Lindungi Si Kecil dari Bahaya Cyberbullying

Cyberbullying bukanlah hal sepele. Hal ini dapat menimpa anak-anak dan memberikan banyak dampak buruk. Simak ulasan berikut untuk menjaga keamanan anak di dunia maya.

Durasi baca: 3 menit

Lindungi-Si-Kecil-dari-Bahaya-Cyberbullying

Lindungi Si Kecil dari Bahaya Cyberbullying

Cyberbullying bukanlah hal sepele. Hal ini dapat menimpa anak-anak dan memberikan banyak dampak buruk. Simak ulasan berikut untuk menjaga keamanan anak di dunia maya.

Durasi baca: 3 menit

Namun, meski membawa manfaat, teknologi yang anak-anak gunakan juga hadir dengan risikonya sendiri. Salah satu risiko yang paling sering muncul, sekaligus paling berbahaya dalam dunia maya, adalah adanya perundungan siber (cyberbullying). Inilah yang patut menjadi perhatian orang tua.

Apa sebenarnya perundungan siber? Lalu bagaimana bentuk, dampak negatif, serta cara menjaga anak agar aman berada di dunia maya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Mengenal Perundungan Siber atau Cyberbullying

Dikutip dari laman resminya, UNICEF mendefinisikan perundungan siber, atau cyberbullying, sebagai bentuk perundungan dengan menggunakan teknologi digital. Bisa dilakukan melalui media sosial, aplikasi chatting, media game online, dan juga pada aktivitas dunia maya lainnya. 

Terkait isu ini, sebuah data yang menarik pernah dirilis oleh UNICEF dan the UN Special Representative of the Secretary-General (SRSG) pada 14 September 2019. Data tersebut menyebutkan bahwa 1 dari 3 remaja di dunia mengaku pernah menjadi korban perundungan siber. Tentu ini adalah sebuah angka yang besar, bukan? Lebih jauh lagi, 75% remaja tersebut mengatakan bahwa media sosial seperti Snapchat, Twitter, dan Instagram menjadi tempat paling sering munculnya cyberbullying.

Lalu, apa saja sih sebenarnya jenis atau bentuk perundungan siber yang kerap muncul di dunia maya? Dikutip dari theaseanpost.com, berikut adalah beberapa di antaranya: 

  1. Harassment: Dikirimkannya pesan jahat atau menyinggung kepada seseorang.
  2. Outing: Dibagikannya data pribadi (termasuk foto dan video) seseorang ke dunia maya tanpa izin.
  3. Flaming: Terjadinya perkelahian di dunia maya, seperti melalui aplikasi chat atau media sosial.
  4. Exclusion: Ditinggalkan atau dikucilkannya seseorang dari sebuah kelompok chat di dunia maya.
  5. Masquerading: Ditirunya identitas seseorang untuk mencemarkan nama baik dan mengganggu korban.

Dampak Cyberbullying pada Anak

Bagi sebagian orang, kasus perundungan siber, atau cyberbullying ini, di dunia maya masih kerap dipandang sebelah mata. Mereka merasa bahwa hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan. Namun, ini bukanlah hal yang benar. Sebagai orang tua, kita wajib menaruh perhatian lebih akan hal ini. Jangan sampai anak-anak kita tercinta menjadi pelaku, apalagi korban perundungan siber, lantaran hal ini bisa membawa  beragam dampak buruk pada mental anak-anak dan juga remaja.

Dampak pertama adalah munculnya tekanan mental dan emosional pada anak. Ketika seorang anak menjadi korban cyberbullying di dunia maya, maka biasanya ia akan merasa sedih, marah, kecewa, bahkan juga depresi atas perlakuan yang diterimanya. Jika berkepanjangan, hal ini tentu akan membawa dampak buruk bagi kesehatan mentalnya. 

Dampak kedua adalah terkikisnya rasa percaya diri yang ia miliki. Bagi anak-anak atau remaja, pendapat orang lain terhadap dirinya sangat berpengaruh pada cara ia melihat dirinya sendiri. Perundungan yang menyinggung masalah fisik kerap membuat anak-anak dan remaja kehilangan kepercayaan diri. Tak jarang, hal ini juga membuat mereka menarik diri dari pergaulan dan mengisolasi diri. 

Selain kedua dampak negatif di atas, tentu masih ada beberapa dampak lain yang dapat dirasakan korban perundungan siber. Bahkan, bukan tidak mungkin korban melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan. Seperti, memiliki keinginan untuk balas dendam, melukai dirinya sendiri, atau malah melakukan bunuh diri. Maka dari itu, bisa kita simpulkan bahwa perundungan siber atau cyberbullying ini memang bukanlah sebuah hal sepele yang dapat kita biarkan terjadi.

4 Tips Melindungi Anak dari Bahaya Cyberbullying

Sebagai orang tua, mungkin saat ini kita berpikir, “Bagaimana ya, agar saya bisa melindungi anak dari kemungkinan bahaya cyberbullying di dunia maya?”

