Biaya Kesehatan Semakin Mahal, Ini Langkah Menyiasatinya

Laju inflasi di bidang kesehatan dalam beberapa tahun terakhir, selalu lebih tinggi dari kenaikan biaya pada umumnya. Bagaimana langkah menyiasatinya?

Mensiasati Biaya Kesehatan yang Semakin Mahal

Biaya Kesehatan Semakin Mahal, Ini Langkah Menyiasatinya

Laju inflasi di bidang kesehatan dalam beberapa tahun terakhir, selalu lebih tinggi dari kenaikan biaya pada umumnya. Bagaimana langkah menyiasatinya?

Apakah kamu sadar, kalau kenaikan harga tidak hanya terjadi pada kebutuhan pokok saja, tetapi hampir di semua hal, termasuk biaya kesehatan. Bahkan, laju kenaikan harga atau inflasi di bidang kesehatan dalam beberapa tahun terakhir, selalu lebih tinggi dari kenaikan harga pada umumnya. Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk menyiasati biaya kesehatan yang semakin mahal? Coba langkah berikut untuk menyiasati agar keuangan kamu tak semakin tertekan.

Banyak orang harus menyesuaikan atau menyusun ulang rencana keuangan setelah pandemi corona terjadi, terutama untuk alokasi biaya kesehatan yang sedikit banyak menjadi lebih besar. Karena yang biasanya hanya membeli masker sesekali, terpaksa harus berkali-kali, terutama untuk masker medis. Selain itu, budget untuk membeli vitamin juga melonjak, dari yang tadinya cukup membeli vitamin C, kini harus ditambah dengan vitamin D atau vitamin-vitamin lainnya demi menjaga dan meningkatkan kekebalan atau imunitas tubuh. Alokasi belanja makanan sehat yang harganya lebih mahal dari junk food, bisa ikut menyedot isi dompet kamu. 

Maka, tidak salah jika inflasi di bidang kesehatan selama pandemi, seperti yang diungkapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) cukup tinggi yaitu sebesar 2,79% lebih tinggi dari inflasi umum yang hanya 1,68% pada 2020. Namun, tahukah kamu kondisi ini ternyata tidak hanya terjadi ketika pandemi saja. Situasi serupa, yakni kenaikan biaya kesehatan, juga selalu terjadi sebelum virus corona menjadi wabah dunia. 

Apa Itu Inflasi?

Kamu mungkin sering mendengar ungkapan seperti: “Dulu beli permen Rp500 bisa dapet lima, sekarang bisa dapat apa dengan uang segitu?” Ungkapan yang mungkin terlihat sederhana ini bisa menjadi gambaran paling mudah untuk kamu memahami inflasi dan betapa inflasi itu memang lekat terjadi pada kehidupan sehari-hari kita.

Contoh lainnya adalah biaya ke dokter. Pada 2014, biaya konsultasi dengan dokter spesialis di salah satu rumah sakit terkemuka di Bandung tercatat hanya Rp95.000. Namun pada 2019, biaya konsultasi sudah naik menjadi Rp250.000. Itu baru kenaikan pada biaya konsultasi dokter. Belum lagi untuk biaya rawat inap dan tindakan lainnya.

Kondisi naiknya harga barang dan jasa yang terjadi secara terus menerus dalam waktu tertentu inilah yang disebut dengan inflasi. Penyebab inflasi ini cukup banyak diantaranya adalah permintaan yang tinggi terhadap suatu barang atau jasa sehingga membuat harga barang atau jasa itu meningkat, adanya kenaikan biaya produksi, bertambahnya uang yang beredar di masyarakat, dan terjadi ketidak seimbangan antara permintaan dan penawaran.

Biaya Kesehatan Semakin Mahal

Keterangan tabel:
*Kenaikan Biaya Kesehatan Proyeksi willis towers watson

*Angka inflasi tahun 2021 hingga bulan April

Mahalnya biaya yang dikeluarkan untuk kesehatan memang bukan hanya perasaan kamu saja tetapi nyata terjadi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pun khawatir dengan meningkatnya biaya kesehatan yang bisa membebani masyarakat dan negara. Dikutip dari Tirto, Budi Gunadi mengungkapkan bahwa rata-rata biaya kesehatan di seluruh dunia termasuk Indonesia dalam 20 tahun terakhir naik lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi negaranya.

