Belajar Jadi Mentor ala Han Ji-Pyeong dari Serial Start-Up

Ingin jadi pengusaha yang sukses membangun startup? Ayo belajar jadi mentor ala Han Ji-Pyeong.

Belajar Jadi Mentor ala Han Ji-Pyeong dari Serial Start-Up

Belajar Jadi Mentor ala Han Ji-Pyeong dari Serial Start-Up

Ingin jadi pengusaha yang sukses membangun startup? Ayo belajar jadi mentor ala Han Ji-Pyeong.

Pecinta drama Korea (drakor) tentunya sudah tidak asing lagi dengan karakter Han Ji-Pyeong (Kim Seon-ho) dalam serial Start-Up yang tayang sepanjang 2020 lalu. Sebagai seorang pengusaha muda yang sukses membangun bisnis rintisan sendiri, Han Ji-Pyeong dikisahkan sebagai bos yang kejam dan dingin. Ingin belajar jadi mentor ala Han Ji-Pyeong?

Pertama-tama, kenali ciri khas Ji-Pyeong yang salah satunya kerap melontarkan kritik-kritik pedas. Sebagai seorang yang pernah jatuh bangun membangun bisnis, Ji-Pyeong tak pernah berkompromi. Jika mengganggap rencana perusahaan tak efektif, Ji-Pyeong terang-terangan “menguliti” kinerja anak buahnya.

Walau kritikan pedas Ji-Pyeong sempat bikin Dal-Mi sakit hati dan para pekerja Samsan Tech murung. Namun, menyadari ada kebenaran dalam kritikan sang mentor, Dal-Mi bersedia mengevaluasi diri dan membenahi proposal yang ia bikin. Lagipula, apa yang disarankan sang mentor ala Han Ji-Pyeong ternyata efektif meskipun tak memuaskan semua pihak.

Ini ciri-ciri seorang mentor panutan

Nah, belajar dari karakter Ji-Pyeong, sebenarnya apa sih ciri-ciri seorang mentor yang ideal? Bagaimana kita mengambil peran itu demi perkembangan karier dan perusahaan tempat kita bekerja?

1. Berpengalaman

Pengalaman adalah salah satu hal yang mesti dimiliki ketika belajar jadi mentor yang baik dan Han Ji-Pyeong punya segudang. Dalam Start-Up, Han Ji-Pyeong dikisahkan mulai belajar berinvestasi sejak usia remaja. Tak pernah menyia-nyiakan peluang, Ji-Pyeong terus membangun pemahamannya mengenai keuangan, investasi, dan tren pasar.

Pengalaman dan kepakarannya dalam bisnis, investasi, dan menjalankan perusahaan itu kemudian terefleksi dalam nasihat-nasihat dan kritik yang dia berikan kepada tim Seo Dal-Mi. Meskipun terkadang terasa kejam, saran-saran itu terbukti mujarab karena berbasis pengalaman Ji-Pyeong sendiri saat jatuh bangun membangun bisnis.

2. Percaya diri

Dalam Start-Up, kamu bisa belajar jadi mentor ala Han Ji-Pyeong dengan melihat betapa dia percaya diri. Seolah tak pernah membungkuk, Ji-Pyeong hampir selalu terlihat berdiri tegak dengan dagu terangkat yang mengindikasikan percaya diri tinggi. Ji-Pyeong seolah tahu bahwa dia pintar, sukses, dan salah satu pebisnis terbaik di negaranya.

Bukan hanya dalam postur tubuh saja, kepercayaan diri Ji-Pyeong juga terlihat dalam argumentasi-argumentasinya. Ia hampir tak pernah membiarkan debat kusir terjadi saat memberikan nasihat dan saran kepada anggota tim yang ia bimbing. Dia berbicara secara jelas dan kata-katanya mengandung otoritas.

Kepercayaan diri seperti yang dimiliki Ji-Pyeong penting saat belajar jadi mentor. Jika seorang mentor ala Han Ji-Pyeong tidak punya rasa percaya diri, tidak berbicara dengan penuh keyakinan, maka tak akan ada orang yang mendengar dan mengikuti saran-saran dia. Meskipun karakter yang cenderung melekat pada kepribadian seseorang, sebagaimana pada Ji-Pyeong, kepercayaan diri bisa dipupuk sedikit demi sedikit.

Sebagai seorang yatim piatu, Han Ji-Pyeong tak punya pilihan selain harus berani mandiri dan tak mengandalkan orang lain untuk bersandar. Saat telah sukses, sifat mandiri Ji-Pyeong itu berkembang menjadi karakter seseorang yang bisa diandalkan.

3. Bisa diandalkan

Sebagai seorang yatim piatu, Han Ji-Pyeong tak punya pilihan selain harus berani mandiri dan tak mengandalkan orang lain untuk bersandar. Dalam hidup Ji-Pyeong, kemandirian adalah cara dia bertahan hidup di masa-masa sulit. Tanpa itu, ia tak mungkin bisa menjadi pengusaha sukses di usia muda.

Saat telah sukses, sifat mandiri Ji-Pyeong itu berkembang menjadi karakter seseorang yang bisa diandalkan. Sebagai pemimpin, Ji-Pyeong hadir sebagai otak kreatif perusahaan dan tempat untuk mengadu ketika persoalan-persoalan muncul.

