Insecure di Usia 20-30 Tahunan? Simak 5 Cara Mengatasinya

Suka insecure?Jangan khawatir karena itu adalah hal yang sangat wajar terjadi di terutama di 20-30 tahunan. Berikut adalah cara mengatasinya.

Insecurities 20 vs 30

Insecure di Usia 20-30 Tahunan? Simak 5 Cara Mengatasinya

Suka insecure?Jangan khawatir karena itu adalah hal yang sangat wajar terjadi di terutama di 20-30 tahunan. Berikut adalah cara mengatasinya.

Pernahkah kamu merasa tidak aman atau insecure dengan kondisi yang kamu jalani saat ini? Selalu merasa kurang atau bahkan gagal jika dibandingkan dengan kondisi temanmu di usia yang sama? Jika iya, jangan khawatir karena itu adalah hal yang sangat wajar terjadi lho, bahkan di setiap tahapan usia, terutama di 20-30 tahunan. Berikut hal-hal yang bisa membuat kamu insecure dan cara mengatasinya.

Belum lama ini, dunia media sosial sempat ramai membahas topik soal: “Usia 25 tahun idealnya punya apa?” Hal itu mencuat seiring adanya pernyataan bahwa usia 25 tahun seharusnya seseorang sudah memiliki tabungan 100 juta, kendaraan pribadi, cicilan rumah yang tinggal 20% lagi, dan gaji minimal 8 juta. Kamu sendiri, setuju nggak sih dengan batasan ideal tersebut? 

Pernyataan tersebut sempat ramai karena banyak yang menganggap hal itu tak cukup realistis jika dialami oleh sebagian orang. Walaupun memang bisa saja ada yang telah mencapai kondisi tersebut, tetapi kenyataannya patokan tersebut justru rentan memunculkan rasa insecure bagi banyak orang. Tak hanya bagi yang berusia 25 tahun saja, tetapi yang usia di atasnya pun bisa saja jadi merasa gagal karena sudah melewati tersebut ternyata belum juga bisa mencapai kondisi “ideal” tersebut. Apakah kamu salah satunya yang sempat insecure?

Batasan Ideal

Sebelum membahas lebih jauh, kita pahami dulu yuk apa sih sebenarnya kondisi ideal? Dan apakah setiap orang memiliki batasan kondisi ideal yang sama?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ideal diartikan sebagai sesuatu yang sangat sesuai dengan yang dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki. Jadi kondisi ideal adalah sebuah kondisi yang sudah sesuai dengan harapan. Pertanyaan selanjutnya adalah ideal menurut siapa? Apa yang menjadi batasan ideal dan siapa yang bisa menentukannya?

Setiap orang tentu memiliki kondisi yang berbeda, prioritas yang berbeda, angan-angan serta cita-cita yang berbeda pula. Oleh karena itu, untuk urusan pribadi, kondisi ideal setiap orang seharusnya juga berbeda-beda. Dan yang paling baik menentukan batasan ideal adalah dirimu sendiri, bukan menurut batasan orang lain. Namun sayangnya, terkadang orang suka menetapkan kondisi ideal diri berdasarkan apa yang terjadi secara umum atau mengacu pada sosok diri yang mereka kagumi. Hal ini lah yang akhirnya suka menimbulkan rasa tidak aman atau insecure dan membuat kamu malah menjadi tak percaya diri bahkan hingga stress.

Quarter Life Crisis

Biasanya rasa insecure terhadap kondisi diri muncul pada usai 20 tahunan, yakni di saat seseorang mulai berada pada proses transisi dari kehidupan remaja ke dewasa. Rasa insecure itu ada yang muncul di usia 25 tahun, ada yang sudah sejak awal 20 tahun, tetapi ada juga yang baru atau tetap muncul di usia 30 tahunan. Kondisi ini sering kali disebut dengan istilah quarter life crisis atau krisis seperempat abad.

Dalam dunia psikologi, quarter life crisis ini menggambarkan kondisi emosional seseorang berusia 20-30 tahunan yang diselimuti rasa khawatir, tak percaya pada kemampuan diri, dan bingung pada tujuan hidup. Biasanya hal ini muncul karena adanya tekanan dari diri sendiri ataupun lingkungan. Apalagi di era media sosial yang sudah sangat terbuka, membuat orang lebih rentan untuk membandingkan kehidupan pribadinya dengan orang lain.

Adapun sejumlah tanda kamu sedang merasa insecure diantaranya: khawatir terhadap masa depan, mempertanyakan soal kehidupan, merasa gagal dan kurang motivasi, serta merasa tertinggal dengan teman-teman atau orang-orang sebaya.

Insecurities Usia 20-an vs 30-an

Lalu apa saja sih sebenarnya yang bisa bikin kamu insecure di usia 20-30 tahunan? Tentu banyak hal yang bisa memicu munculnya rasa insecure di rentang umur tersebut. Namun secara umum setidaknya hal-hal ini yang biasanya menjadi penyebab munculnya kegalauan itu.

