Kurangi Sampah Dengan Mulai 10 Kebiasaan Ini

Pemerintah Indonesia menargetkan dapat mengurangi jumlah sampah hingga 30% pada 2025. Jadi, yuk coba kurangi sampahmu dengan mulai 10 kebiasaan ini.

Kurangi Sampah

Kurangi Sampah Dengan Mulai 10 Kebiasaan Ini

Pemerintah Indonesia menargetkan dapat mengurangi jumlah sampah hingga 30% pada 2025. Jadi, yuk coba kurangi sampahmu dengan mulai 10 kebiasaan ini.

Meskipun kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan perlahan membaik, tetapi peningkatan volume sampah masih menjadi masalah global termasuk Indonesia. Padahal, banyak kebiasaan kecil dan sederhana yang bisa mulai kita lakukan bahkan dari rumah untuk lebih bijak mengelola sampah lho. Yuk kurangi sampah dengan mulai 10 kebiasaan ini.

Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan memang perlahan meningkat, terutama di kalangan millenials. Hal ini terlihat dari banyaknya sejumlah pihak, komunitas, hingga public figure yang gencar mengkampanyekan pentingnya menerapkan gaya hidup ramah lingkungan atau green lifestyle. Meskipun faktanya jumlah sampah masih terus meningkat, tetapi kita sangat bisa ikut berperan untuk mengurangi hal tersebut dan menciptakan gaya hidup yang ramah lingkungan lho. Setidaknya ada 10 kebiasaan yang bisa kita mulai dari diri sendiri.

Target Pengurangan Sampah

Pengelolaan sampah memang saat ini masih menjadi masalah global termasuk di Indonesia. Saking pentingnya, salah satu prioritas pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 adalah mengurangi keberadaan sampah.

Menurut berbagai sumber, pemerintah Indonesia menargetkan dapat mengurangi jumlah sampah hingga 30% pada 2025, termasuk sampah makanan. Di Indonesia sendiri, jumlah sampah makanan mencapai 44% dari total sampah yang ada.

Data Economic Intelligence Unit yang dikutip dari Kontan mencatat bahwa Indonesia merupakan negara penghasil sampah makanan terbesar kedua di dunia, dengan total sampah makanan sebanyak 300 kg/tahun per kapita.

Sampah Plastik Meningkat Selama Pandemi

Aktivitas orang yang lebih banyak dari rumah selama pandemi ternyata ikut meningkatkan kontribusi penambahan sampah, terutama sampah plastik. Berdasarkan riset penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang dilakukan sekitar April-Mei 2020 terpantau bahwa aktivitas belanja online meningkat selama pandemi. Frekuensi transaksi belanja online berbentuk paket naik 62% dan belanja online dalam bentuk layanan antar makanan siap saji naik 47%.

Dari aktivitas belanja online itu 96% menyumbang sampah plastik. Jenis sampah plastik, kardus, styrofoam, dan sampah dari bahan-bahan yang biasa digunakan untuk membungkus paket lainnya, meningkat sekitar 27%-36%.

Ubah Kebiasaan Pribadi

Tak perlu jauh-jauh dan memikirkan solusi yang sangat kompleks, karena sebenarnya perubahan gaya hidup untuk lebih ramah lingkungan sangat bisa dilakukan dari hal-hal kecil di lingkungan rumah dan kebiasaan sehari-hari kita.Saat ini memang sudah banyak juga pihak dan penggiat lingkungan yang mengajak untuk ubah kebiasaan menjadi green life. Tapi buat kamu yang mungkin masih bingung harus mulai dari mana, kamu bisa coba dari hal-hal berikut ini:

1. Manfaatkan Sisa Makanan

Karena sampah makanan saat ini masih menduduki porsi terbesar penyumbang total sampah, maka kita bisa mencoba untuk lebih bijak dalam mengolah makanan. Jika ada makanan sisa di rumah dan belum basi atau masih layak dikonsumsi, jangan langsung dibuang. Mungkin saja kamu bisa mengolahnya lagi menjadi makanan baru yang lebih enak, misalnya saja nasi putih sisa semalam bisa diolah kembali menjadi nasi goreng spesial jika ditambah bahan makanan lainnya. Jika kamu punya sisa buah atau sayuran kamu bisa juga memanfaatkannya menjadi pupuk kompos lho.

2. Pilah Sampah

Memilah sampah antara yang organik dan anorganik sangat bisa dilakukan dari rumah. Kamu hanya perlu menyiapkan dua wadah yakni untuk sampah organik seperti potongan sayur dan buah, kertas, tisu serta wadah untuk sampah anorganik seperti plastik. Jika kamu memiliki anak kecil, kegiatan memilah sampah ini juga sangat baik berguna untuk menanamkan kebiasaan baik sejak dini.

3. Bawa Kantong Belanja

Saat ini memang sudah banyak supermarket dan tempat belanja yang tidak lagi menyiapkan kantong plastik untuk barang belanjaan konsumennya. Oleh karena itu, tak ada salahnya jika kamu pun selalu membawa kantong belanja saat ingin membeli sesuatu. Memang di toko biasanya dijual kantong belanja non plastik, tetapi jika setiap belanja kamu harus membelinya, kamu tak hanya melakukan pemborosan uang tetapi juga berpotensi menumpuk barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan.

4. Pakai Wadah yang Bisa Dipakai Berulang

Untuk mengurangi jumlah sampah, kamu bisa mulai menggunakan wadah makanan atau minuman yang bisa dipakai secara berulang. Bahkan sedotan dan sumpit juga kini telah tersedia dalam bahan yang bisa dipakai berkali-kali. Saat membeli makanan dan minuman di luar misalnya kamu bisa meminta penjual untuk menempatkannya di wadah pribadimu. Selain lebih terjamin kebersihannya, kebiasaan ini sangat berpengaruh untuk menekan jumlah sampah lho.

