Sebagai Orang Tua Muda, Sadar Tidak Anda Melakukan 5 Kesalahan Ini?

Cover Kesalahan Orang Tua Muda

Banyak orang tua muda yang terkaget-kaget dengan lonjakan pengeluaran rumah tangga yang naik drastis seiring kelahiran buah hati. Mulai dari pengeluaran untuk kebutuhan toilettries bayi, pakaian, susu, hingga biaya vaksinasi dan kunjungan ke dokter anak.

Belum lagi nanti menyiapkan biaya sekolah anak dan biaya-biaya lain yang dibutuhkan anak hingga kelak dewasa. Belum-belum para orang tua muda sudah pusing dan gugup sendiri memikirkannya.

Baca juga: Susah Menabung? Ini 10 Resep Manajemen Keuangan Buat Keluarga Baru

Anda begini juga, enggak?

Nah, supaya tidak menyesal belakangan, Anda yang saat ini berencana memiliki anak atau baru saja memiliki buah hati, lebih baik segera berbenah. Demi masa depan anak yang sejahtera dan kestabilan keuangan rumah tangga, Anda perlu menghindari kesalahan-kesalahan finansial perencanaan keuangan keluarga berikut ini:

Tidak memiliki asuransi jiwa 

Kesalahan pertama yang sering dilakukan oleh para orang tua muda adalah mengabaikan cara mengatur keuangan dan tidak segera membeli asuransi jiwa begitu memiliki buah hati. Ini adalah kesalahan umum yang banyak dilakukan para orang tua muda di banyak tempat di Indonesia. Nah, apa pentingnya bagi orang tua muda untuk memiliki asuransi jiwa?

Itu karena sebagai orang tua, kebutuhan finansial si kecil juga tentunya akan menjadi tanggung jawab utama Anda. Dengan memiliki asuransi jiwa, Anda akan lebih tenang dalam mengelola finansial tanpa harus khawatir dengan risiko-risiko di depan yang bisa datang kapan saja.

Asuransi jiwa memang tidak bisa mencegah kematian. Namun, asuransi jiwa dapat memperkecil guncangan finansial keluarga ketika si pencari nafkah mendadak meninggal dunia. Uang pertanggungan dari asuransi jiwa dapat menjadi bekal keuangan keluarga untuk melanjutkan hidup. Memiliki asuransi jiwa bagaikan memiliki safety net untuk keuangan keluarga.

Anda tidak perlu risau lagi karena saat ini sudah ada Flexi Life, produk asuransi jiwa dari Astra Life yang selalu bisa disesuaikan dengan tahapan kehidupan dengan perlindungan hingga Rp5 miliar tanpa cek medis. Jadi, Anda bisa langsung merasakan manfaat perlindungan jiwa bersama Flexi Life dan tidak perlu lagi khawatir dengan risiko dan keamanan finansial keluarga di masa depan.

Baca juga: Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Asuransi Jiwa Murni dengan Unit Link

Anak-anak yang belum mandiri menjadi tanggungan orang tuanya sehingga orang tua sebagai pencari nafkah keluarga harus memastikan dirinya sudah terlindungi dari risiko-risiko.

Tidak menambah saldo dana darurat 

Ketika Anda masih lajang, kebutuhan dana darurat yang perlu Anda siapkan mungkin belum terlalu besar. Cukup sebesar tiga kali nilai pengeluaran rutin bulanan saja. Namun, begitu menikah dan memiliki anak, Anda sebaiknya menambah saldo dana darurat sesuai dengan tingkat kebutuhan keluarga yang semakin besar, plus untuk menghindari Anda berutang jika ada masalah finansial ke depannya.

Nilai dana darurat yang ideal bagi pasangan dengan satu anak adalah minimal 9 kali nilai pengeluaran rutin bulanan. Jadi, semisal pengeluaran rutin bulanan keluarga Anda adalah Rp7 juta, maka nilai emergency fund ideal adalah Rp63 juta.

Anda bisa menyicil membangun dana darurat hingga ke nilai ideal tersebut dengan cara menyisihkan minimal sebesar 10% dari pendapatan rutin ke rekening saldo dana darurat. Contoh, pendapatan Anda Rp15 juta per bulan. Dengan begitu, bagian pendapatan yang perlu Anda sisihkan untuk tabungan dana darurat minimal sebesar Rp1,5 juta setiap bulan.

Menunda persiapan dana pendidikan anak 

Mengutip survei AC Nielsen yang dikutip oleh Kontan.co.id beberapa waktu lalu, baru 12% orang tua di Indonesia yang menyiapkan kebutuhan dana pendidikan anak. Menunda perencanaan dana pendidikan anak sering kali dilatarbelakangi alasan usia si anak yang masih kecil.

Banyak orang tua yang baru terpikir untuk mempersiapkan kebutuhan uang sekolah ketika sudah mendekati jadwal masuk sekolah si kecil.

Tidak menambah asuransi kesehatan 

Kesalahan lain yang sering juga terjadi di keluarga muda adalah tidak menambah asuransi kesehatan untuk anak. Anak-anak justru memiliki risiko sakit yang lebih besar ketimbang orang dewasa. Ini tak lain karena tingkat imunitas anak-anak masih dalam tahap pertumbuhan sehingga lebih rentan terserang penyakit.

Jangan lupa menambahkan nama anak ke dalam polis asuransi kesehatan keluarga Anda. Dengan begitu, ketika suatu saat anak Anda jatuh sakit, stabilitas keuangan keluarga Anda bisa lebih terjaga.

Berhenti mengumpulkan dana pensiun 

Begitu si kecil lahir diikuti serentetan kebutuhan baru yang perlu ditutup, tidak sedikit orang tua yang memutuskan untuk menunda bahkan menghentikan rencana dana pensiun. Ini adalah salah satu jenis kesalahan manajemen keuangan keluarga muda yang juga umum terjadi.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Flexi Life: Asuransi Ultra Fleksibel Pertama di Indonesia

Kebanyakan orang tua muda beralasan, melonjaknya kebutuhan seiring kehadiran si kecil, membuat alokasi pendapatan untuk menabung kebutuhan pensiun jadi tak bersisa. Memang, sih, kelahiran anak melahirkan banyak pos kebutuhan baru. Tapi, menunda atau yang lebih parah, menghentikan berinvestasi untuk dana pensiun, dapat menjadi keputusan finansial terburuk.

Dengan menghindari 5 kesalahan finansial di atas, Anda bisa mengupayakan masa depan yang lebih sejahtera bersama keluarga tercinta. Yuk, semangat #AturSendiri bersama Flexi Life dan jalani tips keuangan keluarga ini demi membangun kesejahteraan finansial yang lebih baik di masa depan!

Info Lanjut Flexi Life




« | »
Read previous post:
Cover Pencari Nafkah
Ini Alasan Kenapa Pencari Nafkah Harus Memiliki Asuransi Jiwa

Dalam sebuah keluarga, pencari nafkah, baik suami ataupun istri, berperan penting dalam memastikan kebutuhan anak dan istri tercukupi, terutama kebutuhan keuangan rumah tangga....

Close