1. Di usia 20 tahunan

- Jurusan kuliah

Untuk kamu yang baru menginjak kepala 2, biasanya kamu sedang berada di pertengahan masa kuliah. Tantangan kuliah yang semakin meningkat atau justru makin membosankan bisa saja memunculkan pertanyaan: apakah ini jurusan yang sesuai dengan dirimu? Salah jurusan nggak sih?

- Mulai menghadapi realita kehidupan

Jika sebelumnya kamu sering mendengar teori kehidupan, di usia 20 tahunan ini kamu mulai menemukan beraneka realita kehidupan yang sesungguhnya, yang terkadang banyak yang tak sesuai teori. Biasanya menuju pertengahan usia 20-an, kamu mulai bertanggung jawab pada kehidupanmu sendiri. Mulai dari menentukan langkah lanjutan setelah kuliah hingga memenuhi kebutuhan finansial tak lagi bergantung kepada orang tua.

- Penampilan

Seiring kamu beranjak dewasa, biasanya kepekaan terhadap penampilan pun semakin tinggi. Dari mulai bentuk tubuh, warna kulit, potongan rambut, hingga cara berpakaian. Banyak orang yang bereksplorasi mencari penampilan paling cocok untuk dirinya. Tak jarang orang bahkan terdorong untuk mengeluarkan uang lebih untuk membeli barang-barang penunjang penampilan untuk merasa diterima atau dianggap ada oleh lingkungan sosial. Sebagian orang bahkan menganggap penampilan luar menjadi cerminan jati dirinya.

- Pekerjaan

Hal lain yang bisa memunculkan insecurities di usia 20 tahunan adalah soal pekerjaan. Apa bidang pekerjaan yang cocok untuk kamu, apakah kamu kompeten atau mampu untuk mendapatkan pekerjaan impian kamu, apa kira-kira jabatan yang akan kamu dapatkan saat melamar pekerjaan, apakah dengan background pendidikan dan nilai prestasi kelulusanmu bisa membuat kamu mendapatkan pekerjaan dan gaji sesuai harapanmu. Berapa gaji yang diterima dan apakah cukup untuk menutupi kebutuhan hidupmu.

- Jodoh

Menjelang akhir usia 20-an, sebagian dari kamu mungkin mulai memikirkan untuk melanjutkan hubungan ke yang lebih serius yakni pernikahan. Hal ini bisa memunculkan rasa insecure pada diri: apakah pasangan saat ini benar-benar jodohmu? Atau jika kamu belum juga mendapat pasangan, kamu bisa saja mempertanyakan siapa yang akan menjadi jodohmu. Kamu juga bisa lebih mudah sensitif ketika mendapat undangan pernikahan dari teman sebayamu.

2. Di usia 30 tahunan

- Jodoh

Masalah jodoh masih sangat bisa membuatmu galau atau merasa insecure, bahkan kadarnya lebih meningkat. Bagi yang belum menikah akan mudah insecure saat mendapat pertanyaan: kapan nikah? Namun, bagi yang sudah menikah pun tetap bisa insecure dengan bertanya: apakah aku menikah dengan orang yang tepat?

- Penampilan

Metabolisme tubuh yang mulai melambat membuat kamu lebih sulit untuk menurunkan berat badan di rentang usia ini. Selain itu, masalah kulit wajah juga mulai bermunculan seperti munculnya guratan garis-garis halus, flek hitam, atau kantung mata. Maka, sangat wajar jika urusan penampilan masih menjadi hal yang rentan membuat kamu merasa insecure pada usia ini.

- Karir

Masalah karir bisa menjadi salah satu topik yang muncul dengan berbagai pertanyaan di kepala. Biasanya di usia 30 tahunan kamu mulai mempertanyakan karir yang sedang kamu jalani. Apakah akan tetap melanjutkan karir tersebut atau justru harus pindah haluan. Tak jarang orang berpikir: kayaknya karir kok jalan di tempat ya atau kenapa jabatan juga tidak naik-naik padahal sudah bekerja selama bertahun-tahun.

- Finansial

Hal lainnya yang paling rentan membuat kamu insecure pada usia 30 tahunan adalah kondisi finansial. Apalagi untuk kamu yang baru saja menikah dan memiliki anak, sehingga tanggung jawab finansial juga bertambah. Sebagian dari kamu mungkin ada yang suka merasa: kok hidup begini-begini aja ya, kenapa penghasilan selalu kurang? Kapan bisa jalan-jalan seperti orang lain? Apakah saya mampu memenuhi kebutuhan keluarga dan anak-anak?

- Kebutuhan Anak

Mungkin banyak dari kamu yang mulai memiliki anak di usia 30 tahunan. Kehadiran anak memang sesuatu yang membahagiakan. Namun, di balik kebahagiaan itu bisa terselip rasa khawatir: apakah kamu bisa memberikan fasilitas terbaik untuk anak-anak? Kebutuhan anak seperti makanan, pampers, hingga uang pendidikan bisa mendominasi pikiran orang-orang di usia 30 tahunan.

