Menyiapkan Masa Depan ala Beth Harmon dari The Queen’s Gambit

Beth Harmon, wanita yang menjadi juara catur dunia dalam serial The Queen’s Gambit, mengajarkan tentang pentingnya menyiapkan masa depan. Ini strateginya.

Menyiapkan Masa Depan ala Beth Harmon dari The Queen's Gambit

Menyiapkan Masa Depan ala Beth Harmon dari The Queen’s Gambit

Beth Harmon, wanita yang menjadi juara catur dunia dalam serial The Queen’s Gambit, mengajarkan tentang pentingnya menyiapkan masa depan. Ini strateginya.

Pada Oktober 2020, Netflix kembali memanjakan pelanggannya dengan merilis serial baru bertajuk The Queen’s Gambit. Serial yang diangkat dari novel berjudul sama karya Walter Tevis pada tahun 1983 ini mendapat antusiasme yang tinggi dari khalayak. Serial ini memikat banyak penonton karena cerita yang ditawarkan cukup unik dan segar: seorang wanita muda yang menjadi juara catur dunia – olahraga yang didominasi pria.

Adalah Beth Harmon (diperankan Anya Taylor-Joy) yang merupakan anak piatu yang besar di panti asuhan. Di sana, ia diajarkan bermain catur oleh Shaibel, seorang petugas kebersihan, sejak usia 8 tahun. Berkat catur, Beth yang merupakan anak pendiam dan introvert, tumbuh menjadi anak dengan inteligensia tinggi dan pikiran yang jernih dibandingkan teman sebayanya.

Sayangnya, kesuksesan Beth dalam dunia catur juga dibarengi dengan ketergantungannya pada alkohol dan obat penenang yang semakin dalam. Beruntung Beth diasuh oleh ibu angkat yang sangat suportif dan menyadari bahwa ketergantungannya pada obat penenang dan alkohol telah melewati batas. Ia pun dapat mengendalikan hal itu. Terbukti, tanpa bantuan alkohol dan obat penenang, ia tetap dapat menjadi juara catur dunia. Dari serial The Queen’s Gambit, kita bisa belajar menyiapkan masa depan.

Siapkan masa depan dengan cara berikut

Pencapaian Beth menjadi juara catur dunia tak terlepas dari rencana dan kerja keras yang telah disiapkan sejak ia masih kecil. Dari serial The Queen’s Gambit, ada beberapa strategi yang bisa kamu petik untuk menyiapkan masa depan.

1. Bangkit dari kegagalan

Dalam perjalanan hidupnya, Beth banyak mengalami kekecewaan. Bermula dari ayahnya yang menolak keberadaan Beth dan ibunya, sehingga ibunya memutuskan untuk bunuh diri dan tewas di hadapan Beth. Seiring bertambahnya usia, Beth pun terjerat pada alkohol dan obat penenang. Ketergantungan ini sempat membuat hidup Beth berantakan, seperti telat bangun pagi untuk mengikuti lomba dan tidak dapat berpikir jernih saat bertanding.

Saat menginjak usia remaja, Beth diadopsi oleh Alma (Marielle Heller) yang menyadari kecerdasan Beth di bidang catur. Kematian ibu asuhnya secara tiba-tiba juga membuat psikologis Beth mencapai titik terendah, karena ia kehilangan pendukung terbesarnya.

Namun Beth tidak berlarut-larut dalam kekecewaan dan ketergantungannya. Atas petuah teman-teman yang tidak lain adalah pelatih caturnya, Beth mulai membuang pil penenang dan pelan-pelan berhenti mengonsumsi alkohol. Tidak disangka, tanpa bantuan alkohol dan obat penenang, Beth tetap dapat menyelesaikan permainan tersulit dan keluar sebagai pemenang.

Atas petuah teman-teman yang tidak lain adalah pelatih caturnya, Beth mulai membuang pil penenang dan pelan-pelan berhenti mengonsumsi alkohol. Tidak disangka, tanpa bantuan alkohol dan obat penenang, Beth tetap dapat menyelesaikan permainan tersulit dan keluar sebagai pemenang.

2. Susun rencana

Alma, sang ibu asuh, kerap mendorong Beth untuk mengikuti kejuaraan catur di luar kota. Agar waktu tidak terbuang percuma, Alma juga menyarankan Beth untuk mengikuti beberapa kejuaraan sekaligus di waktu yang berdekatan.

Alma, sang ibu asuh, kerap mendorong Beth untuk mengikuti kejuaraan catur di luar kota. Agar waktu tidak terbuang percuma, Alma juga menyarankan Beth untuk mengikuti beberapa kejuaraan sekaligus di waktu yang berdekatan.

