9 Bahaya Bau Cat bagi Kesehatan dan Kenali Gejalanya

bahaya bau cat

Ketika memilih cat untuk rumah, sering kali Anda hanya mempertimbangkan faktor warna dan harga. Padahal, ada bahaya bau cat yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Sembarang memilih cat dinding berarti sama juga Anda mengundang penyakit datang. Zat kimia yang berasal dari cat dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang cukup serius. Cat tembok yang sering digunakan untuk dekorasi rumah atau untuk merenovasi rumah mengandung pelarut berbasis minyak. Pelarut tersebut mengandung minyak volatile organic compound (VOC) yang sifatnya sangat mudah menguap pada tekanan dan temperatur tertentu sehingga menyebabkan udara di sekitar menjadi beracun. Beberapa contoh VOC antara lain benzene, formalin, bensin, pelarut seperti toluene, xylenestyrene, dan perchloroethylene.

Apa saja bahaya bau cat bagi kesehatan jika terhirup?

1. Gangguan pernapasan

Bahaya bau cat ketika menghirupnya yang pertama adalah terjadinya gangguan pernapasan. Bau cat yang cukup menyengat itu dihasilkan oleh VOC. VOC membuat cat lebih mudah kering ketika diaplikasikan di dinding. Saat cat mengering, VOC menguap ke udara dan jika terhirup akan membuat pernapasan terganggu. Kondisi tersebut akan semakin parah apabila bau cat dihirup oleh orang-orang yang memiliki gangguan pernapasan.

2. Pusing

Selain gangguan pada sistem pernapasan, bahaya bau cat ketika Anda hirup adalah mengalami pusing. Jika komponen VOC yang ada di udara terhirup, maka ini menyebabkan kadar oksigen yang terhirup akan rendah. Akibatnya, suplai oksigen ke otak juga akan menurun. Kondisi itulah yang menyebabkan kepala menjadi pusing.

Baca juga: Menghirup Udara Polusi Setiap Hari Bisa Menyebabkan Terkena Penyakit Kritis

3. Mata perih

Komponen VOC yang ada di udara juga bisa menyebabkan mata perih. Meskipun tidak terlihat, udara yang ada di sekitar tempat mengecat mengandung partikel VOC. Biasanya, mata juga akan terasa perih karena iritasi yang ditimbulkan oleh VOC tersebut. Maka jangan heran jika orang-orang yang melakukan pengecatan tembok, kayu, dan lainnya biasanya menggunakan kaca mata untuk melindungi kornea mata.

4. Iritasi pada kulit

VOC yang menguap di udara juga bisa menyebabkan iritasi kulit. Kondisi semacam itu juga akan berdampak langsung pada orang-orang yang memiliki kulit sensitif dan memiliki reaksi alergi terhadap berbagai bahan kimia yang terkandung di dalam cat. Iritasi pada kulit juga bisa semakin parah apabila cat mengenai langsung pada permukaan kulit. Kandungan senyawa kimia yang ada pada cat bisa diserap oleh pori-pori kulit dan menyebabkan berbagai komplikasi.

Baca Juga: Cukup 5 Langkah, Tak Perlu Khawatir Penyakit Kritis

5. Kanker

Dalam jangka panjang, bau cat yang terhirup juga bisa menyebabkan perkembangan sel kanker di dalam tubuh. Kemunculan sel kanker di dalam tubuh tidak hanya disebabkan oleh partikel cat yang terhirup, tetapi juga disebabkan oleh menempelnya cat di kulit. Ketika cat menempel, partikel-partikel dan bahan kimia pada cat akan menyerap melalui pori-pori kulit dan menyebabkan komplikasi.

6. Kerusakan fungsi hati

Selain menyebabkan perkembangan sel kanker, partikel cat yang terhirup atau masuk ke dalam tubuh melalui pori-pori kulit juga bisa menyebabkan kerusakan fungsi hati. Partikel VOC yang masuk ke dalam tubuh akan mengikuti aliran darah dan dalam jangka waktu lama akan menyebabkan kerja hati semakin berat. Jika terjadi terus-menerus tentu kondisi tersebut akan memicu kerusakan fungsi hati.

7. Kerusakan saraf

Partikel-partikel kimia pada cat juga bisa menyebabkan kerusakan saraf. Zat kimia yang paling mungkin menyebabkan kerusakan saraf tersebut adalah pigmentPigment merupakan zat kimia yang berguna sebagai zat pewarna dan juga berguna menciptakan daya tutup pada cat. Contoh pigment cat yang paling sering digunakan pada cat adalah lead chromate yang sering digunakan untuk memberi warna hijau, kuning, dan merah pada cat. Jika mengenai kulit atau terhirup, zat kimia tersebut bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat. Kondisi tersebut akan semakin berbahaya jika terjadi pada wanita yang sedang hamil. Jika ibu hamil menghirup bau cat, akan sangat beresiko bayi mengalami kerusakan sistem saraf.

