bersama orang-orang tercinta.

Tetapi bagi sebagian orang lainnya, pensiun dini juga menjadi pilihan strategis ketika perusahaan tempat ia bekerja menawarkan program tersebut untuk alasan perampingan organisasi dan efisiensi. Karena, tawaran ini biasanya disertai dengan iming-iming pesangon. Mengingat you only live once (YOLO) dan kamu tak ingin melewatkan kesempatan ini, perhatikan lima hal ini agar kamu tidak loyo mewujudkan pensiun dini.

Siapkan Ini agar Pensiun Dini Berakhir Happy Ending

1. Buat anggaran biaya bulanan dan strategi memenuhi kebutuhan

Hal pertama yang perlu kamu lakukan ialah membuat menyusun anggaran biaya bulanan dan strategi untuk menutup biaya tersebut. Jika sebelumnya kamu bisa menutup biaya bulanan dari gaji bulanan, maka jika nanti kamu memutuskan untuk pensiun dini, otomatis penghasilanmu dari kantor akan terhenti.

Dalam situasi ini, ada beberapa pos dana yang bisa kamu gunakan untuk menutup biaya bulanan. Jika kamu mengikuti program pensiun dini dari kantor, umumnya perusahaan akan menyediakan pesangon. Pesangon ini bisa kamu gunakan sebagai bekal hidup selama pensiun dini.

Namun, jika kamu memutuskan pensiun dini atas inisiatif sendiri dan tidak mendapat pesangon dari kantor, maka kamu bisa menutup kebutuhan hidup dengan menggunakan tabungan dana pensiun yang selama ini sudah kamu siapkan. Pertanyaan, sanggupkah pesangon dan tabungan dana pensiun menopang hidupmu dan keluarga hingga tutup usia, apalagi jika panjang umur hingga mencapai usia di atas 70 tahun?

Jika tidak, maka kamu perlu memikirkan strategi untuk menutup kebutuhan di masa pensiun dini agar tetap bisa hidup sejahtera. Caranya ialah dengan segera mencari pekerjaan baru sebagai sumber penghasilan yang sesuai dengan tujuanmu. Jika tujuanmu memutuskan pensiun dini adalah untuk menikmati hidup serta punya lebih banyak waktu untuk hobi dan bersama keluarga, maka kamu bisa saja mencari pekerjaan dengan beban kerja yang tidak setinggi ketika bekerja di kantor. Pekerjaan macam ini misalnya digital creator, programmer, web developer, statistical and data mining analyst, social media specialist, SEO marketing, dan sebagainya. Bisa juga menjajal pekerjaan yang bersinggungan dengan hobi seperti freelancer writer dan web designer.

Sementara, kalau tujuanmu pensiun dini adalah untuk mendapat pesangon yang bisa dijadikan modal, maka ini saat yang tepat untuk merintis usaha baru. Dengan memiliki usaha baru, kamu bisa menyesuaikan work load atau beban kerja sesuai prioritas dan target yang ingin kamu capai.

Begitu pula jika tujuanmu pensiun dini adalah mendapatkan pesangon untuk menambah dana pensiun di hari tua, maka kamu bisa menyimpan pesangon tersebut dan kembali mencari pekerjaan agar bisa memperoleh gaji bulanan.

Kunci masa pensiun dini yang nyaman dan aman ialah membebaskan diri dari utang, termasuk utang dengan pokok besar seperti kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB), serta utang berbunga tinggi seperi kartu kredit, kredit tanpa agunan (KTA), dan pinjaman online.

2. Miliki asuransi kesehatan

Business Insider pada November 2019 menerangkan, hal kedua yang penting kamu miliki sebelum memutuskan pensiun dini ialah asuransi kesehatan pribadi. Mungkin selama menjadi karyawan, kamu tidak merasa membutuhkan asuransi kesehatan lantaran perusahaan menyediakan asuransi kesehatan, plafon kesehatan, dan BPJS Kesehatan. Namun, ketika kamu pensiun dini, maka fasilitas tersebut otomatis tidak bisa kamu nikmati lagi.

Padahal, semakin bertambah usia kita, semakin tinggi pula risiko kita terkena penyakit. Lalu kalau sudah sakit, biaya yang perlu kita keluarkan untuk berobat bisa sangat besar, sampai menguras tabungan. Kamu pasti tidak mau, kan, tabungan hasil jerih payahmu selama bertahun-tahun terkuras untuk menutup biaya rumah sakit?

Kamu bisa menghindari hal ini dengan memiliki asuransi kesehatan pribadi. Sesuaikan besar manfaat yang ingin kamu peroleh dan premi yang bisa kamu bayar ketika pensiun dini. Idealnya, pilih asuransi kesehatan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhanmu di setiap langkah hidup.

Salah satu asuransi yang bisa kamu pertimbangkan adalah asuransi investasi atau unit link AVA iBright Protector yang menawarkan berbagai manfaat asuransi tambahan. AVA iBright Protector memberikan manfaat dasar berupa manfaat meninggal dunia, terminal illness, cacat total tetap, dan manfaat akhir polis atau nilai dana. AVA iBright Protector juga menawarkan premi dasar yang terjangkau mulai dari Rp3 juta per tahun, dengan UP hingga Rp500 juta atau US$50.000 per tertanggung.

