Siapkan 5 Tips Ini Agar Anda Terhindar dari Kegagalan Menyekolahkan Anak

Kegagalan Menyekolahkan Anak

Seratus persen orangtua ingin menyekolahkan anak hingga kuliah di universitas terbaik sebagai bekal masa depannya kelak. Namun, menurut survei Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia 2015, hanya 12% orangtua yang tahu perincian besar biaya yang dibutuhkan. Sementara 66% belum menghitung dengan detail. Sisanya, 22% sama sekali belum memikirkannya.

Nah, bila Anda termasuk orang tua yang belum menghitung biaya pendidikan anak dengan detail, atau bahkan sama sekali belum memikirkannya, tidak ada kata terlambat memulai perencanaan keuangan yang tepat agar Anda berhasil menyekolahkan anak hingga kuliah di tempat terbaik. Yuk, luangkan waktu membaca lima tips di bawah ini:

Baca juga: Sebagai Orang Tua Muda, Sadar Tidak Anda Melakukan 5 Kesalahan Ini?

Ketahui posisi finansial

Dengan mengetahui posisi finansial Anda saat ini, Anda dapat menentukan strategi pengumpulan dana yang tepat. Sebagai contoh, anggaplah setiap bulan Anda mendapat penghasilan Rp10 juta dan istri Anda yang juga bekerja mendapat Rp6 juta per bulan. Total pendapatan Rp16 juta per bulan.

Anda masih memiliki tanggungan cicilan KPR sebesar Rp3,5 juta per bulan. Supaya keuangan rumah tangga tetap sehat, lakukan pembagian alokasi penghasilan yang tepat. Misalnya, dari 100% penghasilan, Anda bisa membaginya dengan alokasi 50/30/20 yaitu 50% untuk menutup kebutuhan hidup sehari-hari, lalu 30% untuk membayar cicilan utang dan 20% untuk tabungan dan investasi. Dengan demikian, alokasi untuk kebutuhan hidup sehari-hari adalah Rp8 juta. Setelah ditambah pengeluaran cicilan, berarti Anda masih memiliki alokasi Rp4,5 juta untuk tabungan dan investasi masa depan.

Susun perencanaan

Buatlah daftar calon sekolah sekolah anak yang Anda incar, dari tingkat kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Lalu, kumpulkan informasi tentang biaya di sekolah tersebut saat ini, bisa melalui website resmi mereka. Informasi tentang biaya tersebut akan menjadi acuan untuk menyusun rencana dana pendidikan anak.

Informasi yang perlu Anda kumpulkan antara lain, biaya masuk sekolah, hingga biaya antar jemput sekolah (bila ada). Dari sana, buatlah daftar kebutuhan biaya tiap jenjang sekolah. Harap diingat, biaya pendidikan juga selalu naik setiap tahun. Mengutip Kompas.com (Oktober 2018), inflasi atau kenaikan biaya sekolah di Indonesia mencapai 15% per tahun.

Sebagai gambaran, kebutuhan uang masuk ke Sekolah Dasar (SD) nasional plus seperti Binus School tahun 2019 mencapai Rp34 juta, sedangkan uang bulanan mencapai Rp2,65 juta. Jadi, bila anak Anda saat ini baru berusia satu tahun dan akan masuk SD lima tahun lagi, kebutuhan uang masuk pada tahun 2024 menjadi Rp68,39 juta, sedangkan biaya bulanan menjadi Rp5,33 juta per bulan atau Rp63,96 juta per tahun. Dengan demikian, total biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pendidikan SD adalah Rp452,15 juta.

Adapun kebutuhan uang masuk sekolah menengah pertama di SMP swasta favorit seperti SMP Al Azhar tahun ajaran 2018/2019 mencapai Rp32,41 juta dengan uang bulanan Rp2,05 juta. Dengan begitu, bila anak Anda masuk SMP pada 2030 nanti, biaya yang perlu Anda siapkan menjadi Rp150,78 juta dan biaya bulanan Rp9,53 juta per bulan. Sehingga, total kebutuhan biaya menyekolahkannya di SMP mencapai Rp493,98 juta.

Untuk biaya sekolah menengah atas mengacu ke sekolah swasta favorit seperti SMA Lab School Jakarta di tahun 2019 mencapai Rp36,5 juta dengan uang bulanan Rp1,75 juta. Jadi, jika anak Anda masuk SMA pada 2033 nanti, biaya yang harus dipersiapkan menjadi Rp258,3 juta dan biaya bulanan Rp12,38 juta atau Rp148,56 juta. Dengan begitu, total biaya menyekolahkan anak di tingkat sekolah menengah atas selama tiga tahun mencapai Rp703,7 juta.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Pencari Nafkah Harus Memiliki Asuransi Jiwa

Bagaimana dengan perguruan tinggi? Untuk gambaran universitas negeri favorit seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), mengutip situs resminya, biaya kuliah per semester saat ini mencapai Rp12,5 juta atau Rp25 juta per tahun untuk fakultas non SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen). Dengan demikian, pada 2036, biaya kuliah di universitas negeri favorit seperti ITB bisa mencapai Rp1,07 miliar.

