Program Vaksin Dimulai, Bisakah Menghentikan Pandemi?

Mulai Januari 2021, Indonesia resmi memulai program vaksin COVID-19. Bisakah program vaksin menjadi solusi pandemi COVID-19 dalam waktu singkat?

Program Vaksin Dimulai, Bisakah Menghentikan Pandemi?

Program Vaksin Dimulai, Bisakah Menghentikan Pandemi?

Mulai Januari 2021, Indonesia resmi memulai program vaksin COVID-19. Bisakah program vaksin menjadi solusi pandemi COVID-19 dalam waktu singkat?

Setahun berlalu, penanganan pandemi COVID-19 mulai mendapat titik cerah. Mulai 13 Januari 2021 Indonesia resmi bergabung dengan sejumlah negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Arab Saudi, Singapura, yang menjalankan program vaksin COVID-19. Lantas, bisakah program vaksin menjadi solusi menghentikan pandemi COVID-19 dalam waktu singkat?

Kenali efikasi vaksin virus corona

Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengakui COVID-19 tidak akan langsung hilang pasca program vaksin dimulai. Diperkirakan, butuh vaksinasi COVID-19 terhadap 70%-80% penduduk dunia untuk mencapai kekebalan atau herd immunity terhadap virus corona. Keterbatasan kapasitas produksi yang tidak sebanding dengan kebutuhan menjadikan vaksinasi bakal berjalan lama.

Vaksinasi membutuhkan proses yang memakan waktu. Vaksin COVID-19 yang ada saat ini harus disuntikkan sebanyak dua dosis. Jarak penyuntikkan setiap dosis selama dua minggu atau 14 hari.

Efektivitas vaksin COVID-19 juga belum teruji. Dari beragam vaksin COVID-19 yang sudah mendapat izin edar, mereka pun sebatas memiliki efikasi berbeda-beda. Berikut daftar efikasi vaksin COVID-19 yang sudah mendapat izin edar di berbagai negara:

  1. Moderna: 95%
  2. Pfizer BioNTech: 95%
  3. AstraZeneca Oxford University: 62% dan 90%
  4. Gamaleya (Sputnik V): 92%
  5. Sinopharm: 86%
  6. Sinovac: 65,3% (penelitian di Bandung), 91,25% (di Turki) dan 78% (di Brasil)

Dari daftar tersebut, pemerintah Indonesia sudah memutuskan penggunaan vaksin beragam produk. Mengutip Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/12758/2020, ada tujuh vaksin COVID-19 yang digunakan di Indonesia dan disuntikkan secara gratis kepada masyarakat. Vaksin COVID-19 tersebut adalah produksi:

  1. Bio Farma
  2. Sinopharm
  3. Novavax
  4. Sinovac
  5. Pfizer-BioNTech
  6. AstraZeneca
  7. Moderna

Secara epidemiologi vaksin mampu menurunkan kejadian infeksi hingga sebesar 50%, sehingga sangat berarti dalam menyelamatkan hidup banyak orang.

Perbedaan efikasi dengan efektivitas

Efikasi setiap vaksin berbeda-beda. Efikasi adalah persentase penurunan kejadian penyakit pada kelompok orang atau relawan yang menjalani program vaksin saat masih dalam penelitian. Persentase penurunan berdasarkan perbandingan antara relawan yang disuntik vaksin dengan plasebo. Plasebo adalah vaksin kosong atau tidak terkandung bahan aktif yang bisa melindungi dari infeksi.

Vaksin dengan efikasi 95% berarti tingkat kasus positif virus corona menurun hingga 95% pada uji klinis fase 3 dibandingkan relawan yang menerima plasebo. Untuk penelitian vaksin Sinovac di Bandung, Jawa Barat dengan efikasi 65,3% berarti dalam uji klinik berarti terjadi penurunan 65,3% kasus penyakit pada kelompok yang divaksinasi dibandingkan dengan kelompok yang tidak divaksinasi atau plasebo.

Sedangkan efektivitas adalah tingkat keampuhan vaksin menurunkan kejadian penyakit secara riil di masyarakat. Dengan demikian, efektivitas vaksin COVID-19 akan terlihat setelah vaksin diedarkan dan disuntikkan ke masyarakat.

Apakah efikasi berpengaruh terhadap efektivitas vaksin?

Menyimpulkan efikasi mempengaruhi efektivitas vaksin COVID-19 adalah kurang tepat. Efektivitas vaksin terpengaruh oleh banyak faktor, seperti penyimpanan vaksin, kondisi seseorang yang divaksin, hingga cara pemberian atau penyuntikkan.

Yang utama adalah efikasi vaksin tersebut sudah melebihi ketentuan WHO, minimal 50%. Artinya, secara epidemiologi vaksin tersebut mampu menurunkan kejadian infeksi hingga sebesar 50%, sehingga sangat berarti dalam menyelamatkan hidup banyak orang.

Selain itu, vaksin COVID-19 yang akan digunakan di Indonesia juga bukan hanya berasal dari satu produk saja. Perhitungan pemerintah, Indonesia butuh 426 juta dosis vaksin COVID-19 untuk vaksinasi sekitar 182 juta penduduk. Dengan perhitungan, setiap penduduk mendapat dua dosis, sedangkan sisanya untuk cadangan jika ada kerusakan atau kendala lainnya.

