Waspada 8 Penyakit Akibat Banjir yang Bisa Menyerang

penyakit akibat banjir

Pasca bencana banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya pada awal tahun 2020, pemerintah menghimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya banjir. Himbauan ini bukan tanpa sebab. Pemerintah memperkirakan curah hujan tinggi masih akan terjadi hingga Maret 2020. Selain waspada akan ancaman air banjir, kamu juga harus siaga terhadap penyakit akibat banjir.

Sebab, air banjir membawa beragam material mulai dari sampah, lumpur, bahkan bangkai yang menjadi sarang bakteri dan virus pembawa penyakit. Selain itu, saat banjir tiba kelembaban meningkat yang menyebabkan bakteri mudah berkembang biak. Berikut beberapa penyakit akibat banjir yang perlu kamu waspadai.

Beberapa Penyakit Akibat Banjir yang Perlu Kamu Waspadai

1. Diare

Diare adalah penyakit yang sering terjadi saat banjir. Karena bakteri penyebab diare, seperti cholera, shigellosis dan salmonella cepat berkembang biak saat banjir. Penyakit ini ditandai dengan peningkatan frekuasi buang air besar (BAB). Untuk mencegahnya, konsumsilah makanan dan minuman yang higienis dan sudah dimasak hingga matang.

BACA JUGA: Pasukan Oranye, Pahlawan untuk Jakarta Baru yang Lebih Bersih

2. Penyakit kulit

Terlalu lama berada di air banjir menyebabkan kulit mudah berkeriput. Lalu, kuman dan bakteri yang terbawa air banjir bisa masuk ke pori-pori dan menimbulkan berbagai penyakit kulit, mulai dari gatal-gatal, alergi, hingga infeksi. Oleh karena itu, segeralah cuci dan bersihkan seluruh bagian kulit dengan air bersih dan sabun pasca bersentuhan dengan air banjir.

3. Influenza

Suhu dingin saat banjir menyebabkan daya tahan tubuh melemah, sehingga virus pembawa penyakit flu mudah menyerang. Penyakit ini diawali dengan demam, badan terasa pegal dan linu, kemudian timbul batuk dan pilek. Kunci untuk mencegah flu adalah menjaga badan tetap hangat. Selain itu, perbanyak minum air putih hangat dan vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

BACA JUGA: 4 Tes Kesehatan Mudah Yang Bisa Anda Lakukan di Rumah

4. Malaria dan demam berdarah

Potensi timbulnya kedua penyakit ini sangat besar saat banjir maupun sesudahnya. Karena, nyamuk penyebab penyakit ini lebih cepat berkembang biak saat musim hujan maupun pasca banjir. Gejala malaria adalah demam berkepanjangan bisa mencapai 10-15 hari, lalu sakit kepala dan badan menggigil. Sedangkan demam berdarah ditandai dengan kondisi seluruh bagian tubuh nyeri dan sakit. Untuk pencegahan, gunakan obat penangkal nyamuk. Lalu pasca banjir, pastikan tidak ada tempat genangan air di sekitar kita yang bisa menjadi sarang nyamuk berkembang biak.

5. Tifoid

Korban banjir rawan terserang tifoid karena penyakit ini terjadi akibat kontaminasi virus salmonella typhi melalui makanan. Apalagi saat banjir tiba, konsumsi makanan cenderung seadanya. Oleh karena itu, meski dalam keterbatasan, saat banjir tiba kita harus hati-hati konsumsi makanan dan minuman, pastikan kehigienisan dan kematangannya.

BACA JUGA: Bijak Memilih, Vitamin Herbal dan Suplemen Makanan untuk Kesehatan

6. Leptospirosis

Ini penyakit yang paling berbahaya karena jika telat ditangani, seorang penderita leptosirosis berujung pada kematian. Salah satu penyakit akibat banjir ini ditandai tubuh menggigil, batuk, diare, sakit kepala tiba-tiba, demam, nyeri otot, hilang nafsu makan, mata merah, mual-muntah, dan timbul ruam.