Hal ini juga sesuai dengan sejumlah data, baik data resmi pemerintah melalui Badan Pusat Statistik (BPS), maupun menurut survei lembaga independen. Salah satunya, sebuah lembaga konsultan global Willis Tower Watson. Dalam laporannya, Willis Tower Watson menyebutkan biaya kesehatan di Indonesia dalam 3 tahun terakhir naik sekitar 10%-11% setiap tahunnya. Adapun, dalam survei terbarunya yang berjudul 2021 Global Medical Trends Survey Report, Willis Tower Watson memperkirakan biaya kesehatan di Indonesia akan naik 12% pada tahun 2021.

Sumber: BPS, diolah

*Inflasi per April 2021

Sementara itu data BPS menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk kebutuhan kesehatan selalu meningkat bahkan hampir selalu di atas kenaikan harga-harga pada umumnya maupun tingkat pertumbuhan ekonomi.

Sebagai contoh, laju inflasi kesehatan pada 2020 menurut BPS tercatat sebesar 2,79%. Kenaikan ini lebih tinggi dari angka inflasi umum yang hanya 1,68%. Apalagi, jika dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang malah minus 2,07%.

Penyebab Mahalnya Biaya Kesehatan

Mengapa, hal ini terjadi? Berikut ini beberapa faktor yang mendorong terjadinya inflasi di bidang kesehatan jika dikaitkan dengan teori ekonomi. Biaya kesehatan tak hanya terpatok pada biaya rumah sakit tetapi juga dalam keseharian:

1. Meningkatnya Permintaan

Ketika kebutuhan terhadap fasilitas kesehatan meningkat, biasanya akan diikuti dengan kenaikan harga jualnya. Contoh paling jelas dirasa ketika masa pandemi corona. Kebutuhan masyarakat terhadap sejumlah alat kesehatan seperti masker meningkat, maka harga masker di berbagai tempat ikut melonjak.

2. Biaya Produksi Naik

Kenaikan harga juga terjadi karena meningkatnya biaya produksi barang dan jasa di bidang kesehatan, sehingga penyedia jasa menaikan tarif layanannya. Misalnya, kenaikan upah tenaga pekerja di bidang medis atau kenaikan biaya-biaya pemeliharaan Rumah Sakit. Kenaikan-kenaikan harga ini biasanya akan dibebankan juga kepada pasien atau pengguna jasa.

3. Jumlah Fasilitas dan Sarana Kesehatan yang Tak Sebanding

Selain karena meningkatnya permintaan, inflasi juga bisa terjadi karena jumlah fasilitas dan sarana kesehatan yang tersedia tidak sebanding dengan permintaan. Atau kurangnya kapasitas penampung.

4. Ketidakpastian

Salah satu penyebab seseorang menaikan harga jual atau jasa layanan kesehatan adalah karena ketidakpastian, misalnya ketika terjadi krisis ekonomi. Dalam kondisi tersebut, penyedia jasa bisa saja memilih untuk melakukan spekulasi dengan memasang tarif jasa layanan yang tidak akan membuat rugi pihaknya.

5. Motif Mencari Keuntungan

Yang menarik, menurut survey Willis Tower Watson 52% responden mengaku, penyebab meningkatnya biaya rumah sakit adalah karena adanya motif mencari keuntungan oleh Rumah Sakit. Sementara responden lainnya menyebut faktor penggunaan teknologi (49%) dan karena dampak pandemi (37%) .

Atur Strategi Siasati Kenaikan Biaya Kesehatan

Seperti sudah sempat disinggung di atas bahwa biaya konsultasi ke dokter spesialis sudah naik lebih dari dua kali lipat dalam 5 tahun, kebayang gak berapa biaya yang harus dikeluarkan saat rawat inap? Berdasarkan data salah satu rumah sakit di Bandung, kamu bisa mendapat fasilitas rawat inap VIP dengan one bad one bathroom hanya dengan membayar Rp750.000 pada 2014. Namun sekarang biaya itu hanya dapat untuk fasilitas kelas I, sedangkan ruang perawatan VIP biayanya mulai dari Rp1.935.000. Jadi kenaikan biaya kesehatan memang nyata terjadi.

