Sering Sakit Kepala? Kenali dan Atasi Jenis Nyeri di Kepala Berikut Ini

nyeri di kepala

Apakah Anda pernah mengalami nyeri di kepala? Nyeri di kepala umumnya muncul di bagian depan kepala atau di sekitar ubun-ubun. Rasa nyeri yang muncul di kepala juga berbeda-beda. Ada rasa nyeri yang sedemikian hebat hingga bisa menyebabkan penderitanya tak mampu beraktivitas, namun ada juga rasa nyeri yang ringan. Apa saja jenis nyeri di kepala yang perlu Anda ketahui dan langkah tepat untuk mengatasinya?

Kenali jenis nyeri di kepala

1. Primary Headache (nyeri primer)

  • Nyeri kepala tegang (tension headache).
    Jenis nyeri primer yang paling umum. Menurut WHO, 1 dari 20 orang di dunia menderita tension headache setiap harinya.
  • Migrain.
    Menimpa tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Sebelum mengalami akil balik, baik anak perempuan maupun lelaki punya peluang yang sama terkena migrain. Namun untuk manusia dewasa, migrain lebih sering menimpa wanita daripada pria.
  • Nyeri di sebagian area kepala (cluster headache).
    Nyeri primer yang paling jarang ditemukan. Mayoritas penderita nyeri ini adalah pria yang berusia di akhir 20 tahunan.

Nyeri kepala primer tak bersifat fatal, namun gangguan ini pada sebagian orang bisa menyerupai pertanda yang mirip stroke. Bahkan, efek terburuk nyeri primer adalah menurunkan kualitas hidup seseorang.

Baca Juga: Kenali 5 Tanda Terkena Vertigo dan Simak Cara Efektif Mengobatinya

2. Secondary headache (nyeri sekunder)

Jenis nyeri kepala ini mencakup semua rasa nyeri yang berasal dari gangguan medis lain termasuk infeksi di kepala atau leher. Dengan deskripsi semacam itu, rasa nyeri yang masuk dalam klasifikasi ini penyebabnya sangat luas.

Rasa nyeri itu bisa jadi berasal dari kondisi gigi yang berlubang dan mengalami infeksi. Rasa nyeri juga bisa datang dari saluran sinus yang terinfeksi. Bahkan, bisa jadi rasa nyeri di kepala itu datang dari kondisi yang membahayakan nyawa, seperti tekanan darah tinggi, pendarahan di otak atau infeksi di otak seperti meningitis. Rasa nyeri traumatik yang diderita oleh seseorang yang mengalami gegar otak juga termasuk dalam kategori nyeri sekunder.

Klasifikasi nyeri di kepala sekunder juga mencakup gangguan yang muncul karena penyalahgunaan obat. Kondisi hangover setelah mengonsumsi alkohol yang berlebihan pun masuk ke kriteria ini.

Baca Juga: Suka Minum Kopi? Kenali 9 Bahaya Minum Kopi Berlebihan

3. Jenis nyeri kepala lainnya

Yang termasuk nyeri kepala lainnya ialah nyeri syaraf (cranial neuralgia), nyeri di muka (facial pain), dan lain-lain. Neuralgia berarti nyeri yang diakibatkan gangguan syaraf. Sedangkan cranial neuralgia merujuk pada nyeri akibat radang yang menimpa satu dari 12 syaraf yang menghubungkan otak dengan kepala dan leher. Nyeri itu muncul karena syaraf-syarat tersebut membawa sensor, seperti rasa nyeri.

Nyeri kepala yang masuk dalam kelompok ini dan paling lazim terjadi adalah trigeminal neuralgia. Nyeri ini muncul karena radang yang menimpa syaraf V, yang membawa sensor ke wajah. Gangguan syaraf V itu mengakibatkan rasa nyeri di kepala, tepatnya di bagian muka.