Selain itu, asuransi ini juga bisa kamu lengkapi dengan Medicare Premier, asuransi tambahan atau rider dengan fasilitas komprehensif mencakup penggantian biaya rawat inap, rawat jalan, serta privasi dan kenyamanan keluarga ketika berobat. Dengan memiliki Medicare Premier, tertanggung akan mendapatkan fasilitas perawatan di kamar satu tempat tidur dengan kamar mandi di dalam, tanpa terkena imbas kenaikan harga rawat inap rumah sakit. Keluarga yang menemani pun mendapatkan fasilitas tempat tidur tambahan (extra bed) di rumah sakit atau menginap di hotel terdekat. Asuransi ini menyediakan berbagai plan dalam mata uang lokal dan asing, serta UP mulai dari Rp3 miliar hingga Rp30 miliar per tahun.

3. Siapkan investasi

Investasi merupakan salah satu strategi yang bisa kamu persiapkan untuk mengembangkan dana, sehingga tujuanmu bisa tercapai saat memasuki pensiun dini. Sebelum memulai investasi, pelajari dulu investasi, produk-produk investasi, serta profil risikomu. Lalu, tempatkan dana di produk investasi yang sesuai dengan profil investasi.

Selain profil risiko, sesuaikan pula produk investasi dengan jangka waktu menuju pensiun Semakin panjang masa sebelum pensiun, maka produk investasi yang dapat kamu pilih adalah yang berisiko tinggi seperti saham. Sebab, saham bisa memberikan imbal hasil optimal dalam jangka panjang. Sebaliknya, semakin pendek masa sebelum pensiun, produk yang bisa kamu pilih untuk berinvestasi adalah yang berisiko moderat seperti reksa dana saham hingga risiko rendah seperti reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana pasar uang, obligasi, dan deposito.

4. Bebaskan diri dari utang

Lebih lanjut Business Insider memaparkan, kunci masa pensiun dini yang nyaman dan aman ialah membebaskan diri dari utang, termasuk utang dengan pokok besar seperti kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB), serta utang berbunga tinggi seperi kartu kredit, kredit tanpa agunan (KTA), dan pinjaman online.

Membebaskan diri dari utang saat pensiun dini bertujuan untuk meringankan beban arus kas bulanan. Idealnya, rasio utang terhadap penghasilan (debt service ratio) seseorang ialah maksimal 35%. Jika kamu ingin mengambil pensiun dini, maka praktis kamu tidak memiliki penghasilan pasti setiap bulan. Dalam kondisi ini, maka keuanganmu terbilang sehat jika tidak memiliki beban utang.

Jadi, sebelum memutuskan untuk pensiun dini, periksa dulu total utang yang kamu miliki saat ini. Jika masih terdapat outstanding loan atau utang berjalan, siapkan strategi untuk menutup utang tersebut secara bertahap. Salah satu sumber dana yang bisa kamu pakai untuk menutup utang adalah aset likuid seperti tabungan, deposito, surat utang jangka pendek, dan reksa dana pasar uang. Selain itu, kamu juga bisa mempertimbangkan aset investasi seperti saham dan reksa dana saham. Sumber dana lain yang bisa kamu pertimbangkan untuk menutup utang ialah menjual aset.

5. Persiapkan dana darurat

Yang juga tak boleh dilupakan sebelum memutuskan pensiun dini ialah memastikan dana darurat cukup. Besar dana darurat ini tergantung jumlah orang yang bergantung secara finansial padamu. Jika kamu lajang, siapkan minimal tiga kali pengeluaran bulanan. Sementara jika kamu telah menikah, siapkan minimal enam kali pengeluaran bulanan.

Dana darurat memungkinkan kamu dan orang yang kamu topang secara finansial tetap bisa berkegiatan seperti sedia kala meski kamu sudah tidak memiliki penghasilan tetap. Namun perlu diingat, dana darurat ini hanya bersifat pertolongan sementara. Jumlahnya akan habis jika kamu tidak segera mencari sumber penghasilan baru. Maka, pastikan kamu segera memikirkan strategi sumber penghasilan baru untuk menopang hidup selama pensiun dini. Agar dana daruratmu tidak cepat tandas, lakukan penyesuaian gaya hidup dengan berhemat dan rem pengeluaran berdasarkan skala prioritas.

6. Miliki asuransi jiwa

Yang tak kalah penting, pastikan kamu terlindungi dengan asuransi jiwa yang memiliki uang pertanggungan (UP) sesuai kebutuhan keluarga. Untuk menentukan UP yang tepat, kamu bisa menghitung dengan pendekatan metode income value based (IVB). Metode ini menambah nilai UP dengan menempatkannya pada produk investasi berisiko rendah, contohnya deposito dan obligasi ritel.

UP Dengan IVB bertujuan mengetahui nilai yang perlu ditempatkan di deposito produk investasi berisiko rendah, agar menghasilkan imbal hasil bulanan sebesar pendapatan tertanggung pada saat tutup usia. Jika kamu memiliki UP asuransi jiwa yang dihitung dengan metode IVB, maka ketika kamu tutup usia, keluarga akan memperoleh UP yang bisa ditaruh di deposito.

Bunga deposito tersebut nantinya bisa berguna untuk menutup kebutuhan hidup sehari-hari. Sehingga, kamu dan pasangan bisa tenang menjalani masa pensiun, karena ada pegangan untuk biaya hidup dan warisan untuk anak dan cucu.

Dengan pembahasan di atas, semoga kini kamu semakin matang mempersiapkan pensiun dini, ya. Dapatkan pula tips lainnya seputar perencanaan keuangan dan asuransi penyakit kritis dengan follow Instagram @astralifeid. #iGotYourBack

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Subscribe ke iLoveLife Daily Blog untuk mendapatkan newsletter artikel ter-update!

Selamat Anda telah tergabung menjadi subscriber blog iLoveLife

Terdapat kesalahan dari permintaan anda. Mohon coba lagi.

Love Life will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.