KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau yang biasa disingkat KIPI adalah salah satu reaksi tubuh yang tidak diinginkan dan muncul pasca pemberian vaksin.

KIPI

KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau yang biasa disingkat KIPI adalah salah satu reaksi tubuh yang tidak diinginkan dan muncul pasca pemberian vaksin.

Pemerintah Indonesia resmi mendatangkan beberapa jenis vaksin sebagai bentuk penanggulangan terhadap virus COVID-19, dan menganjurkan kepada masyarakat Indonesia untuk segera di vaksin. Namun yang terjadi di lapangan, banyak orang yang sudah divaksin mengeluh merasakan gejala-gejala sakit tertentu. Hal ini menimbulkan pro dan kontra yang kemudian menyebabkan rasa was-was kepada masyarakat yang ingin melakukan vaksin.

KIPI dan Klasifikasinya

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai fenomena vaksin ini, kita harus mengerti terlebih dahulu apa itu vaksin. Dalam dunia medis, pengertian vaksin adalah suatu zat biologis yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan pada tubuh terhadap suatu penyakit atau virus. Untuk menanggulangi pandemi COVID-19, pemerintah Indonesia telah mendatangkan 3 jenis vaksin, yaitu Sinovac (CoronaVac), AstraZeneca, dan Sinopharm, sementara Pfizer dan Moderna direncanakan akan menyusul dalam waktu dekat.

KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi atau yang biasa disingkat KIPI adalah salah satu reaksi tubuh  yang tidak diinginkan dan muncul pasca pemberian vaksin. KIPI dapat terjadi dengan gejala atau kondisi yang berbeda-beda. Mulai dari efek samping ringan hingga reaksi tubuh yang serius. Perlu diingat, KIPI tidak selalu terjadi pada setiap orang yang diimunisasi dan BPOM pun telah memastikan keamanan, efektivitas dan kualitas dari vaksin yang digunakan.

Klasifikasi KIPI

1. Reaksi terkait produk vaksin

KIPI yang diakibatkan atau muncul akibat satu komponen atau lebih yang terkandung dalam produk vaksin.

2. Reaksi yang terkait cacat mutu vaksin

KIPI yang disebabkan oleh satu atau lebih cacat mutu produk vaksin yang disediakan oleh produsen.

3. Reaksi terkait kekeliruan prosedur imunisasi

KIPI yang disebabkan oleh cara penanganan vaksin yang tidak memadai, penulisan resep atau pemberi vaksin yang sebetulnya dapat dihindari

Contoh : Penularan infeksi karena vial multidosis yang terkontaminasi.

4. Reaksi kecemasan terkait imunisasi

KIPI ini terjadi pada saat pemberian vaksin berlangsung. Bisa jadi rumor di media sosial yang kita baca mengenai vaksin tersebut mempengaruhi mentalitas kita. Contoh: pingsan setelah imunisasi.

5. Kejadian koinsiden

KIPI ini terjadi di luar dari produk vaksin yang diberikan, kekeliruan imunisasi atau gangguan kecemasan akibat imunisasi.

Contoh: Demam timbul bersamaan dengan pemberian imunisasi padahal sebenarnya disebabkan oleh penyakit lainnya.

 

Gejala KIPI dan Penyebabnya

Keluhan masyarakat mengenai pengalaman pasca imunisasi vaksin berbeda-beda. Sebagian mengeluh mengalami gangguan dan gelajala-gejala yang mungkin dianggap tidak seharusnya terjadi pasca vaksin dan sebagian lainnya ada yang tidak mengalami keluhan sama sekali dan merasa baik-baik saja setelah divaksin. Sebenarnya, hal ini bisa dijelaskan secara medis dan masyarakat hanya butuh pengertian dan pemahaman edukasi medis yang cukup.

Gejala Seputar Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi

Umumnya pasca vaksin, setiap orang akan mengalami reaksi. Namun jangan khawatir karena gejala atau reaksi tersebut hanya bersifat sementara, tergantung bagaimana kondisi penerima vaksin tersebut. Jika kondisi penerima vaksin sehat maka emungkinan akan mengalami gejala atau tidak sama sekali.

Ada beberapa reaksi yang dapat terjadi pasca pemberian vaksin COVID-19, diantaranya :

- Reaksi Lokal

Seperti nyeri, kemerahan, bengkak pada lokasi penyuntikan.