Indonesia memulai program vaksin COVID-19 dengan menggunakan vaksin Sinovac. Tahap awal, program vaksin COVID-19 diutamakan untuk tenaga kesehatan yang berjuang di garis terdepan menangani pandemi corona. Berikut tahapan program vaksin virus corona berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit No. HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19

Tahap 1 (Januari-Februari 2021)

Sasaran program vaksin COVID-19 tahap 1 adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang serta mahasiswa yang sedang menjalani pendidikan profesi kedokteran yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Tahap 2 (Maret-April 2021)

Sasaran program vaksin COVID-19 tahap 2 meliputi petugas pelayanan publik yaitu TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya yang meliputi petugas di bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan, perusahaan listrik negara, dan perusahaan daerah air minum, serta petugas lain yang terlibat secara langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Program vaksin COVID-19 tahap 2 juga akan menyasar kelompok usia lanjut (≥ 60 tahun) yang berisiko tinggi terhadap efek virus corona. Namun, vaksinasi terhadap usia lanjut akan berlangsung setelah ada vaksin COVID-19 yang sudah mendapat izin edar untuk lansia.

Tahap 3 (April 2021-Maret 2022)

Sasaran program vaksin COVID-19 tahap 3 ialah masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi. Program vaksin tahap 3 berlangsung saat pasokan vaksin mencapai ketersediaan sedang, yakni antara 21%-50% dari total populasi setiap negara.

Tahap 4 (April 2021-Maret 2022)

Sasaran progam vaksin tahap empat adalah masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya dengan pendekatan klaster sesuai dengan ketersediaan vaksin. Pelaku perekonomian meliputi pedagang di pasar, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, serta pelaku usaha lain yang berkontribusi dalam pemulihan perekonomian.

Sasaran penerima vaksin akan menerima notifikasi/pemberitahuan melalui SMS Blast dengan ID pengirim: PEDULICOVID. Selanjutnya penerima vaksin harus registrasi ulang untuk memilih tempat serta jadwal layanan melalui SMS 1199, UMB *119#, aplikasi Pedulilindungi, web pedulilindungi.id atau melalui Babinsa/Babinkamtibmas setempat. Sasaran penerima vaksin yang tidak memiliki HP akan dikompilasi datanya untuk kemudian dilakukan verifikasi oleh Babinsa atau Babinkamtibmas dengan melibatkan lurah, kepala dusun, ketua RT atau RW serta Puskesmas setempat.

Ibu hamil bisa mendapatkan vaksinasi setelah melahirkan. Sedangkan untuk balita, anak-anak dan orang alergi obat, Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 belum bisa memastikan apakah mereka akan divaksin atau tidak. Penyebabnya, vaksin yang ada saat ini dikembangkan dengan menggunakan penelitian orang dewasa.

Namun WHO menyebutkan, pengembangan vaksin COVID-19 terus dilakukan. Bukan tidak mungkin, nantinya akan tercipta vaksin COVID-19 untuk balita dan anak-anak. Per 29 Januari 2021, WHO mendata ada 231 pengembangan calon vaksin COVID-19. Sebanyak 63 calon vaksin sudah memasuki uji klinis. Kemudian ada 174 calon vaksin COVID-19 yang dalam tahap pre-klinis.

Ingat, program vaksin COVID-19 tidak bisa langsung menghentikan pandemi corona. Tetap patuhi protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak untuk mencegah penularan virus corona. Lengkapi juga perlindunganmu dan keluarga dengan asuransi kesehatan agar semakin tenang menatap masa depan.

Astra Life menyediakan dua macam asuransi kesehatan yang bisa kamu manfaatkan. Ada Flexi Health, asuransi kesehatan yang memberikan santunan rawat inap hingga Rp1 juta per hari. Flexi Health cocok untuk melengkapi asuransi kesehatan dari kantor atau BPJS Kesehatan agar finansialmu tidak terganggu akibat biaya tak terduga selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Untuk perlindungan maksimal, dapatkan Medicare Premier asuransi kesehatan tambahan (rider) dengan asuransi dasar AVA iBright Protector, yang memberikan kenyamanan bagi nasabah dan keluarga saat dirawat di rumah sakit. Dengan Medicare Premier, kamu dan keluarga akan selalu mendapatkan layanan rawat inap dalam satu kamar dengan kamar mandi sampai kapan pun karena tidak terpengaruh inflasi. Medicare Premier juga akan membayarkan manfaat sesuai tagihan secara cashless hingga ke mancanegara. Selain mengetahui informasi seputar program vaksin, jangan lupa mengikuti tips asuransi dan keuangan lainnya dari akun Instagram @astralifeid agar masa depanmu tertata rapi. Keep healthy and #iGotYourback

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Subscribe ke iLoveLife Daily Blog untuk mendapatkan newsletter artikel ter-update!

Selamat Anda telah tergabung menjadi subscriber blog iLoveLife

Terdapat kesalahan dari permintaan anda. Mohon coba lagi.

Love Life will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.