Kenapa Penyakit Meningitis Berbahaya? Ketahui Penyebab, Gejala dan Cara Mencegahnya

penyebab penyakit meningitis

Penyakit meningitis belakangan menjadi viral karena menimpa kalangan selebritis Tanah Air. Update terkini, kita mendengar kabar mengejutkan dari penyanyi Glen Fredly yang meninggal dunia karena menderita penyakit ini. Sebelumnya, komedian Olga Syahputra juga lebih dahulu berpulang karena tak kuasa melawan penyakit yang juga dikenal sebagai radang selaput otak tersebut. Lalu apa sebenarnya penyebab penyakit meningitis itu? Mengapa penyakit meningitis berbahaya? Baca lebih lanjut artikel ini.

Meningitis adalah radang pada membran yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuan disebut meningen. Radang ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, atau juga mikroorganisme lain, dan walaupun jarang dapat disebabkan oleh obat tertentu.

Penyakit Meningitis bisa berakibat fatal

Radang selaput otak akibat virus cenderung tidak terlalu parah dan kebanyakan orang sembuh sepenuhnya tanpa pengobatan. Meski begitu, dikutip dari e-Medicine Health, beberapa kasus meningitis lainnya bisa saja menyebabkan kematian karena radang yang terjadi di otak dan sumsum tulang belakang, sehingga kondisi ini diklasifikasikan sebagai kedaruratan medis.

Sementara itu, radang selaput otak akibat jamur adalah jenis yang termasuk langka. Ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Beberapa gejala yang umum dari meningitis di antaranya adalah sakit kepala, demam, dan leher kaku.

Kondisi ini dapat terjadi pada setiap usia. Namun, paling sering menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti anak-anak, orang tua, dan orang penderita HIV/AIDS.

Baca juga:  Sering Sakit Kepala? Kenali dan Atasi Jenis Nyeri di Kepala Berikut Ini

Gejala penyakit meningitis

Pada orang dewasa, gejala meningitis yang paling sering terjadi adalah sakit kepala hebat, yang terjadi pada hampir 90% kasus meningitis bakterial, diikuti oleh kaku kuduk, yaitu ketidakmampuan untuk menggerakkan leher ke depan karena terjadi peningkatan tegangan otot leher dan kekakuan.

Sementara pada anak kecil, gejala yang telah disebutkan di atas sering kali tidak tampak, dan dapat hanya berupa rewel dan kelihatan tidak sehat. Ubun-ubun (bagian lembut di bagian atas kepala bayi) dapat menonjol pada bayi berusia hingga enam bulan. Ciri lain yang membedakan meningitis dari penyakit lain yang tidak berbahaya pada anak adalah nyeri kaki, kaki-tangan yang dingin, dan warna kulit abnormal.

Namun secara umum, tanda dan gejala meningitis yang biasa muncul termasuk:

  • Demam dan menggigil, terutama pada bayi baru lahir dan anak-anak
  • Perubahan kondisi mental seperti kebingungan
  • Mual dan muntah
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
  • Sakit kepala parah
  • Leher kaku
  • Sering pingsan

Tapi kebanyakan orang dengan meningitis virus ringan akan sembuh dengan sendirinya dalam 7-10 hari.

Baca juga: Kenali Fakta Seputar Virus Corona: Ciri-ciri dan Cara Pencegahannya

Penyebab penyakit meningitis

Meningitis sendiri paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang dimulai dari bagian lain pada tubuhmu, seperti telinga, sinus, dan tenggorokan. Penyebab lain termasuk bakteri, jamur, parasit, bahan kimia, obat-obatan, dan tumor. Penyebab penyakit meningitis lainnya adalah:

  • Penyakit autoimun
  • Pengobatan kanker
  • Sipilis
  • Tuberkulosis

Berikut penjelasan soal penyebab radang selaput otak berdasarkan jenis-jenisnya:

  • Meningitis bakteri

Beberapa bakteri penyebab radang selaput otak adalah neisseria meningitidis, haemophilus influenzae, streptococcus pneumoniac, listeria monocytogenes, escherichia coli, klebsiella species, dan group B streptococcus. Bakteri penyebab radang selaput otak ini dapat menyebar melalui pernapasan dan sekresi tenggorokan. Sekresi tenggorokan berarti droplets, atau cairan yang dikeluarkan dari mulut. Artinya, kondisi ini menular lewat batuk, bahkan meningitis dapat menular melalui ciuman.

  • Meningitis virus

Radang selaput otak akibat infeksi virus disebabkan oleh virus influenza, virus herpes simplex, virus varicella zoster, virus west nile, virus limfositik koriomeningitis, dan virus campak (mumps dan measles). Meningitis virus adalah kondisi yang lebih umum dibandingkan daripada yang disebabkan oleh bakteri.

  • Meningitis jamur

Meningitis jamur lebih jarang terjadi dibandingkan yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Orang yang sehat sangat jarang terkena kondisi ini. Kondisi ini disebabkan oleh jamur yang menginfeksi tubuh dan menyebar melalui aliran darah ke otak atau saraf tulang belakang. Jamur yang paling umum menyebabkan meningitis adalah cryptococcu, blastomyces, histoplasma, dan coccidioides. Seseorang dengan masalah kekebalan tubuh, misalnya pengidap AIDS, lebih berisiko terkena radang selaput otak dalam bentuk ini.