Dalam Start-Up, Ji-Pyeong kerap dimintai saran oleh Dal-Mi. Di salah satu episode, Dal-Mi mengusulkan suatu aplikasi yang memudahkan para tunanetra untuk beraktivitas sehari-hari. Usul itu ditolak Ji-Pyeong karena dianggap bakal menghabiskan biaya besar tanpa keuntungan yang jelas.

Namun, melihat kegigihan Dal-Mi untuk merealisasikan idenya, Ji-Pyeong akhirnya luluh. Dia pun membantu Dal-Mi dengan mengusulkan sejumlah nama perusahaan yang potensial menjadi pendonor aplikasi yang direncanakan Dal-Mi dan rekan-rekannya. Jadi, ketika belajar jadi mentor, seseorang perlu memiliki sifat yang bisa diandalkan oleh tim.

4. Jujur dan terus terang

Han Ji-Pyeong tak pernah mengeluarkan kata-kata bersayap saat mengkritik performa anak buahnya atau tim Samsan Tech yang ia bimbing. Setiap kritik diutarakan secara jujur dan terus terang. Meskipun potensial menyinggung perasaan orang lain, Ji-Pyeong memilih mengutarakan apa yang ia rasakan.

Tentu saja, Ji-Pyeong tak asal kritik. Sebagai investor berpengalaman panjang, Ji-Pyeong tahu apa yang bisa atau tidak bisa dilakukan saat membangun perusahaan rintisan atau berbisnis. Meskipun pedas, kritiknya selalu konstruktif dan bisa dipertanggungjawabkan.

5. Tahu kapan harus tegas

Dalam Start-Up, Han Ji-Pyeong sangat berhati-hati dalam menunjukkan suasana hatinya. Bahkan ketika marah, Ji-Pyeong selalu mengontrol suaranya. Meskipun terkesan dingin, ketenangan Ji-Pyong dalam menyampaikan kritik dan instruksi membuat apa yang ia sampaikan bisa dipahami oleh semua anak buahnya dan orang-orang di sekelilingnya.

Ji-Pyeong tak pernah mencampuradukkan perasaan pribadi dengan kepentingan perusahaan. Dia membuat keputusan-keputusan berbasis logika dan insting berbisnis yang dia asah selama bertahun-tahun sebagai investor.

Sebagai mentor Samsan Tech, Ji-Pyeong adalah orang yang benar-benar rasional. Meskipun menaruh hati pada Dal-Mi, Ji Pyeong hampir tak pernah membuat keputusan berdasarkan perasaannya. Kritik dan nasihat diutarakan Ji-Pyeong semata-mata demi kepentingan perkembangan Samsan Tech.

Karakter tenang dan tidak emosional penting bagi seorang pemimpin yang sedang belajar jadi mentor ala Han Ji-Pyeong. Karakter itu dibutuhkan saat menghadapi atau menyusun solusi untuk beragam persoalan yang muncul saat berbisnis. Sederhananya, bagaimana bisa seseorang mengontrol situasi, jika mengontrol emosi saja tidak bisa?

6. Berani mengambil keputusan

Selain digambarkan sebagai orang yang pintar menganalisis peluang sehingga sukses dalam berinvestasi, Han Ji-Pyeong juga punya karakter lain yang cukup menonjol yakni berani mengambil keputusan. Ini hal yang bisa dicontoh ketika belajar jadi mentor ala Han Ji-Pyeong.

Ji-Pyeong pun menunjukkan sikap berani mengambil risiko, demi melihat sebuah peluang dari potensi baru. Hal itu ditunjukkannya saat memberikan kesempatan pada Seo Dal Mi untuk menampilkan presentasi awalnya untuk di Sandbox.

Sebuah quote dari Ji-Pyeong yang kemudian banyak dikenang orang, “Untuk apa mencari jawaban yang tidak ada. Dari pada sibuk mencari jawaban, buatlah keputusan. Apa pun keputusan yang kamu ambil, pasti ada kritik yang datang. Kamu tidak akan bisa membuat keputusan jika kamu takut dikritik. Dan jika kamu tidak bisa mengambil keputusan, kamu tidak bisa menjadi pemimpin.”

Jadi, jika kamu sedang mempersiapkan diri menjadi seorang pemimpin bagi kelompokmu, semoga tokoh Han Ji-Pyeong bisa menjadi inspirasimu. Buatlah perencanaan dan analisis yang diperlukan lalu mulailah mengambil langkah. Tanpa membuat keputusan, semua mimpimu tidak bisa terlaksana.

Selain belajar jadi mentor ala Han Ji-Pyeong, jangan lupa perencanaan jangka panjang dalam hidupmu dengan mempersiapkan perlindungan yang tepat. Pilihlah proteksi dari Astra Life yang memberikan manfaat membantu kamu mempersiapkan dana untuk orang yang kamu cintai apabila terjadi risiko meninggal dunia. Salah satunya, AVA iBright Protector, sebuah produk asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi. Pembayaran preminya secara berkala untuk mempermudah kamu mendapatkan perlindungan asuransi jiwa, manfaat terminal illness, serta manfaat cacat total dan tetap. Follow juga Instagram @astralifeid untuk mendapatkan tips seputar karier dan asuransi. #iGotYourBack

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!