Apabila hendak menyekolahkan anak di perguruan swasta, Anda harus bersiap menyiapkan dana lebih besar. Contoh, biaya Universitas Bina Nusantara jurusan manajemen bisnis tahun ini mencapai Rp145,5 juta (termasuk tuition fee dan development fee). Pada 2036 kelak, biayanya menjadi Rp1,6 miliar.

Atur strategi pengumpulan dana

Setelah mengetahui nilai kebutuhan total dana yang harus Anda persiapkan, saatnya untuk menentukan cara mengatur keuangan. Mari lihat satu contoh strategi pengumpulan dana yaitu persiapan biaya masuk perguruan tinggi negeri. Total dana yang harus disiapkan untuk menguliahkan anak di universitas favorit, 17 tahun mendatang, mencapai sekitar Rp1-1,6 miliar.

Anda bisa berinvestasi di produk saham atau reksadana saham yang mampu tumbuh di atas tingkat inflasi biaya pendidikan. Jangan terlalu mepet mempersiapkan kebutuhan dana. Bila target penggunaan dana 17 tahun lagi, upayakan di tahun ke-16 target dana sudah bisa tercapai sehingga Anda bisa mengamankannya di instrumen berisiko rendah seperti deposito bank.

Berapa yang harus diinvestasikan agar terkumpul Rp1,07 miliar di tahun ke-16 nanti? Apabila Anda menempatkan di produk investasi yang mampu tumbuh rata-rata 20% per tahun, Anda perlu berinvestasi sebesar Rp766.184 per bulan selama 16 tahun.

Eksekusi dan evaluasi

Saatnya mengeksekusi rencana dana pendidikan anak dengan langsung berinvestasi. Bila hendak berinvestasi di reksa dana, Anda bisa langsung membeli di agen penjual seperti bank, marketplace investasi atau langsung ke manajer investasi. Aktifkan fitur autodebet investasi supaya Anda terbantu lebih disiplin menyisihkan dana.

Saat sudah berinvestasi, bukan berarti Anda sekadar menjalankannya. Sebaiknya Anda rutin mengevaluasi pertumbuhan dana investasi Anda minimal setahun sekali. Bila memang kinerjanya tidak sesuai harapan, Anda bisa mengganti strategi.

Amankan dengan asuransi jiwa

Sebelum menjalankan investasi kebutuhan dana pendidikan anak, sebaiknya Anda penuhi lebih dulu kebutuhan asuransi jiwa. Asuransi jiwa menjadi safety net yang penting supaya perencanaan dana pendidikan anak tetap dapat tercapai, kendati di tengah jalan si pencari nafkah tiada. Uang pertanggungan dari asuransi jiwa bisa menjadi sumber dana untuk mencukupi kebutuhan sekolah anak hingga ia menyelesaikan kuliah.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Flexi Life: Asuransi Ultra Fleksibel Pertama di Indonesia

Dengan memiliki asuransi jiwa, Anda dapat mengelola risiko finansial keluarga dengan lebih baik. Masa depan pendidikan anak Anda juga bisa lebih pasti. Bila Anda telah memilih berinvestasi di saham atau reksa dana, pilihan pada asuransi jiwa menjadi langkah yang tepat. Sebab, selain preminya sangat terjangkau, asuransi jiwa murni juga efektif dalam memberikan perlindungan sesuai kebutuhan keuangan rumah tangga karena tersedia jangka waktu perlindungan yang bisa Anda pilih, mulai setahun, 10 tahun hingga 20 tahun.

Tidak perlu pusing mencari asuransi jiwa yang oke. Saat ini sudah ada Flexi Life, asuransi jiwa ultra fleksibel yang memiliki keunggulan bisa Anda #AturSendiri sesuai perubahan tahap hidup serta memberikan perlindungan hingga Rp5 miliar tanpa cek medis. Sebagai gambaran, Anda adalah seorang bapak muda berusia 25 tahun. Untuk mengamankan kebutuhan biaya pendidikan anak hingga kuliah yang ingin Anda siapkan, Anda ingin mengambil Uang Pertanggungan Rp1,5 miliar.

Sesuai perhitungan kalkulasi Flexi Life di ilovelife.co.id, maka premi bulanan Flexi Life yang Anda bayarkan per bulan hanyalah Rp370.500. Bila Anda memilih pembayaran tahunan, premi Anda menjadi Rp3,705.000. Hitung-hitung Anda hanya perlu membayar premi 10 bulan saja. Terjangkau, bukan? Yuk, hitung besar premi Anda sesuai dengan Uang Pertanggungan yang Anda inginkan di sini.

CTA Cek Premi Kamu




« | »
Read previous post:
Cover Kesalahan Orang Tua Muda
Sebagai Orang Tua Muda, Sadar Tidak Anda Melakukan 5 Kesalahan Ini?

Banyak orang tua muda yang terkaget-kaget dengan lonjakan pengeluaran rumah tangga yang naik drastis seiring kelahiran buah hati. Mulai dari...

Close