Tingginya kenaikan biaya kesehatan setiap tahun harus diantisipasi dengan perencanaan keuangan yang matang. Mengalokasikan biaya untuk kesehatan menjadi dana tabungan di rekening bank bukan pilihan bijak karena justru rentan tergerus inflasi. Berikut ini beberapa strategi yang bisa kamu lakukan:

1. Menjadi Peserta Dalam Program Jaminan Kesehatan

Salah satu upaya untuk melindungi risiko finansial dari mahalnya biaya kesehatan, maka kamu bisa coba mendaftar menjadi peserta dalam program jaminan kesehatan baik dari pemerintah maupun proteksi kesehatan dari asuransi swasta. Untuk jaminan kesehatan dari pemerintah kamu bisa mendaftarkan diri menjadi peserta program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. Dengan menjadi peserta di BPJS, kamu bisa mendapat jaminan kesehatan secara gratis, meskipun tentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Misalnya saja kamu perlu mengikuti prosedur perawatan berjenjang saat berobat.

2. Menggunakan Asuransi Kesehatan Swasta

Menjadi peserta BPJS Kesehatan memang memberikan banyak keringanan bagi kamu. Namun, jika kamu ingin mendapatkan fasilitas yang lebih sesuai dengan keinginan seperti lebih cepat dalam berobat (tanpa prosedur pengobatan berjenjang), fleksibilitas, kenyamanan maka kamu bisa menambahkan proteksi kesehatan dengan menggunakan asuransi swasta. Pilihlah produk yang memang sesuai dengan kemampuan dan keinginan kamu.

Buat kamu yang mengutamakan kenyamanan kamu bisa memiliki Medicare Premier dari Astra Life. Asuransi ini memiliki kenyamanan dan prioritas sebagai sebuah asuransi kesehatan seperti layanan privat ‘one bed & one bathroom’ serta bebas inflasi jadi #AntiInflasiNoWorries. Medicare Premier juga memberikan kemudahan melalui 1 Polis 1 Keluarga, jadi kamu tidak perlu pusing lagi membayarkan beberapa polis asuransi dan seluruh keluarga memiliki perlindungan, kenyamanan dan prioritas yang sama. Tak hanya itu, Medicare Premier juga memiliki sistem cashless jadi memudahkan kamu untuk bayar tagihan Rumah Sakit.

3. Sisihkan Anggaran Kesehatan Secara Rutin

Kamu bisa coba menyisihkanmenyisihkanya sekitar 5%-10% dari penghasilanmu secara rutin untuk biaya kesehatan ini. Anggaran ini bisa kamu pakai untuk membayar premi asuransi swasta yang kamu pilih. Sehingga kapanpun risiko kesehatan datang kamu sudah tak perlu khawatir atau sibuk mencari dana untuk menutupi biaya pengobatan.

4. Evaluasi

Jangan lupa untuk melakukan evaluasi secara berkala terhadap keuangan dan produk-produk proteksi kesehatan yang kamu pilih. Apakah semuanya sudah sesuai keinginan, apakah ada yang perlu ditambah, dan lain sebagainya.

Menyikapi naiknya biaya hidup termasuk kesehatan adalah hal yang mutlak perlu kita hadapi. Oleh karena itu perencanaan yang matang menjadi salah satu kunci untuk menjalani kehidupan yang lebih tenang. Karena kita tidak pernah tahu kapan risiko tak diinginkan bisa menimpa kita dan keluarga. Memberikan proteksi kesehatan tak hanya penting untuk melindungi kesehatanmu tetapi juga risiko finansial yang bisa saja terjadi di masa depan.

Bagi kamu yang masih ingin mencari tahu lebih lanjut soal proteksi kesehatan kamu bisa kunjungi website astralife.co.id untuk melihat berbagai pilihan produk perlindungan lainnya. Follow juga Instagram @AstraLife untuk mendapatkan tips-tips bermanfaat lainnya. Urusan Sehat Jadi Tenang, #iGotYourBack.

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Subscribe ke LoveLife Daily Blog untuk mendapatkan newsletter artikel ter-update!

Selamat Anda telah tergabung menjadi subscriber blog LoveLife

Terdapat kesalahan dari permintaan anda. Mohon coba lagi.

Love Life will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.