Baca Juga: 4 Tes Kesehatan Mudah Yang Bisa Anda Lakukan di Rumah

Langkah pertama saat terjadi nyeri di kepala

  • Observasi rasa nyeri yang muncul.
    Cobalah mengidentifikasi rasa nyeri berdasarkan lokasi rasa nyeri, seberapa sering Anda merasakan rasa nyeri, dan seberapa berat rasa nyeri tersebut.
  • Cek kondisi tubuh Anda saat nyeri kepala terjadi.
    Apakah saat kepala Anda nyeri, Anda kurang istirahat? Apakah asupan makanan dan minuman kurang? Apakah Anda sedang mengalami sakit lain, seperti pilek? Jika Anda wanita, apakah rasa nyeri itu muncul di saat Anda datang bulan atau hamil? Jika ya, boleh jadi nyeri kepala yang Anda alami merupakan gangguan yang wajar. Anda hanya perlu beristirahat yang cukup untuk meredakan nyeri kepala tersebut.
  • Pertimbangkan juga kondisi psikologis.
    Apakah rasa nyeri tersebut muncul di saat beban pekerjaan Anda sedang menumpuk? Atau rasa nyeri itu justru muncul di saat Anda sedang sibuk mencari kegiatan atau pekerjaan? Jika ya, maka sakit kepala yang Anda alami juga masih tergolong wajar. Anda hanya perlu sedikit santai dan melakukan hal-hal yang bisa meredakan stres.

Jika rasa nyeri di kepala Anda semakin intens dan terjadi berulang kali, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter. Saat berkonsultasi, cobalah mendeskripsikan keluhan nyeri di kepala Anda dengan detil.

Baca Juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata bagi Pengguna Aktif Gawai

Pertolongan saat terjadi nyeri di kepala

Jika suatu saat nyeri menyerang kepala Anda, jangan panik. Segera lakukan beberapa pertolongan pertama berikut untuk mengatasi nyeri di kepala:

  • Lakukan peregangan ringan dengan memijat kepala.
  • Cobalah beristirahat dengan suasana yang tenang, baik itu tidur maupun meditasi.
  • Kompres kepala dengan air keran.
  • Konsumsi makanan seperti kentang rebus dan minuman seperti air jahe.

Mengatasi jenis nyeri kepala akan semakin lengkap dengan menyiapkan proteksi finansial akibat gangguan kesehatan di kepala. Salah satu proteksi yang bisa Anda lirik ialah AVA iBright Protector dari Astra Life. AVA iBright Protector merupakan asuransi jiwa yang menyediakan Uang Pertanggungan (UP) dan nilai dana bagi keluarga tercinta ketika pencari nafkah wafat. Selain itu, asuransi ini juga dilengkapi dengan manfaat terminal illness serta manfaat cacat total dan tetap jika tertanggung terkena kedua risiko tersebut dalam masa berlakunya polis. Bahkan, jika tertanggung tetap hidup hingga berakhirnya polis, maka tertanggung akan mendapat 100% pengembalian nilai dana yang terbentuk.

Beberapa jenis nyeri di kepala memang kerap dialami banyak orang. Agar cepat pulih dan keuangan Anda tidak terganggu akibat gangguan di kepala, jangan lupa melakukan pertolongan pertama saat nyeri kepala muncur serta menyiapkan proteksi finansial yang tepat.

Related Posts

Bagaimana Cara Menangani Stres di Tempat Kerja?

Lakukanlah apa yang Anda cintai dan bekerjalah di bidang yang Anda senangi. Namun, meskipun seseorang sudah bekerja sesu...

9 Bahaya Bau Cat bagi Kesehatan dan Kenali Gejalanya

Ketika memilih cat untuk rumah, sering kali Anda hanya mempertimbangkan faktor warna dan harga. Padahal, ada bahaya bau ...

Asuransi Penyakit Kritis: Manfaat, Cara Kerja, dan Kenapa Kita Membutuhkannya

Sudah seberapa lengkap asuransi yang Anda miliki saat ini? Apakah Anda sudah yakin asuransi yang Anda miliki sudah memad...




« | »
Read previous post:
cara mengatur keuangan keluarga
7 Tips Cara Mengatur Keuangan Keluarga dengan Cerdas

Tips keuangan keluarga akan berbeda-beda sesuai dengan besaran pendapatan dan pengeluaran dari masing-masing keluarga. Misalnya, keluarga yang memiliki 2 sumber...

Close