- Reaksi Sistemik

Seperti demam, nyeri otot di seluruh tubuh, nyeri sendi, lemas, dan sakit kepala.

- Reaksi Lain

Seperti pingsan.

Perbedaan KIPI dan Gejala COVID-19

Adanya laporan mengenai orang terpapar COVID-19 setelah melakukan vaksin diketahui bukan disebabkan oleh vaksin yang diberikan. Karena setelah diimunisasi vaksin di dalam tubuh butuh waktu untuk bisa benar-benar melakukan tugasnya, setidaknya 28 hari pasca penyuntikan vaksin dosis kedua.

Suntikan pertama ditujukan memicu respons kekebalan awal. Sedangkan suntikan kedua untuk menguatkan respons imun yang terbentuk.

Gejala yang membedakan KIPI dan COVID-19 seperti berikut :

-Batuk 

-Sesak napas

-Kelelahan

-Badan pegal-pegal, nyeri otot, atau myalgia.

-Sakit kepala

-Sakit tenggorokan

-Kehilangan indra penciuman (anosmia)

-Mual dan muntah

-Diare

Jika mengalami gelaja diatas pasca vaksin sebaiknya segera konsultasi ke dokter atau tenaga medis untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan dan mendapat perawatan yang tepat.

Pelaporan KIPI di Indonesia

Bagi masyarakat yang mengalami KIPI, tidak perlu cemas dan khawati. Telah disediakan nomor kontak di setiap tempat vaksinasi sehingga jika terjadi KIPI, dapat ditindaklanjuti dengan penanganan korektif secara cepat.

Di Indonesia, ada lembaga independen yang melakukan kajian untuk penanggulangan kasus KIPI tingkat nasional, yaitu KOMNAS KIPI, dan untuk tingkat daerah, ada KOMDA KIPI. Pelaporan gejala oleh masyarakat ke lembaga KIPI harus dilakukan sesegera mungkin agar secepatnya dapat diproses dan diinvestigasi. Hasil investigasi kemudian secara berjenjang akan dilaporkan ke dinas kesehatan.

Langkah Tepat Untuk Masa Depan

Pemerintah Indonesia sudah mengambil langkah dengan mendatangkan vaksin untuk menanggulangi kasus pandemi COVID-19. Sebagai warna negara yang baik, kita harus mendukung langkah pemerintah salah satunya dengan mengajukan diri untuk vaksinasi.

Meski telah divaksin, tetap tidak menutup kemungkinan potensi terpapar COVID-19. Oleh sebab itu, tetap jalankan protokol kesehatan dengan ketat dan menjaga kestabilan imun tubuh. Tentunya, tak ada yang mau masa seperti ini terjadi lagi. Maka, penting bagi kamu untuk segera melakukan proteksi diri sedini mungkin.

Agar lebih merasa aman, kamu juga bisa ikut memberi perlindungan kesehatan untuk diri dan keluargamu. Ada beberapa pilihan asuransi dari Astra Life yang bisa kamu pertimbangkan lho.

Miliki Medicare Premier asuransi tambahan yang dapat dibeli dari AVA iBright Protector, asuransi berbasis unit link dari Astra Life. Asuransi ini memiliki kenyamanan dan prioritas sebagai sebuah asuransi kesehatan seperti layanan privat ‘one bed & one bathroom’ cocok untuk kamu yang ingin mencari proteksi komprehensif. Medicare Premier juga memberikan kemudahan melalui 1 Polis 1 Keluarga, jadi kamu tidak perlu pusing lagi membayarkan beberapa polis asuransi dan seluruh keluarga memiliki perlindungan, kenyamanan dan prioritas yang sama.

Kalau kamu ingin melihat alternatif pilihan perlindungan kesehatan lainnya, kamu bisa langsung kunjungi astralife.co.id. Jangan lupa juga follow  instagram @AstraLife untuk mendapatkan tips-tips bermanfaat lainnya. Urusan Sehat Jadi Tenang, #iGotYourBack.

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Subscribe ke LoveLife Daily Blog untuk mendapatkan newsletter artikel ter-update!

Selamat Anda telah tergabung menjadi subscriber blog LoveLife

Terdapat kesalahan dari permintaan anda. Mohon coba lagi.

Love Life will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.