  • Meningitis parasit

Jenis radang selaput otak akibat parasit lebih langka dari meningitis virus atau bakteri. Kondisi ini disebabkan oleh parasit yang ditemukan dalam tanah, kotoran, beberapa hewan, dan makanan, seperti siput, ikan mentah, unggas, atau produk.

Ada satu jenis infeksi parasit lebih langka daripada yang lain, yaitu meningitis eosinofilik. Tiga parasit utama yang menjadi penyebab penyakit meningitis jenis ini adalah angiostrongylus cantonensis, baylisascaris procyonis, dan gnathostoma spinigerum.

Radang selaput otak akibat parasit tidak menular dari orang ke orang. Parasit ini menginfeksi binatang atau bersembunyi di makanan yang kemudian dimakan manusia.

  • Meningitis non-infeksi

Meningitis jenis ini adalah yang tidak disebabkan oleh infeksi. Jenis ini disebabkan oleh kondisi atau perawatan medis lainnya. Ini termasuk:

  • Lupus
  • Cedera kepala
  • Operasi otak
  • Kanker
  • Pengobatan tertentu

Faktor-faktor risiko penyakit meningitis

Sementara faktor-faktor tertentu yang dapat meningkatkan risiko kamu terinfeksi meningitis adalah:

  • Tidak melakukan vaksinasi radang selaput otak.
  • Usia. Sebagian besar kasus radang selaput otak akibat akibat virus terjadi pada anak berusia lebih muda dari 5 tahun.
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Orang yang baru saja menjalani transplantasi sumsum tulang.
  • Diabetes.
  • Hamil. Seseorang yang sedang hamil lebih berisiko tertular listeriosis, yakni infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria, yang juga dapat menyebabkan radang selaput otak.
  • Orang dengan HIV/AIDS.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti kamu tidak bisa mengalami radang selaput otak. Kamu harus konsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga: Pentingnya Vaksin untuk Kekebalan Tubuh Anak Maupun yang Dewasa

Cara mencegah penyakit meningitis

Lalu bagaimana cara kita mencegah meningitis? Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan seperti:

  • Memahami pentingnya radang selaput otak akibat bakteri. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis dan membutuhkan perhatian dan perawatan segera.
  • Penting untuk mencuci tangan untuk menghindari paparan infeksi.
  • Jika kamu sedang hamil, pastikan hanya makan makanan yang dimasak dengan matang. Hindari keju lunak yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi.
  • Istirahat yang cukup
  • Menghindari asap rokok
  • Jaga jarak dengan orang yang terinfeksi
  • Cuci tangan tiap kali beraktivitas
  • Rutin berolahraga
  • Jangan berbagi makanan atau barang pribadi
  • Gunakan masker
  • Pilih makanan yang telah dipasteurisasi

Selain beberapa upaya di atas, pencegahan meningitis juga dapat dilakukan dengan menerima vaksinasi atau imunisasi.

Lindungi diri dengan proteksi

Vaksin sebagai langkah awal pencegahan terhadap penyakit bisa dilengkapi dengan perlindungan kesehatan lainnya. Saat ini, kamu bisa mendapatkan perlindungan menyeluruh terhadap penyakit meningitis dari Astra LifeProduk-produk dari Astra Life yang akan melindungi kamu meliputi:

  • Asuransi jiwa
  • Asuransi kesehatan kumpulan
  • Asuransi dengan manfaat rawat inap dan pembedahan
  • Asuransi dengan manfaat santunan rawat inap rumah sakit

Selain memberikan perlindungan menyeluruh, kamu dapat memperoleh proteksi ini dengan mudah karena kamu bisa mengurus segala keperluan polis asuransi #DiRumahAja karena dilakukan secara online. Jika sewaktu-waktu membutuhkan bantuan, customer service Astra Life bisa kamu hubungi 24 jam selama 7 hari.

Ayo, hidup lebih sehat dan miliki proteksi agar kamu bisa beraktivitas dengan tenang. #IGotYourBack

Related Posts

10 Tips Aman Berobat ke Rumah Sakit di Masa New Normal

Fase new normal memang sudah datang, tapi kita tak boleh berhenti wasapada. Risiko terkena COVID-19 masih ada. Beberap...

12 Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum di Era New Normal

Fase new normal sudah hadir. Say goodbye to work from home (WFH), kini saatnya banyak dari kita kembali ke kantor. ...

Cara Menjaga Kesehatan Tubuh Saat Virus Corona atau COVID-19 Agar Tidak Tertular

Penyakit virus corona 2019 (COVID-19) yang bermula di Wuhan akhir tahun lalu kini sudah menyebar ke banyak negara. Org...




« | »
Read previous post:
penerapan social distancing astra life
10 Efek Positif Tak Terduga dari Penerapan Social Distancing

Efek positif penerapan social distancing telah mengubah banyak hal di masyarakat. Kita disarankan untuk berdiam diri di rumah. Fenomena work from home (WFH) pun...

Close