Nah, kamu tak perlu khawatir. Berikut adalah 4 hal yang bisa kamu lakukan agar anak terhindar dari perundungan siber dan bahaya dunia maya lainnya:

1. Melakukan komunikasi terbuka dan menemani anak saat mengakses internet

Komunikasi yang baik antara anak dan orang tua menjadi salah satu kunci sukses untuk menjaga keamanan anak dalam dunia maya. Dorong anak untuk menceritakan kegiatannya di internet, termasuk dengan siapa saja ia terhubung dan berkomunikasi. Tak hanya itu, sebagai orang tua, kita juga bisa meluangkan waktu untuk mendampingi anak dalam mengakses internet, baik untuk mencari aplikasi, konten, atau hiburan daring yang sesuai. Sebagai catatan, kita juga harus waspada dan segera cari tahu ya jika anak mulai menyembunyikan kegiatannya di internet. Jangan sampai kita terlambat tahu dan ia akhirnya menjadi korban cyberbullying.

2. Pilih konten yang sesuai dengan usia anak dan manfaatkan fitur keamanan

Pemilihan konten yang sesuai bagi anak juga sangatlah penting untuk menghindarkan anak dari bahaya dunia maya. Saat ini, sudah banyak fitur keamanan yang dimiliki berbagai media atau website di dunia maya. Contohnya, Google menawarkan fitur “Safe Search” yang bisa orang tua aktifkan pada gawai anak. Fitur ini akan secara otomatis memblokir konten yang tak sesuai dengan usia anak, seperti kekerasan dan pornografi misalnya. Hal yang serupa juga dimiliki oleh YouTube dengan fitur “Parental Control” yang dimilikinya.

3. Mengajarkan etika dunia maya pada anak

Komunikasikan pada anak bahwa meskipun sedang melakukan komunikasi secara daring, kita harus memiliki etika yang baik. Seperti misalnya menggunakan bahasa lisan dan tertulis yang baik, menghargai lawan bicara, serta memberi pengertian pentingnya tetap menggunakan pakaian yang sopan dan sesuai saat ia berkegiatan di dunia maya. Ajak juga anak untuk melaporkan pada orang tua jika ia menerima pesan atau perlakuan tak pantas dari seseorang di internet. Dengan hal itu, maka kita bisa menghindarkan anak dari bentuk kekerasan siber yang mungkin terjadi di dunia maya.

4. Mengingatkan anak tentang keamanan data pribadi

Cara keempat yang bisa kita lakukan sebagai orang tua adalah dengan mengingatkan anak akan pentingnya menjaga data pribadi. Jelaskan bahwa dunia maya bukanlah tempat yang aman bagi kita untuk sembarangan membagikan data pribadi, karena data tersebut dapat dimanfaatkan oleh orang asing untuk hal-hal yang kurang baik. Ingatkan juga kepada anak-anak untuk mulai bijak dalam mengunggah foto atau video dirinya, karena data yang masuk ke dunia maya tidak akan mudah dihilangkan begitu saja.

Jika kamu merasa tindakan cyberbullying yang diterima oleh anak sudah kelewat batas, barangkali kamu bisa berkonsultasi dengan pihak yang berwenang agar bisa ditindak sesuai dengan prosedur yang semestinya.

Menjaga dan melindungi anak dengan kegiatannya di dunia maya menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua. Ingat bahwa meskipun teknologi, smart phone, serta internet dapat membantu aktivitas anak, namun ada juga risiko-risiko yang perlu kita waspadai, seperti halnya cyberbullying. Tentu kita tidak ingin anak kita tercinta menjadi korban dan harus menerima dampak buruk, baik secara fisik maupun secara mental, betul?

Nah, untuk menghadirkan rasa aman dan tenang dalam keluarga, tak ada salahnya juga menambah proteksi dirimu melalui asuransi. Astra Life memiliki berbagai pilihan produk kesehatan yang menarik dan bisa kamu pilih sesuai dengan kebutuhanmu. Flexi Life adalah salah satu di antaranya.

Apa itu Flexi Life? Flexi Life  dari Astra Life adalah asuransi jiwa murni yang dapat dibeli secara online di ilovelife.co.id, dan memungkinkan nasabah untuk menentukan sendiri uang pertanggungan dan preminya. Dengan memiliki polis Flexi Life, kamu akan dibantu mempersiapkan dana untuk orang yang kamu cintai apabila terjadi risiko meninggal dunia. Terlebih lagi, Flexi Life memberikan 100% uang pertanggungan kepada penerima Manfaat yang ada di Polis apabila orang yang diasuransikan (Tertanggung) meninggal dunia karena sakit ataupun kecelakaan.

Bermanfaat sekali, bukan?

Nah, untuk tips dan informasi bermanfaat lainnya, follow instagram @AstraLifeID ya. Urusan Sehat No Worries, #iGotYourBack.

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!