Baca Juga: Usia Muda, Mungkinkah Terkena Penyakit Kritis?

8. Penyakit ginjal

Meskipun tergolong jarang, partikel zat kimia dalam cat juga bisa menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Hal tersebut terjadi karena beberapa jenis cat mengandung bahan berbahaya seperti timbal dan merkuri. Kandungan timbal di dalam cat biasanya sangat tinggi terutama pada cat yang berwarna kuning dan oranye. Penambahan bahan timbal tersebut biasanya berlaku pada cat minyak. Dampak bahaya keracunan timbal bagi kesehatan tubuh manusia bisa beraneka ragam.

Sementara itu, beberapa jenis cat juga mengandung merkuri. Merkuri berguna untuk mencegah munculnya jamur ketika cat diaplikasikan di tembok atau benda lainnya. Merkuri merupakan bahan logam berat yang sangat berbahaya apabila terhirup dan masuk ke dalam tubuh. Bahaya merkuri akan ikut mengintai bagi Anda yang terlalu sering menghirup bau cat.

9. Keguguran

Selain beberapa bahaya yang telah disebabkan di atas, bahaya bau cat juga bisa berdampak buruk bagi ibu hamil, yakni meningkatkan resiko keguguran. Berbagai bahan kimia pada cat, seperti VOC, timbal, dan merkuri bisa menyebabkan kerusakan sistem saraf pada janin dan yang paling parah akan menyebabkan keguguran.

Itulah sembilan bahaya yang bisa muncul akibat bau cat. Jika Anda melakukan renovasi rumah dengan mengecat maka sebaiknya Anda menggunakan pelindung tubuh secara optimal seperti masker, kaca mata, dan juga pelindung kulit. Agar terhindar dari bahaya kesehatan akibat menghirup bau cat, pilihlah jenis cat yang ramah lingkungan.

Selain memilih jenis cat yang aman untuk dipakai, lengkapi juga langkah perlindungan Anda dengan memiliki asuransi penyakit kritis. Asuransi penyakit kritis berguna untuk melindungi Anda dari kerugian finansial jika #AmitAmit Anda terkena penyakit kritis. Asuransi penyakit kritis bekerja dengan cara memberikan Uang Pertanggungan kepada Anda jika Anda terdiagnosa penyakit kritis. Uang Pertanggungan tersebut lalu dapat dipakai untuk biaya pengobatan, biaya penggantian penghasilan (jika Anda pencari nafkah), dan biaya-biaya lainnya.

Baca juga: Asuransi Penyakit Kritis: Manfaat, Cara Kerja dan Kenapa Kita Membutuhkannya

Astra Life menawarkan dua jenis asuransi penyakit kritis, yaitu Flexi Critical Illness yang lebih compact dan AVA Proteksi Optima 117 yang lebih komprehensif. Flexi Critical Illness melindungi Anda dari penyakit kritis yang paling sering terjadi di Indonesia, yaitu stroke, jantung, kanker sejak tahap awalProduk asuransi penyakit kritis ini bisa Anda #AturSendiri premi dan besar uang pertanggungan (UP) hingga Rp2 miliar tanpa cek medis, sesuai kebutuhan di setiap tahap kehidupan. Dengan begitu, premi yang Anda bayarkan bisa lebih efisien.

Sedangkan bila Anda membutuhkan perlindungan penyakit kritis yang lebih komprehensif, Anda bisa menimbang AVA Proteksi Optima 117Asuransi penyakit kritis ini memberikan perlindungan menyeluruh atas 117 kondisi penyakit kritistermasuk komplikasi diabetes dan penyakit kritis katastropik sejak tahap awal, menengah, dan lanjut, dengan UP sampai 120%.

Dengan penjelasan di atas, semoga kini Anda semakin waspada tentang bahaya bau cat dan tak ragu lagi untuk melindungi diri dan keluarga dengan asuransi penyakit kritis.

Related Posts

9 Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik

Di tengah pandemi sekarang ini, kita tersadar bahwa harta yang paling berharga adalah kesehatan. Banyak orang berusaha m...

10 Tips Aman Berobat ke Rumah Sakit di Masa New Normal

Fase new normal memang sudah datang, tapi kita tak boleh berhenti wasapada. Risiko terkena COVID-19 masih ada. Beberap...

12 Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum di Era New Normal

Fase new normal sudah hadir. Say goodbye to work from home (WFH), kini saatnya banyak dari kita kembali ke kantor. ...




« | »
Read previous post:
Asuransi penyakit kritis
Asuransi Penyakit Kritis: Manfaat, Cara Kerja, dan Kenapa Kita Membutuhkannya

Sudah seberapa lengkap asuransi yang Anda miliki saat ini? Apakah Anda sudah yakin asuransi yang Anda miliki sudah memadai untuk...

Close