Dari sini kamu bisa belajar bahwa menyusun suatu rencana penting jika ingin mewujudkan target di masa depan. Dengan memiliki rencana, kamu bisa mengetahui arah yang hendak dituju serta strategi untuk mencapainya. Pastikan mengevaluasi rencana di masa depan setiap tahun untuk memastikan bahwa kamu on track dan semakin dekat dengan tujuan yang telah disusun.

3. Kerja keras

Prestasi yang diraih Beth di serial The Queen’s Gambit bukanlah hasil kerja semalam, melainkan kerja keras sejak kecil. Kala masih hidup di panti asuhan, ia sering berlatih bersama Shaibel di basement sepulang sekolah. Tidak seperti anak lainnya yang banyak menghabiskan waktu setelah pulang sekolah dengan bermain, Beth memilih mengisi waktu luangnya dengan bermain catur.

Sehingga, ia berhasil menguasai taktik dan membaca arah langkah lawan sejak usia 9 tahun. Atas kehebatannya, Beth yang kala itu masih masih duduk di bangku sekolah dasar, diundang untuk melawan siswa-siswa SMA dalam permainan catur. Tak disangka, Beth bisa mengalahkan semua siswa-siswa SMA tersebut.

4. Miliki support system

Beth dalam kisah The Queen’s Gambit juga dapat menjadi juara dunia atas bantuan support system. Untuk dapat mengalahkan Borgov dan mencapai puncak sebagai juara catur dunia, Beth dibantu oleh orang-orang di sekelilingnya. Yang pertama, ia memperoleh dukungan penuh dari Alma sang ibu asuh yang selalu menemaninya bertanding ke luar kota, memilihkan kostum, serta menjembatani pers yang ingin mewawancarai Beth. Kedua, Beth didukung oleh banyak orang yang berperan sebagai pelatihnya.

Setelah dilatih oleh Shaibel di masa kecil, Beth meminta bantuan lawan-lawan mainnya yang pernah ia kalahkan untuk menjadi pelatih dalam mempersiapkan diri melawan Borgov. Setidaknya ada tiga pelatih yang turut melatih Beth dalam persiapan mengikuti kejuaraan dunia.

5. Siapkan dana yang dibutuhkan

Meski sudah berlatih catur sejak usia 8 tahun, namun Beth tidak pernah mengikuti pertandingan hingga menginjak usia 15 tahun. Keterbatasan dana adalah alasan Beth belum mengikuti pertandingan catur saat masih anak-anak. Pentingnya mempersiapkan dana adalah hal berikutnya yang bisa kita pelajari dari Beth dalam serial The Queen’s Gambit.

Shaibel merupakan orang pertama yang memberikan uang pada Beth untuk mengikuti kompetisi pertamanya. Kemudian, keberadaan Alma sebagai ibu asuh yang kemudian menjadi manajer Beth juga berperan penting dalam mengelola dana. Sebagai manajer, Alma bisa menentukan pertandingan mana yang bisa diikuti dengan mempertimbangkan biaya yang dibutuhkan dan hadiah yang akan diperoleh setelah dipotong 15% untuk management fee Alma. Berkat pengelolaan keuangan yang tepat, Beth dan Alma dapat mengikuti pertandingan dan mengelola arus pemasukan dan pengeluaran mereka dengan baik.

Dari sini, kamu bisa menyadari bahwa persiapan dana tak kalah penting dalam menyiapkan masa depan. Tanpa persiapan dana yang mumpuni, bisa-bisa rencana yang telah disusun tidak dapat terwujud.

Sembari menyiapkan masa depan ala Beth di serial The Queen’s Gambit, jangan lupa pula lindungi dirimu dari risiko yang bisa terjadi kapan saja dengan memiliki Flexi Life, asuransi jiwa ultra fleksibel pertama di Indonesia dari Astra Life. Flexi Life memungkinkanmu #AturSendiri premi sesuai tahapan hidup dan memperoleh perlindungan hingga Rp5 miliar tanpa cek medis. Ikuti pula ulasan lainnya seputar asuransi dengan follow Instagram @astralifeid. #iGotYourBack

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Subscribe ke iLoveLife Daily Blog untuk mendapatkan newsletter artikel ter-update!

Selamat Anda telah tergabung menjadi subscriber blog iLoveLife

Terdapat kesalahan dari permintaan anda. Mohon coba lagi.

Love Life will use the information you provide on this form to be in touch with you and to provide updates and marketing.