Leptospirosis yang umum disebut penyakit kencing tikus bisa terjadi karena kotoran tikus atau hewan lain yang terbawa air banjir mengontaminasi makanan atau minuman kemudian masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, pastikan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi saat dan pasca banjir bersih dan higienis. Lalu untuk makanan atau minuman kaleng, cuci dahulu bagian luar kaleng sebelum dibuka, karena tikus seringkali menjamah kemasan makanan yang disimpan di gudang.

7. Asma

Penyakit asma bisa timbul karena alergi seperti debu hingga suhu dingin. Gejala penyakit asma kemungkinan dapat kambuh akibat adanya penurunan suhu tubuh seseorang ke titik tertentu. Bagi pada pengidap asma baik itu anak maupun dewasa, ada baiknya untuk melakukan upaya untuk menjaga suhu tubuh agar tetap hangat, misalnya dengan menggunakan jaket, selimut, penghangat ruangan, atau bisa juga berolahraga ringan.

BACA JUGA: Tiga Perlindungan Asuransi Kesehatan yang Wajib Dimiliki Perempuan

8. Hepatitis A

Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A yang bisa terbawa oleh air banjir. Serangan virus akan menimbulkan infeksi akut pada hati. Gegala awal antara lain berkurangnya nafsu makan, muntah, sakit perut, mual, mudah lelah, flu, demam, sakit kuning. Penyakit ini sering kali menyerang anak-anak. Oleh karena itu, saat banjir tiba jangan biarkan anak-anak bermain air banjir. Pastikan pula buah hati kamu sudah mendapatkan vaksinasi hepatitis A.

Cara Pencegahan Penyakit Akibat Banjir yang Bisa Kamu Lakukan

Ada beberapa langkah pencegahan penyakit saat banjir yang dianjurkan oleh WHO, di antaranya adalah:

1. Pastikan untuk selalu mengonsumsi air minum yang bersih

2. Sebelum minum air, pastikan air yang kamu konsumsi adalah air yang telah direbus terlebih dahulu atau telah diberikan klorin

3. Konsumsi garam rehidrasi oral untuk mengatasi dehidrasi

4. Konsumsi antipiretik untuk mencegah demam

5. Selalu cuci tangan kamu dengan sabun setiap kali sebelum makan

6. Pastikan untuk selalu mencuci pakaian pasca banjir dengan air bersih

Ayo, tetap jaga kesehatan saat musim hujan dan banjir tiba. Jangan biarkan anggota keluarga kita terserang penyakit-penyakit akibat banjir. Selain melindungi kesehatan dari banjir, lindungi juga keuangan keluarga dengan memiliki asuransi jiwa. Jadi, jika kamu terkena risiko tutup usia, keluargamu bisa tetap hidup tenang karena Uang Pertanggungan yang diberikan oleh perusahaan asuransi jiwa. Sehingga, kamu dan keluarga bisa lebih bebas mencintai hidup karena tahu kamu terlindungi.

Related Posts

12 Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum di Era New Normal

Fase new normal sudah hadir. Say goodbye to work from home (WFH), kini saatnya banyak dari kita kembali ke kantor. ...

The New Normal: Cara Jalani WFO dengan Aman

Selamat datang di era new normal, di mana kita harus hidup berdampingan dengan virus corona. Masa transisi ini dapat ki...

#LoveLifeTalks: 8 Tips Sukses Menjadi Dokter Anak di Tengah Pandemi Corona ala Dokter Miza

Keharusan di rumah saja selama pandemi corona, membawa tantangan tersendiri bagi para orang tua. Bukan hanya dituntut be...




« | »
Read previous post:
manajemen keuangan di tahun 2020
Perspektif Baru dalam Manajemen Keuangan di Tahun 2020

Biarkan 2019 menjadi pembelajaran dan jadikan 2020 sebagai pembaharuan. Di tahun yang baru ini, improvement dalam mengelola keuangan pastinya sudah menjadi impian...

Close