Hindari Salah Kaprah Merencanakan Asuransi Pendidikan Anak

pendidikan anak

Sebagian orang tua memilih produk asuransi pendidikan sebagai bagian dari persiapan dana pendidikan anak. Tapi, tepatkah memilih asuransi pendidikan anak sebagai dana pendidikan si buah hati? Memilih asuransi pendidikan sebagai bagian dari persiapan dana pendidikan anak, sah-sah saja. Namun, Anda perlu cermat agar terhindar dari kesalahan umum berikut ini saat memilih asuransi pendidikan anak.

Kesalahan Umum ketika Merencanakan Asuransi Pendidikan Anak

Pertama, menjadikan si anak sebagai Tertanggung asuransi. Kesalahan pemahaman ini umumnya bermula dari pandangan si orang tua bahwa asuransi pendidikan adalah untuk serba serbi perencanaan keuangan untuk kebutuhan dana sekolah anak. Alhasil, yang dijadikan Tertanggung adalah si anak. Ini jelas kurang tepat. Seharusnya yang menjadi Tertanggung asuransi adalah penanggung jawab finansial anak, yakni orang tua.

Baca juga: Atur Keuangan Sejak Dini Jika Ingin Anak Kuliah di Luar Negeri

Dengan demikian ketika kelak orang tua sebagai pencari nafkah meninggal dunia, Uang Pertanggungan asuransi tersebut bisa cair dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber dana sekolah anak.

Kedua, orang tua tidak cermat menghitung kebutuhan Uang Pertanggungan yang tepat sesuai rencana pendidikan si anak. Ketidaktepatan dalam menghitung kebutuhan Uang Pertanggungan asuransi berisiko menggagalkan rencana sekolah yang sudah Anda susun untuk anak. Ambil contoh, untuk biaya pendidikan kuliah S-1 di salah satu universitas ternama di dalam negeri, jurusan teknik informatika tahun 2019-2020 selama delapan semester, adalah Rp189,36 juta.

Anak Anda saat ini baru berusia lima tahun dan baru akan masuk kuliah 12 tahun lagi. Dengan asumsi inflasi biaya pendidikan sebesar 15% per tahun, maka 12 tahun mendatang kebutuhan biaya kuliah menjadi Rp1,01 miliar. Dengan demikian, bila Anda membeli asuransi pendidikan, pastikan Uang Pertanggungannya senilai minimal kebutuhan tersebut. Bila Uang Pertanggungan di bawah nilai tersebut, risiko kegagalan menyekolahkan anak menjadi lebih besar akibat kesalahan memperhitungkan kebutuhan biaya.

Memilih asuransi yang tepat

Supaya kegagalan rencana sekolah anak bisa diminimalisasi, setiap orang tua perlu memastikan perencanaan dana pendidikan anak disusun secara cermat. Satu hal utama yang perlu dipahami oleh para orang tua adalah, demi kesejahteraan si buah hati sampai kelak mampu mandiri, memastikan kebutuhan proteksi terpenuhi adalah hal wajib.

Dengan demikian, ketika orang tua selaku penanggung jawab finansial tutup usia, anak yang ditinggalkan tetap bisa melanjutkan hidup dengan bekal Uang Pertanggungan dari asuransi si orang tua. Uang Pertanggungan itu kelak bisa dimanfaatkan juga untuk menutup kebutuhan biaya pendidikan anak.

Baca juga: Melatih Anak Bermental Tangguh dan Bisa Menerima Kekalahan

Asuransi apa yang tepat untuk para orang tua agar rencana pendidikan anak di masa depan dapat diamankan?

Pertama, miliki asuransi jiwa lebih dulu. Akan lebih baik bila Anda memilih asuransi jiwa murni berjangka (term life). Setiap orang tua yang memiliki tanggungan jiwa, sebaiknya sudah memiliki proteksi diri sebagai bagian dari perlindungan keuangan rumah tangga. Terlebih untuk memastikan cita-cita menyekolahkan anak dapat tercapai. Karena sesbenarnya, memiliki asuransi tak lain adalah sebagai bentuk cinta Anda pada anak dan keluarga. Pertimbangkan untuk memilih asuransi jiwa berjangka yang preminya cukup terjangkau dan bisa memberikan perlindungan optimal.

Anda bisa menimbang Flexi Life, asuransi jiwa dari Astra Life yang memberikan fleksibilitas dalam penentuan premi dan besar Uang Pertanggungan. Bila Anda pria berusia 30 tahun, untuk perlindungan senilai Rp 1 miliar, premi bulanannya hanya Rp261.000 dan bila membayar langsung setahun tahun, preminya cuma Rp2,61 juta. Hitung-hitung Anda mendapatkan potongan premi sebanyak 2 bulan.

Dengan kemudahan #AturSendiri premi, besar perlindungan dan masa pembayaran premi asuransi jiwa, Anda dapat menaikkan Uang Pertanggungan di tengah polis yang berjalan untuk mengimbangi kebutuhan di tahap hidup keluarga Anda.

Kedua, asuransi  endowment atau asuransi dwiguna. Asuransi ini bukan hanya memberikan proteksi jiwa tapi juga memiliki fungsi sebagai tabungan. Jadi, Anda berpeluang mendapatkan “hasil tabungan”di produk asuransi tersebut, selain Uang Pertanggungan apabila Tertanggung mengalami risiko tutup usia.

Asuransi endowment tepat bagi Anda yang tidak hanya mencari perlindungan jiwa tapi juga menginginkan aset berupa tabungan yang bisa Anda cairkan di periode tertentu. Hanya saja, karena aset ditempatkan dalam instrumen tabungan, hasil pengembangannya pun tidak dapat diharapkan berkembang terlalu besar karena pertumbuhannya mengikuti tren bunga tabungan atau deposito pasar.

Ketiga, asuransi unitlink. Jenis asuransi ini tepat untuk Anda yang mencari kepraktisan. Dengan unitlink, Anda tidak hanya mendapatkan fungsi proteksinya saja, melainkan juga memperoleh manfaat nilai tunai dari investasi yang dilakukan melalui produk tersebut. Anda bisa menimbang asuransi AVA iBright Protector dari Astra Life. Premi dapat dibayarkan secara berkala untuk mempermudah Anda mendapatkan perlindungan asuransi jiwa, manfaat Terminal Illness, manfaat cacat total dan tetap, serta nilai investasi.

Baca juga: Sebagai Orang Tua Muda, Sadar Tidak Anda Melakukan 5 Kesalahan Ini?

Jadi, agar tidak melakukan kesalahan dalam memilih atau membeli asuransi pendidikan anak, ada baiknya Anda mendiskusikan dengan pasangan mana asuransi pendidikan yang tepat agar si buah hati tercinta berhasil menyelesaikan pendidikannya hingga kuliah.

Info Lanjut Flexi Life




« | »
Read previous post:
Melatih anak agar bermental tangguh
Melatih Anak Bermental Tangguh dan Bisa Menerima Kekalahan

Sebuah jurnal yang diterbitkan oleh US National Library of Medicine, National Institutes of Health (Agustus 2017) menyebutkan, jika seorang anak memiliki mental yang tangguh...

Close