- Tabungan

Hal lain yang rentan memunculkan rasa insecure kamu di usia 30 tahunan adalah jumlah tabungan. Tak sedikit orang yang merasa gagal karena telat mempersiapkan tabungan. Pernah mendengar orang bilang: sudah umur segini, tapi tabungan gak ada. Jangankan untuk menabung dan investasi, untuk kehidupan sehari-hari aja susah.

- Properti

Selain tabungan, kepemilikan properti juga bisa menjadi pemicu rasa insecure. Melihat teman-temannya sudah memiliki mobil, rumah, atau properti lain seperti apartemen bisa saja menambahkan pikiranmu yang belum bisa memilikinya.

Cara Mengatasinya

Apakah jika sudah melewati usia 20-30 tahunan kamu dijamin tidak lagi memiliki insecurities? Tentu tidak. Rasa tak aman terhadap kondisi yang kita alami akan selalu saja ada di setiap tahapan usia. Lalu apa yang bisa kita lakukan? Berikut beberapa hal yang bisa kamu coba lakukan untuk mengendalikan rasa insecure tersebut:

1. Stop Membandingkan Diri

Membandingkan diri dengan pencapaian orang lain bisa menimbulkan dua hal apakah termotivasi atau justru merasa tertekan. Jika kamu lebih sering merasa tertekan setelah melihat pencapaian orang lain maka saatnya kamu stop membandingkan diri. Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Setiap orang juga memiliki latar belakang dan kondisi kehidupan yang berbeda-beda. Jadi tak perlu bandingkan diri dengan orang lain jika membuatmu merasa tertekan.

2. Hargai Setiap Progress yang Kamu Capai

Alih-alih membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik kamu membandingkan dirimu yang sekarang dengan dirimu yang kemarin. Apa saja progress yang sudah kamu dapatkan. Hargailah setiap progres yang kamu capai, dari hal-hal yang paling kecil sekalipun. Misalnya kamu berhasil bangun tidur lebih pagi dari biasanya.

3. Gali Potensi Diri

Untuk menambah rasa percaya diri, ada baiknya kamu menggali potensi diri. Apa yang menjadi kekuatanmu dan apa yang masih bisa dikembangkan. Dengan kamu menggali potensi diri dan fokus mengembangkannya kamu tentu akan merasa lebih percaya diri dengan kekuatan dan keunikan yang kamu miliki.

4. Tentukan Prioritasmu

Hidupmu adalah milikmu. Sehingga batasan dan standar kesuksesan dirimu juga harus ditentukan oleh dirimu sendiri. Tentukan hal-hal apa yang menjadi prioritasmu dan tak usah lagi mengikuti standar orang lain.

5. Berada Pada Lingkungan yang Supportif

Lingkungan sedikit banyak akan mempengaruhi pola pikirmu. Berada pada lingkungan yang suportif akan membuat kamu lebih mudah menemukan kelebihanmu dan fokus pada kekuatanmu untuk dikembangkan.

Tentu semua akan berpulang kepada dirimu sendiri. Kamu lah yang bisa menentukan untuk terus mengikuti rasa insecure dan terjebak didalamnya atau mengambil langkah untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Pikiranmu sangat berpengaruh kepada mentalmu menjalani kehidupan. Dan kondisi mental akan mempengaruhimemengaruhi kesehatanmu secara fisik. Jadi jangan sampai kamu terus terjebak pada rasa insecure sehingga membuatmu stress yang akhirnya berpengaruh pada kesehatanmu.

Agar lebih merasa aman, kamu juga bisa ikut memberi perlindungan kesehatan untuk diri dan keluargamu. Ada beberapa pilihan asuransi dari Astra Life yang bisa kamu pertimbangkan lho.

Pertama, Flexi Health.

Asuransi kesehatan ini cocok untuk kamu yang mencari fleksibilitas, karena preminya bisa kamu atur sendiri. Asuransi ini juga memberikan santunan rawat inap hingga Rp1 juta per hari. Asuransi ini cocok untuk melengkapi asuransi kesehatan dari kantor atau BPJS Kesehatan agar finansialmu tidak terganggu akibat biaya tak terduga selama menjalani perawatan di rumah sakit.

Kedua, Medicare Premier.

Asuransi ini memiliki kenyamanan dan prioritas sebagai sebuah asuransi kesehatan seperti layanan privat ‘one bed & one bathroom’ cocok untuk kamu yang ingin mencari proteksi komprehensif. Medicare Premier juga memberikan kemudahan melalui 1 Polis 1 Keluarga, jadi kamu tidak perlu pusing lagi membayarkan beberapa polis asuransi dan seluruh keluarga memiliki perlindungan, kenyamanan dan prioritas yang sama.

Jika kamu ingin melihat alternatif pilihan perlindungan kesehatan lainnya, kamu bisa langsung kunjungi astralife.co.id. Jangan lupa juga follow  instagram @AstraLife untuk mendapatkan tips-tips bermanfaat lainnya. Urusan Sehat Jadi Tenang, #iGotYourBack.

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Subscribe ke LoveLife Daily Blog untuk mendapatkan newsletter artikel ter-update!

Selamat Anda telah tergabung menjadi subscriber blog LoveLife

Terdapat kesalahan dari permintaan anda. Mohon coba lagi.

Love Life will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.