5. Belanja Secukupnya

Mulailah bentuk kebiasaan untuk belanja secukupnya, tak hanya “lapar mata”. Ini tak hanya berlaku untuk belanja makanan tetapi juga barang-barang lain seperti pakaian, tas, sepatu, aksesoris, hingga perabotan rumah tangga. Kalap belanja hanya membuat kamu menambah tumpukan barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan dan ujung-ujungnya barang ini sangat rawan menjadi timbunan sampah di kemudian hari. Apalagi di masa pandemi seperti ini. Kamu bisa coba kendalikan dan batasi aktivitas belanja online, tak hanya untuk mengurangi potensi tumpukan barang tetapi juga meminimalisir sampah plastik yang datang dari paket online tersebut.

6. Decluttering

Jika kamu merasa telah memiliki banyak barang yang sudah jarang dipakai, mungkin sudah saatnya kamu melakukan decluttering atau memilah barang untuk menyimpan barang-barang yang memang kamu perlukan. Kamu bisa mendonasikan barang-barang yang masih bagus dan layak pakai untuk orang yang lebih membutuhkan, atau kamu bisa menjualnya sebagai preloved items. 

Untuk hal ini kamu bisa coba juga mempraktekkan prinsip one in, one out. Jadi, setiap ada satu barang yang ingin sekali kamu beli, maka kamu harus mengeluarkan satu barang lama yang ada. Bisa kamu jual atau berikan ke orang yang membutuhkan. Hal ini juga bisa diajarkan kepada anakmu lho. Daripada menumpuk mainan, lebih baik hanya miliki mainan yang sering mereka gunakan.

7. Prinsip: One In, One Out

Untuk menghindari potensi penimbunan barang yang tak berguna kamu bisa mencoba prinsip one in one out, yakni setiap kamu membeli satu barang maka ada satu barang lama yang perlu dikeluarkan. Apakah dijual atau diberikan ke orang yang membutuhkan.

8. Cari Produk Personal Care Isi Ulang

Kemasan-kemasan produk personal care seperti sabun, sampo, hingga deterjen cair bisa menjadi salah satu penyumbang sampah plastik rumah tangga lho. Untuk menguranginya kamu bisa mencari tempat yang menyediakan produk isi ulang. Saat ini ada beberapa tempat refill station untuk kebutuhan personal care kamu lho.

9. Bank Sampah

Cari tahu bank sampah atau tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah di sekitar lingkunganmu. Saat ini sudah cukup banyak juga lho komunitas yang mau membantu kita menampung sampah-sampah rumah tangga yang sudah kita pilah.

10. Pakai Listrik Seperlunya

Jika berbicara lingkungan, maka tak lepas dari upaya kita menjaga bumi. Salah satu hal yang paling sering digaungkan adalah matikan lampu jika tak dipakai. Ya, meskipun sudah sering mendengarnya, apakah kamu sudah benar-benar melakukannya? Cobalah mulai perhatikan kebiasaan kecil ini di rumahmu. Pakai listrik hanya saat diperlukan, dan matikan ketika tak lagi digunakan.

Jadi, jika ingin melakukan perubahan yang lebih baik sebenarnya tak perlu terlalu pusing memikirkan hal besar karena dari hal kecil yang dilakukan secara konsisten ternyata lebih bisa berpengaruh untuk membawa perubahan, termasuk dalam pengelolaan sampah.

Daftar 10 hal di atas mungkin bukan lagi hal yang baru didengar, tetapi apakah kamu sudah benar-benar menerapkannya? Yuk mulai dari sekarang kita coba ubah kebiasaan menjadi lebih ramah lingkungan. Karena dampak dari hal kecil yang kita lakukan ini akan sangat bermanfaat dan dirasakan di kemudian hari. Bisa dibilang, hal-hal ini termasuk investasi yang bisa kita lakukan untuk masa depan lingkungan yang akhirnya berdampak pada diri dan lingkungan kita.

Selain menjaga lingkungan, jangan lupa untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan kita. Salah satu upaya yang bisa kita lakukan juga adalah dengan menambah perlindungan kesehatan.

Salah satu produk perlindungan kesehatan yang bisa menjadi pilihan adalah asuransi kesehatan Medicare Premier dari Astra Life. Asuransi kesehatan tambahan yang dapat kamu gabungkan dengan AVA iBright Protector, yang dapat menjamin fasilitas ‘one bed one bathroom’ ini layak dipertimbangkan karena memberi kemudahan melalui 1 Polis 1 Keluarga. Sehingga kamu tak perlu lagi pusing membayarkan beberapa polis asuransi. Selain mendapat perawatan, kamu juga bisa mendapat Santunan Tunai Harian hingga Rp3 juta per hari, yang dapat menjadi bantuan dana selama kamu di rumah sakit.

Kunjungi astralife.co.id untuk menemukan solusi perlindungan kesehatan lainnya. Jangan lupa follow Instagram @AstraLife untuk mendapatkan tips-tips berguna lainnya. Urusan Sehat No Worries. #IGotYourBack.

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Subscribe ke LoveLife Daily Blog untuk mendapatkan newsletter artikel ter-update!

Selamat Anda telah tergabung menjadi subscriber blog LoveLife

Terdapat kesalahan dari permintaan anda. Mohon coba lagi.

Love Life will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.