Cukup 5 Langkah, Tak Perlu Khawatir Penyakit Kritis

Penyakit Kritis

Kematian akibat penyakit kritis semakin sering diberitakan. Yang terbaru, Indonesia berduka atas berpulangnya Ibu Negara keenam Ani Yudhoyono setelah berjuang melawan kanker darah. Tak lama kemudian, artis Agung Hercules juga tutup usia karena kanker otak. Ini sejalan dengan hasil penelitian Kementrian Kesehatan (2017) yang menyebut sejak tahun 1990 hingga 2017 terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit tidak menular. Peningkatan terbesar adalah penyakit kritis seperti stroke, penyakit jantung, diabetes, dan kanker.

Baca juga: Cegah Kebangkrutan Keluarga Akibat Penyakit Kritis dengan Langkah Ini

#AmitAmit kalau sampai terkena penyakit kritis. Namun jangan takut, penyakit kritis bisa dihadapi dengan cara-cara berikut ini.

5 cara jitu hadapi penyakit kritis

1. Ubah pola makan: Bukanlah lagi 4 sehat 5 sempurna

Jenis makanan dan minuman sangat berpengaruh bagi kesehatan tubuh. Karena dua hal inilah yang berinterekasi langsung dengan organ-organ tubuh. Oleh karenanya, anjuran makanan yang sehat selalu disampaikan oleh para medis.

Yang perlu diingat, pola makan sehat bukanlah lagi empat sehat lima sempurna, melainkan pola makan seimbang. Seimbang adalah setiap yang Anda konsumsi cukup mengandung karbohidrat, protein, lemak, serat dan gizi. Anda juga harus menjalankan pola makan seimbang secara teratur, jangan telat makan apalagi yang sering terjadi adalah, lupa sarapan. Lalu usahakan minum air mineral minimum 2 liter per hari.

Hindari makanan dan minuman yang mengandung banyak bahan kimia tambahan seperti berpemanis, berpengawet, dll. Untuk penggemar kopi, kontrol jumlahnya, jangan berlebihan. Lalu hentikan kebiasaan pengganggu kesehatan seperti merokok dan minum-minuman keras.

2. Olahraga jangan pada weekend saja

Olahraga jadi syarat mutlak agar Anda tetap sehat, karena olahraga penting untuk membakar timbunan lemak serta menggerakkan otot dan sendi. Jangan berolahraga saat weekend saja. Idealnya, olahraga dilakukan setiap hari dengan durasi sekitar 30 menit.

Ini gampang kok, asal jauhkan rasa malas. Caranya bisa keliling komplek setelah bangun pagi atau ke gym usai pulang kantor. Selain menyehatkan badan, olahraga seusai pulang kerja juga bisa membuat pikiran fresh, tidur semakin nyenyak.

3. Hitung waktu tidur

Istirahat yang cukup menjadikan pikiran fresh dan badan fit. Rata-rata orang dewasa membutuhkan waktu tidur sekitar 6-7 jam setiap malam. Oleh karenanya, jangan kebanyakan begadang. Lalu, jangan main hp sebelum tidur, itu malah akan menambah Anda susah tidur.

Baca juga: Polusi Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Apa Ancamannya?

Selain itu, usahakan juga tidur siang sekitar 15-30 menit. Ini bisa dilakukan di sela-sela jam istirahat makan siang. Tidur siang, meski hanya sebentar sangat bagus bagi kinerja otak. Ini semacam restart pada komputer yang dipaksa bekerja terus-menerus juga akan kecapekan sehingga harus istirahat sebentar. Begitu juga otak butuh istirahat setelah dipacu bekerja sejak pagi.

4. Hilangkan kebiasaan ini

Lingkungan yang bersih meminimalisir datangnya bakteri dan penyakit. Biasakan untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal maupun di tempat kerja. Jangan terbiasa menggantung baju di kamar, karena akan mengundang nyamuk. Lalu rutin menguras penampungan air dan bak di kamar mandi agar tidak timbul jentik-jentik nyamuk.

Begitu juga di tempat kerja, usahakan meja kerja selalu bersih dan rapi, dokumen-dokumen tertata pada tempatnya. Tempat kerja yang rapi dan nyaman bisa mencegah stress saat bekerja.

5. Siapkan perlindungan ‘jaga-jaga’

Sebaik-baiknya strategi, selalu ada rencana cadangan. Apalagi dalam kehidupan, tidak ada yang tahu dengan apa yang akan terjadi esok hari. Meskipun sudah menjalankan gaya hidup sehat, Anda juga wajib memiliki asuransi kesehatan terbaik karena penyakit bisa datang kapan saja. #AmitAmit kalau Anda terkena penyakit kritis. Tapi kalaupun iya, Anda harus siap.

Terutama asuransi kesehatan yang bisa memberikan pertanggungan atas penyakit kritis seperti Flexi Critial Illness dari Astra Life. Asuransi penyakit kritis ini melindungi dari risiko tiga penyakit kritis yang paling sering terjadi Indonesia, yakni stroke, kanker sejak tahap awal, dan jantung. Dengan Flexi Critical Illness, Anda akan terlindungi dari risiko keuangan yang dapat terjadi jika Anda terkena penyakit kritis.

Bagaimana caranya? Dengan memberikan Uang Pertanggungan yang dapat Anda pakai untuk biaya pengobatan hingga Rp2 Miliar tanpa harus cek medis. Selain itu, Flexi Critical Illness memiliki fitur yang fleksibel, dimana Anda bisa #AturSendiri besar Uang Pertangunggan dan juga harga premi asuransinya kapanpun Anda mau. Jadi, harga premi bisa menjadi lebih efisien.

Baca juga: Mencari Asuransi Penyakit Kritis yang Tepat? Cek 4 Jurus Ini!

Jika ingin mendapatkan perlindungan yang lebih komprehensif, Anda bisa memilih AVA Proteksi Optima 117 dari Astra Life. Asuransi ini menawarkan perlindungan yang lebih lengkap, mencakup 117 penyakit kritis serta komplikasi akibat diabetes dan penyakit kritis katastropik. Asuransi ini memberikan perlindungan hingga Rp2 Miliar serta bonus sebesar 20% dari Uang Pertanggungan untuk penyakit komplikasi diabetes dan katastropik.

Duh, jangan sampai Anda terkena penyakit kritis seperti kanker atau jantung. Yang tak kalah penting, jangan sampai keluarga Anda kesusahan akibat finansial terkuras untuk biaya pengobatan. Ayo, jalani gaya hidup sehat secara konsisten dan siapkan proteksi agar Anda sekeluarga bahagia hingga ujung usia.

Related Posts

9 Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik

Di tengah pandemi sekarang ini, kita tersadar bahwa harta yang paling berharga adalah kesehatan. Banyak orang berusaha m...

10 Tips Aman Berobat ke Rumah Sakit di Masa New Normal

Fase new normal memang sudah datang, tapi kita tak boleh berhenti wasapada. Risiko terkena COVID-19 masih ada. Beberap...

12 Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum di Era New Normal

Fase new normal sudah hadir. Say goodbye to work from home (WFH), kini saatnya banyak dari kita kembali ke kantor. ...




« | »
Read previous post:
penyakit kritis
Usia Muda, Mungkinkah Terkena Penyakit Kritis?

Penyakit kritis adalah penyebab utama kematian di dunia (Katadata, Juni 2019). Sekarang, penyakit kritis tengah mengintai bukan hanya pada mereka...

Close